cover
Contact Name
Siswadi
Contact Email
sigmat@unsika.ac.id
Phone
+6285358389013
Journal Mail Official
sigmat@unsika.ac.id
Editorial Address
Jl. HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Indonesia - 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sigmat Teknik Mesin UNSIKA
ISSN : 29864860     EISSN : 27757927     DOI : https://doi.org/10.35261/sigmat.v2i02.6790
Jurnal Sigmat Teknik Mesin UNSIKA dibuat sejak Febuari tahun 2020 oleh Jurusan Teknik Mesin, Universitas Singaperbangsa Karawang. Frekuensi terbitan 2 kali setahun (April dan Oktober). Visi dari Jurnal Sigmat Teknik Mesin UNSIKA adalah salah satu sarana publikasi yang dikelola oleh Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Singaperbangsa Karawang. Dan sebagai media bagi kalangan Akademisi, Peneliti, Mahasiswa dan Praktisi baik nasional maupun internasional yang bertujuan untuk pengembangan pada bidang keilmuan konversi energi, material, desain mekanikal, manufaktur serta bidang lain yang sangat berhubungan dengan ilmu mesin (dan permesinan lainnya).
Articles 18 Documents
ANALISA PROPERTY FLUIDA KERJA R-134a DAN KINERJA ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) PADA KONDISI KEGAGALAN HEAT EXCHANGER Harmiansyah
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v1i2.5487

Abstract

Keutamaan kinerja heat exchanger dalam sistem Organic Rankine Cycle (ORC) berbahan bakar tempurung kelapa sangat vital, kegagalan dari kinerja heat exchanger menyebabkan tidak maksimalnya sistem kerja ORC, perlu dilakukan analisis property terhadap fluida kerja R-134a dan kinerja dalam sistem ORC jika heat exchanger bekerja tidak dengan baik. Penelitian ini menggunakan data uji kinerja sistem ORC dengan parameter 2.5 Kg/jam laju bahan bakar dan 1 Galon Per Menit (GPM) untuk mass flow rate. Analisa Property fluida kerja R-134a menggunakan software REFerence fluid Properties dan analisis kinerja sistem ORC dengan metode simulasi menggunakan software cycle tempo. Berdasarkan hasil property fluida kerja R-134a didapatkan bahwa semua fase sistem ORC pada quality subcooled dan fase fluida kerja berada pada fase cair ditunjukkan pada hasil diagram p-h untuk sistem ORC. Kinerja sistem ORC berdasarkan parameter Back Work Ratio (BWR) didapat nilai rata-rata sebesar 1.34 yang menjelaskan kinerja sistem ORC pada penelitian ini tidak bekerja dengan baik karena daya masuk memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan daya yang dihasilkan oleh sistem ORC.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KULIT UDANG KERING (EBI) DENGAN KAPASITAS 5KG SEKALI PROSES dian rizki; Erwin Martianis
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v1i2.5530

Abstract

Di beberapa daerah pesisir di Indonesia, salah satunya di Desa Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, proses pengolahan udang kering dilakukan dengan cara tradisional sehingga membutuhkan tenaga kerja dan waktu yang lama. Proses pengupasannya dengan cara dihempas/dibanting menggunakan tenaga manusia, dan biasanya berakibat pada kelelahan. Masalah yang dihadapi pengelola yaitu pada saat mendapatkan udang yang banyak mereka tidak sanggup (kewalahan) pada saat proses pengupasan kulit udang kering (ebi). Karena dalam proses pengupasannya masih menggunakan cara manual. Penelitian ini berfokus pada pembahasan seputar alat pengupas kulit udang kering (ebi) yang akan kami rancang untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir Selat Akar, Kabupaten Kepulauan Meranti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat alat pengupas kulit udang kering dan mengetahui kecepatan putaran poros pengaduk pada alat pengupas kulit udang kering (ebi). Metode yang digunakan adalah dengan melakukan studi lapangan kemudian melakukan studi literatur dan memulai perancangan serta pengumpulan data dan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan alat tersebut. Dari hasil penelitian diperoleh hasil kapasitas rata- rata alat pengupas kulit udang kering adalah 64,3 kg/jam. Rendemen yang didapat sebesar 98,6%.
RANCANG BANGUN ALAT PENCUCI KACANG TANAH MENGGUNAKAN TENAGA MOTOR LISTRIK KAPASITAS 5 KG yudi Hervian; Alfansuri Alfansuri
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v1i2.5538

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pembahasan seputar alat pencuci kacang tanah yang di rancang untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat alat pencuci kacang tanah dan mengetahui kecepatan putaran poros pengaduk pada alat pencuci kacang tanah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan studi lapangan, studi literature dan memulai perancangan serta pengumpulan data. Dari hasil penelitian diperoleh hasil kapasitas rata- rata alat pencuci kacang tanah adalah 68,5 kg/jam. Pada proses 1 didapat hasil berat tanah pada kacang 0,4 kg, dan berat kacang yang bersih 4,6 kg selama 3 menit. Pada proses ke 3 didapat hasil berat tanah pada kacang 0,6 kg, dan berat kacang yang bersih 4,4 kg selama 7 menit. Rendemen yang didapat sebesar 90%.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK KAPASITAS 50 KG/ JAM Kaharudin Kaharudin; Bambang Dwi Hariprihadi
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v1i2.5555

Abstract

Mesin pencacah pakan ternak, pembuatan alat ini berfungsi untuk mempermudah para peternak sapi dalam memotong atau mencacah rumput gajah sehingga hasil produksi maksimal. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data, antara lain; survei lapangan, studi literasi, perencanaan gambar, perhitungan untuk menentukan komponen yang akan dipergunakan dan proses pembuatan atau perakitan. Berdasarkan riset yang telah dilakukan tercipta alat pencacah rumput dengan kapasitas 50 kg/jam. Spesifikasi alat pencacah rumput gajah untuk hewan ternak yang dirancang dengan kapasitas 50 kg/jam adalah alat ini memiliki pisau lurus berjumlah 4 buah, diharapkan akan mampu mencacah rumput gajah dengan hasil yang lebih cepat dan dari hasil pengujian yang dilakukan di dapatlah hasil yang maksimal yakni pada kecepatan putaran mesin pencacah pakan ternak 280 rpm dengan waktu 13,4 menit. Hasilnya sangat memuaskan yakni dengan bentuk hasil cacahan semi kasar hasil perancangan menghasilkan mesin pencacah rumput pakan ternak dengan dimensi ukuran panjang 75 cm, lebar 30 cm dan tinggi 81cm.Sumber penggerak mesin adalah motor robin 5 HP dengan putaran 3000 rpm. Sistem transmisi menggunakan V-belt dengan poros penggerak berdiameter 3 cm potongan – potongan kecil yang telah siap untuk diberikan hewan ternak.
ANALISIS LENGAN AYUN PADA MESIN PENGAYAK TEPUNG SAGU KAPASITAS 10 KG daniel manalu; Akmal Indra
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v1i2.5560

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada pengolahan tepung sagu yang masih dilakukan manual atau dengan mesin seadanya khususnya pada daerah Kabupaten Bengkalis. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan kekuatan tarik pada lengan ayun dan lengan penahan yang bekerja pada mesin pengayak otomatis dengan beban sebesar 10 kg serta menentukan dimensi ukuran yang sesuai dengan alat mesin otomatis pengayak tepung sagu. Penelitian ini difokuskan pada pengayakan tepung sagu di UD. Barokah Kabupaten Bengkalis yang menggunakan mesin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melakukan studi literatur dengan menganalisis hasil eksperimen dan perhitungan numerik. Adapun uji coba mesin dilakukan dengan perhitungan waktu 5 menit dengan mesin pengayak sagu 10 kg dengan kecepatan elektromotor 1.425 rpm dan variasi panjang lengan ayun 21 cm, 19 cm dan 17 cm. Berdasarkan eksperimen dan analisis data didapat hasil penelitian, tepung sagu yang terayak terbanyak dari jumlah awal sebelum tepung diayak yaitu pada kecepatan elektromotor 1425 rpm dengan hasil ayakan (PL 21 cm = 8.6 kg, PL 19 cm = 8.1 kg dan PL 17 cm = 8.5 kg). Sedangkan untuk panjang lengan ayun yang terbaik yaitu terdapat pada panjang lengan ayun 21 cm.
PROSES PRODUKSI PENGOLAHAN PLASTIK POLYETHLENE DI PT. PLASTIK KARAWANG FLEXINDO Dadan Ma'arif; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6664

Abstract

Proses produksi adalah kegiatan menciptakan atau meningkatkan kegunaan suatu produk atau jasa sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan manusia, dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan modal. Proses produksi plastik pada umunya meliputi bebrapa tahapan seperti mixing dan blowing. Dalam proses produksi plastik mesin mixing mengaduk bahan kemudian di teruskan oleh  mesin blowing untuk mengolah biji plastik menjadi bentuk akhir plastik berupa gulungan (roll). Bahan baku utama yang digunakan berupa biji plastik High Density Polyethlene (HDPE) dan Low Density Polyethlene (LDPE). Dalam proses pembuatan kantong plastik atau roll plastik tidak melulu mendapatkan hasil yang sempurna. Dengan demikian, kecacatan terhadap suatu produk dapat terjadi sewaktu-waktu dan oleh sebab itu maka dapat dicari sumber masalahnya. Dalam mengidentifikasi masalah, penulis menggunakan diagram fishbone guna mempermudah dalam mencari suatu akar permasalahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2022 di PT. Plastik Karawang Flexindo. Kata Kunci: Proses Produksi; HDPE; LDPE; Diagram Fisbone
PROSES BROACHING PADA LUBANG ARM REAR BRAKE MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI PT CIPTAUNGGUL KARYA ABADI Muhammad Rifqi Firdaus; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6673

Abstract

Pengusaha industri manufaktur yang bergerak dibidang pembuatan suku cadang otomotif dengan memproduksi komponen kendaraan bermotor khususnya roda dua yaitu dengan hasil produksinya suku cadang sepeda motor terutama arm rear brake. Dalam pembuatan suku cadang kendaraan bermotor pemilihan material sangat penting agar kekuatan material bisa terpenuhi, begitu juga dalam proses pembuatan arm rear brake sehingga dalam tahapan proses broaching bisa optimal karena yang menyebabkan terjadinya kegagalan pada suatu produk salah satunya kekuatan material. Kekuatan material merupakan sifat yang dimiliki oleh material. Perbaikan proses produksi dan desain produk bisa dilakukan dengan melalui identifikasi faktor-faktor kontrol dan settingannya seperti metode Taguchi dengan demikian proses produksi yang stabil dan hasil optimal dapat dicapai, Tujuan penelitian ini yaitu perbaikan proses dan desain produk melalui identifikasi faktor-faktor kontrol dan settingnya. Dengan demikian, produk yang lebih stabil dan bermutu tinggi dapat diperoleh. Dapat mengurangi jumlah pelaksanaan percobaan dibandigkan jika menggunakan percobaan lain, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya. Kata Kunci: Arm Rear Brake; Proses Produksi; Metode Taguchi; Pengendalian Produksi
Proses Pembuatan Tangki Deaerator Berpenampang Oval Dengan Beban Tekanan Internal Pada PT. Nuansa Nisa Met ismawati
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 02 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan tangki Deaerator berpenampang oval. Dalam proses produksi pembuatan tangki Deaerator berpenampang oval perlu melalui beberapa proses seperti marking, cutting, pengerollan, pembodeman, flanging dan lain-lain. Seperti yang kita ketahui marking merupakan proses pembuatan sketsa gambar rencana kerja yang sudah ada yang digunakan sebagai panduan untuk memulai setiap pekerjaan atau pemasangan. Selanjutnya, proses cutting. Cutting merupakan proses pemotongan benda kerja sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Adapula proses pengerollan, merupakan proses menipiskan benda kerja dengan menggunakan daya tekan. Kemudian ada proses pembodeman, pembodeman merupakan proses dimana benda kerja (plat baja) di press dengan palu hidrolik dan dibentuk sesuai kebutuhan. Dan proses selanjutnya yaitu flanging, flanging merupakan proses pembengkokan dimana bagian ujung lembaran logam ditekuk dengan sudut 90 derajat. Pembengkokan tepi atau ujung ini biasanya untuk membentuk flensa. Proses ini tergolong proses bending. Selain itu kita juga dapat mengetahui macam-macam kecacatan yang terjadi pada tangki, seperti pengok, tidak presisi dan bocor. Kecacatan tersebut diakibatkan karena mesin, manusia dan tata letak. Serta dapat mengetahui volume tangki Deaerator berpenampang oval dengan r = 620 dan h = 1620 yaitu sebesar 1,9563 .
ANALISIS EFEKTIVITAS MESIN SEAL CUTTING PADA PROSES PRODUKSI PLASTIK (STUDI KASUS DI PT. PLASTIK KARAWANG FLEXINDO) Riski Eka Prayoga; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6692

Abstract

Penggunaan produk dari plastik di sektor industri mengalami peningkatan dikarenakan plastik memiliki keunggulan yaitu memiliki sifat ulet, mudah dibentuk, ringan, tidak korosif, dan dapat didaur ulang. Dengan itu, industri manufaktur plastik mengalami peningkatan permintaan produk yang membuat perusahaan bekerja lebih cepat. PT. Plastik Karawang Flexindo adalah salah satu perusahaan yang memproduksi olahan plastik. Namun seringkali proses produksi terhambat akibat terjadinya kerusakan komponen mesin yang menyebabkan tidak tercapainya target produksi. Penelitian ini dilakukan unutuk mengetahui efektivitas dan kinerja mesin seal cutting palstik melalui metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai alat bantu mengukur batas antara kinerja aktual dengan kinerja potensial pada saat manufaktur. Penelitian yang dilakukan pada Maret 2022 – Mei 2022 menghasilkan nilai Availability Ratio sebesar 78,61%, nilai Performance Ratio sebesar 92,31% dan nilai Quality Ratio sebesar 99,16%. dan didapatkan rata – rata nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah 71%.  Pengukuran kerugian dilakukan dengan pendekatan Six Big Losses. Dari keenam faktor tersebut Idling and Minor Stopages Losses dengan nilai 49,74%, Reduced Speed Losses dengan nilai 19,67%, Setup and Adjusment Losses 17,93%, Equipment Failure Losses 3,45%, Defect Losses 0,58%, dan Reduced Yield 0%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penyebab kegagalan yang akan diperbaiki sesuai urutan prioritas adalah mengganti komponen mesin yang sudah tua dan pemeliharaan mesin berkala. Kata Kunci: Efektivitas mesin; Mesin seal cutting; Overall Equipment Effectiveness; Proses produksi.
PROSES PEMBUATAN BUSHING PADA SPAREPART COOLING DI BENGKEL BUBUT PURNAMA TEKNIK MANDIRI Wahyu Tri Prayogo; Kardiman
JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Sigmat Teknik Mesin Unsika
Publisher : JURNAL SIGMAT TEKNIK MESIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/sigmat.v2i1.6742

Abstract

Bushing yang dibuat di Bengkel Bubut Purnama Teknik Mandiri diaplikasikani part cooling berfungsi sebagai pembagi dua saluran air panas dan air dingin melalui pipa tembaga menuju ke mold. Proses pembuatan bushing meliputi proses pemotongan material menggunakan mesin potong setelah pemotongan dilanjutkan dengan proses pembubutan menggunakan mesin bubut. Pengerjaannya yaitu, proses bubut muka (facing), proses pengeboran, proses bubut rata dalam, selajutnya diteruskan dengan proses bubut champer untuk finishing yang pengerjaannya dibagian ujung, quality control dilakukan pemeriksaan dengan cara mengecek ketajaman dari part dan mengecek ukuran dari bahan yang sudah dikerjakan. Material yang digunakan dalam pembuatan bushing yaitu material kuningan, Mesin yang digunakan dalam pembuatan bushing kuningan yaitu cutting wheels dan mesin bubut SP 1640 T. Sedangkan alat yang digunakan yaitu, jangka sorong digital, pahat bubut hss, kunci chuck, kunci pahat/tool post. Hasil penelitian yang diperoleh, baik kecepatan potong muka maupun kecepatan potong rata dalam lebih cepat daripada kecepatan potong pengeboran, karena pengeboran akan mendorong benda kerja lebih dalam dan kecepatan mesin lebih rendah, sehingga kecepatan potong lebih lambat. Serupa dengan nilai kecepatan pemakanan bubut muka dan rata dalam lebih cepat dari nilai kecepatan makan pada pengeboran. Dalam kasus pengeboran tersebt memakan benda kerja lebih dalam dan dengan demikian menciptakan lebih banyak gesekan, itu harus disesuaikan dengan kecepatan mesin yang lebih rendah sehingga benda kerja tidak melompat dari chuck/pahat yang rusak. Kata kunci : Bushing, Proses bubut, Sparepart Cooling

Page 1 of 2 | Total Record : 18