cover
Contact Name
Astri Rinanti
Contact Email
astririnanti@trisakti.ac.id
Phone
+6221-5663232
Journal Mail Official
urbanenvirotech@trisakti.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering Faculty of Landscape Architecture and Environmental Technology Universitas Trisakti, Jakarta Gedung K, Kampus A Jl. Kyai Tapa Grogol Jakarta 11440, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 25799150     EISSN : 25799207     DOI : https://dx.doi.org/10.25105
The scope of the journal emphasis not limited to urban environmental management and environmental technology for case study in Indonesia and for other region in the world as well. Urban Environmental Management: environmental modeling, cleaner production, waste minimization and management, energy management and policies, water resources management, water supply and sanitation, industrial safety and health, water recovery and management, urban environmental pollution-diseases and health status, eco-drainage, flood risk management, risk mitigation, climate change and water resource adaptation. Environmental Technology: energy efficiency, renewable energy technologies (bio-energy), environmental biotechnology, pollution control technologies (wastewater treatment and technology), water treatment and technology, indigenous technology for climate change mitigation and adaptation, solid waste treatment and technology
Articles 139 Documents
PENGOLAHAN AIR LIMBAH EMULSI MINYAK-DETERJEN DENGANPROSES ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM Bambang Iswanto; Mawar DS Silalahi; Fiqqy Dwinarizki Purnama
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.748 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i2.674

Abstract

Air limbah rumah tangga sebagian besar terdiri dari minyak dan deterjen dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan, karena sukar diuraikan oleh mikroorganisme. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan limbah dengan proses elektrokoagulasi secara kontinu dengan menggunakan reaktor elektrokoagulasi dalam skala laboratorium. Pada proses ini digunakan konsentrasi NaCl untuk memperbesar penguraian Aluminium terlarut dengan variasi deterjen 10 mg/L, 30 mg/L dan 50 mg/L dengan perbandingan minyak 1 ml,variasi konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 0 gr/L, 0,5 gr/L, 1 gr/L dan variasi waktu tinggal 45 detik, 55 detik, 60 detik serta variasi kecepatan pengadukan 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Kecepatan pengadukan di unit flokulasi adalah 2 rpm dengan waktu pengendapan selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi operasional optimum adalah dengan konsentrasi NaCl 0,5 gr/L, kecepatan pengadukan 150 rpm, waktu tinggal 45 detik, konsentrasi deterjen 10 mg/L akan menghasilkan % penyisihan COD 92.68%, BOD 83.60%, TSS 93.52%, Deterjen 99.29%, Minyak Lemak 94.55%, TKN 90.40%, VSS 93.49%, Total Phosphat 88.92%, Kekeruhan 98.43%, Aluminium terlarut 0.02 mg/L. Kondisi optimum ini dapat diterapkan dalam limbah rumah tangga.Keywords: Emulsion Oil-Detergent, Electro coagulation Treatment, Dissolved Aluminium
TINGKAT KEASAMAN (pH) DAN OKSIGEN TERLARUT SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI CISADANE Tjutju Susana
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.395 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i2.675

Abstract

Deterjen banyak digunakan untuk kepentingan industri dan rumah tangga. Deterjen menyebabkan berkurangnya nilai pH dan konsentrasi oksigen dalam aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa perubahan pH dan konsentrasi oksigen sebagai indikator kualitas air. Penelitian dilaksanakan di Sungai Cisadane dan sekitar muaranya mulai tahun 2003 sampai tahun 2005. Pengamatan dilakukan dua kali dalam satu tahun, pada musim Timur dan musim Peralihan. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut terjadi kenaikan pH antara 0,88%-0,49%, sedangkan kenaikan konsentrasi oksigen tidak sama: pada tahun pertama mencapai 39,15 % dan tahun berikutnya 12,55 %. Konsentrasi oksigen dalam sungai yang paling rendah (1,89 ml/l) terjadi pada tahun 2003. Berdasarkan fluktuasi pH air laut dan konsentrasi oksigen diketahui kualitas perairan sekitar Sungai Cisadane cenderung naik selama periode tahun 2003 – 2005. Pengaruh aliran sungai yang berasal dari daratan dengan sejumlah bahan organik dan senyawa nitrogen-nitrat yang terkandung di dalamnya menyebabkan turunnya nilai pH dan konsentrasi oksigen dalam sungai. Pengaruh musim terhadap kualitas perairan tampak pada musim peralihan.Keywords: Acidity, pH, oxygen concentration, indicator
PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA Rachmawati S.W.; Bambang Iswanto; Winarni .
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.529 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i2.676

Abstract

Koagulasi terjadi karena adanya interaksi antara koagulan dengan kontaminan seperti partikel koloid. Proses koagulasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pH, dosis koagulan, serta kekeruhan larutan. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mengetahui pengaruh parameter pH dan dosis pada proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan aluminum sulfat (Al2(SO4)3..14,3H2O ) dan ferri klorida (FeCl3.6H2O). Air baku yang digunakan adalah suspensi air baku sintetis menggunakan kaolin, dengan variasi suspensi kekeruhan tinggi (124 NTU) dan suspensi kekeruhan sedang (51 NTU). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengaruh pH dan dosis pada koagulan aluminum sulfat sangat signifikan, sedangkan ferri klorida memberikan rentang pH operasi yang lebih besar dibandingkan dengan aluminum sulfat.Keywords : colloid, destabilization, pH, dosages, sweep flocculation.
PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN DI HARVEST CITY, CIBUBUR Winarni .; Ramadhani Yanidar; Meifani Saputri
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.01 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.677

Abstract

Harvest City merupakan kawasan perumahan seluas kurang lebih 950 Ha yang terletak di Cileungsi-Cibubur. Perencanaan jaringan Sistem Penyaluran Air Buangan ini direncanakan melayani 100% penduduk hingga lahan terisi penuh.Sistem penyaluran air buangan di Harvest City sampai akhir perencanaan direncanakan dapat melayani penduduk total 120.321 jiwa. Faktor hari maksimum 1,3 dan persentase air buangan didapat dari hasil survey di STP (Sewerage Treatment Plant) Lippo Karawaci, Tangerang, kemudian dibandingkan dengan referensi tugas akhir yang mengambil persentase air buangannya di Lippo Karawaci, lalu dilakukan uji statistik, sehingga diperoleh persentase air buangan sebesar 81,43 %. Debit rata-rata air buangan akhir perencanaan sebesar 265,22 L/dtk. Pemilihan jalur alternatif 1 pada bagian barat sampai ke utara perumahan Harvest City akan melalui jalan utama dan akan melalui taman, rumah sakit dan komersial area untuk menuju daerah bagian timur, selain melalui jalan utama, jalur pipa akan melalui jalan utama di dalam cluster, total panjang pipa sebesar 15232 m. Jalur alternatif 2, pipa induk pada daerah bagian utara akan melalui jalan-jalan utama Harvest City. Pada daerah bagian utara, jalur pipa akan melalui jalur yang sama seperti alternatif 1, total panjang pipa sebesar 14553 m. Pemilihan alternatif ketiga merupakan perpaduan dari kedua alternatif yang ada, total panjang pipa sebesar 13821 m. Alternatif yang terpilih adalah alternatif 3, dengan total biaya investasi rencana sistem penyaluran air buangan + IPAL sebesar Rp. 119. 407. 115. 589, dengan diameter yang digunakan 200 mm-1000 mm, jumlah manhole 67 buah, dan perlengkapan lain berupa 4 buah bangunan gelontor, dan sambungan rumah sebesar 26236 buah. Biaya investasi per rumah sebesar Rp.3.552.451 untuk rumah tipe A, Rp.4.973.431 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Biaya operasional pengaliran air buangan per rumah sebesar Rp. 747 untuk rumah tipe A, Rp.1.062 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Pentahapan pada alternatif ini dibagi 3 tahap.Keyword: Waste Water, designing, installation of water treatment of wasteHarvest City merupakan kawasan perumahan seluas kurang lebih 950 Ha yang terletak di Cileungsi-Cibubur. Perencanaan jaringan Sistem Penyaluran Air Buangan ini direncanakan melayani 100% penduduk hingga lahan terisi penuh.Sistem penyaluran air buangan di Harvest City sampai akhir perencanaan direncanakan dapat melayani penduduk total 120.321 jiwa. Faktor hari maksimum 1,3 dan persentase air buangan didapat dari hasil survey di STP (Sewerage Treatment Plant) Lippo Karawaci, Tangerang, kemudian dibandingkan dengan referensi tugas akhir yang mengambil persentase air buangannya di Lippo Karawaci, lalu dilakukan uji statistik, sehingga diperoleh persentase air buangan sebesar 81,43 %. Debit rata-rata air buangan akhir perencanaan sebesar 265,22 L/dtk. Pemilihan jalur alternatif 1 pada bagian barat sampai ke utara perumahan Harvest City akan melalui jalan utama dan akan melalui taman, rumah sakit dan komersial area untuk menuju daerah bagian timur, selain melalui jalan utama, jalur pipa akan melalui jalan utama di dalam cluster, total panjang pipa sebesar 15232 m. Jalur alternatif 2, pipa induk pada daerah bagian utara akan melalui jalan-jalan utama Harvest City. Pada daerah bagian utara, jalur pipa akan melalui jalur yang sama seperti alternatif 1, total panjang pipa sebesar 14553 m. Pemilihan alternatif ketiga merupakan perpaduan dari kedua alternatif yang ada, total panjang pipa sebesar 13821 m. Alternatif yang terpilih adalah alternatif 3, dengan total biaya investasi rencana sistem penyaluran air buangan + IPAL sebesar Rp. 119. 407. 115. 589, dengan diameter yang digunakan 200 mm-1000 mm, jumlah manhole 67 buah, dan perlengkapan lain berupa 4 buah bangunan gelontor, dan sambungan rumah sebesar 26236 buah. Biaya investasi per rumah sebesar Rp.3.552.451 untuk rumah tipe A, Rp.4.973.431 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Biaya operasional pengaliran air buangan per rumah sebesar Rp. 747 untuk rumah tipe A, Rp.1.062 untuk rumah tipe B, C dan apartemen. Pentahapan pada alternatif ini dibagi 3 tahap.Keyword: Waste Water, designing, installation of water treatment of waste
EVALUASI PENGGUNAAN KAPORIT UNTUK PENGJILANGAN WARNA AIR SUMUR DALAM Muhammad Lindu; Agustin Sumartono; Siti Jayarti Ariani
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.843 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.678

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah “Evaluasi penggunaan kaporit untuk penghilangan warna air sumur dalam” Adanya senyawa humus dalam air dapat menyebabkan berbagai masalah, yaitu, menghasilkan warna air kuning sampai coklat, dapat bertindak sebagai prekusor trihalometan dan senyawa organik klorin yang bersifat toksik yang dihasilkan selama proses klorinasi, senyawa humus dapat bepotensi untuk tempat pertumbuhan bakteri, dapat membentuk kompleks dengan logam berat yang ada di air. Oleh karena adanya potensi yang besar sebagai sumber air baku untuk air bersih, maka perlu dilakukan pengolahan. Pada penelitian ini digunakan sampel air dari tiga sumber yang berbeda-beda. Dengan menggunakan kaporit dan klorin dioksida sampel air diuji dilaboratorium untuk diketahiu sisa klor yang terdapat pada sampel air, namun sisa klor yang terdapat pada sampel air belum memenihi standar baku mutu yaitu 0,2 mg/l Cl2. nilai kandungan organik yang terdapat pada masing-masing sampel air juga berbeda-beda. Hasil yang didapat antara penambahan kaporit dan klorin dioksida, bahwa penggunaan kaporit pada hasil analisis kandungan nilai organik masih lebih baik dalam penggunaan kaporit. Pada sampel Puri Indah nilai organik yang turun mencapai 88,55%, Taman Palem Mutiara 60,24%, Taman Palem Lestari 14,39%. Pada pengukuran warna dengan menggunakan kaporit dan klorin dioksida, tingkat penurunan warna lebih jelas terlihat pada sampel air yang menggunakan kaporit. Sampel air Puri Indah tingkat penurunan warnanya mencapai 81,84%, Taman Palem Mutiara 81,54%, Taman Palem Lestari 81,97%. Pada pengukuran sampel dengan menggunakan Gas Kromatografi (GC), penggunaan klorin dioksida lebih baik dibandingkan kaporit, hal ini dapat dilihat dari spektrum kromatogram yang muncul. Semakin banyak puncak yang muncul, maka diduga semakin banyak juga senyawa organik klorin yang terdapat pada sampel tersebut.Keywords: humic acid, chlorination, water treatment, organochlorine
PEMODELAN KUALITAS AIR DENGAN PARAMETER BOD DAN DO PADA SUNGAI CILIWUNG Arif Budiman
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.07 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.679

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air alami yang harus dijaga dan dilindungi dari penyebab pencemaran. Oleh karena itu diperlukan upaya pengawasan dan monitoring kualitas air sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penyebaran polutan dengan BOD (Biological Oxygen Demand) dan DO (Dissolved Oxygen) di perairan. Konsentrasi DO dan BOD pada aliran sungai ditentukan dengan program QUAL2K. Perangkat lunak ini dapat mensimulasikan parameter kualitas air yang menggunakan rumus matematis Streeter-Phelps. Validasi juga dilakukan agar diperoleh hasil simulasi yang lebih mendekati ke nilai dari data observasi. Hasil yang diperoleh dari validasi menunjukkan nilai penyimpangan sebesar 14% untuk BOD dan 24% untuk DO. Setelah model valid, kemudian dilakukan simulasi dari skenario pengaruh pengelolaan beban pencemar dan kondisi sungai untuk menjaga kualitas air sungai. Skenario ini adalah untuk peningkatan pelayanan sanitasi sebesar 50, untuk penggelontoran melaui Bendungan Katulampa dan melayani 100% buangan air limbah domestik di 6 kelurahan di bagian hulu dengan membuat IPAL di kelurahan Babakan Pasaru . Skenario yang paling efektif adalah skenario ketiga yaitu dengan menambahkan IPAL. Konsentrasi BOD pada skenario ini turun sebesar 0.4 mg/L. Skenario ini berubah secara lebih kontinyu.Keyword : BOD, DO, pollutant loads, Qual2k, validation, scenario
PENGURAIAN SAMPAH ORGANIK DI MUARA KALI KRESEK JAKARTA UTARA BERDASARKAN KONDISI SUNGAI DENGAN PARAMETER BOD, COD, DAN ZAT ORGANIK H. Widyatmoko; Bambang Iswanto; Roro Ira Riandiani
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 3 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.223 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i3.680

Abstract

Penduduk Jakarta banyak yang tinggal di pinggiran sungai. Semakin hari pinggiran kali Kresek semakin padat, sementara infrastruktur penanganan sampah tidak ada perbaikan. Kali Kresek semakin terpolusi oleh limbah domestik dari industry, deterjen, insektisida dan pestisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Penguraian Sampah Organik di Muara Kali Kresek Jakarta Utara dengan Parameter BOD, COD, dan Zat Organik. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juni 2008. Lokasi penelitian terletak di perairan Kali Kresek di daerah Koja, Kotamadya Jakarta Utara. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara melakukan pengambilan sampel air dengan metode grab sampler di beberapa titik pada muara kali Kresek di kedalaman 1 meter dan 1,5 meter. Beberapa parameter fisik dan kimia diukur secara langsung di lapangan sedangkan beberapa parameter lainnya dianalisis di laboratorium lingkungan Universitas Trisakti. Kualitas air pada kedalaman 1 meter menunjukkan nilai DO 4,4 – 6,7 mg/l, BOD 41 - 69 mg/l, COD 67.74 – 108.41 mg/l, zat organik 49.58 – 77.07 mg/l. Kualitas air pada kedalaman 1,5 meter menunjukkan nilai DO 4,4 – 6,7 mg/l, BOD 32 - 57 mg/l, COD 58,55 – 82.33 mg/l, dan nilai zat organik 45,79 – 58,43 mg/l.Keyword: sewage dispersion, estuary, organic sewage, physical and chemical parameters
TEKNOLOGI ELEKTROKOAGULASI HASIL PENELITIAN UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK Bambang Iswanto
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.505 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i4.681

Abstract

Sistem pengelolaan limbah rumah tangga terpusat dapat mencegah penurunan kualitas badan air di perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan teknologi koagulasi dan denitrifikasi pada proses pengolahan limbah cair domestic sehingga lebih murah, mudah dan ramah lingkungan yaitu dengan memutus koagulan Poly Aluminium Chlorida (PAC) dan atau Poly Aluminium Sulfat yang terserap dalam tanah. Sampel limbah dari pada penelitian yang dilakukan dilakukan pada tahun 2009 ini, diambil dari unit pengolahan limbah Gedung M universitas Trisakti, dengan reactor elektrokoagulasi secara proses kontinyu dengan kecepatan aduk 8000 rpm dan waktu tunggal 55 detik untuk menganalisis parameter pencemar BOD, TKN, TSS, VSS, Total Phosphat, Minyak lemak, Deterjen dan Kekeruhan pada pH 6,54 pada temperatur operasi 28°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konduktivity limbah lebih kuat terhadap waktu tinggal dan kecepatan pengadukan di dalam reaktor. Hasil analisis pengolahan limbah minyak Cutting(Konduktivity 1000-1250 µS/Cm) dengan proses Elektrokoagulasi pada reactor berpengaduk 120 rpm dengan waktu tinggal 30 dan 45 menit maka penyisihan COD =95,00–97,92%, penyisihan surfaktan 81,66-86,60% dan penyisihan Besi/Fe=98,49-99,59%Keywords: electrocoagulation, communal waste water, management
IDENTIFIKASI SUMBER DAN BEBAN PENCEMAR DOMESTIK DI DAS CILIWUNG SEGMEN 4 SERTA UPAYA PENANGGULANGANNYA Ariani Dwi Astuti; Ramadhani Yanidar; Yogi Hartanto
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.237 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i4.682

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai di Indonesia yang memiliki fungsi sangat penting bagi masyarakat di sekitarnya, yaitu sebagai sumber air baku air minum, irigasi pertanian, transportasi, air industri dan lain-lain. Sungai Ciliwung yang berhulu di Gunung Pangrango dan bermuara di Teluk Jakarta, mengalir sepanjang 117 Km melintasi dua propinsi, yaitu Propinsi Jawa Barat dan Propinsi DKI Jakarta. DAS Ciliwung ini terbagi atas 5 segmen menurut Kementrian Lingkungan Hidup tahun 2006. DAS Ciliwung segmen 4 (empat) yang terdapat di bagian tengah Sungai Ciliwung yang melintasi Kab. Bogor yaitu Kecamatan Cibinong, Bojonggede dan Kota Depok yang melintasi Kecamatan Beji, Limo, Cimanggis, Sukma Jaya, Pancoran Mas serta DKI Jakarta melintasi Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah padat penduduk dan industri, yang ditengarai membuang air buangannya ke dalam Sungai Ciliwung. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi sumber dan jenis pencemar, membuat pemetaan tingkat kekumuhan DAS yang berkaitan dengan pengaruhnya terhadap kualitas sungai, menganalisis kualitas air sungai akibat dari kegiatan penduduk di DAS Ciliwung segmen empat dan menentukan upaya penanganannya. Data monografi dari kelurahan setempat diolah dan dibuat pemetaan berdasarkan tingkat kekumuhan. Penilaian tingkat kekumuhan dilakukan terhadap angka kesakitan diare, pelayanan sanitasi lingkungan dan pelayanan air bersih. Dari penilaian tingkat kekumuhan dibuat pemetaan untuk mengidentifikasi sumber pencemar di sepanjang sungai Ciliwung segmen empat. Identifikasi pencemaran dilakukan dengan cara menghitung konsentrasi BOD campuran menggunakan rumus kesetimbangan massa dengan asumsi bahwa hulu Sungai Ciliwung segmen empat adalah hilir dari Sungai Ciliwung segmen tiga, yaitu 25,7mg/liter. Hasil identifikasi menyimpulkan bahwa kualitas air Sungai Ciliwung di segmen empat sudah buruk dari hulunya yaitu Sungai Ciliwung segmen tiga. Hal ini diperkuat dengan perhitungan beban pencemar hasil simulasi dengan asumsi seluruh penduduk terlayani sanitasi, namun tidak memperlihatkan hasil yang signifikan dalam perbaikkan kualitas air sungai. Terjadinya pencemaran air sungai Ciliwung segmen empat ini diakibatkan oleh perilaku masyarakat di sekitar DAS yang kurang akan kesadaran pemeliharaan lingkungan. Ada beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di DAS Ciliwung segmen 4 ini, diantaranya adalah meningkatkan pelayanan air bersih dan meningkatkan pelayanan sanitasi lingkungan. Dengan adanya unit jamban diharapkan terjadi peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan di tiap kelurahan, terutama kelurahan-kelurahan yang memiliki sanisitas buruk seperti Kelurahan Tirta Jaya yang paling membutuhkan pengadaan jamban umum yaitu mencapai 1.638 unit. Saran yang dapat diberikan adalah perbaikan dan peningkatan sarana sanitasi dan pelayanan air bersih dan penegakkan hukum untuk pembuangan limbah ke dalam sungai sesuai dengan peraturan yang ada.Keyword : BOD, Pollution Loading, Pollution Source, Ciliwung River Fourth Segment, Slums Level
PERANAN TEKNOLOGI DALAM UPAYA MENINGKATKAN POTENSI NILAI EKONOMI SAMPAH DALAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK TERPADU DI INDONESIA Suprapto .
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 4 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.933 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i4.683

Abstract

Environmental life cycle assessment ( LCA) terutama dikembangkan untuk menganalisis produk tetapi dapat juga diterapkan untuk treatment limbah padat dalam jumlah tertentu. Makalah ini membahas metodologi ketika LCA diterapkan untuk system manajement limbah padat. Isu yang dibahas adalah (1) daur ulang system terbuka yaitu perlakuan daurulang menjadi produk lain yang juga dapat menghasilkan energi. Dua hal penting yang jika harus membuat fungsi yang berbeda atau jika suatu system harus diperluas agar dapat mencakup beberapa fungsi. (2) Multi input allocataion: dalam proses pengolahan limbah, material yang berbeda sering tercampur. Dalam banyak aplikasi harus mempertimbangkan intervensi lingkungan dari proses perlakuan ke input material yang berbeda. (3) Waktu: emisi dari tempat pembuangan sampah akan berlangsung lama. Skema efektif diperlukan untuk desain, adaptasi dang mengoperasikan sistem yang terbak secara sosial, ekonomi dan lingkungan dengan mempertimbangkan factor geografi. Perlu konsistensi dalam hal kualitas dan kuantitas bahan daur ulang, kompos atau energi, untuk mendukung pilihan model pembuangan dan keuntungan secara ekonomis, ini untuk menunjukan bahwa pengelolaan sampah terpadu harus diatur dalam skala besar berbasis regional. Skema menggabungkan daur ulang, pengomposan atau limbah untuk teknologi harus berorientasi pasar. Harus ada pasar untuk produk dan energi.Keywords:LCA, integrated waste management, recycling

Page 1 of 14 | Total Record : 139