cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita" : 11 Documents clear
Sengketa Tanah Terminal Di Kelurahan Tangge Kecamataan Lembor Kabupaten Manggarai Barat: Terminal Land Dispute In Tangge Village, Lembor District, West Manggarai Regency Riwanto; Adrianus Anto
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.502 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang Sengketa Tanah Terminal Di Kelurahan Tangge, proses Terjadinya Sengketa Tanah Terminal Di Kelurahan Tangge Kecematan Lembor Kabupaten Manggarai Barat, dampak Sengketa Tanah Terminal Di Kelurahan Tangge Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat.Teori yang melandasi penelitian ini adalah teori hegemoni, teori konflik, teori perubahan sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: metode penentuan informan, metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen, metode pengolahan data meliputi metode deskriptif dan metode komparatif. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa munculnya sengketa Tanah Terminal di kelurahan Tangge Kecematan Lembor Kabupaten Manggarai Barat dilatar belakangi oleh factor ekonomi tidak terpenuhi karena adanya pengambilalihan tanah oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, factor pembagian tanah ulayat (pati Tanah Lingko), factor pertambahan penduduk tidak di imbangi dengan lahan yang ada, faktor lemahnya penegak hokum seperti tumpang tindihnya peraturan dan tumpang tindihnya peradilan, factor kebijakanya pemerintah daerah yang mengirim teleks kepada camat Lembor untuk mengundang pemuka masyrakat se Kecemataan Lembor untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan terminal Lembor padahal belum ada titik temu atas penyelesauian sengketa hak atas tanah diatas lokasi pembangunan terminal tersebut.
Perjuangan Masyarakat Desa Lumbung Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan Melawan Tentara NICA Tahun 1947: The Struggle of the Lumbung Village Community of Selemadeg Barat Subdistrict, Tabanan Regency Against the NICA Army in 1947 Ni Luh Putu Laksmi Amarayani Sawitri
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.281 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang masyarakat Desa Lumbung Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan berjuang melawan Tentara NICA; (2) proses perjuangan masyarakat Desa Lumbung Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan dalam melawan Tentara NICA tahun 1947; (3) nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan masyarakat Desa Lumbung Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan melawan Tentara NICA. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan beberapa metode yaitu: Heuristik, Kritik Sejarah, Interprestasi, dan Historiografi. Penelitian ini dilakukan di Desa Lumbung Kecamatan Selemadeg Barat Kabupaten Tabanan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Nasionalisme karena perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Lumbung ini didasari oleh timbulnya semangat nasionalisme. Teori konflik karena dalam proses perjuangan terdapat konflik antara masyarakat Desa Lumbung dengan Tentara NICA. Teori nilai karena didalam perjuangan masyarakat Desa Lumbung terdapat nilai-nilai yang nantinya bisa digunakan bagi generasi penerus.Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) latar belakang masyarakat Desa Lumbung berjuang melawan Tentara NICA karena didukung oleh faktor ekonomi dan faktor nasionalisme. (2) Dalam proses perjuangan masyarakat Desa Lumbung menghadapai Tentara NICA, dilakukan usaha-usaha untuk membangun kekuatan fisik masyarakat dan mengarahkan masyarakat untuk melindungi para pasukan geriliya, dengan cara memeberikan informasi secara sembunyi-bembunyi kepada pasukan geriliya dan membuatkan tempat perlindungan untuk para geriliya. Terjadinya pertempuran di Desa Lumbung disebebkan karena salah satu dari masyarakat Desa Lumbung ada yang menjadi mata-mata Tentara NICA. Mata- mata tersebut melaporkan jika di Desa Lumbung telah datang serombongan pasukan geriliya, akibatnya Tentara NICA datang dan terjadilah tembak menembak antara masyarakat Desa Lumbung dan Tentara NICA. (3) Perjuangan masyarakat Desa Lumbung melawan Tentara NICA tahun 1947, dimana didalamnya terkandung nilai-nilai yaitu : nilai nasionalisme, nilai persatuan, nilai pengorbanan dan nilai edukatif
Perkembangan Pendidikan Masyarakat Desa Golo Rengket, Kecamatan Pocoranaka, Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2014-2019: Development of Community Education in Golo Rengket Village, Pocoranaka District, East Manggarai Regency 2014-2019 Dewa Made Alit; Frederikus Garut
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.483 KB)

Abstract

Kondisi pendidkan di Indonesia sebelum kemerdekaan masih sangat memprihatinkan, baik di tingkat pusat maupun di daerah plosok termasuk di Desa Golo Rengket, Kecamatan Pocoranaka, Kabupaten Manggarai Timur. Sebagian besar masyarakat Desa Golo Rengket, yang minimnya jumlah sekolah, kemiskinan, rendahnya motivasi pendidikan, dan biaya untuk mengakses pendidikan sangat mahal. Kondisi tersebut membuat masyarakat Desa Golo Rengket mengalami keterbelakangan pendidikan dan buta huruf. Dengan melihat kondisi demikian masyarakat Desa Golo Rengket bersama pemerintah mengupayakan untuk mendirikan sekolah SPMN 1 Atap Wae Buka yang walaupun sebagian kecil masyarakat hanya menikmati pendidikan SMP tapi paling tidak mereka bisa meningkat pengetahuan nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatar belakangi perkembangan pendidikan masyarakat Desa Golo Rengket, untuk mengetahui dampak dari kehadiran pendidikan di desa ini. Penelitian sejarah ini menggunakan metode sejarah yaitu heuristic, kritik sejarah, interprestasi dan historiografi. Di dalam menganalisis permasalahan di atas penulis menggunakan beberapa landasan teori : (1) Teori pendidikan karena apa yang dilakukan SMPN 1 Atap Wae Buka terhadap pengetahuan masyarakat Desa Golo Rengket, (2) apa faktor sosial terhadap peningkatan pendidikan di Dsa Golo Rengket, (3) apa keterkaitan pendapatan masyarakat terhadap peningkatan pendidikan masyarakat Desa Golo Rengket. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latar belakang perkembangan pendidikan masyarakat Desa Golo Rengket, Kecamatan Pocornaka, Kabupaten Manggarai Timur di dukung oleh beberapa faktor yaitu : faktor sosial, faktor ekonomi, faktor faktor budaya. Kehadiran sekolah SMP di desa ini tentu membawa perubahan yakni : kenakalan remaja berkurang, hasil pertanian meningkat, kurangnya angka buta huruf dan juga orang tua murit mengetahui betapa penting nya anak-anak melanjudkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Perjuangan Masyarakat Kampung Bongu Dalam Melawan Belanda Tahun 1905-1913 Di Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur: The Struggle Of The Community Of Bongu Village Against The Netherlands In 1905-1913 In The Regency Of South West Suba Nusa Tenggara Timur
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.649 KB)

Abstract

Kedatangan Belanda di kecamatan kodi menimbulkan rasa antipati dari masyarakat kodi terutama pada pemimpin yang tidak menghormati dan tidak menghargai di kecamatan kodi di kampung Bongu, sehingga terjadilah berbagai reaksi perjuangan dari masyarakat kodi terhadap pasukan Belanda. Bangsa Belanda masuk ke kecamatan kodi karena dilatar belakangi oleh letak wilayah yang sangat strategis dan sebagai tujuan utama Bangsa Belanda masuk ke kampung Bongu adalah wilayah yang memiliki tanah yang subur dan kaya akan bahan makanan dan rempah-rempah. Tujuan yang ingin dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang perjuangan kampung Bongu dalam melawan Belanda tahun 1905-1913 untuk mengetahui dampak perjuangan masyarakat kampung Bongu terhadap Belanda pada tahun 1905-1913. Penyusunan penelitian ini menggunakan landasan teori letak, teori perubahan sosial, yang artinya sebagai upaya untuk mengiring seseorang agar menilai dan memandang problematika, kekuasaan dan politik yang ditentukan,dan teori perubahan sosial adalah proses di mana terjadi struktur masyarakat yang selalu berjalan sejajar dengan perubahan dan fungsi suatu sistem sosial. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yakni Heusristik, kritik sejarah, interprestasi, dan Historiografi.dalam heuristic, jejak sejarah yang digunakan dalam peneliti baik ini berupa sumber tulisan, kritik sejarah yang digunakan yang digunakan yaitu dengan melewati tahap verifikasi atau kritik untuk memperolehan keabsahan sumber, baik yaitu dengan menggunakan kritik eksteren dan intern, interprestasi yaitu fakta- fakta sejarah yang telah terwujud,setelah penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang dilakukan. Dari hasil analisis dapat di simpulkan bahwa latar belakang perjuangan masyarakat kampung Bongu disebabkan oleh sikap Belanda yang tidak menghargai Raja-raja yang ada di kampung Bongo, dan faktor keterikatan Belanda menguasai kampung Bongu adalah faktor geografis yang sangat strategis, memiliki berkehendak untuk menghancurkan wilayah kampung Bongu tahun 1905-1913. Pelabuhan-pelabuhan sebagai pintu masuk perdagangan dan juga faktor ekonomi yang baik dalam bidang perdagangan yang dapat menguntungkan pihak Belanda. Perkembangan masyarakat kampung Bongu yang begitu pesat, di pandang oleh karena Belanda
Implementasi Jengah Dalam Pengamalan Pancasila: The Implementation Of Jengah in the Practice of Pancasila Ribit Rantausari; I Made Darmada
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.943 KB)

Abstract

Dalam menjaga ketahanan nasional, ideologi merupakan dasar yang harus dipegangan erat oleh semua lapisan masyarakat. Indonesia memiliki ideologi Pancasila yang telah disusun sedemikian rupa oleh pendahulu kita dengan menyesuaikan situasi dan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat beragam telah mampu mengantarkan Indonesia dari kemerdekaan sampai sekarang. Untuk memperjuangkan hal tersebut tentu tidak mudah banyak godaan serta cobaan yang berusaha mengancam ideologi Pancasila yang sangat berpotensi untuk memecah belah persatuan Indonesia. Di Bali untuk mempertahankan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila telah memiliki sikap local genius yang berbentuk lisan dan telah di wariskan oleh tetua atau leluhur Bali sejak dahulu sebagai modal untuk menghadapi berbagai tantangan atau permasalahan kehidupan, dan ini sangat sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, salah satunya pada sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia”. Sikap ini disebut dengan “jengah”. Sikap jengah mempunyai arti mampu membangkitkan motivasi dari dalam diri bertujuan untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik, membawa seseorang untuk lebih banyak bertindak. Hal ini bisa dijadikan sebagai pedorong untuk menjaga persatuan atau kesatuan suatu bangsa, seperti yang terdapat dalam pancasila sila ketiga yaitu “persatuan Indonesia”.
Tata Letak Bangunan Rumah Tradisional Bali (Perpektif Teologi): Traditional Balinese House Building Layout (Theological Perspective) I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.184 KB)

Abstract

Tata letak bangunan rumah tradisional Hindu di Bali masih dipertahankan sesuai fungsi dan makna setiap bangunaan bagi mereka memiliki lahan yang cukup memenuhi lahan pekarangan.
Peran Perempuan Bali Dalam Mendidik Anak: The Role of Balinese Women in Educating Children I Wayan Sapta Wigunadika; I Made Darmada
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.677 KB)

Abstract

Peran perempuan Bali sangat penting dalam mendidik anak, bahkan pendidikan pertama yang diberikan kepada anak adalah dari seorang ibu. Ibu memiliki andil yang besar dalam melakukan pengembangan potensi anak. Karena ibu memiliki keterikatan batin yang kuat dengan anak. Ada sebuah pepatah yang mengatakan jika perempuan cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas pula. Mendidik anak dilakukan dalam bentuk aktivitas keagamaan, seperti melakukan Trisandhya (berdoa) secara rutin dan teratur, membiasakan menggunakan kata-kata yang sopan. Sehingga dalam kesehariaanya di rumah anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Bali sopan dengan orang tuanya dan saudaranya. Diharapkan pula menjadi kebiasaan dalam bertutur kata yang sopan kepada orang lain.Perempuan Bali dalam mendidik anak juga membiasakan anak-anaknya untuk besembahyang sebelum berangkat ke sekolah. Karena budi pekerti berasal dari ajaran agama, dan salah satu implementasi dari ajaran agama adalah dengan membiasakan untuk selalu ingat dengan Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu anak-anak mereka juga diajarkan untuk selalu berfikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik. Ketiga perilaku yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik selalu dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungannya, manusia dengan sesama, dan manusia dengan maha pencipta. Sehingga kerukunan, ketentraman, dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat dapat tercipta.
Penerapan Model Pembelajaran Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas X Ipa 3 Sma Dharma Praja Denpasar Tahun Pelajaran 2020/2021: Application Of Collaborative Learning Model To Improve Learning Achievement of History Student Class X IPA 3 SMA Dharma PrajaDenpasar Academic Year 2019/2020 Ni Putu Yuniarika Parwati; Yustina Mulyati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.33 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui apakah penerapan Model Pembelajaran Collaborative Learning dapat meningkatkan prestasi belajar sejarah siswa kelas X IPA 3 Semester Genap di SMA Dharma Praja Denpasar Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Dharma Praja Denpasar tahun pelajaran 2019/2020. Objek dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Collaborative Learning dan prestasi belajar sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksankan dalam dua siklus yakni setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Hasil refleksi sebelum mengambil tindakan kelas siklus I dan siklus II yaitu dengan total nilai 2,112, rata-rata 64,0 (2,112:33), dan daya serap 64,0% (64,0:33x100%) serta ketuntasan klasikal 24,24% (8:33x100). Pada siklus I jumlah nilai siswa meningkat menjadi 2,632 dengan nilai rata-rata 79,75 (2,632:33) dan daya serap siswa sebesar 79,75% (79,75:33x100%), dan nilai ketuntasan klasikal siswa sebesar 69,69% (23:33x100%). Pada siklus II terjadi peningkatan lagi dengan total nilai sebesar 2,843 dengan nilai rata-rata siswa sebesar 86,15 (2,843:33),daya serap siswa 86,15% (86,15:33x100%), dan nilai ketuntasan klasikal 87,87% (29:33x100%). Berdasarkan hasil penelitian mulai dari siklus I sampai siklus II rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
Perkembangan Pengerajin Gula Aren di Kampung Runa Desa Sukakiong Kecamatan Kuwus Kecamatan Manggarai Barat Dalam Perspektif Sejarah: Palm Sugar Craftsmen in Runa Village, Sukakiong Village, Kuwus District, West Manggarai District In Historical Perspective I Nyoman Bayu Pramartha; Narsisius Trivanti
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.592 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujian untuk (1) perkembangan pengrajin gula aren di Kampung Runa Desa Suka Kiong Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat. Dalam usaha memperoleh data, maka digunakan metode Heuristik, metode kritik sejarah, metode kritik interen, metode kritik eksteren, metode interprestasi, metode historiografi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) latar belakang munculnya pengrajin gula aren di Kampung Runa Desa Suka Kiong Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat meliputi beberapa faktor yaitu faktor warisan budaya, faktor ekonomi, faktor lingkungan (2) perkembangan pengrajin gula aren di Kampung Runa Desa Suka Kiong Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat Perkembangan pengrajin gula aren di Kampung Runa Desa Suka Kiong Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat terus mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Hal ini dikarenakan setiap tahun permintaan konsumen terhadap gula aren semakin hari semakin banyak, karena sekarang ini banyaknya produk makanan yang menggunakan gula aren sebagai pemanisnya serta masyarakat menegtahui fungsi gula aren sebagai pengobatan alternatif.
Usaha Arak Di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem Di Bawah Bayang-Bayang Hegemoni Pemerintah: Arak Business in Telun Wayah Village, Sidemen District, Karangasem Regency Under the Shadow of Government Hegemony Ni Luh Putu Tejawati; I Ketut Juniantara
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 1 (2021): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.254 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha arak di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem di bawah bayang-bayang hegemoni pemerintah (2) Perkembangan usaha arak di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem di Bawah Bayang-bayang hegemoni pemerintah (3) Dampak dari keberadaan usaha arak di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem di Bawah Bayang- bayang hegemoni pemerintah. Penelitian ini dilakukan di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pilihan Rasional. Teori Hegemoni dan Teori Perubahan Sosial. Metode yang digunakan dalam menentukan informan yaitu tehnik purposive sampling yaitu informan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu yang ditentukan oelh peneliti berdasarkan tujuan dari peneliti. Sedangkan dalam Pengumpulan Data digunakan Metode Wawancara, Metode Observasi, Metode Pencatatan Dokumen dan Metode pengolahan data yang digunakan adalah Metode Deskristif. Penelitian ini menyimpulkan (1) faktor yang mempengaruhi usaha arak di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem di bawah bayang-bayang hegemoni pemerintah yaitu faktor yang paling utama adalah faktor ekonomi, kemudian faktor budaya dan yang terakhir faktor sosial. (2) Perkembangan usaha arak di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem di Bawah Bayang-Bayang Hegemoni Pemerintah yaitu usaha arak sebelum adanya Perda, kemudian usaha ketika Perda baru keluar dalam proses sosialisasi dan terakhir usaha arak setelah Perda berlaku. (3) Dampak dari keberadaan usaha arak di Desa Telun Wayah, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem di Bawah Bayang-Bayang Hegemoni Pemerintah membawa dampak terhadap munculnya perdagangan arak terselubung, menjadikan wilayah penjualan yang terbatas mengakibatkan konsumen yang terbatas juga dan mengurangi jumlah petani arak.

Page 1 of 2 | Total Record : 11