cover
Contact Name
Siti Munawaroh
Contact Email
munafkuns@staff.uns.ac.id
Phone
+628158242824
Journal Mail Official
ssefkuns@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Smart Society Empowerment Journal
ISSN : 27755460     EISSN : 27757064     DOI : https://doi.org/10.20961/ssej
Smart Society Empowerment Journal is a peer-reviewed and open access journal focusing on educative, promotive,preventive, and community empowerment activities in the health sector. This journal publishes original articles and reviews. This journal is published at least three times a year.
Articles 40 Documents
Pengaruh Tingkat Kecemasan Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Tanjung Karang Mataram Siti Annisa Rahmasita; Agustine Mahardika; Muhammad Rizkinov Jumsa
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 3 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.978 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i3.56071

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan merupakan keadaan patologis yang ditandai dengan gejala fisiologis dan gejala psikologis, gejala-gejala tersebut dapat terjadi berbeda pada setiap orang dan situasi. Pada kehamilan, risiko terjadinya kecemasan akan meningkat. Memasuki trimester tiga, ibu hamil dapat merasa cemas akan keselamatan dirinya maupun keselamatan bayinya. Saat merasa cemas, akan terjadi peningkatan kadar noradrenergik akibat stimulasi sistem saraf simpatis yang akan menyebabkan berkurangnya siklus REM, sehingga meningkatkan frekuensi terbangun di malam hari dan menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Kecemasan dapat menurunkan kadar GABA sehingga seseorang akan sulit untuk menginisiasi tidur.Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden pada penelitian ini adalah sebanyak 32 ibu hamil trimester tiga di Puskesmas tanjung Karang Mataram, dengan teknik consecutive sampling. Alat pengambilan data pada penelitian ini adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi spearman.Hasil dan pembahasan: Penelitian menyatakan bahwa tingkat kecemasan berpengaruh terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester tiga di Puskesmas Tanjung Karang Mataram dengan P value <0,001 (P value < 0.5) dan r = 0.731 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang kuat.Kesimpulan: Tingkat kecemasan berpengaruh terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester tiga di Puskesmas Tanjung Karang Mataram.
Pelatihan Pembuatan Minumana Kesehatan Berbahan Jahe Merah dan Jintan Hitam pada Kelompok Ibu-ibu Pengajian Langgar Ar Rahman Banjarbaru Eko Suhartono; Edi Hartoyo; Windy Yuliana Budianto; Lisda Hayatie
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 3 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.677 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i3.64135

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Jahe merah dan jintan hitam merupakan tanaman yang sudah lama digunakan untuk minuman herbal yang bermanfaat untuk kesehatan. Akan tetapi belum banyak masyarakat yang mengetahui cara pembuatannya. Berkaitan dengan tersebut,  dilakukan pelatihan kepada ibu-ibu kelompok pengajian Langgar Ar-Rahman Banjarbaru dengan tujuan memberikan edukasi dan ketrampilan cara pembuatan minuman kesehatan.Metode: Metode yang digunakan adalah induktif partisipatif secara kelompok, yang diikuti oleh 37 anggota kelompok pengajian. Pemberian  materi  melalui penyuluhan dan pelatihan. Materi yang diberikan mulai pemilihan bahan hingga membuat minuman kesehatan yang siap disajikan.Hasil dan Pembahasan: Kegiatan pelatihan pembuatan minuman kesehatan berbahan jahe merah dan jintan hitam berjalan dengan lancar. Para peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan materi, dan aktif dalam tanya jawab seputar pembuatan pembuatan minuman kesehatan. Selain itu juga termotivasi untuk meningkatkan kesehatan dengan membuat dan mengonsumsi minuman kesehatan berbahan jahe merah dan jintan hitam.Kesimpulan: kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota pengajian Langgar Ar-Rahman termotivasi untuk  membuat dan mengonsumsi minuman kesehatan berbahan jahe merah dan jintan hitam. Kata kunci: jahe merah; jintan hitam; minuman kesehatan ABSTRACTIntroduction: Red ginger and nigella sativa have long been used for herbal drinks that are beneficial for health. However, many people know how to make it. So that training is needed for members of the Langgar Ar-Rahman Banjarbaru recitation group. The aim is to provide education and skills on how to make health drinks.Method: The method used is participatory inductive in groups. The training was attended by 37 members of the study group. The material is given counseling and training. The material provided starts from the selection of ingredients to making health drinks that are ready to be served.Results and Discussion: The training activities ran smoothly. Participants are serious and actively participate in activities. In addition, they are also motivated to improve their health by making and consuming health drinks made from red ginger and black cumin.Conclusion: this activity is that the members of the Langgar Ar-Rahman recitation are motivated to make and consume health drinks made from red ginger and black cumin. Keywords: red ginger; black cumin; healthy drink
Penggunaan WhatsApp Grup Sebagai Media Pembelajaran Daring selama Pandemi COVID-19 Rani Tiyas Budiyanti; Roro Isyawati Permata Ganggi; Penggalih Mahardika Herlambang
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 2 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.106 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i2.49666

Abstract

Latar Belakang : Pandemi Coronavirus Disease -19 (COVID-19) memberikan dampak pada berbagai sektor kehidupan termasuk diantaranya adalah sektor pendidikan. Himbauan mengenai physical distancing selama masa pandemi dan era new normal membuat ranah pendidikan mengoptimalisasikan pembelajaran melalui daring (online). Terdapat berbagai media pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran online, salah satunya dengan memanfaatkan instan messaging seperti WhatsApp Grup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan WhatsApp Grup sebagai media pembelajaran selama pandemic COVID-19.Metode : Penelitian bersifat deskriptif analitik dengan pengumpulan data melalui survei online menggunakan google form. Jumlah responden sebanyak 398 mahasiswa yang telah mendapatkan 3 sesi perkuliahan dengan menggunakan WhatsApp Grup. Waktu penelitian berlangsung pada bulan April hingga Mei 2020.Hasil : Berdasarkan penelitian, sebanyak 269 responden (67,6%) menyebutkan WhatsApp Grup efektif sebagai media pembelajaran, dengan 350 responden (87,9%) memiliki nilai post test ≥70. WhatsApp Grup memiliki beberapa keuntungan seperti hemat kuota dan dapat dikombinasikan dengan berbagai fitur pembelajaran. Sedangkan kekurangan dalam media ini adalah mahasiswa mudah terdistraksi dengan chat lain dan sukar diterapkan pada pembelajaran yang melibatkan presentasi mahasiswa.Kesimpulan : WhatsApp Grup dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Meskipun demikian, kombinasi penggunaan teks, gambar, video, dan games perlu dilakukan sehingga dapat memfasilitasi berbagai gaya belajar mahasiswa baik audio maupun visual.
Pemberdayaan Kader Kesehatan untuk Mendukung Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PISPK) dan Tatalaksana Diabetes Mellitus (DM), Hipertensi dan Merokok Yulia Sari; Sri Haryati; Sigit Setyawan; Khesara Sastrin Prasita Negara; Paramasari Dirgahayu; Lilik Wijayanti; Siti Ma’rufah; Endang Listyaningsih S; Slamet Riyadi; Dwi Surya Supriyana; Sugeng Purnomo
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 2 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.962 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i2.61678

Abstract

Pendahuluan: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) adalah suatu program yang mempunyai sasaran meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan penerapan paradigma sehat. Penerapan paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat1. Tenaga medis dan kader kesehatan adalah pihak-pihak yang mempunyai peranan dalam pencapaian PISPK dan menurunkan angka kesakitan DM. Kader kesehatan sebagai sukarelawan dalam membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kader perlu mendapat perhatian khusus untuk dapat membantu pencapaian indikator dalam PISPK dan penyakit DM. Pengabdian bertujuan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada kader Kesehatan. Materi berupa pengetahuan tentang diabetes melitus, hipertensi dan merokok.Untuk PISPK materi meliputi 12 indikator PISPK. Untuk DM meliputi makanan yang baik untuk penderita DM, kaki DM (diabetic food), komplikasi DM dan senam kaki untuk penderita DM.Selain kegiatan penyuluhan juga dilakukan demo terapi akupresur. Saat ini kebutuhan masyarakat akan terapi komplementer cukup tinggi. Kurang lebih 80% masyarakat Indonesia mencari pengobatan alternatif, ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keyakinan, keuangan, reaksi obat kimia dan tingkat kesembuhan. Terapi komplementer merupakan terapi modalitas yang bersifat melengkapi terapi konvensional yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal2.Metode: Pengabdian ini akan dilakukan dengan metode HIRARC yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, dan Risk Control. Pengabdi memberikan intervensi berupa pendampingan kepada 30 kader masyarakat di wilayah Puskesmas Nguter Sukoharjo. Hasil dan pembahasan: Hasil posttest menunjukkan prosentase peningkatan pengetahuan diabetes melitus 12,2 %, hipertensi 6,33% dan merokok 2,33%.Kesimpulan: Pelaksanaan pengabdian berjalan dengan efektif dengan peningkatan pengetahuan tentang diabetes melitus, hipertensi dan merokok dalam rangka mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK), pencegahan Diabetes Mellitus, Hipertensi dan kebiasaan merokok. 
Hubungan Pengetahuan Kode Etik Kedokteran Tentang Aborsi terhadap Sikap Mahasiswa Kedokteran Terhadap Aborsi Fandi Muhammad Nugroho; Hari Wujoso; Wahyu Dwi Atmoko
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 1 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.909 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i1.48648

Abstract

Pendahuluan: Aborsi adalah pengguguran kandungan sebelum usia janin mencapai 22 minggu. Aborsi dibagi menjadi dua, yaitu dialakukan secara buatan atau spontan. Oposisi dari tindakan aborsi berpendapat janin dianggap sebagai manusia, membunuh manusia yang tidak bersalah merupakan tindakan moral yang salah. Secara keseluruhan, 35 aborsi terjadi setiap tahun per 1.000 perempuan berusia 15-44 tahun di seluruh dunia. Dalam menjaga kualitas dan etika tenaga medis, seorang dokter dipandu dalam suatu pedoman norma etik profesi dokter yang disebut Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Pada penelitian tahun 2016 dikatakan perbedaan pengetahuan etika kedokteran tentang aborsi berpengaruh pada sikap yang diambil dokter untuk melakukan aborsi. Di 2020 ini peneliti mencoba meneliti kembali apakah perbedaan pengetahuan KODEKI tentang aborsi berpengaruh signifikan terhadap sikap yang diambil oleh dokter muda melakukan tindakan aborsi.Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Uji prasyarat menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas. Bila data terdistribusi normal maka akan digunakan uji korelasi person, sedangkan bila data tidak terdistribusi normal maka digunakan uji spearman.Hasil: Pada uji normalitas, didapatkan p= 0,101 untuk kelompok skor pengetahuan Kode etika kedokteran tentang aborsi dan p= 0,616 untuk skor sikap mahasiswa kedokteran terhadap aborsi. Pada uji korelasi Pearson, didapatkan nilai p= 0,002 yang menunjukkan bahwa hubungan Pengetahuan Kode Etika Kedokteran Tentang Aborsi dengan Sikap Mahasiswa Kedokteran Terhadap Aborsi bermakna karena p<0,05. Nilai korelasi Pearson sebesar 0,339 menunjukkan bahwa korelasi negatif dengan kekuatan korelasi yang sedang.Kesimpulan: Hubungan pengetahuan kode etika kedokteran tentang aborsi dengan sikap mahasiswa kedokteran terhadap aborsi bermakna secara statistik. Kata Kunci: Aborsi, Pengetahuan KODEKI, Sikap ABSTRACTIntroduction: Abortion is an abortion before the fetus reaches 22 weeks of age. Abortion is divided into two, namely done artificially or spontaneously. Opposition to the act of abortion argues that the fetus is considered a human being, killing an innocent human being is a moral wrong act. In all, 35 abortions occur annually per 1,000 women aged 15-44 worldwide. In maintaining the quality and ethics of medical personnel, a doctor is guided by a professional ethical norm guideline called the Indonesian Medical Code of Ethics (KODEKI). In a 2016 study, it was stated that differences in medical ethics knowledge about abortion had an effect on the attitudes taken by doctors to perform abortions. In 2020, the researchers tried to re-examine whether the differences in KODEKI's knowledge about abortion had a significant effect on the attitudes taken by young doctors in carrying out abortion.Methods: This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The subjects in this study were students of the Medical Study Program, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University. The prerequisite test used the validity test, reliability test and normality test. If the data is normally distributed, the person correlation test will be used, whereas if the data is not normally distributed, the Spearman test is used.Results: In the normality test, it was found that p = 0.101 for the group of knowledge scores on the code of medical ethics about abortion and p = 0.616 for scores on the attitudes of medical students towards abortion. In the Pearson correlation test, the p value was obtained = 0.002, which indicates that the relationship between Knowledge of the Code of Medical Ethics on Abortion and the Attitudes of Medical Students to Abortion is significant because p <0.05. The Pearson correlation value of 0.339 indicates that the correlation is negative with moderate correlation strength.Conclusions: The relationship between knowledge of medical ethics code about abortion and attitudes of medical students towards abortion is statistically significant.   Keywords: abortion, KODEKI knowledge, attitudePendahuluan: Aborsi adalah pengguguran kandungan sebelum usia janin mencapai 22 minggu. Aborsi dibagi menjadi dua, yaitu dialakukan secara buatan atau spontan. Oposisi dari tindakan aborsi berpendapat janin dianggap sebagai manusia, membunuh manusia yang tidak bersalah merupakan tindakan moral yang salah. Secara keseluruhan, 35 aborsi terjadi setiap tahun per 1.000 perempuan berusia 15-44 tahun di seluruh dunia. Dalam menjaga kualitas dan etika tenaga medis, seorang dokter dipandu dalam suatu pedoman norma etik profesi dokter yang disebut Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI). Pada penelitian tahun 2016 dikatakan perbedaan pengetahuan etika kedokteran tentang aborsi berpengaruh pada sikap yang diambil dokter untuk melakukan aborsi. Di 2020 ini peneliti mencoba meneliti kembali apakah perbedaan pengetahuan KODEKI tentang aborsi berpengaruh signifikan terhadap sikap yang diambil oleh dokter muda melakukan tindakan aborsi.Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Uji prasyarat menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas. Bila data terdistribusi normal maka akan digunakan uji korelasi person, sedangkan bila data tidak terdistribusi normal maka digunakan uji spearman.Hasil: Pada uji normalitas, didapatkan p= 0,101 untuk kelompok skor pengetahuan Kode etika kedokteran tentang aborsi dan p= 0,616 untuk skor sikap mahasiswa kedokteran terhadap aborsi. Pada uji korelasi Pearson, didapatkan nilai p= 0,002 yang menunjukkan bahwa hubungan Pengetahuan Kode Etika Kedokteran Tentang Aborsi dengan Sikap Mahasiswa Kedokteran Terhadap Aborsi bermakna karena p<0,05. Nilai korelasi Pearson sebesar 0,339 menunjukkan bahwa korelasi negatif dengan kekuatan korelasi yang sedang.Kesimpulan: Hubungan pengetahuan kode etika kedokteran tentang aborsi dengan sikap mahasiswa kedokteran terhadap aborsi bermakna secara statistik. Kata Kunci: Aborsi, Pengetahuan KODEKI, Sikap ABSTRACTIntroduction: Abortion is an abortion before the fetus reaches 22 weeks of age. Abortion is divided into two, namely done artificially or spontaneously. Opposition to the act of abortion argues that the fetus is considered a human being, killing an innocent human being is a moral wrong act. In all, 35 abortions occur annually per 1,000 women aged 15-44 worldwide. In maintaining the quality and ethics of medical personnel, a doctor is guided by a professional ethical norm guideline called the Indonesian Medical Code of Ethics (KODEKI). In a 2016 study, it was stated that differences in medical ethics knowledge about abortion had an effect on the attitudes taken by doctors to perform abortions. In 2020, the researchers tried to re-examine whether the differences in KODEKI's knowledge about abortion had a significant effect on the attitudes taken by young doctors in carrying out abortion.Methods: This research is an analytic observational study with a cross sectional approach. The subjects in this study were students of the Medical Study Program, Faculty of Medicine, Sebelas Maret University. The prerequisite test used the validity test, reliability test and normality test. If the data is normally distributed, the person correlation test will be used, whereas if the data is not normally distributed, the Spearman test is used.Results: In the normality test, it was found that p = 0.101 for the group of knowledge scores on the code of medical ethics about abortion and p = 0.616 for scores on the attitudes of medical students towards abortion. In the Pearson correlation test, the p value was obtained = 0.002, which indicates that the relationship between Knowledge of the Code of Medical Ethics on Abortion and the Attitudes of Medical Students to Abortion is significant because p <0.05. The Pearson correlation value of 0.339 indicates that the correlation is negative with moderate correlation strength.Conclusions: The relationship between knowledge of medical ethics code about abortion and attitudes of medical students towards abortion is statistically significant.   Keywords:abortion, KODEKI knowledge, attitude
Komunikasi, Informasi dan Edukasi DAGUSIBU Untuk Sanitarian dan Petugas Gizi Kabupaten Karanganyar Sri Wahyuni; Agus Purnomo; Sutopo Edy Antoro
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 1 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.357 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i1.56416

Abstract

 Pendahuluan : GKSO (Gerakan Keluarga Sadar Obat) merupakan salah satu program dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang berhubungan dengan penggunaan obat. Hal ini terkait dengan banyaknya permasalahan yang terkait dengan obat yang terjadi di masyarakat. Permasalahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesahatan yang jumlahnya terbatas dan belum mampu untuk memberikan informasi yang cukup mengenai obat, melainkan juga tanggung jawab seluruh komponen masyarakat untuk dapat mewujudkan masyarakat yang cerdas dalam menggunakan obat.  Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait obat adalah melalui sosialiasi DAGUSIBU ( Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan benar Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu metode pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan model Particatory Rural Appraisal (PRA). Dimulai dengan pengenalan masalah yang peserta alami terkait penggunaan obat, selanjutnya diberikan pemaparan materi tentang DAGUSIBU, dan diakhiri dengan diskusi interaktif dan recall memory. Hasil dan pembahasan : Kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) DAGUSIBU kepada sanitarian, dan petugas gizi Kabupaten Karanganyar, berjalan dengan lancar. Para peserta antusias dalam mendengarkan pemaparan materi, dan aktif dalam tanya jawab seputar pengalaman penggunaan obat dalam kehidupan mereka sehari-hari dan bagaimana cara memperoleh, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Kesimpulan : Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para sanitarian, dan petugas gizi Kabupaten Karanganyar tentang bagaimana cara pengelolaan obat yang benar melalui program DAGUSIBU. Diharapkan para peserta bisa memanfaatkan pengetahuan yang didapatkan dengan menerapkannya di lingkungan kerja, keluarga dan masyarakat. Kata kunci : DAGUSIBU; Obat; KaranganyarABSTRACTIntroduction : GKSO (Gerakan Keluarga Sadar Obat) is one of the programs of the Indonesian Pharmacists Association (IAI) in an effort to increase public awareness and knowledge related to drugs. This is related to the many problems about drugs that occur in the community. This problem is not only the responsibility of health workers who have not been able to provide sufficient information about drugs, but also the responsibility of all components of society to be able to create an intelligent society in using drugs. One of the efforts to increase public knowledge and understanding regarding drugs is through socialization of DAGUSIBU. Method: The method used in this community service activity is a participatory community empowerment method with the Particatory Rural Appraisal (PRA) model. Starting with the introduction of the problems experienced by the participants related to the use of drugs, then the presentation was given about DAGUSIBU, and ended with interactive discussion and memory recall related to the presentation. Results and discussion: Communication, information, and education activities about DAGUSIBU for sanitarians, and nutrition workers in Karanganyar Regency, were successfull. The participants were enthusiastic in listening to the presentation, and were active in asking questions about the experience of using drugs in their daily lives and how to obtain, use, store and dispose of drugs properly. Conclusion: This activity increases the knowledge and understanding of sanitarians and nutrition workers in Karanganyar Regency on how to properly manage drugs through the DAGUSIBU program. It is hoped that the participants can take advantage of the knowledge by applying it in the work environment, family and community. Keywords: KIE; DAGUSIBU; Drug; Karanganyar
Pembuatan Minuman Herbal Sederhana Dari Jahe Untuk Mendukung Imunitas Melawan Covid-19 Budiyanti Wiboworini; Amalina Shabrina
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 3 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.226 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i3.56093

Abstract

Pendahuluan: Penularan penyakit infeksi termasuk Covid-19 tidak terlepas dari interaksi antara agen penyebab penyakit -host dan lingkungan. Upaya peningkatan daya tahan tubuh host agar dapat bertahan terhadap serangan virus juga merupakan hal yang penting dilakukan, antara lain dengan pemanfaatan bahan alam. Jahe merupakan salah satu bahan alam yang telah terbukti dapat memperkuat imunitas. Pada masa pandemi dibutuhkan banyak agen penggerak yang bisa menularkan pengetahuan yang didapatnya ke lingkungan sekitarnya, dan remaja masjid adalah salah satu kelompok yang memenuhi kriteria tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan menyampaikan pada remaja masjid manfaat jahe untuk memperkuat imunitas dan cara mengolahnya menjadi minuman yang segar dan enak dikonsumsi.Metode: Kegiatan dilakukan melalui tahapan assessment, koordinasi dan pelaksanaan edukasi. Edukasi diikuti 45 remaja masjid dan takmir masjid Asy Syakur, Buran, Tasikmadu Karanganyar dengan metode ceramah dan demonstrasi pembuatan minuman jahe.Hasil: Peserta antusias mendapatkan pemahaman, terlihat dari sesi diskusi. Peserta menyatakan mendapat pengetahuan baru dalam pemanfaatan bahan alam menjadi jamu untuk meningkatkan imunitas.  Selain itu minuman yang dibuat telah dicoba dan dapat diterima karena rasanya enak dan segar.Kesimpulan: Jahe dapat dimanfaatkan sebagai minuman herbal sederhana yang mudah dibuat dan dapat diterima masyarakat.Kata kunci: herbal; jahe; imunitas; remaja masjid
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu-Lansia Tentang Penyakit Infeksi dan Hipertensi untuk Meningkatkan Promosi Kesehatan pada Masyarakat Lanjut Usia Betty Suryawati; Marwoto Marwoto; Jusuf Soebagyo; Harsini Harsini; Reviono Reviono; Arthrien Adiputri; Brigitta Devi Anindita Hapsari
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 3 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.392 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i3.66873

Abstract

Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan penyakit, baik penyakit degeneratif maupun penyakit infeksi. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada usia lanjut adalah hipertensi dan penyakit infeksi. Pengetahuan tentang penyakit sangat penting agar lansia dapat mengenali faktor risiko dan upaya pencegahan penyakit. Kader posyandu lansia mempunyai peranan penting dalam promosi kesehatan pada lansia; sehingga peningkatan pengetahuan dan skill kader posyandu tentang penyakit hipertensi dan infeksi sangat penting dalam pencegahan dan pengurangi risiko penyakit infeksi pada lansia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan peningkatan pengetahuan kader posyandu lansia dalam hal penyakit infeksi yang sering terjadi pada lansia dan penyakit hipertensi.Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bekerjasama dengan pemerintah Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan ceramah kepada kader lansia di kelurahan Mojo, tentang penyakit infeksi yang sering terjadi pada lansia dan penyakit hipertensi, yang meliputi faktor risiko, tanda dan gejala, dan upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan. Selain itu untuk mengevaluasi kegiatan ini dilakuka pre- dan post-test yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kader posyandu lansia tentang penyakit infeksi dan hipertensi.Hasil dan Pembahasan: Jumlah peserta kegiatan adalah sebanyak 80 kader posyandu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kader lansia sudah mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hipertensi dan penyakit infeksi pada lansia, tetapi dalam beberapa hal masih perlu ditingkatkan, terutama dalam pengetahuan tentang klasifikasi hipertensi, cara pengukuran tekanan darah yang benar, dan penyakit infeksi. Didapatkan peningkatan nilai post-test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan dari kader posyandu setelah diberikan paparan tentang materi tersebut.Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan penyakit infeksi pada kader posyandu lansia. Kata kunci: Hipertensi; Infeksi;Usia lanjut; Kader; Posyandu
Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dan Cara Pemeriksaan Glukosa Darah Secara Mandiri Tri Agusti Sholikah; Ratih Puspita Febrinasari; Dyonisa Nasirochmi Pakha
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 2 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.245 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i2.49802

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik kronis yang masih menjadi perhatian di dunia. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar glukosa pada sirkulasi darah atau disebut dengan hiperglikemia. Deteksi dini penyakit DM dan pemantauan kadar glukosa darah pada penderita DM sangatlah penting untuk dilakukan. Hal tersebut dikarenakan apabila kadar glukosa darah sangat tinggi atau tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya komplikasi serius diberbagai organ tubuh, sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Saat ini telah tersedia alat pemeriksaan glukosa darah yang mudah digunakan masyarakat yaitu glukometer. Namun, nampaknya masih banyak masyarakat yang belum terampil menggunakannya. Selain itu banyak masyarakat yang belum memahami penyakit DM secara holistik sehingga perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang penyakit DM.Metode: Metode pengabdian masyarakat ini adalah edukasi tentang penyakit Diabetes Melitus secara holistik melalui penyebaran video di grup-grup Whatsapp, Instagram, Facebook dan Youtube. Video edukasi tersebut terdiri dari 3 buah video, yaitu video tentang penyakit DM secara holistik, video cara penggunaan glukometer untuk memeriksa glukosa darah, dan video tentang DM di era COVID-19. Setelah disebarkan, masyarakat diminta memberikan respon melalui kuesioner. Hasil dan pembahasan: Sebagian besar responden sangat setuju bahwa video yang diunggah membuat mereka menjadi lebih paham mengenai penyakit diabetes melitus dan cara menggunakan glukometer.Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit DM dan cara memeriksa glukosa darah secara mandiri dengan glukometer.
Manajemen Kecerdasan Emosi dan Penerapan Administrasi Skrining Penyakit Tidak Menular bagi Kader Posyandu Tri Wulandari Wulandari Kesetyaningsih; Tri Pitara Mahanggoro
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 2 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.617 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i2.62469

Abstract

Background : Gamping Kidul hamlet is growing fast as an educational center. This condition brings socio-economic changes and unhealthy lifestyles so that there are concerns about an increase in non-communicable diseases (NCDs). This Community Service (CS) is a continuation of the previous CS which has formed a care group of healthy lifestyles and provides cadres with NCDs screening and prevention. These activities were enhanced by training on emotional intelligence management and screening administration. The activity aims to train management emotions and apply NCDs screening administration so that it can further strengthen the ability of cadres to implement NCDs prevention programs. Methods :The service is carried out with explanation, discussion, and practice. At the end of the training, an assessment of the level of emotional intelligence is carried out. Results : The training was attended by 14 integrated service post cadres (posyandu) as participants. The results of the assessment show that 57% of cadres have high emotional intelligence, 29% are moderate and 14% are low. Emotional intelligence of non-cadres is 84.62% high and 7.69% moderate and low, respectively. The Mann Whitney test proves that the emotional intelligence of cadres is significantly lower than that of non-cadres. Conclusion : It was concluded that most posyandu cadres had high emotional intelligence, some were moderate-low, but lower than non-cadres in average. Posyandu has never done NCDs screening. The training has provided experience in NCDs screening for posyandu cadres.

Page 1 of 4 | Total Record : 40