cover
Contact Name
Ni Luh Putu Tejawati
Contact Email
tejawati@mahadewa.ac.id
Phone
+6281338170686
Journal Mail Official
nirwasita@mahadewa.ac.id
Editorial Address
Jl. Seroja No.57, Tonja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27746542     DOI : 10.5281/zenodo.6393309
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Nirwasita dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. Jurnal ini berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan sejarah serta kajian sosial budaya yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran sejarah
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita" : 4 Documents clear
Kajian Kesakralan Air Suci Siwa Gangga Sebagai Pemuput Upacara Agama Hindu di Desa Adat Bukian, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung (Lokal Jenius Bali Aga) I Nyoman Kartika Yasa
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.708 KB)

Abstract

Masyarakat Bali aga yang berada didaerah pegunungan Bali memiliki ciri-ciri tersendiri , maupun memiliki sruktur kemasyarakat tersendiri maupun ciri-ciri untuk mempertahankan sampai saat sekarang yang memiliki keunikan tersendiri. Keunikan atau ciri-ciri masyarakat tersebut yang ada didaerah pegunungan Bali contohnya di Desa Pekraman adat Bukian, Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. memiliki suatu keunikan kepercayaan maupun sruktur social religious. Seperti pencarian tirta di pura Penataran Agung sebagai tirta pemuput upacara-upcara keagamaan. Hal tersebut menjadi salah satu tradisi yang masih dipertahankan sampai saat sekarang. Penelitian menunjukan bahwa kepercayaan Masyarakat di Daerah Pegunungan Baliaga terhadap tirta yang ada di Petirtan Pura Penataran Agung Bukian adalah segala upacara panca Yadnya dipuput oleh pakuluh (Tirta ) di Penataran Agung Bukian karena diyakini Ida Bhatara Yang berstana di tempat suci di Penataran Agung Bukian merupakan “Bhatara Ciwa Sunia” yang artinya Ida Bhatara sebagai Pendeta siwa sebagai pemuput segala upacara yadnya. Hal ini sudah menjadi tradisi didaerah pegunungan setiap pelaksanaan upacara panca yadnya yang lebih utama dimohonkan tirta dari pura Penataran agung Bukian sebagai pemuput walaupun sudah menggunakan pendeta dari sekala, terakhir tetap tirta (Pekuluh) dari pura Penataran Agung Bukian akan menyelesaikan upacara tersebut.
Politik Kiri Prakemerdekaan Di Hindia Belanda Tahun 1914-1927 I Nyoman Bayu Pramartha
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.781 KB)

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang awal masuknya paham kiri pada masa prakemerdekaan tahun 1914 ke Indonesia karena kondisi sosial ekonomi Indonesia yang memprihatinkan sehingga memunculkan seorang tokoh bernama Sneevliet denga mendirikan ISDV. Hal ini menimbulkan kemajuan dalam aspek kehidupan bumiputra terutama aspek pendidikan, peranan Sneevliet yang cukup gencar menyebarkan paham kiri di Hindia Belanda tahun 1914. Perkembangan awal organisasi politik kiri di Indonesia dimulai dengan berdirinya Indische Sociaal Democrative Verenigning (ISDV) kemudian Sarekat Islam Semarang yang radikal sehingga sering disebut dengan SI meah dan berakibat pada adanya aliansi antara ISDV dengan Sarekat Islam walaupun akhirnya dalam perjalanannya mengalami kegagalan. kemudian terjadi perubahan nama ISDV menjadi PKI. Pola-pola pergerakan yang dilancarkan organisasi politik kiri pra kemerdekaan dilakukan melalui propaganda lewat media pers dan pendirian sekolah-sekolah sosialis yang beraliran kiri. Selain itu dalam pergerakannya PKI juga ikut bekerjasama dengan VSTP dalam melancarkan pemogokan-pemogokan buruh. Kemudian melalui pertemuan Prambanan PKI merencanakan revolusi pada tahun 1926-1927 dan berakhir dengan kegagalan dan PKI menjadi sebuah organisasi pergerakan yang dilarang oleh pemerintah Hindia Belanda
Strategi Perempuan Dalam Memenuhi Kebutuhan Ekonomi Keluarga Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Dusun Getas Kangin Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh Ni Ketut Purawati; Ni Luh Putu Tejawati
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.803 KB)

Abstract

Masyarakat selalu mengalami perubahan, karena masyarakat mengalami berbagai permasahan dalam perjalanan waktu dari kehidupannya. Permasahan tersebut muncul silih berganti menghiasi kehidupan manusia. Kerumitan terbebut mrnuntut manusia untuk senantiasa berpikir mengembangkan berbagai strategi dalam rangka mencari jalan keluar dari permasalahan yang melilit kehidupannya. Salah satu permasalahan yang muncul adalah pandemic covid 19 yang melanda semua masyarakat termasuk masyarakat dusun Getas Kangin Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh, Hal ini menyebabkan pendapatan keluarga menurun, sehingga perempuan di dusun Getas Kangin ikut terjun kedunia publik untuk menambah pendapatan keluarga. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang dikembangkan perempuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di dusun Getas Kangin Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Purposive sampling.untuk menentukan informan penelitian,metode wawancara,observasi dan pencatatan dokumen untuk metode pengumpulan data baik data primer maupun data sekender. Sedangkan pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif dengan teknik argumentasi dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada perempuan di dusun Getas Kangin Desa Buruan Kecamatan Blahbatuh mampu memberikan kontribusi dalam menambah pendapatan keluarga sehingga kebutuhan ekonomi keluarga dapat terpenuhi.. Perempuan di dusun Getas Kangin ada yang bekerja sebagai penyisir kain pantai, ada yang berdagang, ada yang mmembuat jejahitan, jajan dan ada yang mengefektifkan sawahnya dengan menanam sayur, bunga , umbi-umbian sehingga hasilnya sebagaian dikonsumsi dan sisanya dapat dijual.
Negarakertagama : Kisah Keagungan Kerajaan Majapahit Dewa Made Alit; I Nyoman Bayu Pramartha; Gabriel Sandri Susanto Lewa; I Made Darmada; Ida Ayu Putu Sri Udiyani
Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2022): Nirwasita
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.289 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa Prapanca menggubah Negarakertagama dalam bentuk puja sastra dan bagaimana puja sastra tersebut tersurat dalam Negarakertagama. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, sehingga akan mengikuti prosedur kerja sejarah yakni heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Data dikumpulkan mealui studi pustaka. Sumber data yang utama dalam penelitian ini adalah Negarakertagama yang telah diterjemahkan oleh Slamet Mulyana yang termuat dalam Negarakertagama dan tafsir Sejarahnya ditambah dengan sumber sumber lain yang relevan. Data yang sudah terkumpul kemudian dikritik dengan kritik ekstern dan intern untuk mendapatkan fakta. Fakta kemudian diinterpretasikan, dihubung-hubungkan satu dengan yang lainnya yang kemudian dituangkan dalam bentuk cerita sejarah. Hasil analisis data menunjukan bahwa masyarakat Majapahit terstruktur dalam empat kasta atau sering juga disebut catur warna yakni brahmana, kesatria, wesya dan sudra. Prapanca masuk dalam golongan brahmana. Kaum brahmana bertugas dalam bidang keagamaan, pujangga yang juga masuk elite agama bertugas menyusun sastra yang ditujukan untuk menambah keagungan raja, kejayaan raja dan kerajaannya. Negarakertagama merupakan karya sastra dimana sastra merupakan sarana untuk memuja kebesaran seorang raja. Tidak mengherankan bila Prapanca dari awal gubahannya sudah menyampaikan bahwa ada dorongan rasa cinta bakti kepada raja, walaupun menurut Prapanca ia tidak semahir pujangga-pujangga lainnya dalam menggubah kekawin. Bait-bait yang digubah oleh Prapanca penuh dengan pujian di dalamnya tidak ada lagi tempat tanpa pujian akan keagungan, keluhuran, kebesaran, kebijaksanaan, yang ditunjukan oleh sifat-sifat para dewa, istananya, luas wilayah kekuasannya, asal usulnya dan kebaktian rakyat terhadap raja Hayam Wuruk. Bahkan pada bagian akhir Prapanca berharap barang siapa mendengar kisah raja, tak puas hatinya, bertambah baktinya, menjauhkan diri dari tindak durhaka.

Page 1 of 1 | Total Record : 4