cover
Contact Name
Salsa Solli Nafsika
Contact Email
irama_fpsd@upi.edu
Phone
+62222009198
Journal Mail Official
irama_fpsd@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Pendidikan Seni Dan Desain Universitas Pendidikan Indonesia Gedung FPSD Jl Dr Setiabudi No229 Isola Kec Sukasari Kota Bandung Jawa Barat 40154 Bandung Provinsi Jawa Barat 0222009198
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
IRAMA JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
ISSN : 26860902     EISSN : 28097386     DOI : https://doi.org/10.17509/irama.v3i2
Core Subject : Art,
IRAMA Jurnal Seni Desain dan Pembelajarannya publishes papers regularly twice times a year issued by the Faculty of Art and Design Education Universitas Pendidkan Indonesia Bandung Indonesia IRAMA Jurnal Seni Desain dan Pembelajarannya provides open access to the public to read abstract and complete papers The scope of the article topics includes art and design learning art learning innovation art learning models art learning strategies art learning approaches art learning evaluation art learning media and technology art studies cultural studies design studies and art history studies
Articles 31 Documents
Kota Bandung: Pemeliharaan Ruang Individu Kreatif nala nandana undiana
IRAMA Vol 2, No 1 (2020): VOLUME 2 EDISI 1 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.399 KB) | DOI: 10.17509/irama.v2i1.29950

Abstract

Saat ini, pengembangan potensi ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu pemicu kegiatan kreatif. Dalam proses pengembangan bentuk ekonomi kreatif, partisipasi komunitas yang terlibat di dalamnya dapat menentukan kebijakan publik serta tata kelola lingkungan hidup yang lebih baik. Dari sisi ini kita dapat menilai sebuah kota, apakah kota tersebut sekedar menjadi wadah atau lebih jauh kota tersebut menjadi pemicu kegiatan kreatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis SWOT dalam pengolahan data. Data yang diperoleh merupakan hasil pengamatan dari perkembangan ekonomi kreatif yang berkaitan dengan sumber daya manusia di kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah aspek penting yang dapat menjaga keberlangsungan pemeliharaan kota Bandung sebagai ruang lingkup individu kreatif.
LATERAL THINKING PADA PEMBUATAN VIDEO MAPPING SWADHARMA NING PERTIWI rudi kurnia
IRAMA Vol 3, No 2 (2021): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.658 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i2.34452

Abstract

Video mapping merupakan salah satu bagian dari disiplin ilmu Augmented Reality (realitas tetambah) atau sebuah realitas buatan, tetapi pada praktiknya video mapping sendiri bisa menjadi lebih kompleks dan luas karena penggabungannya dengan disiplin ilmu lain. Dalam prosesnya video mapping, isu dan konsep yang ada dideformasi ulang ke dalam symbol-simbol visual dan mempersentasikannya dengan visualisasi, hal tersebut juga berkaitan dengan media yang menjadi objek video mapping tersebut. Penelitian ini menganalisis proses kreatif dalam penciptaan video mapping dengan subjek penelitan video mapping Swadharma Ning Pertiwi dengan fasad patung Garuda Whisnu Kencana. Dengan menggunakan projeksi pemetaan yang merupakan salah satu teknik media digital baru yang merespon kembali bangunan serta bagaimana subjek sebagai desainer berpikir kreatif dalam mengolah dan menciptakan ide-ide yang dapat menghubungkan antara sejarah, objek bangunan, dan teknologi serta menyiratkan simbol, kode, dan tanda-tanda tertentu yang memungkinkan adanya beragam interpretasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu sebuah grup/tim dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Identifikasi proses kreatif dalam penentuan alur dramaturgi pada rangkaian pembabakan video mapping unsur visual yang ditampilkan dengan pendekatan lateral thinking teknik fokus, alternatif dan random input. Proses berpikir kreatif tentang video mapping mudah-mudahan memberikan informasi terakit dinamika penciptaan dan juga diharapkan memberikan gambaran lebih jelas bagaimana proses kreatif terbangun.
Pengaruh Pembelajaran Dance Pattern Design Terhadap Kecerdasan Spasial Siswa Kelas VII C SMP Pasundan 2 Bandung dalatina peloggia gustianingsih; Trianti Nugraheni; Agus Supriatna
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.361 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22258

Abstract

Tulisan ini secara umum bertujuan untuk memperoleh data dan mendeskripsikan tentang pengaruh pembelajaran dance pattern design terhadap kecerdasan spasial siswa. Penelitian ini terfokus pada siswa kelas VIII C di SMP Pasundan 2 Bandung. Hal ini diawali dengan adanya beberapa ketimpangan dalam diri siswa, khususnya kurangnya kepekaan individu dalam  hal mengantri, kurangnya kontrol diri dalam menyesuaikan diri dengan ruang yang ada, hilangnya kepekaan akan sesama, sempitnya gaya berpikir dalam mengembangkan, menuangkan dan menyesuaikan imajinasi terhadap kehidupan sehari-hari, yang mana hal-hal tersebut termasuk kedalam ranah visual-spasial siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Kuantitaif Pre- Experimental  dengan jenis metode One-Group Pre-test – Post-test Design, yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding, populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Pasundan 2 Bandung dengan sampel yang berjumlah 31 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran dance pattern design (dalam beberapa tari kelompok nusantara). Hasil tersebut dapat dilihat dari hasil t hitung t tabel yaitu 8,346 1,697 yang mana menjadikan Ha diterima atau adanya pengaruh. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran dance pattern design (desain pola lantai) berpengaruh cukup signifikan terhadap kecerdasan spasial siswa yang terlihat dari perubahan siswa dalam hal memahami hubungan spasialnya, menyesuaikan diri serta menempatkan diri terhadap akan ruang fisik dan imajiner dari setiap individu.
Estetika : Persfektif Semiotik dan Semantik Film Free Guy Salsa Solli Nafsika; Amany Putri Razan
IRAMA Vol 3, No 1 (2021): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.104 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i1.40946

Abstract

Dalam film free guy sebagai peneliti mencari dan mengembangkannya melalui  menganalisis film tersebut dengan seksama. Salah satunya memahami bagian-bagian yang memliki teori saitifik melalui unsur semiotik dan simentik di dalamnya. Sehingga  peneliti dapat mengembangkan metode seni merupakan Bahasa perasaan. Maka dari itu dalam semiotik dan simentik di film tersebut sangat berkaitan erat dengan kehidup nyata, walaupun film tersebut di buat fiksi dengan mengembangkan beberapa animasi layaknya di dunia permainan tapi pesan yang di sampaikan melalui semiotik yang muncul sangat berkesan bagi penonton. Seni yang di bentuk dengan bahasa perasaan dalam film ini lebih menunjukkan visual atau gambar yang setiap Tindakan dan  kalimat yang berulang pada film, hal itu mencerminkan kepada kehidupan manusia juga. Namun dalam permainan yang membentuk seni berbagai macam cara yang dapat di aplikasikan sehingga dapt tersalurkan suatu Bahasa perasaan tersebut, seperti melaui Menyusun kode program hingga tercipta aplikasi permainan, lalu dalam permainan terdapat tokoh pendukung yang masing-masingnya memiliki seni berakting dalam mengutarakan perasaanya, seperti senang, jatuh cinta, sedih, egois, tidak peduli itu salah satu diantaranya bentuk ekpresi yang dirasakan, dapat disesuaikan melalui semiotika dan simentiklah yang sebelumnya disampaikan. Sehingga seni merupakan Bahasa perasaan secara luas dapat di utarakan dengan berbagai macam sikap, benda, gesture dan yang lainnya.
Tegangan Kejawaan Dalam Remodifikasi Berbagai Petanda (Studi kekaryaan Nindityo Adipurnomo pada seri karya ber-subject matter Sanggul-Konde) ardiyanto ardiyanto
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.361 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.21898

Abstract

Khazanah seni rupa kontemporer Indonesia mengalami perluasan yang signifikan. Hal ini tidak  ditinjau dari pilihan media dan medium ekspresi seni saja, akan tetapi berkenaan dengan isu-isu aktual yang dialami masyarakat kontemporer kita. Demikian pula tafsir ulang terhadap kondisi budaya lokal dan segenap warisan yang menyertainya. Terutama rekontekstualisasi nilai dan  artefak tradisi pada proses kreatif perupa menjadi media tafsir tidak hanya terhadap sikap dan gagasan perupa. Namun sebagai media dalam pembacaan perubahan budaya dan sosial yang terjadi disekitar kita. Pendekatan semiotik visual : kode, pesan, tanda, konteks, pengirim pesan dan penerima pesan, merupakan wahana pembacaan karya-karya Nindityo Adipurnomo atas reinterpretasinya terhadap budaya Jawa saat itu. Suatu respon dan tafsir kreatif terhadap transformasi budaya dan sosial Jawa di tengah globalisasi yang nyaris seragam saat ini.  Dimana aspek kelokalan mendapat kesempatan untuk tampil melalui upaya adaptasi dengan kondisi kekinian di berbagai wilayah dunia. Kekaryaan seni instalasi, seni objek (barang), seni lukis, seni grafis Nindityo yang ber-subject matter Sanggul dan konde dalam tradisi Jawa menjadi wahana efektif pembacaan dinamika perubahan sosial dan budaya melalui Semiotika.
Analisis Kesulitan Dalam Perkuliahan Gambar Konstruktif Salsa Solli Nafsika
IRAMA Vol 2, No 2 (2020): VOLUME 2 EDISI 2 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.824 KB) | DOI: 10.17509/irama.v2i2.29981

Abstract

Kesulitan belajar yang dimaksud disini ialah kesukaran yang dialami peserta didik dalam menerima atau menyerap proses pendidikan, kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik ini terjadi pada proses pendidikan berlangsung yang disampaikan atau ditugaskan oleh seorang pendidik. Hal ini dirasakan pada mata kuliah Menggambar Konstruktif yang merupakan salah satu mata kuliah dasar yang dilaksanakan pada semester pertama dan semester kedua muatan materi yang disajikan adalah gambar geometri dan gambar persfektif menggunakan teknik gambar mistar dan gambar persfektif sebuah gambar yang dibuat sesuai dengan pandangan mata manusia. Pada proses pencarian data penulis melakukan sebuah survey terhadap beberapa alumni maupun mahasiswa lama yang masih aktif dan mahasiswa baru yang sedang mengampu mata kuliah gambar konstruktif di Departemen Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia. Besar harapan pada penelitian ini guna untuk mencari solusi dalam mengatasi kesulitan peserta didik yang akan dijabarkan pada analisa lanjutan.
Re-Design Label Kemasan Makanan Sistik Ubi Ungu 3A Saudara Baper raray istianah
IRAMA Vol 2, No 1 (2020): VOLUME 2 EDISI 1 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.459 KB) | DOI: 10.17509/irama.v2i1.29951

Abstract

Pembuatan desain kemasan ini adalah salah satu bentuk rasa simpatik dan sebuah penghargaan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai sumber penghasilan masyarakat daerah yang sedang berkembang, akan tetapi produknya belum didukung oleh desain kemasan yang baik. Kelemahan produk terletak pada desain kemasan yang dinilai kurang memiliki identitas. Di era pasar persaingan modern, sebuah produk dituntut untuk dapat menjual produk mereka sendiri lewat identitas merek/brand yang ditonjolkan, salah satunya kemasan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perancangan desain kemasan sistik ini. Karya yang dibuat yakni tiga desain dengan label yang berbeda sesuai varian rasa. Analisis visual pada karya ini sudah disesuaikan dengan peraturan dasar sebuah pembuatan desain kemasan berdasarkan sumber yang jelas. Dari pembuatan kemasan ini, diharapkan mampu untuk memperkuat identitas produk sebagai oleh-oleh Kabupaten Sukabumi serta promosi desain yang mendukung keberlangsungan kemasan bagi lingkungan sekitar agar tercapainya produk UMKM yang berkualitas.
Budaya Lokal Sebagai Unsur Pembentuk Branding Kabupaten Tasikmalaya Yopi Samsul Arifin; Agung Eko Budiwaspada
IRAMA Vol 3, No 2 (2021): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.973 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i2.40877

Abstract

Branding suatu wilayah saat ini berjalan sangat dinamis, kompetitif dan penting. Para pemimpin daerah berusaha tampil lebih menonjol dari kompetitor mereka, berusaha mencitrakan wilayahnya sebaik mungkin dengan menerapkan strategi branding. Strategi tersebut salah satunya dengan branding kota sebagai upaya membentuk citra dan daya saing kota. Kebutuhan akan brand suatu daerah menjadi penting karena dapat membangun positioning dan citra yang kuat. Beberapa kota di Indonesia saat ini sudah mulai berlomba melakukan kegiatan branding untuk daerahnya masing-masing termasuk Kabupaten Tasikmalaya. Namun berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu branding yang dilakukan Kabupaten Tasikmalaya dan beberapa kota di Indonesia dinilai tidak berhasil mencapai tujuan utama dari branding kota dan hanya berujung pada sebuah logo dan tagline saja. Ketidakberhasilan ini dipicu oleh beberapa faktor seperti kurangnya riset mendalam, memiliki konsep yang mirip dengan daerah lain, kurang melibatkan masyarakat lokal dan cenderung hanya dijadikan proyek Pemerintah Daerah yang tidak jelas kelanjutannya. Beberapa di antaranya juga disebabkan karena tidak adanya karakter yang kuat sebagai benang merah desain dari branding daerah tersebut. Penelitian ini berupaya mengidentifikasi dan menganalisis kebudayaan lokal dari suatu daerah yang paling tepat untuk dijadikan sebagai unsur pembentuk branding daerah tersebut dengan luaran terciptanya sebuah metode pemilihan dan penentuan unsur branding sebuah daerah dalam upaya pembentukan citra dan positioning kota tersebut. Penelitian ini menggunakan embeeded mixed method design, sebuah metode yang melibatkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan membuat kuisioner tentang persepsi awal masyarakat umum terhadap kabupaten Tasikmalaya, setelah data tersebut tekumpul kemudian dilakukan verifikasi melalui wawancara dengan pihak pemerintah kabupaten dan budayawan. Setelah terjalin persamaan persepsi antar stakeholder. Tahap selanjutnya dilakukan analisis terhadap metode penentuan budaya lokal apa yang paling cocok untuk mencerminkan Tasikmalaya berdasarkan teori penentuan big idea sebuah brand Alina Wheeler. Dari hasil analisis ditemukan jika budaya lokal yang dinilai sangat mencerminkan kabupaten Tasikmalaya adalah kerajinan tangan anyam. Anyaman dipilih atas dasar nilai historis yang sangat panjang. Selain itu, anyaman mendong dan pandan menjadi produk unggulan Tasikmalaya yang ditemukan pertama kali oleh pengrajin Singaparna.
Eksistensi Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya Anbie Haldini; Joko Tri Laksono; Haryanto Haryanto
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.798 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22262

Abstract

Eksistensi Reog Singo Mangku Joyo di Surabaya tidak terlepas dari peranan figur pemimpin yang mengayomi dan managamen Reog Singo Mangku Joyo. Keberadaan visualisasi patung Reog juga mendukung agar Reog dapat eksis sampai menciptakan karakter tersendiri dalam bermainnya. Terlepas dari itu semua peranan kerjasama dengan pihak luar sangat mendukung agar kesenian ini dapat teringankan dengan adanya kerjasama. Musik Reog Singo Mangku Joyo dari waktu ke waktu mengembangkan dari yang ada menjadi berkembang bentuk penyajiannya serta musiknya. Bentuk peranan yang terdapat dari Reog Singo Mangku Joyo sampai bentuk kekompakan serta kreatifitas penyajian atau musik membuat Reog Singo Mangku Joyo mendapatkan prestasi tingkat Nasional maupun Mancanegara.
Representasi Keseharian Masyarakat Kawasan Cicadas Kota Bandung Dalam Bingkai Penciptaan Karya Seni Rupa Mufti Priyanka
IRAMA Vol 3, No 1 (2021): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.848 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i1.40945

Abstract

Dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di perkotaan, gejala sosial yang muncul menjadi dinamika tersendiri yang dapat dikaji dari berbagai perspektif. Salah satunya adalah Kawasan padat penduduk. Dalam penelitian ini, pengkarya  membuat sebuah bingkai berdasarkan persepsi terhadap gejala sosial yang terjadi di Kawasan Cicadas Kota Bandung. Metode yang di gunakan adalah analisis deskriptif dalam menggambarkan persepsi terkait hal – hal istimewa dari gejala sosial yang ditemukan saat melakukan pengamatan di Kawasan Cicadas kota Bandung. Subjek penciptaan ini adalah interaksi sosial yang terjadi dalam keseharian masyarakat di Kawasan padat penduduk Cicadas kota Bandung. Hasil dari tesis penciptaan ini adalah karya seni rupa yang disajikan dalam bentuk pameran.

Page 1 of 4 | Total Record : 31