cover
Contact Name
Wahyunita Sitinjak
Contact Email
jurnalagrilink@gmail.com
Phone
+6281285220734
Journal Mail Official
jurnalagrilink@gmail.com
Editorial Address
Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Simalungun Jl Sisingamangaraja Pematangsiantar
Location
Kota pematangsiantar,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik)
Published by Universitas Simalungun
ISSN : -     EISSN : 23026510     DOI : https://doi.org/10.36985/jak
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian adalah sebuah jurnal berkalah ilmiah yang diterbitkan oleh Program Sudi Agribisnis Fakultas Pertanian USI. Jurnal ini meliputi hasil penelitian dan gagasan pemikiran dengan tema-tema sebagai berikut: 1. Manajemen agribisnis 2. Sosial ekonomi pertanian 3. Pengembangan mutu agribisnis 4. Kebijakan pertanian, usaha tani 5. Studi kelayakan pertanian
Articles 55 Documents
PENGARUH PRODUKSI DAN HARGA TERHADAP KEUNTUNGAN USAHA KERIPIK SINGKONG (Studi Kasus Di Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun) H0tman Tuah; Ilham Riady
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.538 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.177

Abstract

Hasil penelitian keripik singkong di Kabupaten Gunung Maligas menguntungkan dengan nilai R / C 1,91. Ini berarti bahwa setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 1 akan memberikan penghasilan sebesar Rp. 1.91. Penghasilan rata-rata yang diperoleh pengusaha keripik singkong adalah Rp. 4.381.662.813 / bulan.total biayaproduksi yang tertinggiyaitu pada biayavariabel (Variable cost),denganbiaya per usahasebesar Rp. 4.910.636,54/bulan produksi keripik singkong. Sementarabiayatetap (fixed cost) hanyamengeluarkanbiayasebesar Rp. 153.354 per bulan proses produksi keripik singkong. penggunaan rata-rata bahan baku ubi kayu yang dihabiskan dalam satu bulan masa produksi keripik singkong yaitu sebanyak 662 kg/bulan
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADISAWAH BERDASARKAN SKALA MINIMUM LUAS LAHAN (Studi Kasus di Nagori Pardamean Asih, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun) JEF RUDIANTHO SARAGIH; ADE WIJAYA SINAGA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.805 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.178

Abstract

Abstrak:Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis pendapatan, metode pola pengeluaran dan komparasi pendapatan. Penelitian ini adalah menjelaskan:Tingkat pendapatan petani padi sawah cukup baik dan bervariasi pada masing-masing kelompok penguasaan lahan. Pada strata 1 pendapatan petani padi sawah yaitu Rp. 6.796.443, pada strata 2 yaitu Rp. 10.265.631 dan pada strata 3 yaitu Rp. 33.096.180 per musim tanam.Pola pengeluaran petani didominasi pada pengeluaran kebutuhan makanan dan pola pengeluaran non makanan. Pada strata 1, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp. 14.436.858, pada strata 2, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp. 19.452.908 dan pada strata 3, rata-rata pola pengeluaran petani mencapai Rp. 14.397.200.Luas Lahan Minimum yang seharusnya diusahakan petani untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dilihat bahwa rata-rata lahan minimum petani padi sawah dengan rata-rata luas lahan petani pada strata 1 yaitu 0,29 ha dengan pengeluaran standar Rp.4.235.135, strata 2 yaitu 0,36 ha dengan pengeluaran standar Rp.2.536.553 dan pada strata 3 terdapat 0,8 ha dengan pengeluaran standar petani sebesar Rp.3.487.760
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA TANI CABAI MERAH (Studi Kasus di Nagori Negeri Malela Kecamatan Gunung Malela) WAHYUNITA SITINJAK; DIMAS SYAHPUTRA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.203 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.179

Abstract

Hasil penelitian variabel biaya luas lahan nilai t hitung 3,444 > t tabel 1,71 maka luas lahan berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah, dan variabel biaya pestisida nilai t hitung3,270 > t tabel 1,71 maka pestisida berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah. Hasil analisis regresi linear diperoleh Fhitung 11,566 > Ftabel 2,62 diartikan bahwa hipotesis penelitian usaha tani cabai merah. Analisis kelayakan usaha tani dihasilkan R/C 2,20 > 2 bahwa usaha tani layak diusahakan. Dengan koefisien determinasi (R2) = 0,707 secara serempak faktor produksi dapat menjelaskan seluruh variasi produksi sebesar 70,7 % sedangkan 29,3 % dijelaskan faktor lain
PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA TANAMAN BUNGA HIDUP (Studi Kasus Kota Pematangsiantar) JHONSON MARBUN; ELVIANI NASUTION
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.889 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.180

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar tingkat keuntungan usaha tanaman bunga hidup di Kota Pematangsiantar dan untuk mengetahui prospek pengembangan tanaman bunga hidup di Kota Pematangsiantar. Populasi penelitian adalah seluruh pengusaha yang melakukan usaha tanaman bunga hidup di Kota Pematangsiantar yang berjumlah 20 orang dengan menggunakan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah R/C dan analisis SWOT yang berguna untuk menentukan strategi guna mendukung prospek yang ada.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Usaha tanaman bunga hidup di Kota Pematangsiantar menguntungkan dan layak untuk dikembangkan dengan nilai R/C 5,27. 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha tanaman bunga hidup di Kota Pematangsiantar berada pada kuadran I pada matriks posisi SWOT. Oleh karena itu strategi yang cocok digunakan adalah staretgi S-O (Strength-Opportunity), yaitu strategi yang menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada (strategi pengembangan/strategi agresif) yaitu : a. Penetrasi pasar, pengusaha dapat meningkatkan pangsa pasarnya melalui penetrasi pasar dengan menerapkan konsep pemasaran yang lebih berkembang terhadap produk atau pelayanan pada pasar yang sudah ada
KEHILANGAN HASIL DAN PENDAPATAN USAHA TANI JERUK MANIS AKIBAT SERANGAN LALAT BUAH (Di Kabupaten Simalungun) MARTUA SIADARI; RODE ERYANTI SINAGA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.936 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.181

Abstract

Hasil penelitian yang di dapat adalah sebagai berikut : Produksi jeruk manis tanpa serangan lalat buah mencapai 3.431.706 kg/ha/tahun. Sedangkan dengan serangan lalat buah mencapai 2.657.349 kg/ha/tahun. Berdasarkan uji beda rata-rata untuk membandingkan produksi dari usahatani jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara produksi jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah pada tingkat kepercayaan 95%. Pendapatan jeruk manis tanpa serangan lalat buah mencapai Rp. 12.010.969.950 /ha/tahun. Sedangkan pendapatan jeruk manis dengan serangan lalat buah mencapai Rp. 9.300.719.750/ha/tahun. Berdasarkan uji beda rata-rata untuk membandingkan pendapatan dari usahatani jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah diperoleh nilai sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan jeruk manis tanpa serangan lalat buah dan dengan serangan lalat buah pada tingkat kepercayaan 95%
KEHILANGAN HASIL DAN PENDAPATAN USAHA TANI JERUK MANIS AKIBAT SERANGAN LALAT BUAH NAGORI PURBATUA BARU, KECAMATAN SILIMAKUTA, KABUPATEN SIMALUNGUN ROMAULI SIMANJUNTAK; INTAN RAHMADIANTI
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.377 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dalam produksi dan pendapatan yang dipengaruhi oleh serangan lalat buah dan tanpa serangan lalat buah. Populasi adalah minimal 200 pohon, dengan 160 keluarga petani jeruk dan sampel dalam penelitian ini diambil sebanyak 30 keluarga dengan pengambilan sampel acak sederhana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Mei 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer dan sekunder di Nagori Purbatua Baru, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Produksi rata-rata dengan serangan lalat buah adalah 25.313 kg / ha / tahun, dan produksi rata-rata tanpa serangan lalat buah adalah 29.270 kg / ha / tahun. Dan pendapatan rata-rata jeruk manis dengan serangan lalat buah adalah Rp 102.453.333 ha / tahun, sedangkan pendapatan rata-rata jeruk manis tanpa serangan lalat buah adalah Rp 118.082.709 / ha / tahun. Dengan perkiraan kehilangan hasil rata-rata 3.923 kg / ha / tahun
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI JAGUNG DINAGORI PANTOAN MAJU KECAMATAN SIANTAR KABUPATEN SIMALUNGUN MUSTAFA GINTING; SOFIA RISMA SIAHAAN
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 1 Februari 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.225 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i1.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui strategi peningkatan produksi jagung di Nagori Pantoan Maju, Kabupaten Siantar, Kabupaten Simalungun. Populasi penelitian adalah semua petani jagung di Nagori Pantoan Maju Kecamatan, Kabupaten Simalungun yang mulai 30 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT yang berguna untuk menentukan strategi untuk mendukung pencapaian yang ada. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Juni 2019. Hasil yang diperoleh faktor internal terdiri dari lima kekuatan dan lima kelemahan sedangkan faktor eksternal terdiri dari lima peluang dan tiga tantangan yang meningkatkan produksi jagung di wilayah studi. Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan produksi jagung di wilayah studi adalah strategi agresif atau strategi S-O (Strength - Opportunity), yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN CABAI MERAH KERITING (Studi Kasus di Kota Pematangsiantar) JHONSON MARBUN; ELSA MEI YELLY SIAHAAN
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 2 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.236 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i2.184

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lokasi usaha dan mutu barang berhubungan dengan banyaknya cabai merah keriting yang terjual serta untuk mengetahui apakah biaya lokasi, kuantitas cabai merah keriting yang terjual dan kuantitas barang lain yang terjual berpengaruh terhadap pendapatan.Metode analisis data yang digunakan adalah untuk menguji hipotesis 1 dan 2 menggunakan metode chi-kuadrat untuk mengetahui aspek lokasi usaha dan mutu barang berhubungan dengan banyaknya cabai merah keriting yang terjual. Model regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis 3.Hasil dari pengujian tersebut dimana aspek lokasi dan mutu barang cabai merah keriting tidak berhubungan dengan banyaknya cabai merah keriting yang terjual. Biaya lokasi, kuantitas cabai merah keriting yang terjual dan kuantitas barang lain yang terjual mampu menjelaskan variasi pendapatan sebesar 99,2%. Sedangkan sisanya sebesar 0,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam persamaan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BUMBU GILINGDI PASAR DWIKORA KOTA PEMATANGSIANTAR Wahyunita Sitinjak; Eva T. Nainggolan
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 2 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.199 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i2.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga bumbu gulai giling, harga bumbu gulai instan, harga daging ayam, uang belanja/bulan, jumlah anggota keluarga dan selera terhadap permintaan bumbu gulai giling di Kota Pematangsiantar.Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Dwikora Pematangsiantar dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan secara persial harga bumbu gulai giling, harga daging ayam, uang belanja, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh nyata terhadap permintaan. Harga bumbu instan dan selera tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan..Secara Simultan Variabel harga bumbu gulai giling, harga bumbu instan, harga daging ayam, uang belanja, jumlah anggota keluarga dan selera berpengaruh nyata terhadap permintaan bumbu gulai giling
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANAMAN HIAS DAUN DI KOTA PEMATANGSIANTAR MUSTAFA GINTING; JULY FRISKA PURBA
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Agrilink Vol 1 No 2 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.931 KB) | DOI: 10.36985/jak.v1i2.186

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha tanaman hias daun di kota Pematangsiantar rata-rata pendapatan per usaha sebesar Rp.756.320 /bulan. Usaha tanaman hias daun di kota Pematangsiantar ditinjau dari aspek pendekatan rasio penerimaan dengan biaya (R/C) lebih besar dari 1 yaitu 1,6>1 maka usaha tanaman hias daun di Pematangsiantar menguntungkan. Secara parsial dari keempat variabel bebas diketahui bahwa: Harga jual berpengaruh nyata dan positif terhadap pendapatan usaha tanaman hias.Biaya pupuk dan Biaya tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan. Biaya bibit berpengaruh nyata negatif terhadap pendapatan