cover
Contact Name
Linardita Ferial
Contact Email
linarditaferial@unbaja.ac.id
Phone
+6287884906664
Journal Mail Official
adkes@unbaja.ac.id
Editorial Address
Jl. Syekh Moh. Nawawi Albantani Kp. Boru Kecamatan Curug, Serang-Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Baja Health Science
ISSN : 27753859     EISSN : 27753840     DOI : https://doi.org/10.47080
Core Subject : Health,
Journal of Baja Health Science (JOUBAHS) is an open-access journal published by Health Administration Department, Faculty of Economic and Business, Universitas Banten Jaya as scientific journal to accommodate current topics related to preventive and promotive measures to enhance the health of the public through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as biostatistics, epidemiology, health education and promotion, health policy and administration, environmental health, public health nutrition, sexual and reproductive health, and occupational health and safety. The journal employs a peer-review mechanism where each submitted article should be anonymously reviewed by expert peers appointed by the editor. Articles published in this journal could be in form of the original article and invited article (brief reports, case reports, opinion articles, commentaries, editorials, and correspondence).
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science" : 11 Documents clear
LITERATUR REVIEW DETERMINAN BIOPSIKOSOSIAL MULTIDRUG RESITANT TUBERCULOSIS LINA ALFIYANI
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2550

Abstract

Model biopsikososial digunakan untuk menelaah determinan penyakit berdasarkan pada aspek biologis, psikologis dan sosial suatu penyakit tertentu. Determinan biopsikososial MDR-TB perlu dikaji lebih dalam dengan analsis literatur riview. Tujuan penelitian ini adalah untuk analisis tinjauan pustaka. Menganalisis determinan biopsikososial Multi Drug Resistant Tuberkulosis. Berdasarkan analisis artikel melalui basis data dari PUBMED dan Google Scholar, scient direct, onesearch.id. Tidak ada upaya dari penulis untuk mencari secara spesifik artikel-artikel yang tidak terpublikasi. Kata kunci yang digunakan adalah “deteminants” and “risk faktor” and ”biopsychosocial” and “MDR-TB”. Berdasarkan analisis data base menggunakan Revman 5.4 mendapatkan artikel yang sesuai sebanyak 12 artikel..
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENURUNAN NYERI LUTUT LANSIA DENGAN OSTEOARTRITIS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 Shyffa Virginestya Zulkarnaen; Robiatun Amaliyah Ranti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2632

Abstract

Masalah nyeri lutut terhadap osteoarthritis pada lanjut usia (lansia) cukup tinggi bertambahnya usia lansia termasuk golongan yang mengalami masalah nyeri lutut akibat degeneratif/penuaan. Pada Lanjut Usia (lansia) kecepatan berjalan menurun akibat proses fisiologis dimana kualitas otot rangka menurun. Perubahan dan kemunduran pada lansia dengan penyakit degeneratif akan mengeluh mengalami kekakuan otot, kram, atau spasme. Penyakit osteoarthritis menyebabkan perubahan fungsi otot serta penurunan kekuatan dan kontraksi yang sering terjadi pembengkakan sendi, kerusakan pada tulang, peradangan pada tendon, sehingga lansia merasa kelelahan dan sakit/nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh senam yoga pada lansia terhadap penurunan nyeri lutut dengan osteoartritis pada lansia di panti sosial tresna werdha budi mulia 2. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Pre experimental research) yaitu metode yang menggunakan one grup pre and posttest. Hasil Penelitian didapatkan p-value 0,001 dimana adanya pengaruh pada intervensi pada pemberian intervensi senam yoga dalam menurunkan nyeri lutut menurunkan nyeri lutut pada lansia.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Bawah Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Sarah Nur Fitriani; Robiatun Amaliyah Ranti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2633

Abstract

Proses penuaan memiliki jenis masalah yang berbeda-beda, seperti masalah fisik dan mental. Dimana pada individu yang lebih tua, penurunan kekuatan otot sangat prediksi keterbatasan fungsional dan kecacatan, dan tingkat kekuatan minimum diperlukan untuk melakukan tugas-tugas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana pengaruh senam yoga terhadap kekuatan otot ektremitas bawah pada lansia di panti tresna werdha budi mulia 2. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (pre eksperimental research), yaitu metode yang menggunakan one grub pre dan post test. Hasil dari Analisa uji hipotesa menggunakan uji Wilcoxon sebelum intervensi dan sesudah intervensi senam yoga hasil A Symp.Sig. 2 (Tailed) yang didapatkan hasil P = 0,010 Hal ini menunjukan bahwa terdapat penigkatan anatar sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai probalitas P = 0,013 atau P < 0,005, yang berarti pemberian senam yoga selama 4 minggu dengan intensitas 3 kali per minggu dengan durasi 30 menit memberikan manfaat terhadap kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia sehingga di simpulkan bahwa pemeberian senam yoga dapat meningkatkan kekuatan otot pada lansia.
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP PENINGKATAN MOBILITAS SENDI LUTUT LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 2 Devina Hariyanti Siregar; Robiatun Amaliyah Ranti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2634

Abstract

Semakin bertambahnya umur pada lansia maka akan terjadi proses penuaan secara degeneratif yang akan berdampak pada perubahan-perubahan diri lansia seperti kulit kering, penipisan rambut, dan penurunan pendengaran. Lansia sering melaporkan status dan fungsi kesehatan yang buruk, kesulitan kognitif dan rawat jalan, dan ketergantungan untuk aktivitas hidup sehari-hari. Kondisi kesehatan mempengaruhi penurunan fungsi gerak pada lansia. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post one group design. Penelitian ini akan menggunakan beberapa formulir yang terdiri dari Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP), formulir kesediaan (inform consent), identitas pasien. Tujuan dari penelitian ini yaitu pengaruh senam yoga terhadap peningkatan mobilitas sendi lutut lansia. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan menggunakan Uji Paired T-Test didapatkan nilai Sig (2-tailed) 0.000 pada alpha 5% yaitu 0.000 < 0.05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara senam yoga terhadap mobilitas sendi lutut pada lansia di panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 tahun 2023 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan signifikan antara senam yoga dengan peningkatan mobilitas sendi lutut lansia.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS HIDUP TERHADAP KESEIMBANGAN LANSIA DI KEL.CILILITAN JAKARTA TIMUR Muhammad Yazid Syukrillah; Robiatun Amaliyah Ranti; Adinda Nur Pertiwi
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2640

Abstract

Lansia mengacu pada orang yang telah mencapai usia 60 tahun. Lansia mengalami berbagai perubahan fisik, mental dan sosial. Perubahan fisik meliputi penurunan kekuatan, stamina, dan penampilan. Hal ini dapat menyebabkan beberapa orang menjadi depresi atau tidak bahagia saat memasuki usia tua. Jika mereka bergantung pada kekuatan fisik yang tidak lagi mereka miliki, mereka menjadi tidak efektif dalam pekerjaan dan peran sosial (Azizah, 2017). Status kesehatan lansia semakin menurun seiring bertambahnya usia, yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Penuaan disertai dengan munculnya berbagai penyakit, penurunan fungsi fisik, keseimbangan dan risiko jatuh. Menurunnya status kesehatan lansia berlawanan dengan keinginan lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan mampu melakukan aktivitas seperti biasa seperti mandi mandiri, berpakaian mandiri dan beraktivitas (Brett et al., 2012). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hubungan antara keseimbangan dan kualitas hidup pada lansia. Desain penelitian ini adalah menggunakan pretest – posttest one grup design, pre experimental study. Subyek penelitian adalah lansia di atas 60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pada subyek dilakukan pemeriksaan keseimbangan yang di ukur dengan uji TUG dan kualitas hidup yang di ukur dengan WHOQOL-BRIEF. Analisis statistik menggunakan uji Paired-T test. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisa uji normalitas kualitas hidup dan keseimbangan hasil p-value pre test dan post tes adalah data berdistribusi normal (H0 diterima) dan hasil uji hipotesa nilai koefisien korelasi dengan nilai signifikan (Sig.) karena nilai Sig. probabilitas 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan antara variable pre test dengan variable post test. Kesimpulan penelitian Terdapat perubahan nilai Mean, median, nilai minimal, maximal, standar deviasi, dan 95%CI dari hasil pengukuran menggunakan WHOQOL-BREF dan Timed Up And Go sebelum dilakukan intervensi dan setelah dilakukan intervensi.
Hubungan Persepsi Dengan Pelaksanaan Imunisasi TT Pada Ibu Hamil Di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan yulia paramita rusady; Sari Pratiwi Apidianti
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2700

Abstract

Penyakit tetanus merupakan masalah yang serius dan berakibat pada kematian. Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa menyebakan kematian ibu dan janin. jenis imunisasi yang diberikan adalah Tetanus Toxoid (TT) yang dapat mencegah penyakit tetanus.Berdasarkan data yang diperoleh di polindes Samatan pada 10 ibu hamil didapatkan hasil 7 ibu hamil tidak melakukan imunisasi TT karena menganggap bahwa imunisasi TT tidak penting.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan persepsi dengan pelaksanaan imunisasi TT pada ibu hamil di Polindes Samatan Kabupaten pamekasan. Penelitian ini bersifat analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional pada ibu hamil di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan sebanyak 42 responden. Pengumpulan data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner pada responden. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan desain penelitian menggunakan Non Probability Type Sampling Jenuh. Berdasarkan tabulasi silang 22 ibu yang tidak melaksanakan imunisasi TT sebanyak 22 ibu (47,6%), sedangkan dari 20 Ibu yang melaksanan imunisasi TT sebanyak 20 ibu (52,4%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai X2 hitung = 24,954 ≥ X2 tabel = 3,841, α (0,05) maka Ho ditolak sedangkan H1 diterima artinya ada hubungan persepsi dengan pelaksanaan imunisasi TT di Polindes Samatan Kabupaten Pamekasan. Dapat disimpulkan bahwa Kesesuaian hasil data penelitian menunjukkan sebagian besar Ibu hamil tidak melaksanakan imunisasi TT di pengaruhi oleh persepsi. Hal ini sangat di butuhkan Kepedulian tenaga kesehatan untuk mengubah persepsi ibu hamil terutama mengenai pelaksanaan imunisasi TT. Tenaga kesehatan dapat memberikan informasi, edukasi dan komunikasi yang lebih detail mengenai pelaksanaan imunisasi TT pada ibu hamil.
GAMBARAN PENANGANAN PRE EKLAMSI BERAT PADA IBU BERSALIN DI KAMAR BERSALIN RSUD. GAMBIRAN KOTA KEDIRI KINANATUL QOMARIYAH; Qurratul A'yun
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2703

Abstract

Preklampsia adalah terjadinya peningkatan tekanan darah paling sedikit 140/90, proteinuria, dan odema. Preeklampsia berat merupakan risiko yang dapat membahayakan ibu serta janin. hasil survey ditemukan adanya peningkatan kejadian pre eklamsi berat yang disebabkan oleh faktor, usia muda, kehamilan pertama, adanya riwayat hipertensi di RSUD Gambiran tahun 2012. Dari studi pendahuluan di dapatkan bahwa masih tingginya kejadian Pre eklamsiyaitu 26,04%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penanganan pre eklamsi berat secara farmakologi, penanganan pre eklamsi berat secara non farmakologi dan menganalisis penanganan pre eklmsi berat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD.Gambiran dengan besar sampel sejumlah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling dengan instrument pengumpulan data menggunakan lembar cheklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan PEB pada ibu bersalin di kamar bersalin RSUD.Gambiran kota kediri tahun 2012 adalah untuk penanganan PEB yang farmakologi (100%) sudah baik, dan (56%) masih kurangnya penanganan PEB secara non farmakologi. Diharapkan bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit untuk memberikan pelayanan sepenuhnya pada ibu bersalin dengan PEB sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kata kunci : Pre ekkamsi Berat, penanganan.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEMATIAN NEONATAL DI KABUPATEN SERANG Fauzul Hayat; Nia Kurniatillah; Linardita Ferial; Fida Asfia; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2755

Abstract

Kematian neonatal sebagai indikator kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sistem pelayanan kesehatan yang baik akan menjamin derajat kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan karena sebagian besar penyebab kematian neonatal dapat dicegah. Beberapa faktor seperti faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan ditentukan sebagai prediktor kematian neonatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kematian neonatal di Kabupaten Serang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Februari-April 2021. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah total sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kematian neonatal di wilayah Kabupaten Serang. Sampel yang diambil merupakan total populasi sebanyak 215 kematian neonatal.Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia berdasarkan temuan/laporan seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian neonatal di Kabupaten Serang sebanyak 215 kasus. Proporsi kematian neonatal tertinggi yaitu Kecamatan Baros (8,8%), Jawilan (6,9%), Kramatwatu (6,9%), Cikande (6,5%), Padarincang (5,6%), Kragilan (5,6%). Proporsi kasus berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki sebesar 60,5% dan perempuan sebesar 39,5%. Penyebab kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh BBLR (46%), asfiksia (27,9%), kelainan bawaan (11,6%), penyebab lainnya (11,6%), tetanus neonatorium (1,4%), dan sepsis (1,4%). Cakupan pelayanan kesehatan (K4) sebesar 92%, cakupan pertolongan persalinan (99,4%), cakupan persalinan di pelayanan kesehatan (89,3%), cakupan kunjungan neonatal lengkap (99,6%), cakupan Inisiasi Menyusui Dini (77,5%). Tingginya kasus kematian neonatal di Kabupaten Serang disebabkan oleh faktor ibu, neonatal dan pelayanan kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan dalam upaya menekan angka kematian neonatal.
LITERATURE REVIEW : PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN PUBLIK PUSKESMAS Ahmad Roziqin; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2769

Abstract

Peningkatan kualitas dan kinerja pelayanan publik puskesmas secara berkelanjutan, perlu dilakukan pengukuran Indeks Kepuasasan Masyarakat (IKM) sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelayanan publik puskesmas. Tujuan dari kajian pustaka ini adalah untuk mengetahui pengukuran Indeks Kepuasasan Masyarakat (IKM) puskesmas yang dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi kinerja terhadap unsur pelayanan yang masih perlu dilakukan perbaikan dan menjadi pendorong setiap puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Metode yang digunakan adalah Literature Review dari database yang berasal dari google scholar dengan menggunakan aplikasi Harzing,s Publish or Perish (Windows GUI edition) Version: 8.8.4384. Setelah artikel di seleksi didapatkan artikel yang terpilih untuk dijadikan Literature Review sebanyak 5 artikel. Hasil review berdasarkan 5 artikel menunjukkan bahwa puskesmas sebagai unit pelayanan publik memiliki kewajiban melakukan pengukuran IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) minimal 1 (satu) kali setahun. Pengukuran IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) berdasarkan Permenpan dan RB Nomor 14 Tahun 2017 terdiri dari 9 unsur pelayanan, yaitu: (1) Persyaratan, (2) Sistem, Mekanisme, Prosedur, (3) Waktu Penyelesaian, (4) Biaya/Tarif, (5) Produk Spesifikasi jenis pelayanan, (6) Kompetensi Pelaksana, (7) Perilaku Pelaksana, (8) Penanganan, Pengaduan, Saran, dan Masukan, (9) Sarana dan Prasarana. Hasil pengukuran IKM Puskesmas dari semua artikel sebagian besar sudah masuk kategori B (Baik), tetapi masih ada yang berkategori C (Kurang Baik) terutama unsur yang terendah nilainya adalah penanganan pengaduan, saran dan masukan, serta unsur sarana dan prasarana. IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat) Puskesmas menunjukan mutu dan kinerja pelayanan publik dengan kategori D (Tidak baik), C (Kurang baik), B (Baik) dan A (Sangat baik). Survei Kepuasan Masyarakat di Puskesmas diharapkan bukan lagi dianggap sebuah kewajiban, melainkan sebuah kebutuhan untuk melakukan perbaikan mutu kinerja pelayanan secara berkelanjutan (Continuous Improvement).
LITERATUR REVIEW : FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSONAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI PADA SAAT MENSTRUASI Nova Wahyuni; Najah Syamiyah
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 3 No 02 (2023): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v3i02.2771

Abstract

Hygiene pada saat menstruasi merupakan komponen personal hygiene yang memegang peranan penting dalam status perilaku kesehatan seseorang, termasuk menghindari adanya gangguan pada fungsi alat reproduksi. Pada saat menstruasi pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terinfeksi. Oleh karena itu kebersihan alat kelamin harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan Infeksi Saluran Reproduksi. Seseorang yang tidak menjaga hygiene yang sangat baik saat menstruasi akan mengalami infeksi pada alat reprodusi. Seperti daerah genelita yang lembab akan mengakibatkan tumbuhnya jamur kandida dan bakteri yang dapat menyebabkan pruiritus vulvae yang ditandai dengan adanya sensasi gatal, infeksi serta keputihan pada derah vagina. Pruiritas vulvae disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus yang muncul karena buruknya personal hygiene dan hygiene menstruasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11