cover
Contact Name
Ediyanto
Contact Email
ediyanto@upnyk.ac.id
Phone
+6281578718429
Journal Mail Official
ediyanto@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tambak Bayan No.2, Janti, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Geomatika
ISSN : 2962651X     EISSN : 2962651X     DOI : https://doi.org/10.31315/imagi
Core Subject : Engineering,
IMAGI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geomatika UPN “Veteran” Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil studi dan penelitian bidang geodesi dan geomatika. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini bersifat terbuka untuk ilmuwan, peneliti, mahasiswa dan cendekiawan lainnya yang ingin mempublikasikan hasil studi atau penelitiannya. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menjadi wahana bagi para ilmuwan dan akademisi untuk berbagi, bertukar dan mendiskusikan berbagai isu dan perkembangan ilmu Geodesi dan Geomatika. Jurnal ini menerima makalah dari universitas terkemuka di seluruh Indonesia, universitas luar negeri, lembaga pemerintah dan swasta lainnya. Semua naskah harus disiapkan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dan harus melalui proses peer-review. Topik yang dapat disajikan pada jurnal ini meliputi : Pengembangan dan aplikasi ilmu geodesi dan geomatika, survey pemetaan dan GNSS, pertanahan, Sistem Informasi Geografis (SIG), Pengindraan Jauh, Fotogrametri, Hidrografi, Geografi, Geologi dan Kebencanaan.
Articles 32 Documents
Pemetaan Tingkat Keterpaparan Wilayah Permukiman Terhadap Bencana Tsunami di Kabupaten Pangandaran - Indrianawati
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.986 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7865

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah di Provinsi Jawa Barat yang terindikasi rawan terhadap bencana tsunami karena wilayahnya yang berada di pesisir pantai selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Salah satu upaya mitigasi bencana tsunami yang dapat dilakukan adalah dengan memetakan tingkat kepekaan wilayah dan tingkat keterpaparan wilayah permukiman di Kabupaten Pangandaran terhadap bencana tsunami. Metode yang digunakan dalam pemetaan ini adalah metode skoring dan pembobotan dengan parameter berupa jarak dari garis pantai, ketinggian, wilayah lereng, dan jarak dari sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7% dari luas wilayah Kabupaten Pangandaran memiliki tingkat kepekaan yang tinggi terhadap bencana tsunami, yaitu wilayah Kecamatan Cimerak (1.929,48 Ha); Kecamatan Parigi (1.844,4 Ha); Kecamatan Pangandaran (1.570,72 Ha); Kecamatan Cijulang (920,58 Ha); Kecamatan Sidamulih (914,76 Ha); dan Kecamatan Kalipucang (810,05 Ha). Wilayah permukiman di Kabupaten Pangandaran yang memiliki tingkat keterpaparan tinggi terhadap bencana tsunami mencapai 13% dari seluruh luas wilayah permukimannya. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Pangandaran (479 Ha); Kecamatan Parigi (394 Ha); Kecamatan Cimerak (152 Ha); Kecamatan Sidamulih (150 Ha); Kecamatan Cijulang (118 Ha); dan Kecamatan Kalipucang (52 Ha).
Pemodelan 3 Dimensi Candi Kedulan Menggunakan Terrestrial Laser Scanner Aditya Firman Pramudya
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2586.805 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7474

Abstract

Perkembangan teknologi dalam survey pemetaan pada masa kini berkembang sangat cepat. Dimulai dengan alat-alat yang bersifat manual dan konvensional,sekarang banyak teknologi survey pemetaan yang bersifat otomatis dan canggih. Salah satunya yang berkembang saat ini adalah teknologi untuk survey suatu obyek tiga dimensi, yakni terrestrial laser scanner. Terrestrial Laser Scanner (TLS) adalah suatu teknologi metode pengukuran ground based yang mampu memberikan visual hasil dokumentasi dalam model 3 dimensi (3D) dengan proses akuisisi data yang efektif dan perekamannya secara realtime, aktual, dan dimensional (Leonardo, 2008). Pada penelitian menggunakan data yang dilaksanakan di Candi Kedulan Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa dalam candi kedulan terpendam oleh endapan sedimen Dalam rangka melaksanakan penelitian ini, kegiatan dilakukan adalah membuat atau merepretasikan Candi Kedulan dalam bentuk tiga dimensi, dengan menggunakan TLS diharapkan dapat membentuk kedetailan yang cukup tinggi.
Analisis Potensi Panas Bumi Dua Sudara, Provinsi Sulawesi Utara Menggunakan Integrasi Citra Landsat 8 Dan DEM Peter Pratistha Utama; Dani Mardiati; Ikhwannur Adha
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1397.894 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9418

Abstract

Daerah potensi panas bumi Dua Sudara merupakan salah satu lokasi potensi panas bumi di Provinsi Sulawesi Utara. Tatanan tektonik regional lengan utara Pulau Sulawesi yang merupakan busur vulkanik Sangihe berumur Tersier hasil proses subduksi antara antara lempeng samudra Maluku dengan lempeng benua Eurasia menyebabkan melimpahnya keterdapatan gunungapi dan potensi panas bumi pada daerah ini. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh sebagai studi pendahuluan potensi panas bumi di daerah Dua Sudara. Data utama citra Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) digunakan untuk melakukan analisis Fault Fracture Density (FFD) dan analisis kelerengan. Data utama citra Landsat-8 digunakan untuk melakukan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), analisis composite band, dan analisis Land Surface Temperature (LST). Analisis FFD untuk mengetahui indikasi zona permeabilitas tinggi dalam sistem panas bumi Dua Sudara. Analisis kelerengan untuk menentukan lokasi imbuhan air permukaan. Indikasi lokasi sumber panas sistem panas bumi dan persebaran batuan teralterasi diinterpretasikan dari analisis LST dikorelasikan dengan analisis NDVI dan analisis composite band. Orientasi kelurusan hasil analisis dominan berarah baratlaut-tenggara dan utara-selatan. Sumber panas diinterpretasikan berasal dari Gunung Dua Sudara dan Gunung Batuangus. Indikasi zona outflow berada di sebelah baratlaut Gunung Dua Sudara yang dicirikan oleh sebaran sejumlah manifestasi panas bumi berupa mata air panas dengan orientasi baratlaut-tenggara dan sebaran batuan alterasi hidrotermal. Daerah tangkapan air dan daerah imbuhan diidentifikasi berada di lereng sebelah baratlaut dari Gunung Dua Sudara dan lereng sebelah baratlaut-utara-timurlaut dari Gunung
Kajian Hasil Pemantauan Pergerakan Tanah Secara Horizontal dan Vertikal Selama Satu Tahun Dari Tahun 2017-2018 Di Clapar, Banjarnegara Joko Hartadi
Jurnal Ilmiah Geomatika (IMAGI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.479 KB)

Abstract

Gerakan tanah adalah suatu gerakan menuruni lereng oleh massa tanah dan atau batuan penyusun lereng, Definisi di atas dapat menunjukkan bahwa massa yang bergerak dapat berupa massa tanah, massa batuan ataupun percampuran antara keduanya. Bencana longsor adalah salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Clapar, Banjarnegara. Longsor yang terjadi merupakan kejadian yang berulang dan hingga sekarang belum ada metode yang sesuai untuk menanggapi ancaman yang ditimbulkan, sehingga langkah- langkah pencegahan belum maksimal. Menurut ahli menyatakan bahwa pergerakan tanah di daerah tersebut sangat aktif namun belum dapat diketahui secara kualitatif maupun kuantitatif tingkat keaktifannya yang dapat menimbulkan tanah longsor. Penelitian ini diharapkan mampu membantu pihak terkait untuk merancang mitigasi bencana longsor di Clapar kabupaten Banjarnegara sehingga dapat mengurangi kerugian baik dari infrastruktur ataupun jiwa di masa yang akan datang. Sedangkan tujuan jangka panjang penelit ian ini adalah memetakan dengan jelas daerah rawan longsor sehingga dapat memudahkan dalam memodelkan rancangan mitigasi kebencanaan. Salah satu metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melakukan pemantauan pergerakan tanah di d aerah yang pernah mengalami longsor, menghitung pergerakan tanah dengan menggunakan penentuan posisi di permukaan tanah yang diamati dalam kurun waktu tertentu secara periodik, melakukan analisis pergerakannnya menggunakan uji statistik beda signifikansi parameter terhadap nilai koordinat posisi di tahun 2017 dan tahun 2018. Berdasarkan pada uji statistik pergerakan tanah yaitu uji beda signifikansi parameter menunjukkan bahwa hasil ujinya diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai pergerakan horizontal dan vertikal yang terjadi selama satu tahun yaitu pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 Hasil uji statistik yang menyatakan tidak bergerak susuai dengan kondisi saat pengukuran, yaitu dalam kondisi sebelum hujan, sedangkan pergerakan tanah terjadi pada saat setelah terjadi hujan . Kata kunci: Pergerakan tanah , Longsor, Mitigasi bencana, Clapar
Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Melalui Metode Object Based Image Analysis (Studi Kasus: Kota Administrasi Jakarta Timur) Yafi Javier Dzaikra
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.898 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7847

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta pada tahun 2020 sebesar 9,98%. DKI Jakarta terdiri dari 5 kota administrasi dimana salah satunya adalah Jakarta Timur, artinya rata-rata RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur hanya sebesar 1,9% dari wilayah kota. Dilain sisi, Pasal 29 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyebutkan bahwa RTH di wilayah kota paling sedikit 30% dari luas wilayahnya. Adanya masalah ketersediaan RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur yang tidak dapat terfasilitasi dengan baik, diperlukan upaya pemantauan RTH secara berkala agar luasannya tidak semakin berkurang. Pemantauan secara berkala dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pengindraan jauh dengan metode Object Based Image Analysis (OBIA). Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah metode OBIA mampu untuk mengidentifikasi ketersediaan RTH, mengetahui ketelitian yang dihasilkan OBIA serta ketersediaan RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur. Penelitian dilakukan pada citra SPOT-7 dengan resolusi spasial 1,5 meter. Metode penelitian meliputi segmentasi, klasifikasi, uji lapangan dan uji akurasi. Hasil yang didapatkan adalah metode OBIA mampu untuk mengidentifikasi RTH, ketelitian OBIA dalam mengidentifikasi RTH sebesar 83,33% serta ketersediaan RTH di Kota Administrasi Jakarta Timur sebesar 3.415 hektar atau 18,18% dari luas wilayahnya.
Survei Bathimetri di Perairan Dangkal Menggunakan Wahana USV (Unmanned Surface Vehicle) Studi Kasus Sungai Ciliwung Monica Pratiwi
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.184 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7478

Abstract

Perkembangan  teknologi dalam survey pemetaan  pada  masa  kini  berkembang sangat  cepat. Dimulai  dengan  alat-alat  yang  bersifat  manual  dan  konvensional,sekarang  banyak  teknologi survey pemetaan  yang bersifat  otomatis  dan  canggih.  Salah satunya yang berkembang saat ini adalah teknologi untuk survey bathimetry di perairan dangkal yaitu Unmanned Surface Vehicle (USV). Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Autonomous Surface Vehicle (ASV) merupakan sistem kapal yang digunakan tanpa adanya campur tangan operator. USV dikendalikan secara otomatis dengan memberikan perintahperintah seperti waypoint, atau secara manual dengan menggunakan remote control dari Ground Control Station (GCS) ( Okta, 2017). Penelitian dilakuakan di sepanjang aliran Sungai Ciliwung yang mengalir Jakarta dari ancol hingga tebet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman di sepanjang aliran sungai Ciliwung dan dapat membuat peta bathimetrinya
Karakteristik Struktur Geologi Daerah Bukit Batu Dinding, Samboja, Kalimantan Timur Ikhwannur Adha, S.T., M.T.
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 2 (2022): Oktober Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.886 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i2.9420

Abstract

Samboja merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Beberapa lokasi di Samboja memiliki kondisi geologi yang menarik, salah satunya Bukit Batu Dinding. Bukit Batu Dinding memiliki lokasi yang berdekatan dengan IKN Baru Indonesia sehingga nantinya dapat menjadi daerah yang menyokong berkembangnya IKN. Untuk pengembangan daerah ini, perlu diketahui kondisi geologi yang detil termasuk terkait struktur geologinya sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dan tepat sasaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi geologi Bukit Batu Dinding, khususnya karakteristik struktur geologi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei untuk mengetahui kondisi geologi yang meliputi litologi dan struktur geologi. Pengamatan dan pengukuran kedudukan batuan dan kekar gerus dilakukan sepanjang punggungan Bukit Batu Dinding. Metode analisis yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis kelurusan topografi untuk mengenali kondisi daerah penelitian dan melakukan dugaan-dugaan mengenai zona struktur geologi berdasarkan kenampakan pada peta topografi pada DEM. Proyeksi stereografis dengan menggunakan data kekar dengan bantuan perangkat lunak Dips untuk mengetahui kinematika dan dinamika tektonik pembentuk struktur geologi tersebut. Hasil proyeksi stereografis kemudian dianalisis dan diinterpretasi berdasarkan konsep sesar Anderson untuk mengetahui sesar yang berkembang di Bukit Batu Dinding. Bukit Batu Dinding adalah perbukitan yang terbentuk karena adanya sesar naik yang memanjang di sebelah barat dengan kemiringan berarah barat laut. Sesar naik ini berasosiasi dengan kekar gerus yang intensif di lokasi tersebut. Sesar naik ini memotong Formasi Pulau Balang sehingga mengakibatkan formasi tersebut menumpang diatas Formasi Balikpapan yang lebih muda. Sesar naik tersebut terbentuk karena adanya tegasan utama maksimum berarah tenggara-barat laut dan diperkirakan terbentuk pada periode tektonik Pliosen-Pleistosen
Analisis Sebaran Potensi Kekeringan Dengan Cloud Computing Platform di Kabupaten Grobogan Fandi Dwi Julianto
Jurnal Ilmiah Geomatika (IMAGI) Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.739 KB)

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan daerah yang pemanfaatan agrikulturnya tinggi, dengan padi sebagai salah satu sektor yang diunggulkan. Namun, pengaruh fenomena El Nino menyebabkan puncak musim kemarau lebih panjang daripada yang telah diprediksi. Hal ini berdampak pada komunitas petani yang mengalami kerugian atas pertaniannya karena tidak selalu siap menghadapi kekeringan. Dengan menggunakan data citra satelit Landsat -8, Landsat-7, dan Landsat -5 dengan tipe Surface Reflectance Tier 1 pada tanggal perekaman setiap 5 tahun dari tahun 1999 hingga 2019, penulis dapat menentukan daerah kekeringan menggunakan metode penginderaan jauh dengan algoritma NDDI (Normalized Difference Drought Index ) yang menggabungkan dua parameter; kehijauan vegetasi ( Normalized Difference Vegetation Index atau NDVI) dan kebasahan vegetasi ( Normalized Difference Water Index atau NDWI). Pengolahan algoritma NDDI ini dilakukan berdasarkan interval tertentu demi memperoleh model perubahan untuk mencoba mengetahui daerah -daerah agrikultur yang berpotensi mengalami kekeringan di masa mendatang. Selain itu, dilakukan juga pengolahan LST (Land Surface Temperature ) pada citra satelit yang sama sebagai pendukung hasil klasifikasi kekeringan. Citra satelit diolah menggunakan Google Earth Engine untuk hasil yang lebih efisien, dan dari sana didapatkan bahwa pada 2009, kekeringan yang sangat berat terjadi pada area seluas 16.580,199 ha dan hasil rata - rata LST yang paling tinggi sebesar 44,811°C. Tingginya temperatur pada permukaan ini dapat mengganggu dan bahkan menyebabkan gagal panen pada padi, terlebih ketika padi sedang dalam masa reproduksi dan vegetasi. Namun, dampak- dampak dari kekeringan ini dapat diminimalisasi dengan penyusunan rencana mitigasi yang tepat. Kata kunci: Agrikultur, Kekeringan, Penginderaan jauh, Komputasi awan
Meremajakan Peta Topografi Menggunakan Konsep 3D Map Art (Studi Kasus : Kota Sabang, Provinsi Aceh Tahun 1982) Erliana Dwi Widyastuti
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.878 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7688

Abstract

Peta konvensional merupakan peta yang pembuatannya dilakukan menggunakan teknologi analog dan disajikan dalam bentuk media kertas, salah satunya berupa peta topografi. Peta topografi dalam bentuk media kertas dapat dengan mudah mengalami kerusakan secara fisik. Penelitian ini dilakukan bertujuan agar visualisasi peta topografi tersebut dapat dikembangkan lebih baik dan menarik, sehingga orang-orang yang memahami peta topografi dapat memiliki perspektif yang lebih luas. Penelitian ini mengambil studi kasus di Kota Sabang, Provinsi Aceh pada tahun 1982. Daerah penelitian tersebut dipilih karena kondisi topografi Kota Sabang didominasi oleh pegunungan sehingga 3D map art yang dihasilkan dapat menunjukkan perbedaan setiap ketinggian kontur topografinya. Penelitian ini dilakukan menggunakan konsep 3D map art dengan memanfaatkan ilmu kartografi digital. Konsep 3D map art merupakan konsep dalam pembuatan peta secara digital yang lebih mengutamakan visualisasi dari peta. Pada penelitian ini pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcGIS, Adobe Photoshop dan Blender. Hasil akhir dari penelitian ini terdapat 2 bentuk output. Hasil yang pertama berupa 3D map art Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan format gambar PNG dalam bentuk 2D yang memiliki efek ilusi 3D. Hasil yang kedua berupa video animasi 3D map art Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan format video MP4.
Proses Georeferencing Citra Sentinel-2 dengan Menggunakan Software ArcGIS Maulana Prabandaru
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 2, No 1 (2022): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1799.057 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v2i1.7481

Abstract

Citra satelit merupakan perangkat penting yang dapat memberikan informasi dalam pemanfaatan pengguna lahan maupun dalam tutupan lahan yang dilakukan dengan SIG (Geographic Information System) (Wijaya, 2015). Untuk memperoleh informasi peta yang benar sebuah citra harus dikoreksi terhadap penyimpangan posisi geometri. Koreksi geometrik dilakukan karena terjadi distorsi geometrik antara citra hasil penginderaan jauh dengan objek yang direkam pada permukaan Bumi. Pada proses ini dibutuhkan beberapa titik kontrol medan (GCP) yang dapat diidentifikasi pada citra dan peta. Apabila persamaan transformasi koordinat diterapkan pada titik-titik kontrol maka diperoleh residual x dan residual y. Pada pengolahan georeferensing yang dilakukan menggunakan software ArcGIS  dengan  5 titk GCP sebagai sampel dan diperoleh total RMSError sebesar 0.967067 meter dan pada uji akurasi diperoleh RMSError sebesar 1.702 meter. Berdasarkan  persamaan rumus RMSE metode transformasi pada titik GCP dengan koefisien ketelitian diperoleh nilai ketelitian horizontal pada Citra Sentinel-2B dengan metode affine dengan perhitungan 1.5175 × 0.967067 = 1.46752417 meter dan dengan metode menghitung dari residual dari selisih masing-masing nilai sebesar 1.5175 × 1.702 = 2.582785 meter. Nilai ketelitian geometrik dari kedua metode transformasi menunjukkan nilai kurang dari sama dengan lima belas meter (≤15 m ), sehingga citra Sentinel-2B memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai peta dasar skala 1:50.000 dengan kategori kelas 1.

Page 1 of 4 | Total Record : 32