cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita" : 8 Documents clear
Perjuangan Masyarakat Kodi Dalam Melawan Kekuasaan Belanda Tahun 1910-1911 di Sumba Barat Daya: The Codi Community Strategy In Against Power Of The Netherlands In 1910-1911 In West Sumba Power Daniel Dara Kapote; Bayu Pramartha I Nyoman
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.504 KB)

Abstract

Kedatangan Belanda di Kecamatan Kodi menimbulkan rasa antipati dari Masyarakat Kodi terutama pada pemimpin Belanda yang tidak menghormati dan memghargai Raja-raja di Kecamatan Kodi, sehingga terjadi berbagai reaksi perlawanan dari Masyarakat Kodi terhadap pasukan Belanda. Bangsa Belanda memasuki wilayah Kecamatan Kodi karena dilatar belakangi oleh letak wilayah yang sangat strategis dan sebagai tujuan utama Bangsa Belanda masuk ke Kecamatan Kodi adalah wilayah Kecamatan Kodi memiliki tanah yang subur dan kaya akan bahan makanan dan rempah-rempah.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang perjuangan Masyarakat Kodi dalam melawan kekuasaan Belanda pada tahun 1910-1911 untuk mengetahui dampak perjuangan Masyarakat Kodi dalam melawan kekuasaan Belanda pada tahun 1910-1911.Penyusunan penelitian ini menggunakan landasan teori Hegemoni, teori konflik. Teori hegemoni diartikan sebagai upaya untuk mengiring seseorang agar menilai dan memandang problematika, kekuasaan dan politik yang ditentukan, teori konflik merupakan proses ketidakharmonisan atau kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan kenyataan sangat jauh berbeda. Teori perubahan sosial adalah proses dimana terjadi struktur masyarakat yang selalu berjalan sejajar dengan perubahan dan fungsi suatu sistim sosial. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yakni heuristik, kritik sejarah, interprestasi dan histografi.Dalam heuristic, jejak sejarah yang digunakan dalam peelitian ini berupa sumber tulisan, kritik sejarah yang digunakan yaitu dengan melewati tahap verifikasi atau kritik untuk memperoleh keabsahaan sumber, baik dengan menggunakan kritik eksteren maupun intern.Interpretasi yaitu fakta-fakta sejarah yang telah terwujud.Setelah hasil interpretasi terujud dilanjudkan dengan fase terakhir sejarah histografi adalah penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang dilakukan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa latar belakang perjuangan Masyarakat Kodi disebabkan oleh sikap Belanda yang tidak menghargai Raja-raja yang ada di Kecamatan Kodi.Dan faktor keterikatan Belanda menguasai Kecamatan Kodi adalah faktor geografis yang sangat strategis, memiliki pelabuhan-pelabuhan sebagai pintu masuk perdagangan dan juga faktor ekonomi yang baik dalam bidang perdagangan yang dapat menguntungkan pihak Belanda.Perkembangan Masyarakat Kodi yang begitu pesat, dipandang oleh.Bangsa Belanda sebagai ancaman oleh karena itu, Belanda berkehendak untuk menghancurkan wilayah Kecamatan Kodi pada tahun 1910.
Perubahan Tradisi Perkawinan Membayar Bakatan Di Desa Adat Bukian Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung: Changes In Marriage Tradition Pays Bakatan In Desa Adat Bukian Village Pelaga Kecamatan Petang District Badung Kartika Yasa I Nyoman
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.236 KB)

Abstract

Pulau Bali salah satu gugusan di pulau nusantara memiliki suatu keunikan yang luar biasa dari segi berbagai ragam adat istiadat dan budaya yang dijiwai oleh agama Hindu. Aktivitas tradisi adat istiadat dan budaya serta seni bersinerg menjadi satu system dan tak dapat dipisahkan pada kehidupan masyarakat Hindu di Bali.Upacara dan ritual keagamaan menjadi suatu keunikan tersendiri Perjalana hidup manusia dari lahir ,hidup sampai meninggal, selalu terkait dengan dengan aktivitas/upacara keagamaan, salah satu upacara keagamaan yang sangat penting dalam kehidupan manusia Hindu di Bali adalah perkawinan. Namun tata cara pelaksanaan perkawinan tidak berarti semuanya sama akan tergantung dengan Desa, Kala, Patra yang menimbulkan perbedaan antara adat yang satu dengan adat yang lainya, yang tidak mengurangi fungsi makna perkawinan tersebut. Berdasarkan latarbelakang tersebut timbul rumusan masalah sebagai berikut Faktor apa yang menjadi Perubahan Tradisi Perkawinan bayar bakatan dan Apa dampak dari Perubahan Tradisi bayar bakatan pada Masyarakat. Landasan teori yang dipergunakan berupa teori fungsionalime structural , dan teori Transpormasi untuk membedah permasalhan ini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahapan seperti ,observasi, wawancara, metode pencatan dukumen dan studi pustaka. Data dianalisis berdasarkan pendekatan kualitatif. Penyajian hasil penelitian secara diskritif dan disajikan dalam bentuk laporan ilmiah.Hasil penelitian ini dapat menunjukan sesuatu bentuk perubahan tradisi sesuai dengan perkembangan zaman maupun harapan masyarakat, dengan tidak mengurangi makna fungsi, dan tujuan upacara pernikahan membentuk keluarga yang sejahtra lahir dan bhatin, sesuai dengan sastra.Hindu . Begitu pula dampak yang dirasakan oleh pasangan pengantin dapat meningkatan ekonomi, sosial budaya, pendidikan anak, dan kesejahtraan keluarga dari beban yang harus dilakukan pada saat uapacara pernikahan dari membayar satu ekor sapi, berubah menjadi satu ekor dibayar bersama secara kolektif dengan waktu tertentu.di tempat suci Khayangan Tiga sehingga pernikahan syah secara niskala maupun secara hukum sekala.
Keberadaan Rumah Merah Di Desa Nanga Labang Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur: The existence of Rumah Merah in Nanga Labang Village, Borong District, East Manggarai Regency Ngobo Fulgensius; Alit Dewa Made
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.06 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan rumah merah di Desa Nanga Labang, keberadaan rumah merah di Desa Nanga Labang, dan untuk mengetahui dampak social, ekonomi masyarakat Desa Nanga Labang dengan adanya rumah merah.Data dikumpulkan dengan teknik wawancara bebas terpimpin dengan masyarakat Desa Nanga Labang Kecamatan Borong, Kabupaten Manggari timur yang terlibat langsung dengan keberadaan rumah merah diantaranya dengan kepala desa. Data juga dikumpulkan dengan obsevasi non partisipasi dengan mengunjungi rumah merah yang ada di lokasi penelitian. Data diolah dengan metode deskriptif yaitu suatu cara pengelolahan data yang dilakukan dengan cara menyusun data secara sistematis sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum. Teknik-teknik yang dipergunakan untuk memperoleh kesimpulan adalah Teknik spekulasi dan Teknik argumentasi.Hasil analisis data menunjukan bahwa munculnya rumah merah di Desa Nanga Labang ini dilator belakangi oleh faktor perkembangan teknologi serta didukung oleh kemajuan pariwisata sehingga munculah ide untuk membuka usaha baru yaitu usaha dibidang hiburan kafe atau disebut juga rumah merah.Faktor pariwisata, kekayaan alam sebagai sumber kehidupan harus dipelihara, dijaga dan dilindungi. Sehingga adanya pariwisata dapat meningkatkan peluang bagi masyarakat sekitar untuk membuka usaha. Faktor ekonimi,keberadaan rumah merah ini ternyata memberi dampak perubahan perekonomian pemilik rumah merah dan masyarakat di sekitar rumah merah. Terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi, sosial masyarakat Desa Nanga Labang. Dampak sosial, kecemburuan sosial, hal ini merupakan dampak negatif dari perkembangan kehidupan sosial maupun ekonomi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemburuan sosial antaralain interaksi sosial, pendapatan ekonomi, perbedaan pandangan politik
Kiprah Perempuan di sektor Informal (Studi Kasus Perempuan Tukang Suun Di Pasar Blahbatuh, Gianyar): Gait Women in the Informal Sector (A Study Case of Woman Tukang Suun in Blahbatuh Market, Gianyar) Purawati Ni Ketut
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.937 KB)

Abstract

Budaya patriarkhi adalah budaya yang menempatkan laki-laki pada kedudukan dan peran yang lebih penting dan dominan dari perempuanjuga dalam menentukan keputusan terutama menyangkut kebebasan perempuan terjun ke dunia public. Oleh karena itu keterlibatan perempuan di sektor publik, tidak dapat dilepaskan dari kehidupan dan kebiasaan keluarga dimana mereka menjadi bagiannya. Keluarga merupakan tempat terpenting bagi seseorang karena merupakan tempat pendidikan pertama, dan di dalam keluarga pula seseorang paling banyak bergaul serta mengenal kehidupan. Dengan demikian kedudukan yang terpenting bagi perempuan dalam keluarga adalah sebagai seorang istri dan ibu yang mengatur jalannya rumah tangga serta memelihara anak”. Sejalan dengan perkembangan zaman kiprah perempuan juga berkembang . Terlihat dari banyaknya perempuan turut terlibat dalam sektor publik. Namun keterlibatannya dalam sektor publik umumnya masih tergolong pekerja kelas dua atau rendahan. Hal ini disebabkan oleh pendidikan mereka yang belum memadai. Walaupun sebagai pekerja kelas dua, namun kiprah mereka sangat membantu dalam memajukan kehidupan keluarga terutama dalam mengatasi kesulitan ekonomi bagi keluarga kurang mampu. Berdasarkan hal tersebut adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui faktor penyebab perempuan terjun kedunia public sebagai tukang suun di Pasar Blahbatuh, Gianyar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penentuan informan dengan teknik purposisive, metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sedangkan metode pengolahan data dengan metode deskriptif melalui teknik interpretasi, argumentasi dan spekulasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan atau kiprah perempuan di sektor informal sebagai tukang suun adalah dengan alasan menambah penghasilan keluarga. Sebab perempuan yang bekerja sebagai tukang suun berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi menengah kebawah sehingga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga perempuan terpaksa bekerja atau bekerlja sebagai pilihan untuk dapat menambah penghasilan suami, disamping itu factor penyebab keterlibatan perempuan di sektor informal karena faktor status sosial dan faktor sumber daya pendidikan yang tidak memadai. Berdasarkan hasil analisa data dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab perempuan berkiprah di sektor informal karena sektor ini tidak menuntut persyaratan atau keterampilan yang tinggi sehingga perempuan dapat masuk ke sektor informal keterlibatannya atau kiprhnya disebabkan oleh faktor membantu menambah pengasilankeluarga,merubah status sosial dalam keluarga serta rendahnya sumber daya pendidikan yang dimiliki.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Pada Siswa Kelas X Ap 1 Semester I Smk Pariwisata Ganesha Ubud Tahun Pelajaran 2019/2020: Implementation Model Of Learning Achievement Kooperatif Tipe Jigsaw For Improving Learning History Of The Class X Ap 1 Lesson Ganesha Ubud Vocational Tourism Year 2019/2020 Putri Kesuma Dewi Dewa Ayu
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.373 KB)

Abstract

Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapal dilihat dari kegiatan yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan model ceramah, selanjutnya guru memberikan tes tanpa ada perencanaan seperti pembuatan kisi-kisi tes dan lainnya. Siswa sebagai peserta didik hanya duduk mendengarkan dan melaksanakan apa yang diperintahkan guru dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas X AP1 Semester I SMK Pariwisata Ganesha Ubud tahun pelajaran 2019/2020. Rumusan masalah yang diangkat adalah Apakah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar Sejarah Siswa Kelas X AP 1Semester I SMK Pariwisata Ganesha Ubud tahun pelajaran 2019/2020? Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) pengertian model pembelajaran kooperatif (cooperative learning), 2) karakteristik dan langkah-langkah pembelajaran koopeartif, 3) tipe-tipe pembelajaran koperatif, 4) pengertian model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, 5) karakteristik dan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, 6) pengertian prestasi belajar, 7) pengertian sejarah, 8) pengertian prestasi belajar sejarah, 9) faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi belajar sejarah, 10) kerangka berpikir, 11) hipotesis tindakan. Berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I adalah sebesar 64,80 dengan total daya serap siswa sebesar 64,80% dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 30%. Dan Pada Siklus II adalah sebesar 71,95 dibulatkan 72 dengan total daya serap siswa sebesar 72% dan nilai ketuntasan klasikal sebesar 95%. Perubahan hasil siklus I dan siklus II sebesar 7,45 (71,95 – 64,80). Sedangkan jumlah siswa yang mengalami peningkatan prestasi dari siklus I dan siklus II sebanyak 85,00%.
Hubungan Antara Perhatian Orang Tua dan Disiplin Belajar Dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII SMP N 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2019/2020: The Relationship Between Parents' Attention and Learning Discipline With The Social Studies Learning Achievement of Class VII Students of SMP N 5 Denpasar Academic Year 2019/2020
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.098 KB)

Abstract

Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang umumnya meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang baru, yang diharapkan tercapai oleh siswa yang ditandai dengan kemampuan berfikir dengan baik. Sehingga di dalam hal ini perhatian orang tua sangatlah dibutuhkan oleh anak dalam proses tumbuhkembang anak tersebut. Dengan perhatian dari orang tua sudah tentu anak tersebut akan selalu belajar untuk disiplin dalam setiap kegiatan belajarnya, baik itu disekolah maupun dirumah. Dengan perhatian dari orang tua dan diimbangi dengan kemauan anak tersebut untuk disiplin dalam belajarnya sudah pasti ini dapat meningkatkan prestasi belajarnya disekolah semakin meningkat.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana Perhatian Orang Tua, bagaimana Disiplin Belajar, bagaimana Prestasi Belajar IPS dan Apakah ada Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Dan Disiplin Belajar Dengan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2019/2020. Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitin ini digunakan metode kuesioner meliputi: kuesioner Perhatian Orang Tua dan Disiplin Belajar yang disebarkan kepada siswa yang menjadi sampel sebanyak 159 orang Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 5 Denpasar dan metode dokumentasi yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai prestasi belajar IPS, Selanjutnya dalam analisis ini menggunakan analisis data product moment dan analisis regresi.Berdasarkan pendeskripsian data di atas, dengan perhitungan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan secara keseluruhan Perhatian Orang Tua Dengan Prestasi Belajar IPS yang dibulatkan atas analisis data menggunakan rumus Product Moment dengan jumlah siswa sebanyak 159 orang dengan rxy = 0,570 selanjutnya untuk Disiplin Belajar Dengan Prestasi Belajar menggunakan Product Moment dengan rxy = 0,688. Selanjutnya dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus regresi dua predictor diperoleh niai Ry(1,2) sebesar 0,74384431 dan R2y (1,2) sebesar 0,553304363. Melalui hasil analisis data dengan menggunakan Freg, di peroleh harga Freg sebesar 96,61. Jika harga Freg dikonversikan dengan nilai Ftabel dengan db = m lawan N-m-1 atau 2/156 dengan taraf signifikan 5% diperoleh dengan Ftabel sebesar 3,06. Karena nilai Freg hitung yang diperoleh dari hasil analisis lebih besar dibandingkan dengan nilai Ftabel, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Maka ini menunjukkan ada korelasi atau hubungan yang signifikan antara predictor X1 (Perhatian Orang Tua) dan X2 (Disiplin Belajar) dengan Kriterium (Prestasi Belajar IPS), sehingga predictor Perhatian Orang Tua dan Disiplin Belajar dapat digunakan sebagai dasar untuk memprediksi kriterium Prestasi Belajar IPS.Dengan analisis regresi dua predictor dimana JKreg = 1654,254769. Sumbangan Relatif (SR) dalam persen (%) untuk masing-masing predictor yaitu untuk predictor X1 (Perhatian Orang Tua) = 32,87% dan X2 (Disiplin Belajar) = 67,12% dengan kriterium Y (Prestasi Belajar IPS). Dari tabel ringkasan analisis regresi, db = 2/156 diketahui JKtot = 2989,773585 dan JK reg =1654,254769. Efektifitas garis regresinya adalah sebesar 55,33%. Terdiri dari Sumbangan Efektif predictor X1 (Perhatian Orang Tua) = 18,19% dan Sumbangan Efektif predictor X2 (Disiplin Belajar) = 37,14% dengan Kriterium Y (Prestasi Belajar IPS) Siswa Kelas VII Semester Ganjil SMP Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2019/2020. Sedangkan sisanya sebesar 44,66% (100%% - 55,33%) dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti. Mengingat “Perhatian Orang Tua dan Disiplin Belajar” memiliki hubungan yang positif dengan Prestasi Belajar IPS Siswa yakni sebesar 55,33% maka kedua komponen ini harus mendapat perhatian dan pertimbangan oleh para guru disekolah maupun orang tua siswa itu sendiri.
Dinamika Transportasi Umum di Kota Denpasar Tahun 1992-2018: The Dynamics of Public Transportation in Denpasar City 1992-2018 Sukma Wijaya I Wayan; Tejawati Ni Luh Putu
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.395 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apa yang melatarbelakangi perkembangan transportasi umum di Kota Denpasar dari tahun 1992-2018; (2) dinamika transportasi umum di Kota Denpasar dari tahun 1992-2018, (3) dampak dari dinamika transportasi transportasi umum di Kota Denpasar dari tahun 1992-2018. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode historis yaitu heuristik, kritik sejarah, Interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Modernisasi karena transportasi di Kota Denpasar mengalami suatu proses transformasi perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Teori Evolusi karena dalam proses perubahan transportasi umum di kota Denpasar mengalami proses yang lama dari dokar sampai bus sekolah. Teori Fungsionalisme karena transportasi di Kota Denpasar memiliki peran dan fungsinya masing-masing bagi masyarakat Kota Denpasar. Penelitian ini menyimpulkan (1) yang melatarbelakangi perkembangan transportasi umum di Kota Denpasar yaitu faktor perkembangan teknologi yang semakin maju, faktor sosial didalam masyarakat Kota Denpasar, faktor budaya masyarakat dalam memakai transportasi umum, faktor ekonomi yang menjadi faktor utama transportasi di Kota Denpasar; faktor keefektivitas dan kenyamanan pengguna transportasi umum di Kota Denpasar, dan terakhir faktor aturan pemerintah mengenai transportasi umum (2) Transportasi umum Di Kota Denpasar memiliki dinamika perubahannya tersendiri dari mulai jaman dokar; terus muncul bemo roda tiga dan diremajakan menjadi bemo roda empat, lalu muncul taksi konvensional menggunakan argo dan ojek yang seiring kemajuan jaman juga ikut berubah menghasilkan transportasi umum baru seperti taksi online dan ojek online, dan terakhir muncul transportasi dari pemerintah seperti bus sarbagita dan bus sekolah (3) Transportasi umum memiliki dampak bagi masyarakat baik penyedia sarana dan masyarakat Kota Denpasar yaitu kemacetan, pencemaran lingkungan, kehidupan masyarakat lebih individualis, memperkuat stratifikasi masyarakat, dan konflik masyarakat.
PERKEMBANGAN KERAJINAN TENUN IKAT DESA LOMBU KECAMATAN WEWEWA TENGAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA TAHUN 2000-2018: The Development of Weaving Crafts in Lombu Village, Wewewa Tengah District, Southwest Sumba Regency in 2000-2018 Riwanto; Jefrianus Lende
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.121 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Kerajinan Tenun ikat Desa Lombu Kecamatan Wewewa Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2000-2018. (2) Untuk mengetahui perkembangan kerajinan Tenun ikat Desa Lombu Kecamatan Wewewa Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2000-2018. (3) Untuk mengetahui dampak perkembangan kerajinan tenun ikat Desa Lombu Kecamatan Wewewa Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2000-2018.Penelitian ini dilakukan di Desa Lombu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Modernisasi karena kerajinan tenun ikat Desa Lombu mengalami perubahan yang lebih maju dan modern. Teori Evolusi karena proses perkembangan kerajinan tenun ikat Desa Lombu mengalami proses yang lama dari dua motif menjadi tujuh motif dan fungsi tradisi menjadi fungsi modern, dari sedikit pengrajin menjadi banyak. Teori Perubahan sosial karena kerajinan tenun ikat Desa Lombu membawa perubahan dalam masyarakat.Penelitian ini menyimpulkan (1) Perkembangan kerajinan tenun ikat Desa Lombu pada tahun 2000-2018 dipengaruhi oleh enam faktor yaitu motivasi kerja, keterampilan, kebudayaan, lingkungan sosial, ekonomi, dan teknologi. (2) Tenun ikat Desa Lombu dari tahun 2000-2018 mengalami tiga perkembangan yaitu jumlah Pengrajin yang semakin hari meningkat, motif kain tenun ikat semakin bertambah, dan Fungsi Kerajinan Tenun ikat yang semakin berkembang fungsi awal sebagai selimut dan pakainorang tua, kini sudah menjadi pakaian anak muda, pakaian pegawai kantor, pakaian anak sekolah, tas, gorden serta kebutuhan dekorasi.Perkembangan kerajinan Tenun ikat Desa Lombu berdampak pada, peningkatan pendapatan atau perekonomian Pengrajin, pelestarian kebudayaan Sumba Barat Daya, menjadikan Desa Lombu sebagai pusat kerajinan tenun ikat, dan munculnya persaingan antar Pengrajin tenun ikat Desa Lombu. Kata Kunci : perkembangan, kerajinan, tenun ikat, Desa Lombu

Page 1 of 1 | Total Record : 8