cover
Contact Name
Joko Malis Sunarno
Contact Email
jurnalpolibara@gmail.com
Phone
+6285291975050
Journal Mail Official
jurnalpolibara@gmail.com
Editorial Address
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Banjarnegara Jl Raya Madukara Km. 2 Kenteng Banjarnegara, Jawa Tengah, 53482
Location
Kab. banjarnegara,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Medsains
ISSN : 24428752     EISSN : 29638542     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Medsains merupakan media untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan bidang kesehatan secara luas, dalam Bahasa Indones
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni" : 7 Documents clear
GAMBARAN FAKTOR LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK TERJADINYA MALARIA DI KABUPATEN BANJARNEGARA Tri Suryantoro; Bayu Suseno
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.423 KB)

Abstract

Of the 34 Health center areas in Banjarnegara District, malaria incidence was found in seven health center areas (1.54%) in 2017 so that it was declared an endemic area. Based on data from the Banjarnegara District Health Office (2015), four sub-districts were declared as endemic areas. Subdistricts that investigated were 61 cases in Banjarmangu Subdistrict, 11 cases in Purwonegoro Subdistrict, 7 cases in Kalibening Subdistrict, and 4 cases in Purworejo Klampok Subdistrict. This study aims to analyze the influence of the physical environment and mosquito species on the perception of malaria endemic areas, explorative analytic, with 45 respondents who were positive for malaria at four sampling stations. The results showed that there are two factors of the physical environment that influence people's perceptions in malaria endemic areas of Banjarnegara Regency, humidity factors and wind speed factors. Mosquito species will not affect the community, but from the results of the spread of the number of species of Anopheles mosquitoes that found the station affected by the highest malaria incidence, namely in the Banjarmangu Subdistrict. This area has varies elevation between 500-1000 m.a.s.l. that suitable for Anopheles mosquito habitat as the main vector malaria. Kata kunci : Lingkungan fisik, Spesies nyamuk, Persepsi masyarakat ABSTRAK Dari 34 wilayah Puskesmas yang ada di Kabupaten Banjarnegara, kejadian malaria ditemukan di 7 wilayah Puskesmas (1,54%) pada tahun 2017 sehingga dinyatakan sebagai daerah endemis. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara (2015), 4 kecamatan dinyatakan sebagai daerah endemis. Kecamatan yang dimaksud yaitu 61 kasus di Kecamatan Banjarmangu, 7 kasus di Kecamatan Kalibening, 11 kasus di Kecamatan Purwonegoro, dan 4 kasus di Kecamatan Purworejo Klampok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan fisik dan spesies nyamuk terhadap persepsi masyarakat daerah endemis malaria. Penelitian ini bersifat analitik eksploratif. Total responden adalah 45 orang responden yang positif malaria pada 4 stasiun pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 faktor dari lingkungan fisik yang berpengaruh terhadap persepsi masyarakat di daerah endemis malaria Kabupaten Banjarnegara yaitu kelembaban dan kecepatan angin. Spesies nyamuk tidak berpengaruh terhadap persepsi masyarakat, akan tetapi dari hasil distribusi frekuensi jumlah spesies nyamuk Anopheles yang tertangkap mewakili stasiun yang terdampak kejadian malaria tertinggi yaitu di wilayah Kecamatan Banjarmangu. Area ini memiliki ketinggian antara 500-1000 mdpl yang merupakan ketinggian yang cocok untuk habitat nyamuk Anopheles sebagai vektor utama perantara penyakit malaria.
HUBUNGAN ANTARA UMUR, NUTRISI DAN INDEKS MASA TUBUH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST SC PADA IBU NIFAS Dian Nirmala Sari; Umi Nur Fajri
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.882 KB)

Abstract

In Indonesia, the incidence of caesarean section increased by 9.8 percent from a total of 49,603 births from 2010 to 2013. Sections of caesarea are the primary choice for medical personnel to save mothers and fetuses. Post operative wound infection is one of the main problems in surgical practice. The purpose of this study was to determine the relationship between age, nutrition and body mass index on post-SC wound healing in postpartum mothers. Quantitative research methods with a cross sectional approach. The sample in this study were all post SC postpartum mothers at Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Hospital. The results of age study were not related to post SC wound healing p value 0.369. Nutrition is related to post SC wound healing value of p value 0.001. The mother's body mass index is not related to post-SC wound healing value of p value 0.354. Suggestions for health workers Hj. Anna Lasmanah, the executor in the puerperium service room, collaborated with the nutrition department to provide nutrients that contain lots of protein. Kata kunci : Umur, Nutrisi, IMT, Penyembuhan Luka ABSTRAK Di Indonesia angka kejadian section caesarea mengalami peningkatan sebesar 9,8 persen dari total 49.603 kelahiran sepanjang tahun 2010 sampai dengan 2013. Tindakan sectio caesarea (SC) merupakan pilihan utama bagi tenaga medis untuk menyelamatkan ibu dan janin. Infeksi luka post operasi merupakan salah satu masalah utama dalam praktek pembedahan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara umur, nutrisi dan indeks masa tubuh terhadap penyembuhan luka post SC pada ibu nifas. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Analisa data menggunakan Univariat dan Bivariat. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas post SC di RSUD Hj.Anna Lasmanah Banjarnegara. Hasil penelitian umur tidak berhubungan dengan penyembuhan luka post SC nilai p value 0,369. Nutrisi berhubungan dengan penyembuhan luka post SC nilai p value 0,001. Indek Massa Tubuh (IMT) ibu tidak berhubungan penyembuhan luka post SC nilai p value 0,354. Saran bagi tenaga kesehatan RSUD Hj. Anna Lasmanah pelaksana di ruang pelayanan nifas berkerjasama dengan bagian gizi untuk memberikan nutrisi yang banyak mengandung protein.
PERSEPSI IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN HIV/AIDS DI BANYUMAS Evicenna Naftuchah Riani; Dewi Ambarwati
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.957 KB)

Abstract

Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV / AIDS) is still a global problem, including in Indonesia. Where the morbidity and mortality rate have to increase. HIV is a virus that attacks the human immune system, so sufferers are susceptible to various diseases. AIDS is a collection of symptoms and infections resulting from damage to the human immune system caused by HIV infection. Finding of HIV / AIDS cases in Banyumas, has increased cases from year to year. In 2015, there were 251 HIV cases and 125 AIDS cases. Case data in Banyumas is derived from the VCT (Voluntery Counseling and Test) report from general Hospital Prof. Dr. Margono Soekardjo and RSUD Banyumas. The purpose of this study was to look at perceptions of pregnant women towards HIV / AIDS testing. This research uses a qualitative method with a case study. Data collection used in-depth interviews of 8 primary informants and 4 secondary informants as triangulation. The results showed that health care workers in this case midwives did not maintain patient privacy, did not carry out pre and post counseling. HIV / AIDS testing is based on the Health Workers Initiative, and the implementation of integrated examinations in integrated ANC services. There is a gap between theory and implementation in the field. Kata kunci: Persepsi, Ibu hamil, HIV/AIDS. ABSTRAK Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrom (HIV/AIDS) masih menjadi masalah global, termasuk di Indonesia. Dimana angka kesakitan dan kematian yang terus meningkat. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga penderita mudah terkena berbagai penyakit. AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Penemuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas, mengalami peningkatan kasus dari tahun ke tahunnya. Tahun 2015, kasus HIV sebanyak 251 dan AIDS sebanyak 125 kasus. Data kasus di Banyumas ini berasal dari laporan VCT (Voluntery Councelling and Test) dari Rumah sakit Prof. Dr. Margono Soekardjo dan RSUD Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat persepsi ibu hamil terhadap pemeriksaan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus (case study). Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview) informan primer sebanyak 8 orang dan informan sekunder sebagai triangulasi sebanyak 4 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa petugas pelayanan kesehatan dalam hal ini bidan kurang menjaga privacy pasien, tidak melaksanakan konseling pra dan pasca konseling. Pemeriksaan HIV/AIDS berdasarkan atas inisisati petugas kesehatan, dan pelaksanaan pemeriksaan terintegrasi dalam pelayanan ANC terpadu. Terdapat kesenjangan antara teori dan pelaksanaan di lahan.
STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM NORMAL MENGENAI MANAJEMEN LAKTASI DI PUSKESMAS PONED KABUPATEN BANJARNEGARA Ratih Subekti; Reni Sumanti
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.087 KB)

Abstract

Lactation is the whole process of breastfeeding from breast milk produced to the process of babies sucking and swallowing breast milk. The success of the breastfeeding process can be achieved by applying good lactation management. Lactation management starts from pregnancy (antenatal), immediately after giving birth (natal) and breastfeeding (post-natal). The purpose of this study was to determine the description of the knowledge of normal postpartum mothers regarding lactation management at the PONED Community Health Center in Banjarnegara District. This type of research is quantitative research with a descriptive approach. Sampling using consecutive sampling, the sample size is 60 normal postpartum mothers. Analysis of the data used is univariate analysis. In this analysis only produces a frequency distribution. The research instrument used a questionnaire sheet containing the characteristics of respondents and regarding lactation management which consisted of six indicators namely knowledge about breastfeeding, breast care, IMD, correct breastfeeding techniques, breastfeeding on demand and breast milk. The results of this study show a picture of normal postpartum maternal knowledge about lactation management with good knowledge of 20 people (33.3%), enough that is 34 people (56.7%) and less than 6 people (10.0%). Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Postpartum Normal, Manajemen Laktasi. ABSTRAK Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai dengan proses bayi menghisap dan menelan ASI. Keberhasilan proses menyusui dapat dicapai dengan cara menerapkan manajemen laktasi yang baik. Manajemen laktasi dimulai dari sejak hamil (antenatal), segera setelah melahirkan (natal) dan masa menyusui (post natal). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu postpartum normal mengenai manajemen laktasi di Puskesmas PONED Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling, besar sampel yaitu 60 ibu postpartum normal. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner berisi karakteristik responden dan mengenai manajemen laktasi yang terdiri dari enam indikator yaitu pengetahuan tentang menyusui, perawatan payudara, IMD, teknik menyusui yang benar, Pemberian ASI secara on demand dan ASI perah. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran pengetahuan ibu postpartum normal mengenai manajemen laktasi dengan pengetahuan baik sebanyak 20 orang (33.3%), cukup yaitu 34 orang (56.7%) dan kurang 6 orang (10.0%).
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS BANJARNEGARA 2 KABUPATEN BANJARNEGARA Lia Aria Ratmawati; Dewie Sulistyorini
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.406 KB)

Abstract

Asphyxia is a failure of breath spontaneously and is born at birth or shortly after birth, which can be caused by maternal, infant and umbilical factors. The purpose of this study was to determine the description of the factors of asphyxia in newborns at the Banjarnegara Puskesmas 2 Banjarnegara District. This type of quantitative research is analytic survey design, cross sectional approach method. The population is all mothers who give birth to newborns with asphyxia in January - May 2020 at the Banjarnegara Health Center 2 as many as 22 newborns with asphyxia. The sampling technique uses total sampling. Univariate analysis looked at the frequency distribution and the percentage of each variable studied, namely maternal age, maternal parity, gestational age, difficult delivery and amniotic fluid conditions. Mothers who gave birth with asphyxia were the majority at low risk of 77.27%. Parity of mothers giving birth with asphyxia all primipara and grandemultipara amounted to 100%. The gestational age of mothers giving birth with asphyxia all term is 100%. The majority of mothers who give birth with asphyxia occur in mothers who have had a difficult delivery of 90.91%. The majority of amniotic fluid conditions are 68.18% mixed with meconium. Kata kunci : Asfiksia, Usia, Paritas, Kehamilan, Penyulit ABSTRAK Asfiksia adalah kegagalan napas secara spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir, dapat disebabkan oleh faktor ibu, bayi dan tali pusat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran faktor terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir di Puskesmas Banjarnegara 2 Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian kuantitatif dengan design survey analitik, metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua ibu yang melahirkan bayi baru lahir dengan asfiksia pada bulan Januari - Mei 2020 di Puskesmas Banjarnegara 2 sebanyak 22 bayi baru lahir dengan asfiksia. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis univariat melihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel yang diteliti yaitu usia ibu, paritas ibu, umur kehamilan, penyulit persalinan dan kondisi air ketuban. Ibu yang melahirkan bayi baru lahir dengan asfiksia mayoritas berusia beresiko rendah sejumlah 77,27%. Paritas ibu yang melahirkan bayi baru lahir dengan asfiksia semua masuk kategori primipara dan grandemultipara sejumlah 100%. Umur kehamilan ibu yang melahirkan bayi baru lahir dengan asfiksia semua kategori umur kehamilan aterm sejumlah 100%. Ibu yang melahirkan bayi baru lahir dengan asfiksia mayoritas terjadi pada ibu yang mengalami persalinan dengan penyulit sejumlah 90,91%. Kondisi air ketuban pada ibu yang melahirkan bayi baru lahir dengan asfiksia mayoritas air ketuban bercampur mekonium sejumlah 68,18%.
GAMBARAN KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA PESODONGAN KECAMATAN KALIWIRO KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2020 Dwi Atin Faidah
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.735 KB)

Abstract

One of the goals of the 17 Sustainable Development Goals (SDGs) at the sixth point is to ensure the availability of clean water and sustainable sanitation for everyone. Universal access to adequate sanitation are basic needs and human rights (WHO, 2017). The results of Basic Health Research (Riskesdas) in 2018 showed that the number of households in Indonesia using latrines is 88,2%. One of the districts in Central Java whose coverage of access to healthy latrines is still lowest is Wonosobo district (58%). 1n 2019, based on data from Kaliwiro Public Health Center, the coverage of healthy latrine access in Pesodongan village is still at 91%. The purpose of this study was to find out the description of ownership of latrines in Pesodongan Village, Kaliwiro Sub-District. This research is a descriptive study with a cross sectional research design approach. The study was conducted in April-May 2020. The sample in this study was 596 families. Data collection is done through secunder data from Kaliwiro Public Health Center. The data is processed through the process of cleaning, editing, coding, tabulating and entry and then performed statistical analysis using SPSS version 19.0. The statistical design used is univariate analysis. The results showed that the most respondents have permanent healthy latrines in Pesodongan Hamlet (52,7%), the most respondents have semi-permanent healthy latrines in Gintung Hamlet (62,5%), the most respondents who share latrines in Pesodongan Hamlet (42,9%) and most respondents who still have open defecation behavior in Majaina Hamlet (49,1%). It is hoped that the government will expected to be able to do more intensive triggering and provide assistance in the form of latrines that meet the requirements for residents who do not have latrines. Kata kunci : Jamban, Air Bersih, Kepemilikan Jamban, Sanitasi ABSTRAK Salah satu tujuan dari 17 point SDG’s pada point keenam adalah menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang. Akses universal ke sanitasi yang memadai adalah kebutuhan mendasar dan hak asasi manusia (WHO, 2017). Proporsi perilaku buang air besar di jamban untuk masyarakat Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 rata-rata nasional baru mencapai 88,2%. Kabupaten/ kota dengan persentase akses sanitasi layak terendah di Jawa Tengah adalah Wonosobo (58%). Berdasarkan data Puskesmas Kaliwiro capaian penduduk dengan akses sanitasi layak (jamban sehat) pada tahun 2019 Desa Pesodongan baru mencapai 91%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepemilikan jamban di Desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 596 KK. Cara pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan data sekunder dari Puskesmas Kaliwiro. Data diolah dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang paling banyak mempunyai jamban sehat permanen (JSP) berada di Dusun Pesodongan (52,7%), responden yang paling banyak mempunyai jamban sehat semi permanen (JSSP) berada di Dusun Gintung (62,5%), responden yang paling banyak sharing/ numpang berada di Dusun Pesodongan (42,9%) dan responden yang masih mempunyai perilaku BABS paling banyak berada di Dusun Majaina (49,1%). Diharapkan kepada pemerintah bisa melakukan pemicuan lebih intensif serta memberikan bantuan pembuatan jamban.
GAMBARAN PERILAKU CUCI TANGAN DAN PENGGUNAAN JAMBAN PADA PENERIMA PROGRAM JAMBANISASI DI KELURAHAN SOKANANDI KABUPATEN BANJARNEGARA Barni
Jurnal Ilmiah Medsains Vol 6 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Politeknik Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.69 KB)

Abstract

The degree of public health can be pursued by applying clean and healthy living behaviors. Washing hands and using latrines are indicators of clean and healthy living behavior in the household setting. Both of these behaviors can prevent a person from the risk of disease, but in practice not fully realized. The purpose of this study was to analyze clean and healthy living behaviors which include washing hands and using latrines. This research is a type of descriptive research with cross sectional approach. The study was conducted in Sokanandi Village, Banjarnegara District. Data collection is done by observation and interviews with a questionnaire guide. This study uses univariate analysis with a sample of 30 informants receiving latrine program. The results obtained show the behavior of washing hands before and after eating after bowel movements, after work, using running water and soap is already high. Hand washing behavior with the correct procedure is still low. There are behaviors that do not use healthy latrines in families of latrine program recipients as much as 16.7%. Health workers are expected to continue to increase awareness about washing hands and using latrines to the community in various activities involving local community leaders. Kata kunci: Perilaku, Cuci Tangan, Jamban ABSTRAK Derajat kesehatan masyarakat dapat diupayakan dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dan penggunaan jamban merupakan salah satu indikator perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan rumah tangga. Kedua perilaku tersebut dapat menghindarkan seseorang dari risiko penyakit, namun dalam prakteknya belum sepenuhnya disadari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi cuci tangan dan penggunaan jamban. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sokanandi Kabupaten Banjarnegara. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan panduan kuisioner. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan sampel 30 informan penerima program jambanisasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan perilaku mencuci tangan sebelum dan sesudah makan setelah BAB, setelah bekerja, menggunakan air mengalir dan sabun sudah tinggi. Perilaku mencuci tangan dengan prosedur yang benar masih rendah. Terdapat perilaku yang tidak menggunakan jamban sehat pada keluarga penerima program jambanisasi sebanyak 16,7%. Petugas kesehatan diharapkan terus meningkatkan sosialisasi tentang cuci tangan dan penggunaan jamban kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7