cover
Contact Name
ROBERT PURBA
Contact Email
jurnalpneumatikos@stapin.ac.id
Phone
+6281329494800
Journal Mail Official
jurnalpneumatikos@stapin.ac.id
Editorial Address
Linkungan Pasir Asih No. 802-821 RT. 03 RW. 10 Majalengka 45411
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan
ISSN : 22524088     EISSN : 26858022     DOI : https://doi.org/10.56438
PNEUMATIKOS merupakan wadah untuk memublikasikan hasil penelitian teologi, baik penelitian literatur maupun lapangan, yang dilakukan oleh para dosen Sekolah Tinggi Teologi STAPIN Majalengka dan STT lain di seluruh Indonesia. Focus dari Jurnal ini ialah: Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) Dogmatika Kristen Historika Gereja Pentakostalisme Teologi Praktika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2: Januari 2023" : 7 Documents clear
Pemanfaatan Media Digital dalam Pembinaan Warga Gereja Jaqualine Avvelia Sudarmanto
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.5

Abstract

Church community development is one of the ways to maintain and foster the development of the people's faith. Coaching that has been carried out from time to time has undergone many changes adapted to the demands of the times, as is the case in today's digital era. This article aims to show that there is a demand for changes in methods and strategies in carrying out the development of church members in the digital era. Using an exploratory descriptive method, with an approach to literature review on related themes, it is shown that the digital dimension has penetrated all aspects of human life, including church members so actual service adjustments are needed. This article concludes that churches must be able to make the most of digital media in efforts to develop church members.
Hakikat TUHAN: Suatu Analisa terhadap Sebutan Nama TUHAN Menguduskan dan Aplikasinya dalam Kehidupan Kristen Chardo Nardy Silitonga; Priyantoro Widodo
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.52

Abstract

One important issue in Christian dogma is the name of God. The polemic that often arises is the use of the words YHWH and Allah. In the New Indonesian Translation, the word used to translate the word YHWH is the word LORD by using a capital letter. In the Bible, God's name can be given to humans; some are God himself who reveals His name. Exodus 31:13, there is a term that sanctifies God, a name that God has attached to Himself. In this research, the method used is qualitative, with the study of terms and analysis of the meaning of words. When God calls himself a sanctifying LORD, God reveals himself as a holy God who has freed God's people to become his own. The sanctifying God marks a people who are distinguished from other nations. God, the creator who has power over space and time, is present among His people and makes the nation holy so that it is worthy to worship before God on the Lord's Sabbath. Abstrak Satu isu penting dalam dogma kekristenan adalah mengenai nama Allah. Polemik yang seringkali muncul adalah pemakaian kata YHWH dan Allah. Dalam Terjemahan Baru kata yang dipakai untuk menerjemahkan kata YHWH adalah kata TUHAN dengan menggunakan huruf kapital. Dalam Alkitab pemberian nama Allah bisa dari manusia dan ada yang Allah sendiri yang menyatakan nama-Nya. Dalam Keluaran 31:13 ada satu istilah TUHAN yang menguduskan yang merupakan satu nama yang disematkan TUHAN pada diri-Nya. Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah kualitatif dengan studi istilah dan analisis makna kata. Ketika Allah menyebut dirinya sebagai TUHAN yang menguduskan Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang kudus yang telah membebaskan umat Tuhan untuk menjadi milik kepunyaan-Nya sendiri. TUHAN yang menguduskan menandai suatu umat yang dibedakan dari bangsa-bangsa lain. Tuhan sang pencipta yang berkuasa atas ruang dan waktu hadir ditengah-tengah umat-Nya dan menjadikan bangsa itu kudus, sehingga layak untuk beribadah dihadapan Allah pada hari Sabat Tuhan.
Pentingnya Keseimbangan antara Kualitas Rohani dan Manajerial Pemimpin dalam Menyelesaikan Konflik Organisasi Pieter Anggiat Napitupulu
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.57

Abstract

In life, every human being cannot be separated from conflicts, both between individuals and individuals with groups or between organizations. Likewise, every organization is inseparable from the name of conflict, both between individuals and individuals, individuals and groups, between groups within organizations, and even between organizations, and to be able to resolve conflicts requires the role of a leader who can provide the best solution in resolving conflicts, namely a win-win solution. or a solution that wins both parties and does not harm either party. Leaders with what quality can provide solutions or solutions that are good and profitable for all parties and do not harm any of the parties involved in a conflict, namely leaders who have balanced qualities between spiritual qualities and managerial qualities in making the best decisions that benefit the parties who are in conflict so that the conflict can be resolved properly. Abstrak Dalam hidup setiap manusia tidak mungkin terlepas dari konflik baik antar individu maupun individu dengan kelompok atau antar organisasi. Demikian pula setiap organisasi tidak terlepas dari yang namanya konflik baik antar individu-dengan individu, individu dengan kelompok, antar kelompok dalam organisasi bahkan antar organisasi dan untuk dapat menyelesaikan konflik diperlukan peran pemimpin yang dapat memberikan solusi yang terbaik dalam menyelesaikan konflik yaitu win-win solution atau solusi yang memenangkan kedua belah pihak tidak ada yang merugikan salah satu pihak. Pemimpin dengan kualitas bagaimana yang dapat memberikan solusi atau jalan keluar yang baik dan menguntungkan bagi semua pihak dan tidak merugikan salah satu pihak yang sedang terlibat konflik yaitu pemimpin yang memiliki kualitas seimbang antara kualitas rohani dengan kualitas manajerialnya dalam mengambil keputusan yang terbaik yang menguntungkan pihak-pihak yang sedang dalam konflik sehingga konflik dapat diselesaikan dengan baik
Pancasila dan Gereja: Implikasi dalam Bernegara di Indonesia Antoni Sinulingga; Susanti Embong Bulan
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.65

Abstract

Pancasila is the basis of the state for all Indonesian people with social, cultural, and religious backgrounds, including Christianity. The problem is the church, which is the symbol of Christianity; there are pros and cons when the church needs to participate in the state (politics) in Indonesia. Some Christians believe that the church does not need to be active, and some need to be active in the state (politics). The purpose of this paper is to explain what Pancasila is and what the implications of church involvement in the state in Indonesia are. The method used is a literature review of theological ethical studies. The result of this research is that the church and the state have their respective duties and roles and support each other based on the values of Pancasila. Abstrak Pancasila adalah dasar negara bagi seluruh rakyat Indonesia yang memiliki latar belakang sosial, budaya, dan agama, termasuk kekristenan. Persoalannya, gereja yang menjadi lambang kekristenan terjadi terjadi pro dan kontra, ketika gereja apakah perlu berpartisipasi dalam bernegara (politik) di Indonesia. Ada sebagian umat Kristen berpandangan bahwa gereja tidak perlu aktif dan Sebagian perlu aktif dalam bernegara (berpolitik). Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan apakah Pancasila dan bagaimana implikasinya keterlibatan gereja dalam bernegara di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dalam kajian etis teologis. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gereja dan negara memiliki tugas dan peranannya masing-masing dan saling menopang yang dilandasi nilai-nilai Pancasila.
Peran dan Tanggung Jawab Gereja dalam Upaya Menangani Degradasi Moral Pemuda di Era Modernisasi dan Globalisasi Eben Munthe
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.78

Abstract

Moral degradation is a decline and moral setback experienced by young people in this era. This is due to the era of modernization and globalization, which is experiencing development at this time, as for the moral degradation experienced by youth, such as free sex, drunkenness, drug abuse, loss of decency values, for example: how to speak words, how to dress, behavior, and so on. From this, the church has a role and responsibility in dealing with the moral degradation experienced by youth. This article aims to provide ways for believers and churches to deal with the moral degradation experienced by youth. This research uses qualitative methods in literature or library research, and library research is carried out by methods, namely through data collection, reading and recording, and processing of research materials. This study concludes that the church must be a role model and apply discipleship such as youth categorical services, cell groups (cell groups), Bible Camp, and follow-up coaching services. Abstrak Degradasi moral merupakan kemerosotan dan kemunduran moral yang dialami oleh para pemuda pada zaman ini. Hal ini disebabkan oleh adanya era modernisasi dan globalisasi yang mengalami perkembangan pada saat ini. Adapun degradasi moral yang dialami pemuda, seperti: sex bebas, mabuk-mabukkan, penyalahgunakan narkoba, hilangnya nila-nilai kesopanan, misalnya: cara bertutur kata, cara berpakaian, tingkah laku, dan sebagainya. Dari hal tersebut gereja mempunyai peran dan tanggung jawab dalam menangani degradasi moral yang dialami oleh pemuda. Artikel ini bertujuan untuk memberikan cara bagi orang percaya dan gereja dalam menangani degradasi moral yang dialami oleh pemuda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara literatur atau penelitian kepustakaan, penelitian kepustakaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan metode yaitu melalui pengumpulan data, membaca dan men-catat serta mengolah bahan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gereja harus menjadi teladan dan kemudian menerapkan pemuridan seperti pelayanan kategorial kepemu-daan, komsel (kelompok sel), Bible Camp, dan pelayanan pembinaan lanjutan (follow up).
Pemberdayaan Ekonomi Sebagai Strategi Penjangkauan dalam Pelayanan Misi Penginjilan Markus Kusni
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.79

Abstract

Pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu strategi gereja atau gembala untuk melakukan penjangkauan pelayanan misi penginjilan. Dalam penjangkauan misi penginjilan, selain membutuhkan kerohanian yang mantap hal-hal jasmani juga sangat dibutuhkan dalam pelayanan, karena dapat membantu penjangkauan pelayanan misi penginjilan. Salah satu bentuk bantuannya ialah gereja dan gembala dapat memberkati orang-orang yang akan di injili, dengan melakukan hal ini terjadilah satu pendekatan yang baik sehingga dapat memudahkan penjangkauan pelayanan misi penginjilan. Penjangkauan pelayanan misi penginjilan ialah salah satu tugas yang sangat mulia dari Allah yang di percayakan kepada hamba-Nya yang memiliki karunia di bidang ini. Adapun tujuan dari permbahasan yang peneliti uraikan dalam hal ini sebagai upaya untuk gereja dapat menjangkau atau menjawab kebutuhan jemaat baik jasmani maupun rohani melalui pemberdayaan ekonomi yang di terapkan oleh gembala sebagai strategi gereja dalam penjangkauan pelayanan misi penginjilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data karya tulis ilmiah yang mengarah kepada objek penelitian. Adapun hasil yang dapat dipresentasikan melalui pemberdayaan ekonomi ialah dapat memberkati para jiwa-jiwa, serta membantu dalam melakukan penjangkauan pelayanan misi penginjilan.
Pengaruh Pelayanan Multimedia terhadap Pelayanan Gereja Nehemia Pasaribu
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 13 No. 2: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v13i2.80

Abstract

The rapid development of technology greatly affects human life. Technology has become a human need in the era of globalization. Along with the development of existing technology, the church is also taking advantage of it. The church develops multimedia-based technology. Multimedia has become an essential technology for the church in the city and the region. With the development of increasingly sophisticated multimedia, it can help the church in carrying out church programs. However, many churches still do not understand that the influence of multimedia is very large for church services, advancing the ministry, and even exploring the gospel through online media and reaching souls for His glory. Churches that utilize multimedia-based technology will experience better and more efficient services faster. Thus the church must move so as not to be left behind by the sophistication of multimedia-based technology. This study uses a qualitative method by reading various articles as references that support the creation of articles. Abstrak Perkembangan teknologi yang begitu pesat sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia era globalisasi. Seiring dengan perkembangan teknologi yang ada, gereja juga memanfaatkan hal tersebut. Gereja mengembangkan teknologi berbasis multimedia. Multimedia menjadi teknologi yang sangat penting bagi gereja, baik gereja di kota maupun di daerah. Dengan perkembangan multimedia yang semakin canggih, dapat membantu gereja dalam menjalankan program gereja. Namun, gereja masih banyak yang belum memahami bahwasannya pengaruh multimedia sangat besar bagi pelayanan gereja, untuk memajukan pelayanan, bahkan sampai kepada mengeksplor injil melalui media online serta menjangkau jiwa bagi kemuliaan-Nya. Gereja yang memanfaatkan teknologi berbasis multimedia akan lebih cepat mengalami pelayanan yang lebih baik dan efisien. Dengan demikianlah gereja harus bergerak agar tidak ketinggalan dengan kecanggihan teknologi yang berbasis multimedia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan membaca berbagai artike sebagai refrensi yang mendukung pembuatan artikel.

Page 1 of 1 | Total Record : 7