cover
Contact Name
Siska Narulita
Contact Email
siska.narulita@itbsemarang.ac.id
Phone
+6281228202122
Journal Mail Official
jci@itbsemarang.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Semarang Jl. Jenderal Sudirman No. 346, Kec. Gisikdrono, Kota Semarang Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Cakrawala Informasi (JCI)
ISSN : 28306562     EISSN : 28306252     DOI : https://doi.org/10.54066/jci.v2i1
Jurnal Cakrawala Informasi (JCI) Sesuai dengan filosofinya, Jurnal Cakrawala Informasi (JCI) bertujuan untuk memberikan sumbangsih pengetahuan di berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang relevan dengan sistem atau teknologi informasi serta mendorong para akademisi, ilmuwan atau praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang dilakukan. Fokus & Ruang Lingkup Jurnal atau karya ilmiah yang dipublikasikan Jurnal Cakrawala Informasi (JCI) meliputi jurnal atau karya ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang masih berkaitan (berhubungan atau relevan) dengan sistem atau teknologi informasi, misalnya: 1. Sistem/Teknologi Informasi – Politik 2. Sistem/Teknologi Informasi – Hukum 3. Sistem/Teknologi Informasi – Ekonomi 4. Sistem/Teknologi Informasi – Sosial 5. Sistem/Teknologi Informasi – Budaya 6. Sistem/Teknologi Informasi – Bahasa 7. Sistem/Teknologi Informasi – Infrastruktur 8. Sistem/Teknologi Informasi – Sains 9. Disiplin ilmu lainnya yang relevan
Articles 53 Documents
Analisis e-Learning Fresto dengan Prinsip Usability Prihati Prihati; Kristiawan Nurdianto; Martinus Apun Heses
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 1 No 2 (2021): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.428 KB) | DOI: 10.54066/jci.v1i2.146

Abstract

Analisis sistem sangat penting dilakukan untuk menghasilkan sistem yang mudah, efektif, efisien, minim kesalahan dan tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis e-Learning Fresto yang banyak digunakan oleh sekolah dalam pembelajaran jarak jauh dengan prinsip usability. Kriteria usability yang digunakan adalah kriteria usability Jacob Nielsen yaitu learnability, efficiency, memorability, errors,dan satisfaction. Analisis usability suatu sistem dengan lima kriteria dari Nielsen dapat digunakan sebagai standar untuk menganalisa sejauh mana kriteria usability telah diterapkan pada sistem sehingga dapat diketahui kelemahan apa saja yang ada dalam sistem dan dengan demikian perbaikan terhadap sistem tersebut dapat dilakukan. Penerapan usability Nielsen dalam analisis e-Learning Fresto menghasilkan kesimpulan bahwa sudah cukup banyak kriteria usability yang diterapkan dalam e-Learning Fresto. e-Learning Fresto sudah menerapkan kriteria learnability, efficiency, dan errors. e-Learning Fresto mudah dipelajari, namun langkah-langkah yang harus dilalui sedikit sulit diingat oleh pengguna. Para pengguna e-Learning Fresto sebagian besar merasa puas. Namun demikian, e-Learning Fresto membutuhkan pengembangan lebih jauh supaya dapat memenuhi semua kebutuhan pengguna.
Cyberbullying, Etika Bermedia Sosial, dan Pengaturan Hukumnya Jawade Hafidz
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 1 No 2 (2021): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.813 KB) | DOI: 10.54066/jci.v1i2.147

Abstract

Cyberbullying merupakan tindakan perundungan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain dengan sarana internet di ruang media sosial. Dampak cyberbullying terhadap korban tidak hanya merugikan secara psikis tetapi juga fisik. Menerapkan etika dalam mempergunakan media sosial merupakan suatu hal yang sangat penting dilakukan, selain menjaga kehormatan diri dan orang lain, juga dapat terhindar dari hal-hal negatif dan terhindar dari jerat hukum. Pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analisis digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah data sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cyberbullying terjadi karena kurangnya etika di dalam menggunakan media sosial. Etika dalam bermedia sosial (netiquette) diterapkan agar tidak terjadi missing information dan missunderstanding, yang dapat menimbulkan konflik. Cyberbullying merupakan perbuatan yang melanggar hak asasi orang lain dan melanggar hukum. Bagi pelakunya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah merugikan orang lain. Tindakan perundungan di media sosial atau yang dikenal dengan cyberbullying mempunyai dampak yang lebih buruk daripada tindakan bully yang dilakukan secara langsung oleh pelaku di depan korban. Tidak sedikit cyberbullying yang akhirnya dibawa ke jalur hukum oleh korban, karena sudah termasuk dalam unsur-unsur tindak pidana. Ketentuan cyberbullying telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, diantaranya termasuk dalam bentuk tindak pidana, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik [Pasal 27 ayat (3)], pemerasan dan/atau pengancaman [Pasal 27 ayat (4)], ujaran kebencian dan permusuhan [Pasal 28 ayat (2)], serta pengancaman dengan kekerasan atau menakuti-nakuti [Pasal 29]. Sanksi pidananya cukup berat, yakni berupa pidana penjara dan/atau denda.
Peningkatan Kualitas Business Process untuk Pendaftaran Siswa Baru di MTS Roudlotul Muttaqin Demak Sri Danar Dono
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 1 No 2 (2021): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.16 KB) | DOI: 10.54066/jci.v1i2.148

Abstract

Business Process Management (BPM) adalah pendekatan yang digunakan untuk mengelola proses bisnis dengan memfasilitasi pemodelan, pelaksanaan serta peningkatan kualitas proses bisnis. Ini merupakan pendekatan yang tepat untuk terus meningkatkan kualitas suatu proses yang efisien dan efektif. Dalam proses pendaftaran siswa baru pada MTS Roudlotul Muttaqin pada mulanya menggunakan sistem offline dengan melalui serangkaian bisnis proses yang panjang. Proses ini tentunya memakan resource yang banyak, baik waktu maupun sumber daya manusia. Pada penelitian ini diusulkan penggunaan sebuah sistem yang lebih efisien dengan menyederhanakan proses bisnis melalui pendekatan Business Process Management (BPM). Melalui pendekatan BPM, akan dipangkas beberapa proses bisnis yang berulang dan kurang efektif. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah online sistem yang lebih efektif dan efisien dari sisi waktu, biaya dan sumber daya, sehingga hal ini bisa memberikan nilai tambah bagi stake holder, baik itu calon siswa, orang tua maupun sekolah itu sendiri sebagai institusi. Dengan demikian bisa diperoleh nilai tambah yang akan meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) dari institusi.
Analisis Ekspresi Gen Menggunakan Medical Imaging untuk Pendeteksi Penyakit Iwan Setiawan Wibisono; Marsiska Ariesta Putri
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 1 No 2 (2021): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.476 KB) | DOI: 10.54066/jci.v1i2.149

Abstract

Bioinformatika merupakan salah satu perkembangan dalam ilmu kedokteran dan ilmu komputer. Teknologi di bidang komputer telah banyak membantu dalam bidang kesehatan dan kedokteran. Pencitraan medis sebagai domain di bidang komputer telah dikembangkan untuk membantu menemukan informasi tentang gen dalam tubuh manusia. Informasi diperoleh dari penyelidikan struktur gen melalui analisis ekspresi gen. Hasil analisis ekspresi gen ini diperlukan untuk mendeteksi penyakit dengan mengidentifikasi gen abnormal. Hal ini diperlukan dalam kehidupan manusia agar struktur fungsi biologis yang abnormal tersebut tidak mengganggu atau mengancam proses kehidupan manusia yang normal.
Perlindungan Hukum bagi Pasien dalam Telemedicine Rinna Dwi Lestari
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 1 No 2 (2021): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.587 KB) | DOI: 10.54066/jci.v1i2.150

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini, juga bermanfaat di bidang pelayanan kesehatan, diantaranya yakni telemedicine. Manfaat dan kemudahan tersebut bukan berarti tidak ada permasalahan, mengingat kedudukan pasien yang lemah sebagai penerima layanan, maka perlu mendapatkan perlindungan hukum. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, dan kemudian dianalisis secara kualitatif. Perlindungan hukum bagi pasien dalam telemedicine dipahami dari ketentuan dalam Pasal 3 ayat (2) dan ayat (4) dan Pasal 7 Peraturan Konsil Kedokteran Nomor 47 Tahun 2020, yakni menerapkan prinsip kerahasiaan pasien, kewajiban Surat Tanda Registrasi dan Surat Izin Praktik, serta adanya rekam medis. Adanya larangan bagi dokter dalam telemedicine juga sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap pasien. Bagi Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) pemberi maupun peminta layanan konsultasi pun harus melakukan registrasi. Kewajiban dan hak pasien dalam telemedicine juga dilindungi, sebagaimana secara eksplisit disebutkan dalam Pasal 18 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2019. Adapun upaya penyelesaian jika terjadi pelanggaran terhadap penyelenggaraan praktik dokter melalui telemedicine yang menimbulkan suatu kerugian bagi pasien, yakni dapat dilakukan pengaduan kepada Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia, gugatan perbuatan melawan hukum, penyelesaian melalui pengadilan maupun di luar pengadilan.
Implementasi Perluasan Jaringan Internet Melalui Kombinasi Jaringan Wireless dan Kabel (Studi Kasus di Dusun Margosari, Kendal) Muhammad Toriq Firmansyah; Bambang Widjanarko Susilo; Aji Priyambodo; Nur Fatoni; Stanislaus Wahyu Eka; Anggun Putri Dwi
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 1 No 2 (2021): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.962 KB) | DOI: 10.54066/jci.v1i2.151

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan jaringan komputer saat ini yang semakin pesat, belum diikuti dengan ketersediaan jaringan di wilayah-wilayah pelosok tanah air. Terkendalanya perluasan jaringan internet bisa dikarenakan faktor geografis negara Indonesia yang sangat luas dan terdiri dari kepulauan, hal ini menjadi salah satu faktor yang mempersulit pembangunan fasilitas jaringan ke seluruh pelosok tanah air. Faktor lainnya datang dari masyarakat itu sendiri, yaitu keterbatasan daya beli masyarakat untuk dapat mengakses internet. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait perluasan jaringan internet dengan mengkombinasikan jaringan wireless dan jaringan dengan media transmisi kabel. Dusun Margosari, Kendal dipilih menjadi objek penelitian dikarenakan berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan bahwa lokasi tersebut jauh dari layanan provider internet dan daya beli masyarakat sekitar untuk bisa mengakses internet juga masih rendah. Diharapkan hasil penelitian yang dilakukan ini bisa membantu Pemerintah setempat dalam memperluas jaringan internet serta membantu masyarakat agar bisa menikmati akses internet dengan biaya yang lebih terjangkau. Dari hasil implementasi, konfigurasi dan pengujian yang dilakukan berjalan dengan baik dan tidak ada kendala koneksi server dengan client.
Tobacco Carrier with HuskyLens AI Luwih Widiyanto; Margi Utami; Cristeddy Asa Bakti
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.423 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.156

Abstract

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronika dan komunikasi dewasa ini banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh lapisan masyarakat salah satunya adalah untuk mempermudah segala macam pekerjaan di bidang industri, pendidikan, pemerintahan dan berbagai bidang lain. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat dan semakin canggihnya teknologi, maka dibuatlah sebuah sistem kendali robot yang dapat Ada dua kendali pada HuskyLens yang dapat digunakan dalam mode stand-alone. Penggunaan HuskyLens juga telah dilakukan pada penelitian terdahulu, yaitu penelitian yang dilakukan oleh Dandanell, Josefin dan Henriksson, Agnes (2021), Mike Hin-Leung Chui, et al (2020), dan V. Lakshmi Lalitha, et al (2021). Dalam penelitiannya, mereka menggunakan HuskyLens untuk pengenalan suatu objek. Dalam penelitian yang dilakukan juga menggunakan HuskyLens sebagai sistem kendali robot pemindah barang. Perangkat juga dapat dikontrol secara terprogram menggunakan mikrokontroler atau komputer mikro yang terpasang untuk memindahkan barang secara otomatis sehingga mempermudah dan meringankan tugas berat pekerjaan manusia atau yang mempunyai resiko tinggi seperti mengangkat barang sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan. Kontrol terhadap barang bisa dikendalikan dari jarak jauh sesuai yang kita inginkan menggunakan media WiFi. Perancangan dan pembuatan sistem ini berbasis mikrokontroler (Arduino, HuskyLens AI) dan menggunakan x Geared DC Motors & Wheels sebagai aktuatornya.
Fenomena Flexing di Media Sosial dalam Aspek Hukum Pidana Jawade Hafidz Arsyad
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.536 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.158

Abstract

Flexing merupakan salah satu fenomena yang terjadi di media sosial, berupa tindakan memamerkan kekayaan. Tujuan flexing adalah untuk memperoleh pengakuan kemampuan finansial atau status. Akan tetapi, flexing juga dapat dijadikan sarana atau modus untuk melakukan suatu tindak pidana, seperti pada kasus aplikasi binary option Binomo dan Quotex. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing dalam media sosial dapat berujung pada penindakan hukum (dalam hal ini hukum pidana), bilamana disalahgunakan sebagai sarana atau modus dalam melakukan tindak pidana, seperti pada kasus aplikasi binary option Binomo dan Quotex. Flexing sebagai modus tindak pidana penipuan dilakukan untuk menjerat followers atau konsumen dengan umpan menggunakan kekayaan. Flexing yang dilakukan secara sengaja sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana penipuan, sebagaimana halnya pada kasus Binomo dan binary option lainnya telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana. Tidak hanya tindak pidana penipuan investasi, tetapi juga penyebaran berita bohong (hoax) serta tindak pidana pencucian uang. Pelaku dapat dijerat pasal berlapis, sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 378 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 45 ayat (2) jo. Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, serta Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010. Flexing pada dasarnya bukanlah merupakan suatu tindak pidana, selama hal itu dilakukan tidak dengan cara yang melanggar hukum dan merugikan orang lain. Dalam hukum Islam sendiri, flexing atau pamer adalah sikap riya’ (sombong), yang merupakan perbuatan syirik kecil dan berdosa besar, dan neraka menjadi tempat orang-orang yang sombong.
Perlindungan Hukum dalam Kontrak Elektronik pada e-Commerce Kamaluddin Kamaluddin
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.578 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.160

Abstract

Kontrak elektronik merupakan dokumen hukum yang sangat penting dalam e-commerce, oleh karena di dalamnya ditentukan secara jelas hak dan kewajiban para pihak. Pada e-commerce, seperti dalam hal jual-beli online, tidak lepas dari adanya wanprestasi yang dapat merugikan salah satu pihak, sehingga bagi pihak yang dirugikan memerlukan perlindungan hukum. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan pendekatan yuridis normatif, yang bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum dalam kontrak elektronik pada e-commerce belum sepenuhnya dapat dilakukan, terutama bagi barang yang nilainya tidak begitu besar, sehingga pembeli harus merelakan dan mau menerima kerugian sebagai risiko dalam transaksi elektronik. Perlu adanya itikad baik dari para pihak untuk melaksanakan kontrak dalam e-commerce. Selain itu, pelaku usaha juga perlu untuk mencantumkan ketentuan yang dapat memperkuat hak-hak konsumen, sehingga kedudukan antara pelaku usaha dan konsumen seimbang. Apabila telah terjadi wanprestasi, maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan somasi kepada pihak yang merugikan, sebelum ditempuh melalui jalur hukum. Untuk mencegah wanprestasi dan memberikan keadilan serta kepastian hukum kepada para pihak, hukum menyediakan sanksi berupa ganti rugi, pembatalan perjanjian, dan peralihan risiko.
Perancangan e-Commerce untuk Mempermudah Proses Pemasaran Produk Masyarakat Studi Kasus pada Dusun Keji Stanislaus Wahyu Eka; Mechael Anwar; Saka Satria; Priyo Nugroho Adi; Hesti Ristanto
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.905 KB) | DOI: 10.54066/jci.v2i1.172

Abstract

Saat ini, semua bidang kehidupan tidak terlepas dari adanya teknologi informasi. Sebagai contoh dalam bidang bisnis, pemanfaatan teknologi informasi juga sudah sangat banyak, yaitu salah satunya dengan semakin meroketnya model bisnis e-Commerce di tahun 2020 [1]. Aplikasi e-Commerce digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian, penjualan, pemasaran produk atau jasa, serta informasi melalui jaringan internet [2]. Banyak aplikasi e-Commerce berskala nasional yang sudah tersedia, antara lain Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibli, dan lain sebagainya. Mengingat pandemi Covid-19 belum reda sepenuhnya, keberadaan aplikasi e-Commerce sangat membantu perekonomian masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, termasuk warga masyarakat Dusun Keji. Pandemi Covid-19 ini membawa dampak terhadap hasil penjualan produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat Dusun Keji. Ditambah adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat ruang gerak masyarakat Dusun Keji untuk memasarkan produk-produknya menjadi lebih sempit. Masyarakat Dusun Keji tidak leluasa untuk melakukan proses pemasaran ke daerah lain, sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, penulis bertujuan membangun sebuah sistem atau aplikasi e-Commerce berbasis web. Aplikasi e-Commerce yang dibangun akan membantu masyarakat Dusun Keji dalam melakukan proses pemasaran produk maupun proses transaksi, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan melindungi lingkungan khususnya di Dusun Keji.