cover
Contact Name
Ni Wayan Erly Sintya Dewi
Contact Email
erlysintyadewi@gmail.com
Phone
+6287861861172
Journal Mail Official
wmmj.unwar@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3 Jalan Terompong No. 24, Tanjung Bungkak, Sumerta, Denpasar Timur, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Warmadewa Minesterium Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290127     EISSN : 28286138     DOI : -
WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is available in print and online version. WMMJ (Warmadewa Minesterium Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/wmmj/index, since Volume 1 No 1 January, 2022.
Articles 10 Documents
Pelatihan Teknik Imobilisasi Cedera Leher Kepada Pelatih dan Official Cabang Balap Motor di KONI Kabupaten Badung Tanjung Subrata
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.695 KB)

Abstract

Aktivitas fisik berupa kompetisi olahraga memiliki resiko cedera dari yang ringan, berat hingga fatal. Salah satu cedera yang berakibat fatal adalah cedera leher (neck injury), yang mana dapat mengakibatkan kematian, kelumpuhan maupun cedera menahun. Salah satu cabang olahraga (cabor) yang berpotensi menimbulkan cedera leher adalah Balap Motor. Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan akan sangat mempengaruhi proses penyembuhan cedera tersebut, sebaliknya keterlambatan dan kesalahan dalam memberi pertolongan pertama pada cedera leher dapat memperparah cedera bahkan dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah, bahkan kematian. Agar dapat mencegah terjadinya hal tersebut diperlukan pelatihan kepada pelatih dan official cabang olahraga Balap Motor, karena merekalah yang akan mendampingi atlet selama pertandingan, sehingga kecepatan dan ketepatan mereka dalam memberikan pertolongan pada cedera akan sangat mempengaruhi proses cedera tersebut. Pelatihan yang diberikan berupa teknik imobilisasi cedera leher serta teknik evakuasi korban, yang diharapkan dapat meningkatakan kemampuan pelatih dan official untuk memberikan pertolongan pertama pada cedera leher. Mitra dalam program ini adalah pelatih dan official cabor Balap Motor KONI Kabupaten Badung. Target luaran dari program tersebut adalah video kegiatan, serta publikasi di media cetak dan online. Hasil pre-post test menunjukan peningkatan pengetahuan sebesar 18.3%, dan dari praktek tehnik immobilisasi dan evakuasi pasien, semua peserta mampu mempraktekan dengan benar. Kata kunci: teknik imobilisasi, cedera leher, pelatih dan official, balap motor
Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan Wanita dalam Manajemen Stres di Lapas Kelas IIB Tabanan Putu Asih Primatanti
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.912 KB)

Abstract

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) merupakan salah satu kelompok rentan (vulnerable population), yang memiliki risiko terjadinya permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental. Permasalahan mental merupakan permasalahan yang cukup sering terjadi, mulai stres sampai laporan kasus percobaan perlukaan diri bahkan percobaan bunuh diri beberapa kali dilaporkan. Hal inilah menjadikan bahwa kesehatan mental di Lapas bukan lagi merupakan “low priority issue”, namun harus diprioritaskan untuk dilakukan intervensi. Salah satu cara yang dilakukan menghadapi hal ini adalah dengan pemberdayaan WBP dalam manajemen stress. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan WBP tentang stres, meningkatkan kemampuan melakukan manajemen stress dan memiliki keterampilan kerja. Metode yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada WBP dalam mengelola stress dan keterampilan kerja. Pelaksanaan program pelatihan ini diawali dengan pemberian materi mengenai stress dan teknik manajemen stress melalui progressive muscle relaxation (PMR), kemudian dilanjutkan latihan PMR dan latihan pembuatan kue. Seluruh kegiatan mulai dari pemberian pengetahuan mengenai stress, pelatihan PMR, dan keterampilan kerja terbukti meningkatkan pengetahuan WBP tentang stress, menurunkan skor self reporting questionnaire-20 (SRQ-20), serta meningkatkan skor WHO quality of life-BREF (WHOQOL-BREF). Latihan PMR secara teratur dengan cara melakukan kontraksi pada otot, lalu dilepaskan dapat menimbulkan relaksasi sehingga meringankan stres yang dialami oleh WBP.
Pelatihan Teknik Mencuci Tangan yang Benar dan Pembuatan Bak Cuci Tangan Hemat Air bagi Anggota Café 19 Jimbaran Tanjung Subrata
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.788 KB)

Abstract

Wabah Covid-19 yang telah menyerang lebih dari 238 juta manusia dan menimbulkan kematian lebih dari 4,6 juta manusia. Penularan Covid-19 yang sangat cepat terutama diakibatkan oleh percikan droplet dari orang yang terinfeksi, karena itu salah satu langkah pencegahannya adalah sering mencuci tangan dengan cara yang benar. Kelompok Café 19 adalah kelompok pengusaha makanan laut di pantai Jimbaran, di mana kelompok tersebut sangat mengandalkan pelanggan dari wisatawan, dan pandemi Covid-19 ini sangat memukul pendapatan mereka. Protokol pencegahan adalah wajib diterapkan di setiap unit usaha, di mana salah satunya adalah penyediaan bak cuci tangan dan pengetahuan cara mencuci tangan dengan benar. Wilayah café yang berada di tepi pantai tidak memungkinkan mendapatkan air bersih dari sumur bor, jadi satu-satunya cara yaitu melalui sumber air PDAM, yang cukup membebani biaya operasional mereka. Pelatihan mencuci tangan yang benar dengan tehnik 6 langkah dengan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik dilakukan oleh tim dari FKIK Unwar disertai pembagian poster langkah-langkah mencuci tangan yang benar di setiap café. Untuk mengurangi keborosan air akan diberikan pelatihan cara membuat bak cuci tangan hemat air dilakukan oleh tim Fakultas Tehnik Unwar. Pelatihan Teknik Mencuci Tangan untuk Mencegah Penularan Covid-19 dan Pembuatan Bak Cuci Tangan Hemat Air bagi Anggota Kelompok Café 19 Jimbaran, diharapkan dapat membantu mencegah penularan Covid-19 dan membantu meringankan beban biaya air bersih. Luaran yang ditargetkan adalah publikasi di media cetak atau online, serta publikasi di jurnal Warmadewa Ministerium Medical Journal. Dari hasil pre-post test menunjukan peningkatan pengetahuan sebesar 25%, dan dari observasi praktek mencuci tangan dan membuat bak cuci tangan hemat air, semua peserta mampu melakukan dengan baik dan benar.
Program Kemitraan Masyarakat Kesehatan Pariwisata dan Spokesperson di Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua Made Indra Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.012 KB)

Abstract

Kasus COVID-19 menimpa warga negara Indonesia pertama kali pada tanggal 2 Maret 2020. Semenjak itu Indonesia memasuki masa pandemi COVID-19 yang bertahan hingga lebih dari setahun. Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan memberikan dampak yang sangat buruk pada dunia pariwisata di Bali yang pada akhirnya berimbas pada dunia perekonomian. Meskipun berkepanjangan, masa pandemi COVID-19 akan berlalu dan kegiatan pariwisata di Bali akan berangsur-angsur pulih kembali. Pemerintah menetapkan tiga zona hijau sebagai prioritas pembukaan kembali pariwisata bagi turis asing, yaitu Sanur, Nusa Dua, dan Ubud. Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan pariwisata sesuai dengan body of knowledge yang dikembangkan oleh The International Society of Travel Medicine (ISTM) dan spokesperson di Rumah Sakit Surya Husadha Nusa Dua. Mitra pengabdian masyarakat adalah tenaga kesehatan, yang meliputi dokter, perawat, bidan, dan apoteker, dan tenaga manajerial. Kegiatan diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) pada tanggal 8 Juni 2021 secara daring menggunakan zoom cloud meeting. Peserta bimtek adalah mitra pengabdian masyarakat. Materi bimtek meliputi Travel Medicine Resources dan Pretravel Consultation. Bimtek dilanjutkan selama lima kali pertemuan dengan materi-materi yang sesuai dengan ISTM body of knowledge serta materi khusus tentang spokesperson. Kegiatan diakhiri dengan visitasi ke Rumah Sakit Surya Husadha dan penyerahan buku Travel Medicine kepada direktur.
Program Kemitraan Masyarakat Travel Clinic Kelompok Tenaga Kesehatan dan Manajerial Klinik Bhakti Vedanta Sanur Made Indra Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433 KB)

Abstract

Semenjak diumumkannya kasus COVID-19 pertama yang menimpa warga negara Indonesia pada bulan Maret 2020, dunia pariwisata di Bali secara dramatis mengalami penurunan volume kegiatan. Hingga lebih dari setahun belum ada tanda-tanda pemulihan pariwisata. Meskipun demikian, cepat atau lambat, pariwisata di Bali akan pulih perlahan-lahan seiring dengan semakin teratasinya pandemi COVID-19 yang ditandai dengan penurunan jumlah kasus baru dan meluasnya cakupan vaksinasi COVID-19. Pada bulan Maret 2021, Presiden Joko Widodo menetapkan tiga zona hijau yang akan dipersiapkan untuk dibuka bagi wisatawan manca negara, yaitu Ubud, Nusa Dua, dan Sanur. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan pariwisata yang mengacu pada body of knowledge yang dikembangkan oleh The International Society of Travel Medicine (ISTM) dan schedule of fee yang mengacu pada The Australian Medical Association (AMA) Fee List sehingga Klinik Bhakti Vedanta Sanur bisa berfungsi sebagai travel clinic. Mitra pengabdian masyarakat adalah kelompok tenaga kesehatan dan manajerial. Kegiatan diinisiasi dengan bimbingan teknis (bimtek) secara daring menggunakan zoom cloud meeting pada tanggal 22 Juni 2021. Materi bimtek meliputi Referensi Kesehatan Pariwisata dan Konsultasi Sebelum Perjalanan. Bimtek dilanjutkan selama empat sesi pertemuan, tiga sesi berpusat pada kesehatan pariwisata dan satu sesi mendiskusikan schedule of fee sesuai AMA Fee List. Program kemitraan masyarakat ini diakhiri dengan kunjungan ke Klinik Bhakti Vedanta Sanur dan penyerahan kenang-kenangan berupa Buku Travel Medicine kepada General Manager.
Edukasi Nutrisi Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19 di Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar Rima Kusuma Ningrum; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; A. A. S. Ayu Santhi Sueningrum
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.348 KB)

Abstract

During the pandemic, pregnant women are a group at risk for nutritional deficiencies. This can happen to all pregnant women, including in Melinggih Kelod Village, Payangan District, Gianyar Regency, Bali which is the village chosen for the implementation of the COME 1000 HAK Program at FHMS Unwar. Therefore, the service community team held a nutrition education program for pregnant women in Melinggih Kelod Village. The Service Team carries out this activity by coordinating with the village. This activity also involves village cadres as an effort to sustain the program. The role of village cadres is very important as a leading mover in changing knowledge, attitudes, behavior related to nutrition needed by pregnant women. The nutrition education counseling activity for pregnant women during the COVID-19 pandemic was attended by 10 pregnant women participants and 3 village cadres in Melinggih Kelod Village. Program evaluation is done by pretest and posttest. The percentage of pregnant women's understanding of nutrition education counseling increased by 20 point as seen from the results of the pretest and posttest. This increase is expected to facilitate the process of pregnancy to delivery and the child conceived is healthy according to gestational age. This is expected to prevent the risk of stunting in infants and children.
PELATIHAN KADER JUMANTIK DALAM PEMANFAATAN APLIKASI EPICOLLECT UNTUK PEMANTAUAN JENTIK BERKALA Ni Made Hegard Sukmawati (Scopus ID: 57189732715); Anny Eka Pratiwi; Luh Gede Pradnyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.671 KB)

Abstract

Abstrak Kota Denpasar merupakan daerah endemis DBD, baik tingkat desanya maupun kecamatan. Upaya pemerintah dalam mengatasi DBD telah dicanangkan melalui program pengendalian vektor berbasis masyarakat yakni pelaksnaan Pembersihan sarang Nyamuk (PSN) dengan 3 M plus. Dalam pelaksanaan PSN ini, upaya pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui keterlibatan kader jumantik. Para kader jumantik di wilayah ini memiliki tugas harian untuk melakukan pemeriksaan jentik berkala (PJB) di di rumah warga dengan target 20 rumah/hari dan pemeriksaan setiap minggu secara rutin bersama petugas puskesmas di rumah warga dan tempat-tempat umum. Data hasil pemeriksaan dicatat dalam kartu jentik dan direkap dalam Formulir Rekapitulasi Hasil Pemeriksaan Jentik setiap minggu dan bulannya. Berdasarkan survey pendahuluan, diidentifikasi sejumlah potensi permasalahan dalam pelaksanaan PJB dengan sistem pencatatan secara manual. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilaksanakan pelatihan penggunaan aplikasi epicollect bagi kader jumantik di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Utara dalam paket pengabdian masyarakat oleh Tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa. Program pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengumpulan data dan proses manajemen data hasil PJB, serta sebagai alat supervisi bagi kegiatan kader jumantik di lapangan. Program Pengabdian Masyarakat Pelatihan Kader Jumantik Dalam Pemanfaatan Aplikasi Epicollect untuk Pemantauan Jentik Berkala di Puskesmas 1 Denpasar Utara berjalan dengan lancar dan 90% peserta telah memiliki keterampilan yang cukup untuk menggunakan aplikasi epicollect dalam pelaksanaan pemantauan jentik berkala. Disarankan agar dilaksanakan pelatihan lebih lanjut khusus dengan sasaran koordinator jumantik ataupun pemegang program DBD untuk membuat formulir pada epicollect5 serta mendownload hasil input data ke dalam excel serta visualisasi data koordinat dalam bentuk peta. Kata Kunci: Denpasar, Epicollect, Pemeriksaan jentik berkala Abstract Workshop for Jumantik Cadres: Epicollect Application for Routine Larvae Inspection Denpasar city is an endemic area for dengue, both in village and district level. Dengue prevention measures by government has been implemented through community-based vector control program, namely mosquito nest eradication program of 3M plus. This program encourages community empowerment with the help from jumantik cadres. Each jumantik cadre has daily task of inspecting larvae at residents’ house with target of 20 houses each day and weekly inspection with primary healthcare personels at public spaces. Inspection data is recorded on the larvae card and recap it on the recapitulation larvae inspection form by weekly and monthly. According to the preliminary survey, some potential problems were identified in this manual recording data. Thus, a workshop of epicollect application for routine larvae inspection was held to trained the jumantik cadres of Denpasar 1 Primary Healthcare center as part of the community service program by The Faculty of Medicine and Health Sciences of Warmadewa University. The aim of this program was to increase the knowledge and skill of jumantik cadres in collecting and management of larvae inspection data, as well as employing this apps as a tool for jumantik supervision during their field work. The workshop was a successful program and 90% of the participants has shown knowledge and ability to use epicollect apps in order to do their routine inspection of mosquito larvae. A further advanced program needs to be carried out aiming at training the jumantik coordinator or the head of dengue program to create epicollect form and also download the data into excel and visualize the data into a map. Keywords: Denpasar, Epicollect, routine larvae inspection
Pemberdayaan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukawati II dalam Meningkatkan Cakupan Imunisasi Wajib pada Masa Pandemi Covid-19 Ni Wayan Widhidewi; Paramasatiari A.A.A Lila; Suryanditha Putu Arya; Kapti I Nengah
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2022): January
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.24 KB)

Abstract

Selama terjadinya pandemi Covid-19, terdapat penurunan angka cakupan imunisasi wajib pada bayi dan anak di Kabupaten Gianyar. Sebelum pandemi angka cakupan imunisasi wajib mencapai lebih dari 90%. Sampai dengan bulan September tahun 2020, cakupan imunisasi lengkap hanya sebesar 54,2%. Angka cakupan ini merupakan angka cakupan paling rendah diantara seluruh kabupaten dan kotamadya di Bali. Hal tersebut dikarenakan ketakutan orang tua membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 9 orang kader posyandu di Banjar Belang dan Belang Kaler, Desa Singapadu Kaler, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukawati II, Kabupaten Gianyar Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait pentingnya imunisasi wajib dan protokol pencegahan infeksi Covid-19. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi, pelatihan serta pendampingan terkait pentingnya imunisasi wajib serta protokol pencegahan infeksi Covid-19. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan rata-rata mitra sebesar 17,8% berdasarkan nilai pretest dan posttest. Selain itu dilakukan juga pemberian bantuan berupa thermogun dan wastafel portabel untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan saat pelaksanaan kegiatan posyandu di banjar, serta alat pelindung diri berupa masker bedah dan sarung tangan. Diharapkan para kader posyandu dapat mengedukasi para orang tua yang memiliki bayi atau anak dalam rentang usia imunisasi terkait pentingnya imunisasi wajib dan protokol kesehatan yang harus diperhatikan saat membawa anaknya ke fasilitas kesehatan untuk imunisasi. Kata kunci: Covid-19, kader, pengabdian, posyandu, protokol kesehatan
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KERTA, KECAMATAN PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.98 KB)

Abstract

The problem of stunting in children under five is a very worrying problem in developing countries. This is because it is associated with the risk of decreased intellectual ability, productivity and increased risk of degenerative diseases in the future. Indonesia is one of the countries that has not been free from the problem of stunting, especially the problem of fulfilling nutrition that is still not balanced. Gianyar Regency is one of the regencies in Bali where stunting is a priority health problem. One of them is in Kerta Village, Payangan District, Gianyar Regency which is still not free from the problem of stunting. From the results of interviews with BKB cadres (Bina Keluarga Toddlers) obtained several problems related to stunting prevention programs, namely the minimal knowledge obtained by BKB cadres and the lack of knowledge of BKB cadres about stunting prevention in children in Kerta Village. The approach used is focus group discussion (FGD), conducting interactive dialogue with BKB cadres about stunting issues, as well as training and mentoring methods for BKB cadres. Discussions with BKB cadres aimed to explore all the problems regarding stunting experienced by partners. Interactive dialogue with cadres aims to provide information or counseling about the handling of stunting problems experienced by cadres. Methods of training and mentoring for BKB cadres are carried out to improve the knowledge and skills of cadres. The result of this activity is an increase in the ability of BKB cadres and they are already trained in preventing stunting problems. This training and mentoring is carried out on an ongoing basis for BKB cadres accompanied by monitoring and evaluation carried out regularly every month for cadres in Kerta Village, Payangan District, Gianyar Regency.
PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BAN, KARANGASEM, BALI Komang Triyani Kartinawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.034 KB)

Abstract

Pentingnya sumber makanan yang berasal dari kearifan lokal mempengaruhi asupan makanan sehari-hari bagi masyarakat sekitarnya. Pemanfaatan menu sehat dan bergizi seimbang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masa 1000 HPK ini dimulai sejak kehamilan hingga 2 tahun pertama setelah anak lahir. Pemenuhan gizi seimbang ini penting distimulasi sejak kehamilan sehingga ibu hamil dan keluarga wajib mengetahui cara pemanfaatan sumber pangan lokal dalam menyusun menu makanan bergizi untuk konsumsi sehari-hari. Berdasarkan penelitian sebelumnya di Desa Ban (2020), didapatkan 118 kasus stunting dengan proporsi 77% stunting dan 23 % very stunted. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti kondisi perekoniman keluarga dan kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan untuk mencegah stunting. Terbatasnya intervensi gizi di Desa Ban terhadap ibu hamil dalam mencegah stunting menyebabkan kurangnya pengetahuan mengenai stunting. Belum adanya penyuluhan dan pelatihan mengenai gizi seimbang pada ibu hamil juga menyebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu hamil akan pentingnya gizi seimbang selama kehamilan untuk mencegah stunting. Selain itu, terbatasnya akses komunikasi, seperti layanan seluler dan internet, di wilayah tersebut, menyebabkan ibu hamil kurang mendapat paparan informasi dari media massa digital maupun media sosial mengenai manfaat gizi seimbang selama 1000 HPK. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada ibu hamil di Desa Ban, Karangasem, Bali. Mitra berkontribusi dalam penyediaan sarana prasarana, komunikasi dengan ibu hamil, dan koordinasi selama pelaksanaan penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan mengenai gizi seimbang sesuai trimester kehamilan dan cara penyiapan menu sehari-hari pada ibu hamil dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal. Setelah penyuluhan selesai, peserta mendapatkan leaflet mengenai gizi seimbang pada ibu hamil sehingga mampu menerapkan perilaku penyiapan menu sehari-hari yang sehat bergizi sesuai trimester kehamilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang sesuai trimester kehamilan, komposisi menu sehari-hari yang adekuat untuk kehamilan, dan cara penyiapan menu sehari-hari dengan memanfaatkan sumber daya pangan berbasis kearifan lokal. Kegiatan PKM ini diharapkan mampu memotivasi ibu hamil dalam menerapkan pembuatan menu sehari-hari yang sehat, bergizi, dan adekuat dengan sumber daya pangan lokal. Kata Kunci: ibu hamil, gizi seimbang, 1000 HPK, stunting, pangan lokal

Page 1 of 1 | Total Record : 10