cover
Contact Name
Lidia Susanti
Contact Email
jurnalstipakmalang@gmail.com
Phone
+6283834939393
Journal Mail Official
jurnalstipakmalang@gmail.com
Editorial Address
Jl. Janti Barat Blok A No. 47 Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan
ISSN : -     EISSN : 26212110     DOI : 10.32490
Aim and Scope DIDAKTIKOS adalah: Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Gereja Manajemen Pendidikan Kristiani Pendidikan Kristen dan Media Pembelajaran Pendidikan Kristiani dan Evaluasi Belajar
Articles 57 Documents
Analisis Manajemen Kelas Daring pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Veronika Wulan Sari; Steaven Octavianus; Dwi Novita Sari
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 1: Juni 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.858 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i1.36

Abstract

Online classroom management is the management of distance learning or online classes, to access the distance learning process using internet media. The role of managing learning is the teacher himself. At SMK Tarunatama Gerasan-Semarang, previously implemented a face-to-face learning process, but with the Covid-19 pandemic, this school has followed an appeal from the government to implement online learning. Therefore, researchers are interested in researching Online Class Management during the Covid-19 Pandemic on Christian Religious Education Learning in Class X (Ten) Tarunatama High School Getasan-Semarang. In this research process, researchers used a qualitative approach with descriptive analysis methods. To analyze the data, the writer used the triangulation technique. Data collection techniques are methods of observation, interviews, and documentation. This study found that online learning management that is currently taking place at SMK Tarunatama Getasan is in addition to new things being applied and is still not very effective for students who follow it and also for teachers who manage online classes themselves. Based on the results of interviews conducted by the author, each student who took their online class preferred face-to-face classes compared to existing online classes because there were many obstacles they experienced when joining these online classes. AbstrakManajemen kelas daring adalah pengelolaan pembelajaran jarak jauh atau kelas secara online, untuk mengakses proses pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media internet. Yang berperan mengelola pembelajaran tersebut adalah guru itu sendiri. Di SMK Tarunatama Gerasan-Semarang sebelumnya menerapkan proses pembelajaan tatap muka secara langsung, namun dengan adanya pandemi Covid-19 sekolah ini mengikuti ajuan dari pemerintah untuk mereapkan pembelajaran daring. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Manajemen Kelas Daring Di Masa Pandemi Covid-19 Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas X (Sepuluh) Smk Tarunatama Getasan-Semarang. Dalam proses penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Untuk menganalisis data tersebut, penulis menggunakan teknik triangulasi. Teknik pengumpulan data adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan pengelolaan pembelajaran secara daring yang saat ini berlangsung di SMK Tarunatama Getasan selain hal yang baru di terapkan dan masih belum terlalu efektif untuk siswa/i yang mengikutinya dan juga bagi guru yang mengelola kelas daring itu sendiri. Berdasarkan hasil dari wawancara yang di lakukan oleh penulis setiap siswa/i yang mengikuti kelas daring mereka lebih memilih kelas tatap muka secara langsung di bandingkan dengan kelas daring yang ada di karenakan ada banyak hambatan yang mereka alami ketika mengikuti kelas daring tersebut.
Pengaruh Pemahaman Nilai-nila Pendidikan Agama Kristen Orang Tua Terhadap Prilaku Anak SD Negeri 3 Sitiarjo Satria Budi TriWaluyo
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.642 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v2i1.29

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemahamanorangtua akan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen terhadap perilaku anak diSDN 3 Sitiarjo Malang. Pemahaman orang tua akan nilai-nilai PendidikanAgama Kristen meliputi tiga hal yaitu: (1) menerjemahkan nilai PendidikanAgama Kristen, (2) menafsirkan nilai Pendidikan Agama Kristen dan (3)mengektrapolasi nilai Pendidikan Agama Kristen. Sedangkan perilaku anakmeliputi dua hal yakni perilaku aktif dan perilaku pasif. Perilaku tersebutdihasilkan oleh anak sebagai respon dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua.Jenis penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan desain ExPost Facto. Penelitian dilakukan di SDN 3 Sitiarjo Malang. Sampel yangdigunakan adalah seluruh wali murud atau orang tua siswa yang beragama Kristen,yaitu sejumlah 97 orang (sampel jenuh). Instrumen yang digunakan adalahkuisioner. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan diuji denganmenggunakan SPSS for Windows 16. Setelah dilakukan regeresi lineardidapatkan bahwa pengaruh pemahaman orangtua akan nilai-nilai PendidikanAgama Kristen adalah sebesar 19,3% sedangkan 80,7% dipengaruhi oleh faktorlain. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t didapatkan hasil t hitung (4,770) t tabel (1,661) dan bilangan signifikansinya (0,000) 0,05 dari penelitian, makadiketahui bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil analisis datadapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemahaman orang tua akan nilainilaiPendidikan Agama Kristen terhadap perilaku anak di SDN 3 SitiarjoMalang. Dengan demikian, orang tua harus menanamkan nilai-nilai pendidikanAgama Kristen kepada anak-anaknya setiap saat di keluarga sebagai pondasi untukmenamampkan perilaku yang baik
Penginjilan dalam Konteks Pendidikan Agama Kristen di Tengah Masyarakat Majemuk Daniel Gerri Tedja Sukmana; Aji Suseno
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.176 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i2.43

Abstract

It is important to teach Christian religious education to church congregations to equip congregations who live in a pluralistic society. Plural society has various differences, starting from religion, belief, education. Christian religious education that is taught can also equip the congregation in carrying out the task of the Great Commission, which is to evangelize unbelievers. How-ever, evangelism that is carried out in a pluralistic society sometimes creates considerable difficulty and risk for evangelists. This article aims to teach evangelism in the context of Christian Religious Education in a pluralistic society with diverse backgrounds. This research uses the literature study analysis method, which conducted research on several relevant literature sources and related Bible verses. Furthermore, in the analysis of the literature study, the authors describe descriptively. The findings in this study are that even though there are difficulties in doing evangelism in a pluralistic society, there are still strategies to be able to do it, namely first, people who will be evangelized must be able to accept themselves as evangelists, second, after being accepted, evangelists become the same as people who will be evangelized. Once accepted, the knowledge of Christ can slowly be carried out in various ways, such as stories, writing to digital content, all of which contain Christian values but are packaged with a general point of view.AbstrakPendidikan Agama Kristen penting untuk diajarkan kepada jemaat gereja untuk memperlengkapi jemaat yang tinggal di tengah masyarakat yang majemuk. Masyarakat majemuk memiliki perbedaan yang beragam, mulai dari agama, kepercayaan, pendidikan. Pendidikan Agama Kristen yang diajarkan juga dapat memperlengkapi jemaat dalam menjalankan tugas Amanat Agung yaitu melakukan penginjilan kepada orang-orang yang belum percaya. Namun, penginjilan yang dilakukan di tengah masyarakat majemuk terkadang menimbulkan kesulitan serta resiko yang cukup besar bagi penginjil. Artikel ini bertujuan untuk mengajarkan melakukan penginjilan dalam konteks Pendidikan Agama Kristen di tengah masyarakat majemuk yang memiliki keberagaman latar belakang. Penelitian ini menggunakan metode analisis studi pustaka, untuk melakukan pene-litian terhadap beberapa sumber literatur yang relevan serta ayat-ayat Alkitab yang berkaitan. Selanjutnya analisis dari studi pustaka tersebut, penulis paparkan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini adalah walaupun ada kesulitan melakukan penginjilan dalam masyarakat majemuk, tetap ada strategi untuk dapat melakukannya, yaitu pertama, orang yang akan diinjili harus dapat menerima diri penginjil, kedua, setelah dapat diterima, penginjil menjadi sama dengan orang yang akan diinjili. Setelah dapat diterima maka perlahan pengenalan akan Kristus dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, seperti cerita, tulisan hingga konten digital yang semuanya mengandung nilai-nilai Kristiani namun dikemas dengan sudut pandang umum.
Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Kristiani melalui Pengembangan Self Control Korina Sanosa; Wahju Astarjo Rini; Yonatan Alex Arifianto
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 5, No 1: Juni 2022
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32490/didaktik.v5i1.7

Abstract

Self-control is the ability of the body and mind to do what it is supposed to do. Self-control makes us think about what will happen if we make a dangerous choice. Self-control keeps us out of trouble and helps us act appropriately. Self-control has a role in showing how we value ourselves. Self-control is an important aspect in the actualization of our thoughts, feelings, and behavior in dealing with every situation. Someone who can control himself from negative things will certainly get a positive assessment from other people (social environment), and vice versa, which also plays a role in achieving personal goals. Self-control is believed to help a person in achieving one's life goals. This study aims to determine the development of self-control through the 4P character development program (fathering, coaching, training, and mentoring) to improve the quality of education. Educational services are measured by the quality of education provided in schools. Character education aims to shape students' minds and attitudes, which is managed by instilling 4P programs (Fathering, Coaching, Training, and Mentoring) so that students can control themselves. This research method is carried out using a quantitative approach. This research was conducted using a descriptive quantitative approach. Descriptive research seeks to describe and interpret objects as they are without intending to draw conclusions that apply to the public. This research begins by collecting observational and field research literature, analyzing data, and making research reports. The results of the study found that the 4P character-building program (Fathering, Coaching, Training, and Mentoring) through self-control can impact the quality of education. AbstrakSelf-control atau kontrol diri adalah kemampuan tubuh dan pikiran untuk melakukan apa yang semestinya dilakukan. Kontrol diri membuat kita memikirkan apa yang akan terjadi jika kita mengambil pilihan yang berbahaya. Kontrol diri menjauhkan kita dari persoalan dan membantu kita bertindak tepat. Self-control memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita nilai diri. Self-control menjadi aspek yang penting dalam aktualisasi pola pikir, rasa dan perilaku kita dalam menghadapi setiap situasi. Seseorang yang dapat mengendalikan diri dari hal-hal yang negatif tentunya akan memperoleh penilaian yang positif dari orang lain (lingkungan sosial), begitu pula sebaliknya, juga berperan dalam pencapaian tujuan pribadi. Pengendalian diri dipercaya dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan self-control melalui program pembinaan karakter 4P (pembapaan, pembinaan, pelatihan, dan pendamping) upaya meningkatkan mutu pendidikan. Layanan pendidikan diukur melalui kualitas pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Tujuan pendidikan karakter untuk membentuk mental dan sikap peserta didik yang dikelola dengan menanamkan program-program 4P (Pembapaan, Pembinaan, Pelatihan, dan Pendampingan) agar peserta didik dapat mengendalikan diri. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan literatur yang terkait dengan penelitian observasi, riset lapangan, menganalisis data, dan membuat laporan penelitian. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa program pembinaan karakter 4P (Pembapaan, Pembinaan, Pelatihan, dan Pendampingan) melalui self-control dapat memberikan dampak pada peningkatan mutu pendidikan. 
Refleksi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter melalui Ritual Latal Leryani Mince Maria Manuain; Seyansye Marfreda Wasyati Lasibey
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.554 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i2.41

Abstract

This study aims to determine the values of character education in Latal rituals in North Langkuru village. To Answer the research objectives, the author uses qualitative methods with in-depth interviews, observation, and documentation. With this method, it is found that there are character education values in Latal rituals in North Langkuru Village. The values contained in Latal rituals are the value of cooperation, solidarity, mutual respect, religion, responsibility in ritual implementation, obedience, sincerity in carrying out rituals, fair and square in distributing land. The inclusion of character values in the ritual appears in the life of the north Lengkuru Village community and is willing to sacrifice, loyal friends, obedient, sincere, fair, and square.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang ter-kandung dalam ritual latal di desa Langkuru Utara yang masih dianggap relevan dengn kehidupan masyarakat saat ini, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendidikan karakter. Untuk menjawab tujuan penelitian penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawan-cara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dengan metode tersebut ditemukan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dalam ritual Latal di desa Langkuru Utara. Nilai-nilai yang terka-dung dalam ritual Latal yaitu nilai gotong royong, solidaritas, saling menghormati, religius, ber-tanggung jawab dalam pelaksanaan ritual, kepatuhan, ketulusan dalam hal menjalankan ritual, jujur dan adil dalam pembagian lahan. Tertananmnya nilai-nilai karakter dalam ritual tersebut nampak pada kehidupan masyarakat desa Langkuru dalam budaya tolong-menolong, saling menghargai dan menghormati, kerja keras dan rela berkorban, setia kawan, kepatuhan dan ketulusan, jujur dan adil.  
Korelasi Strategi Pembelajaran Online Desain Motivasi ARCS terhadap Ketangguhan Siswa SD CHARIS pada Pelajaran Agama Kristen Susane Ikawati; Lidia Susanti
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 4, No 1: Juni 2021
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.928 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v4i1.62

Abstract

Grit merupakan kombinasi dari gairah (passion), ketangguhan (resilience), keteguhan hati (determination), dan fokus yang akan mendorong seseorang untuk menjadi disiplin dan optimis dalam menekuni apa yang sedang dilakukannya meskipun harus menghadapi ketidaknyamanan, penolakan, dan kemajuan yang tidak terlalu signifikan. Pembelajaran berbasis Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction (ARCS) merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti sebuah pembelajaran ataupun untuk menyelesaikan sebuah tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari pembelajaran dengan model motivasi ARCS terhadap tingkat grit (ketangguhan) siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan subyek penelitian siswa kelas 5 SD Kristen Charis yang berjumlah 55 siswa. Melalui uji perbedaan Independent Samples T-Test yang telah dilakukan, ada perbedaan pencapaian tingkat grit yang signifikan (Sig. (2-tailed) = 0,007) antara kelompok kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan desain model motivasi ARCS dan kelompok kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan desain model motivasi ARCS dengan nilai t(30) = 2,808. Kelompok kelas eksperimen mengalami peningkatan level grit lebih tinggi dibandingkan kelompok kelas kontrol. Melalui penelitian ini didapatkan bahwa strategi pembelajaran dengan model motivasi ARCS memperkuat strategi pembelajaran yang selama ini telah digunakan di SD Kristen Charis.
Hubungan Metode Katekisasi Terhadap Motivasi Kehadiran Jemaat di Gereja Kristen Jawi Wetan Jemaat Turen Semuel Ruben
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.025 KB)

Abstract

Kehadiran gereja dalam ibadah di gereja tidak lepas dari kedewasaan imannya. Kematangan iman gereja tidak dapat dipisahkan dari kualitas pengajaran di dalam gereja itu sendiri. Salah satu metode pengajaran tentang iman Kristen adalah metode katekismus. Katekismus adalah metode pengajaran yang telah digunakan oleh gereja dari waktu ke waktu untuk menjadi alat dalam memperlengkapi anggota gereja untuk meningkatkan iman anak-anak dan orang dewasa untuk menuntun pada kedewasaan iman mereka. Metode katekisasi juga merupakan alat untuk meningkatkan motivasi kehadiran dalam persekutuan gereja baik dalam persekutuan anak-anak dan persekutuan dewasa. Yang dimaksud dengan motivasi di sini adalah alasan atau dorongan bagi jemaat untuk menghadiri kegiatan ibadah di gereja. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diajukan untuk penelitian adalah seberapa besar hubungan antara metode kateketik dan motivasi kehadiran di gereja di Greja. Gereja Kristen Jawi Wetan Turen? Rumusan masalah ini dijelaskan sebagai berikut jika katekismus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga akan mempengaruhi kehadiran anggota gereja di greja Kristen jawi wetan Turen. Situs penelitian di Gereja Greja Kristen Jawi Wetan Turen dengan anggota mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berjumlah 259 orang. Dari 259 orang peneliti mengambil sampel sebanyak 140 orang sebagai informan. Dalam memperoleh data, peneliti menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data utama. Teknik analisis data peneliti menggunakan statistik non-parametrik dengan pengujian hipotesis menggunakan regresi Moment produk sederhana. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa: Ada korelasi antara metode kateketik dan motivasi kehadiran di gereja di Gereja Greja Kristen Jawi Wetan Turen. Pengaruhnya mencapai 37,8%, artinya jika nilai katekismus naik satu unit maka nilai motivasi kehadiran di gereja naik 37,8% di Gereja Greja Kristen Jawi Wetan Turen. Dalam hal ini penulis menyarankan agar gereja dapat memperhatikan katekismus untuk memotivasi kehadiran anggota gereja dalam persekutuan gereja.
Model Pembinaan Iman Anak Tertolak Guna Perkembangan Moral dan Spiritual Anak (Studi fenomenologis di Yayasan Pondok Hayat Surabaya) Diana Meita Zain
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.721 KB)

Abstract

Ada beberapa anak yang hampir kehilangan nyawanya, yaitu anak-anak yang bebas dari aborsi dan anak-anak yang ditolak. Anak-anak ini umumnya memiliki masalah dalam berperilaku, karena tidak adanya peran orang tua dan kerentanan pengaruh lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini difokuskan pada bagaimana model pembentukan iman 'anak-anak yang ditolak' untuk perkembangan moral dan spiritual mereka. Masalah dirumuskan berdasarkan fenomena penelitian, yaitu bagaimana model pembentukan iman untuk anak-anak yang ditolak, dan bagaimana model pembentukan iman mempengaruhi perkembangan moral dan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pembentukan iman anak ditolak, sangat penting untuk perkembangan moral dan spiritual anak yang ditolak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang menekankan arti penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah studi fenomenologis, yang merupakan pendekatan yang menggambarkan makna umum sejumlah individu tentang pengalaman hidup mereka. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) membina iman yang ditolak seorang anak yang sejauh ini tidak berdampak pada perkembangan moral dan pertumbuhan spiritual anak, (2) karakter Alkitab anak yang ditolak oleh Jefta , dapat menjadi contoh dan bermanfaat bagi perkembangan moral dan spiritual anak.
Hubungan Pendidikan Agama Kristen oleh Orang tua dengan Moralitas Remaja di Gereja Ester Melati
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 3, No 2: Desember 2020
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.254 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v3i2.12

Abstract

This study aims to determine the effect of Christian Religious Education by parents on the morality of adolescents in the Gereja Bethel Indonesia Tanjung Piayu Batam congregation. The method used in this research is quantitative. The tools used to collect data were questionnaires. Reliability Instrument The total variance of Variable X was 277.51 with reference to the level of reliability, the observation instrument reliability index of Variable X was very significant, namely 0.121. Reliability Instrument The total variance of Variable Y is 290.93. Analysis of research data, where the value of Ft from the table with a significance of 5% with Dk = 1/28 is 4.22. Retrieved 14.95 4.22. The correlation between the variables X and Y is expressed by r r. From the above calculations, the rxy price is 0.963. This price is then consulted with the r price of the moment product at the 95% acceptance level for N = 30, namely r (0.05) = 0.361. The results obtained were 0.963 0.361, meaning that there was a correlation between variables X and Y.Thus, there was an effect of Christian Religious Education by parents on adolescent morality in the GBI Tanjung Piayu Batam congregation.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Kristen oleh orang tua terhadap moralitas remaja di jemaat Gereja Bethel Indonesia Tanjung Piayu Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun alat yang dipakai untuk menjaring data adalah angket. Reliabilitas Instrument Varians total Variabel X adalah 277,51 dengan mengacu kepada taraf reliabilitas diperoleh indeks reliabilitas instrumen observasi Variabel X sangat signifikan yakni 0,121. Reliabilitas Instrument Varian total Variabel Y adalah 290.93. Analisis data penelitian, dimana nilai Ft dari tabel dengan signifikansi 5% dengan Dk = 1/28 adalah 4,22. Diperoleh 14.95 4,22.  Korelasi antara variabel X dan Y dinyatakan dengan rhitung rtabel. Dari perhitungan di atas diperoleh harga rxy sebesar 0,963. Harga ini kemudian dikonsultasikan dengan harga rtabel dari produk moment pada taraf penerimaan 95% untuk N=30 yaitu r ( 0,05) = 0,361. Diperoleh hasil 0,963 0,361, yang berarti terdapat korelasi Variabel X dengan Y. Dengan demikian terdapat pengaruh Pendidikan Agama Kristen oleh orang tua terhadap moralitas remaja di jemaat Gereja Behtel Indonesia Tanjung Piayu Batam.
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa STIPAK Malang Angkatan Tahun 2018-2019 Suratni Suratni; Kristyana Kristyana
DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Vol 2, No 2: Desember 2019
Publisher : STIPAK Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.604 KB) | DOI: 10.32490/didaktik.v2i2.66

Abstract

Phubbing behavior is part of someone who is addicted to gadgets. The impact is the emergence of a sense of disregard for the people around them as well as for the environment. Allegedly because someone has low emotional intelligence then phubbing behavior can appear. The purpose of this study was to determine whether emotional intelligence can affect phubbing behavior in STIPAK, Malang students for the 2018-2019 class. The method used in this research is quantitative by using the survey method. The results showed a negative relationship which explains that when students’ emotional intelligence is high, phubbing behavior is low, and vice versa when student’s emotional intelligence is low, phubbing behavior is high. AbstrakPerilaku phubbing merupakan bagian dari dalam diri seseorang yang kecanduan akan gawai. Dampaknya adalah munculnya rasa tidak peduli terhadap orang sekitarnya juga terhadap linkungan. Diduga karena seseorang memiliki kecerdasan emosional yang rendah maka perilaku phubbing dapat muncul.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan kecerdasan emosional dapat mempengaruhi perilaku phubbing pada mahasiswa STIPAK Malang Angkatan 2018-2019. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang menjelaskan bahwa saat kecerdasan emosional mahasiswa tinggi maka perilaku phubbing rendah, demikian pula sebaliknya saat kecerdasan emosional mahasiswa rendah maka perilaku phubbing tinggi.