cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 90 Documents
Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui Evy Tri Susanti; Wahyu Tri Astuti; Erni Setyawati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.741 KB)

Abstract

Latar belakang : Untuk mencapai serta memelihara kesehatan dan status gizi optimal, tubuh perlu mengkonsumsi makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi seimbang. Berdasarkan survey yang dilakukan, dari ketujuh ibu menyusui tersebut empat kurang mengetahui tentang kebutuhan nutrisi ibu menyusui, menurut mereka nutrisi yang dapat memperlancar produksi ASI adalah makan sayuran seperti daun pepaya. Tujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu menyusui tentang nutrisi ibu menyusui. Metode : Metode menggunakan survey cross sectional, populasi penelitian ini adalah adalah seluruh ibu menyusui di Desa Mangunrejo Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang yang berjumlah 70 orang. Hasil : Pengetahuan ibu menyusui tentang pengertian pengertian nutrisi termasuk dalam kategori kurang (64%), pengetahuan ibu menyusui tentang fungsi nutrisi termasuk dalam kategori rendah (50%), pengetahuan ibu menyusui tentang faktor yang mempengaruhi nutrisi termasuk dalam kategori rendah (57%), pengetahuan ibu menyusui tentang status nutrisi terhadap kualitas ASI termasuk dalam kategori rendah (59%), pengetahuan ibu menyusui tentang status nutrisi ibu menyusui termasuk dalam kategori rendah (63%), pengetahuan ibu menyusui tentang syarat-syarat makanan bagi ibu menyusui termasuk dalam kategori rendah (63%), Simpulan : pengetahuan ibu menyusui tentang kebutuhan nutrisi ibu menyusui termasuk dalam kategori rendah (49%).
Dukungan Keluarga Terhadap Gejala Kekambuhan Pasien Gangguan Jiwa yang Berobat Jalan Syamsudin Syamsudin; Is Susilaningsih; Anedha P. S.
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.31 KB)

Abstract

Latar belakang : Pasien jiwa sering mengalami kekambuhan. Hal ini disebabkan karena pengobatan yang terhenti dan peran serta keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa. Fenomena ini dapat dilihat dari banyaknya pasien gangguan jiwa yang sudah sembuh dan dipulangkan untuk perawatan di rumah kembali lagi atau yang sering disebut sebagai kekambuhan. Tujuan : untuk mengetahui adanya hubungan dukungan keluarga dengan tingkat gejala kekambuhan pasien gangguan jiwa yang berobat jalan di Poliklinik RSJ. Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan menggunakan desain penelitan studi korelasional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Penelitian ini menggunakan metode total insidental dengan jumlah sampel 30 responden. Tehnik pengumpulan data di peroleh dengan cara pengisian kuesioner. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan rumus Korelasi Kendall Tau. Hasil : Lebih dari separuh keluarga penderita gangguan jiwa memberikan dukungan pada tingkat sedang, tingkat gejala kekambuhan yang dialami oleh pasien gangguan jiwa sebagian besar mengalami tingkat gejala kekambuhan sedang. Simpulan : terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap tingkat gejala kekambuhan pasien gangguan jiwa yang berobat jalan di Poliklinik RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang.
Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati; Miftakhul Anwar
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.791 KB)

Abstract

Latar belakang: Setiap 7 menit bayi meninggal dan sekitar 30 ribu kematian anak balita di Indonesia setiap tahunnya. Masalah tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sejak kelahiran bayi. Sekitar 14% bayi di Indonesia yang disusui secara eksklusif oleh ibunya hingga usia 4 bulan sehingga masalah kematian bayi timbul. Tujuan: Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu–ibu yang mempunyai balita di RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Metode: Jenis penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif korelasi. Sampel penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai anak dibawah 5 tahun atau balita di RW 03 Desa Rejosari yang berjumlah 30 orang. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI ekslusif, variabel terikatnya adalah kegagalan pemberian ASI ekslusif. Analisa data mengunakan uji Chi Square. Hasil: Bahwa tingkat pengetahuan ibu, penyakit ibu, pekerjaan ibu, persepsi ibu, bayi sakit dan bayi kembar bukan merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ASI ekslusif di Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat Temanggung. Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu, penyakit ibu, pekerjaan ibu, persepsi ibu, bayi sakit dan bayi kembar dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan ASI eksklusif.
Pemberian Teh Hijau Terhadap Kadar Kolesterol Total Mencit Jantan yang Diberi Diit Tinggi Lemak Budi Ekanto; Emah Marhamah; Yunita Silvyana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.518 KB)

Abstract

Latar belakang : Makanan yang mengandung banyak lemak dan kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol total dalam darah menjadi faktor risiko utama Penyakit Jantung Koroner. Teh hijau memiliki antioksidan alami yang disebut polifenol terdiri dari katekin dan flavonoid. Flavonoid dalam teh membantu menjaga kelenturan pembuluh darah, mencegah dan mengobati pengentalan darah, dan mencegah oksidasi kolesterol LDL. Tujuan : mengetahui pemberian teh hijau terhadap kadar kolesterol total mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak. Metode Penelitian : Mencit jantan sebanyak 9 ekor dibagi tiga kelompok. Kelompok A tidak diberi diit tinggi lemak. Kelompok B diberi diit tinggi lemak. Kelompok C diberi diit tinggi lemak dan minum teh hijau. Dosis setiap minum 0,52 cc teh hijau. Perlakuan diberikan selama 28 hari dengan cara disonde. Kadar kolesterol total diukur setelah diberi perlakuan dengan alat GCU. Hasil : rerata kadar kolesterol total kelompok A yaitu 116,33 mg/dl, kelompok B 201 mg/dl, dan kelompok C 142 mg/dl. Hal ini menunjukkan kadar kolesterol total mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak dan teh hijau tidak naik setinggi kadar kolesterol total mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak saja. Simpulan: pemberian teh hijau pada mencit jantan yang diberi diit tinggi lemak dapat mencegah kenaikan kadar kolesterol total
Pemberian Mentimun Terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik pada Wanita Lansia Hipertensi Budi Ekanto; Istiqomah Istiqomah; Ulfayatun Anisa
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.68 KB)

Abstract

Latar Belakang : WHO menyatakan hipertensi merupakan silent killer. Resiko hipertensi semakin meningkat pada usia 50 tahun keatas. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di Negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025 yang didasarkan pada angka penderita hipertensi. Pengobatan hipertensi harus dilakukan secara berkesinambungan dan membutuhkan biaya yang mahal. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan hipertensi yang murah, aman, mudah didapat dan alamiah salah satunya dengan herbal mentimun. Tujuan : menganalisa pemberian mentimun terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada wanita lansia hipertensi. Metode : diuji 11 wanita lansia hipertensi dan mengukur tekanan darah sebelum dan 24 jam sesudah diberi jus mentimun 200 gram pagi dan malam hari. Hasil : tekanan darah sistolik setelah minum jus mentimun adalah 136, 82 mmHg (±9,816mmHg), lebih rendah dari tekanan darah sistolik sebelum minum jus mentimun adalah 167, 27 mmHg (± 6,068 mmHg) dengan p < 0,01. Diastolik tekanan darah setelah minum jus mentimun adalah 87,73 mmHg (± 6,068 mmHg), lebih rendah dari tekanan darah diastolik sebelum minum jus mentimun adalah 99,09 mmHg (± 5,839 mmHg). Simpulan : 400 gr jus mentimun dapat menurunkan tekanan darah pada wanita lansia hipertensi.
Kompres Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Dismenore Evy Tri Susanti; Rusminah Rusminah; Amanda Kartika Putri
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.784 KB)

Abstract

Latar belakang : Sebagian besar wanita setiap bulan mengalami menstruasi dan merasakan nyeri (dismenore). Gejala yang muncul seperti rasa tidak enak di perut bawah disertai mual, muntah dan pusing, sehingga memaksa wanita untuk istirahat atau meninggalkan kegiatan. Penatalaksanaan dismenore dengan menggunakan terapi farmakologis dan non farmakologis. Kompres hangat merupakan tindakan non farmakologis untuk meningkatkan relaksasi oto dan mengurangi nyeri akibat spasme. Kompres dilakukan secara periodik akan terjadi vasodilatas, peningkatan sirkulasi darah dan peningkatan tekanan kapiler, aktivitas sel meningkat dan mengurangi ketegangan otot sehingga dapat menurunkan nyeri. Tujuan : mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap tingkat nyeri dismenore. Metode : studi observasi pemberian kompres hangat, sampel penelitian adalah siswi yang mengalami dismenore Kelas X-IV SMA Negeri 1 Bandongan Kabupaten Magelang sejumlah 5 siswi. Hasil : Seluruh siswi Kelas X-IV mengalami dismenore (100%), sebelum dilakukan kompres hangat pada tingkat nyeri sedang (80%), sangat nyeri (20%). Setelah dilakukan kompres hangat, tingkat nyeri menurun menjadi ringan (100%). Simpulan : Kompres hangat dapat menurunkan tingkat nyeri pada dismenore (100%).
Perbedaan Dependent Care Agency terhadap Status Gizi Anak Toddler Zulia Putri Perdani; Toto Sudargo; Lely Lusmilasari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.432 KB)

Abstract

Pendahuluan: Asupan nutrisi yang adekuat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua mrmpunyau peran dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan anaknya yang masih dalam pengasuhan termasuk dalam upaya pemenuhan nutrisi. Kemampuan orang tua untuk melakukan praktik (Dependent Care Agency) akan mempengaruhi praktik pemberian makan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan DCA orang tua terhadap status gizi anak toddler. Metode: penelitian deskriptif analitik dengan rancangan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukasari Kota Tangerang dengan jumlah sampel 198 sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan cluster random sampling dengan unit posyandu kemudian dilanjutkan dengan teknik purposive sampling untuk orang tua anak yang berada di wilayah posyandu terpilih. Data dianalisa dengan Kruskall Wallis test. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DCA pada orang tua tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelompok status gizi anak kurus, normal dan gemuk (p>0,05). Diskusi: kemampuan orang tua anak yg gemuk cenderung kurang optimal pada aspek menyediakan makanan yang seimbang, menyediakan lingkungan makan dan meningkatkan perilaku makan anak. Penelitian selanjutnya dapat mengindetifikasi factor lain yang mempengaruhi status gizi pada anak.
Tingkat Pengetahuan Ibu Anak Usia 4-6 Tahun Tentang Terapi Bermain di Taman Kanak-Kanak Wahyu Tri Astuti; Lis Nurhayati; Yustina Dwi Susanti
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.787 KB)

Abstract

Latar Belakang : Menurut hasil observasi yang dilakukan pada 10 ibu dari 36 ibu yang mempunyai anak usia 4-6 tahun di TK Bhayangkari 80 Magelang menyatakan bahwa para ibu belum mengerti tentang pentingnya terapi bermain bagi anak, dibuktikan dengan terdapat kurang lebih 14 anak (38,8%) dari 36 murid di TK tersebut yang belum mampu lebih berkreasi dan berkreativitas. Tujuan : mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu anak Usia 4-6 Tahun tentang terapi bermain di Taman Kanak- Kanak. Desain penelitian : penelitian deskriptif, Metode : metode survey, Populasi : seluruh ibu yang mempunyai anak yang bersekolah di TK Bhayangkari 80 Magelang sebanyak 36 ibu total murid, Sampel : 36 responden atau 100%. Analisa Data : Analisa Deskriptif Frekuensi, Hasil : proporsi tingkat pengetahuan tentang pengertian bermain sejumlah 3 ibu (8,33%) belum mengetahui pengertian bermain, proporsi klasifikasi bermain yang kurang sebanyak 4 ibu (11,11%) dan rendah sebanyak 1 ibu (2,78%), proporsi pengetahuan kaidah permainan kurang 3 ibu (8,33%), dan rendah 1 ibu (2,78%), serta proporsi pengetahuan manfaat yang kurang 5 ibu (13,89%), dan rendah 2 ibu (5,56%). Simpulan: hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu anak usia 4-6 tahun tentang terapi bermain baik sebanyak 77,85% artinya responden sudah mengetahui tentang pentingnya terapi bermain pada anak usia 4-6 tahun di TK Bhayangkari 80 Ganten Jurangombo Selatan Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang, masih ditemukannya nilai kurang bahkan rendah karena menurut karakteristik ibu masih berusia muda dan belum banyak informasi tentang terapi bermain.
Pijat Bayi Terhadap Berat Badan Bayi Usia 1-3 Bulan Wahyu Tri Astuti; Evy Tri Susanti; Maya Permatasari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.485 KB)

Abstract

Pendahuluan: Bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus (saraf otak ke-10) yang akan menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Penyerapan makanan menjadi lebih baik karena peningkatan aktifitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya, akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi, selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang dan hal ini berdampak positif pada peningkatan volume ASI. Perbedaan pijat tradisional hanya ditujukan untuk menyembuhkan penyakit dan kadang disertai dengan jamu sedangkan, pijat modern adalah terapi sehat tanpa jamu atau obat apapun. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap berat badan bayi usia 1-3 tahun. Metode: penelitian eksperimen,dengan desain penelitian post control group desain. melibatkan 12 bayi di desa Jambewangi, Magelang. Sampel bayi usia 1-3 bulan yang hanya diberi ASI. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan berupa timbangan bayi merk One Med. Teknik analisis data t-Test. Simpulan: Secara keseluruhan rata-rata berat badan bayi yang dipijat dalam 28 hari naik 5616,67 gram dan yang tidak dipijat secara rutin kenaikkan berat badannya 4866,67 gram.
Lama Dirawat dengan Keadaan Harga Diri Pasien Skizofrenia Is Susilaningsih; Syamsudin Syamsudin; Rudi Astriyanto
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.512 KB)

Abstract

Latar belakang : Gangguan mental termasuk didalamnya skizofrenia merupakan gangguan yang sering mengalami serangan mental berulang dengan gejala-gejala yang khas yaitu kemunduran fungsi sosial, fungsi akademik maupun okupasi yang akan berdampak pada penurunan harga diri klien. Faktor lama dirawat di rumah sakit memunculkan bagi klien untuk melaksanakan tugas perkembangannya bahkan sering menumbuhkan perasaan terbuang yang pada akhirnya muncul harga diri rendah yang kronis. Tujuan : untuk mengetahui hubungan lama pasien di rawat di rumah sakit dengan keadaan harga diri klien. Metode : penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional yang melibatkan 383 pasien skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, dan sampel yang digunakan sebesar 184 pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara lama dirawat dengan keadaan harga diri pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang dengan p value (≤0,05) dan nilai korelasi pearson yaitu 14,628. Simpulan : seyogyanya dilakukan peningkatan kualitas dan frekuensi pelaksanaan tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan harga diri melalui kegiatan terapi aktivitas kelompok, terapi kognitif dan interaksi komunikasi terapeutik.