cover
Contact Name
Usman Jayadi
Contact Email
lafadzjaya@gmail.com
Phone
+6281919604888
Journal Mail Official
ujayadi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Melati VIII No.2 BTN Rembiga, Kec. Selaparang, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, 83124
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan
Published by CV. LAFADZ JAYA
ISSN : -     EISSN : 29638690     DOI : https://doi.org/10.47353/sikontan
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) | ISSN (e): 2963-8690 merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel bidang psikologi dan kesehatan. Jurnal ini terbit setiap tiga bulanan, yakni bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Adapun cakupan dari jurnal ini antara lain: Bidang Psikologi: Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial. Bidang Kesehatan: Ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu kebidanan, farmasi, dan ilmu gizi.
Articles 60 Documents
HUBUNGAN KESEPIAN DAN IDE BUNUH DIRI YANG DIMODERASI OLEH DEPRESI PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Khumaira Alia Ainunnida
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.165 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.194

Abstract

This study aims to determine the relationship between loneliness and suicidal ideation moderated by depression in adolescents with divorced parents. This study was conducted on 233 adolescents with divorced parents with divorce records 5 years. Collecting data in this study with the survey method. In the measurement method, the loneliness variable uses the De Jong Gierveld Loneliness Scale, BDI-II (Beck Depression Inventory-II), and Beck Scale for Suicide Ideation. The data analysis test that the writer uses in this study is a non-parametric test. This technique was chosen because of one abnormal data. The results of this study indicate that there is a relationship between loneliness and suicidal ideation in adolescents with divorced parents. In the moderating test on the depression variable, it shows that the depression variable further strengthens the relationship between loneliness and suicidal ideation.
HUBUNGAN WORKPLACE INCIVILITY DAN TURNOVER INTENTION DENGAN EMOTIONAL EXHAUSTION SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR PADA KARYAWAN GENERASI MILLENIAL Anastyasya Dyah Purwanti
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.462 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan workplace incivility dan turnover intention dengan emotional exhaustion sebagai variabel mediator pada karyawan generasi millenial. Penelitian yang dilakukan merupakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik survei yang menggunakan alat pengumpulan berupa kuesioner yang disebarkan secara online. Partisipan dalam penelitian ini merupakan karyawan generasi millenial dengan rentang usia 22-42 tahun. Total jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 106 orang. Workplace incivility diukur menggunakan Indonesia Incivility Behavior Scale (IIBS), turnover intention diukur menggunakan instrumen dari Mobley, dan emotional exhaustion diukur menggunakan Maslach Burnout Inventory. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bootstrap melalui aplikasi Jamovi 1.2.27. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara workplace incivility dan turnover intention dengan emotional exhaustion memediasi hubungan diantara kedua variabel tersebut.
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN TIDAK AMAN DENGAN KOMITMEN PADA DEWASA AWAL YANG BERPACARAN DI SURABAYA Putri Zaharani Ananda
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.873 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.206

Abstract

Komitmen merupakan hal yang penting dalam mempertahankan hubungan yang sedang dijalani. Ternyata jenis kelekatan yang dimiliki seseorang juga akan mempengaruhi bagaimana mereka berkomitmen dalam hubungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan tidak aman (insecure attachment) dengan komitmen pada dewasa awal yang berpacaran di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengambilan data survei. Subjek dalam penelitian ini adalah dewasa awal dalam rentang usia 18-24 tahun yang berdomisili di Surabaya dan sedang menjalin hubungan berpacaran dengan jumlah subjek 128 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur insecure attachment menggunakan alat ukur ECR-R. Sedangkan alat ukur yang digunakan untuk mengukur komitmen adalah alat ukur komitmen berpacaran. Hasil analisis data menunjukan adanya hubungan yang negatif antara kelekatan tidak aman (insecure attachment) dengan komitmen berpacaran. Namun, tidak ditemukan hubungan antara dimensi anixety attachment dengan komitmen berpacaran ( r = 0,395* dengan nilai sig. 0,000).
RESILIENSI PADA KARYAWAN YANG MENGALAMI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) Jabbal Apriawal
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.668 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.330

Abstract

Masalah ketenagakerjaan yang dihadapi oleh individu dewasa ini semakin kompleks. Salah satunya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan suatu hal yang sangat ditakuti oleh karyawan yang masih aktif dalam bekerja sehingga memerlukan suatu kemampuan dalam menghadapi dan mengatasinya, salah satunya adalah resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana resiliensi pada karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi dengan sampling karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja dengan usia 30-40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu dalam menghadapi pemutusan hubungan kerja tentu saja berbeda-beda, ada individu yang mampu bangkit kembali dari keadaan sebelumnya tetapi kurang efektif ada juga individu yang mampu bangkit dan pulih dari situasi negatif secara efektif.
GAMBARAN TRUST PADA ISTRI PEGAWAI BEA CUKAI YANG MENJALANI LONG DISTANCE MARRIAGE Bianti Deva Cesaria
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.759 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran trust istri terhadap suami pada pasangan pegawai bea cukai yang menjalani long distance marriage. Trust merupakan keyakinan dan kepedulian terhadap pasangan dan kekuatan suatu hubungan. Peneliti ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana gambaran tiga komponen trust menurut Rempel yaitu predictability, dependability dan faith. Peneliti juga ingin mencari tahu gambaran aspek pembentuk kepercayaan dalam diri individu yaitu aspek keterbukaan, saling berbagi, penerimaan, dukungan dan kerjasama. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologis dengan menggunakan teknik wawancara pada empat orang istri pegawai bea cukai dengan usia perkawinan minimal 5 tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik dengan pendekatan theory driven. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga komponen trust muncul pada keempat responden. Kelima aspek pembentuk kepercayaan juga dimiliki oleh keempat responden. Namun tiap responden menunjukan gambaran keyakinan yang berbeda-beda yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perbedaan latar belakang dan pola komunikasi.
ANALISIS PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEDAN AMPLAS Ivena Hotmarina Septiani Nainggolan; Susilawati
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.257 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i2.351

Abstract

Family Planning (KB) is an attempt to measure the number and distance of children desired. To be able to achieve this, several ways or alternatives are made to prevent or delay pregnancy. For this reason, a family planning program was held by recording the use of contraceptives in the area. A contraceptive device is a device, medication, or surgical procedure that serves to delay or stop having children. There are many types of contraceptives available, from birth control pills, birth control injections, condoms, to sterilization procedures such as tubectomy for women, or vasectomy for men. The purpose of this study was to determine the use of contraceptives in carrying out family planning programs in the working area of Medan Amplas Public Health Center. The research method used is quantitative method using a cross sectional study approach taken from tertiary data instruments with univariate, bivariate and multivariate data analysis. The result of this study is that there are 100 respondents who carry out family planning programs using contraception. Around 60.5% of the people in the working area of the Medan Amplas Public Health Center do not carry out the family planning program and about 39.5% of the people use contraceptives as their family family planning program.
TEKNIK DISTRAKSI MENGHARDIK UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN Fenni Octa Labina; Ira Kusumawaty; Yunike; Sri Endriyani
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.968 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.356

Abstract

Halusinasi pendengaran jika tidak diatasi dengan cepat maka dapat mengakibatkan dampak yang sangat buruk pada pasien yaitu memunculkan perilaku kekerasan sehingga membahayakan orang-orang disekitarnya. Tehnik distraksi menghardik merupakan terapi modalitas yang dapat digunakan untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Tujuan penelitian ini menilai kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizoprenia yang dirawat dirumah sakit dengan terapi distraksi menghardik. Penelitian dilakukan di klinik rawat inap bagi ODGJ dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan jiwa. Sample berjumlah tiga orang diambil menggunakan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi mengalami halusinasi pendengaran tahap I (Comforting) dan tidak menderita sakit fisik. Data hasil wawancara dan observsi di analisis menggunakan narrative inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pasien yang terlibat studi kasus mampu menerapkan teknik menghardik dalam mengontrol suara bisikan yang dialami pasien. Faktor penghambat adalah tidak dapat mengevaluasi ketika pasien sedang menerapkan teknik menghardik saat halusinasinya muncul. Menghardik halusinasi sambil menutup telinga dapat mengalihkan konsentrasi dari sumber halusinasi ke fakta yang sebenarnya.
TERAPI MUSIK UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN Muliya; Ira Kusumawaty; Sri Martini; Yunike
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 1 (2022): Juli
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.734 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i1.357

Abstract

Kompleksitas permasalahan halusinasi pendengaran mengakibatkan ketidakmampuan pasien dalam mengendalikan diri bahkan hingga bunuh diri. Musik dapat menjadi media terapi modalitas yang dapat membantu memulihkan kemampuan hubungan sosial, kepercayaan diri, penurunan konsentrasi, harga diri, dan menurunkan frekuensi halusinasi. Namun penelitian yang mengeksplorasi penerapan terapi musik masih sangat terbatas, padahal terapi ini mampu membantu pasien menjembatani membentuk mekanisme mengontrol diri. Tujuan penelitian ini untuk menilai kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien dengan skizoprenia yang dirawat di rumah sakit menggunakan terapi music. Penelitian study kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa ini melibatkan pasien halusinasi pendengaran yang mendapatkan terapi musik selama tujuh hari. Peneliti mengobservasi dan mewawancarai kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran dan perasaan pasien setelah diberikan terapi.
GAMBARAN HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET HIPERTENSI PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI: STUDI LITERATURE REVIEW Syaharani Adzra
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.668 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i2.360

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung dalam jangka waktu lama (persisten) dapat menimbulkan kerusakan pada ginjal (gagal ginjal), jantung (penyakit jantung koroner), dan otak (menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi secara dini dan mendapat pengobatan yang memadai, maka akan menyebabkan kematian. Dukungan keluarga merupakan bentuk pemberian dukungan terhadap anggota keluarga lain yang mengalami permasalahan, kepatuhan menjalankan diet merupakan salah satu cara untuk menurunkan hipertensi sehingga dapat mengatasi dan mencegah hipertensi dan komplikasinya. Tujuan studi literature review ini adalah untuk mengetahui gambaran Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan DIET Hipertensi Pada Pasien Penderita Hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode literature review Pencarian literature dilakukan melalui database Google Scholar. Artikel yang ambil dalam literature ini dengan tahun terbit terendah 2017 dan artikel yang di ambil dalam berbahasa Indonesia, dengan kata kunci “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan DIET Pada Penderita Hipertensi. Dan setelah dianalisis terdapat 15 artikel yang relevan. Hasil literature ini menunjukkan bahwa 11 artikel menyepakati bahwa dukungan dari keluarga berhubungan langsung dengan kepatuhan diet yang dijalani oleh anggota keluarga namun 4 artikel lainnya masih belum mendapatkan dukungan keluarga yang cukup.
GAMBARAN SIBLING RELATIONSHIP PADA REMAJA AWAL YANG MEMILIKI SAUDARA DENGAN GANGGUAN SPEKTRUM AUTISME (GSA) Mellinda Dwi Artanti; Primatia Yogi Wulandari
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.245 KB) | DOI: 10.47353/sikontan.v1i2.361

Abstract

Kehadiran saudara dengan gangguan spektrum autisme (GSA) dapat berdampak pada remaja awal, termasuk sibling relationship antar saudara. Karakteristik dari saudara dengan GSA yaitu memiliki keterbatasan dalam berinteraksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, serta perilaku repetitif yang mengakibatkan sibling relationship antara mereka memiliki dinamika yang berbeda pada umumnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sibling relationship pada remaja awal yang memiliki saudara dengan GSA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melibatkan tiga orang partisipan. Teknik penggalian data menggunakan pedoman wawancara dengan teknik analisis theory driven, sedangkan teknik pemantapan kredibilitas menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi kekuasaan terdapat partisipan yang lebih menguasai hubungan dan partisipan yang tidak ingin menguasai karena merasa sibling relationship di antara mereka egaliter. Dimensi persaingan terdapat perbedaan perlakuan dari orangtua tetapi tidak menimbulkan persaingan. Dimensi kedekatan ditandai memiliki hobi yang sama dan remaja awal mendampingi kebutuhan saudaranya. Dimensi konflik masih mengalami pertengkaran secara verbal dan nonverbal ditujukan ke saudara dengan GSA dan begitupun sebaliknya. Dampak kehadiran saudara dengan GSA terhadap kehidupan remaja awal membuat mereka jarang berinteraksi, tidak diterima dalam lingkup pertemanan sehingga menarik diri dari lingkungan tersebut, serta memberikan dampak positif yaitu lebih bersyukur dengan pemberian Tuhan, lebih mandiri, serta bertanggungjawab dengan dirinya masing-masing.