cover
Contact Name
Munir Alinu Mulki
Contact Email
munir.alinu@fikes.unsika.ac.id
Phone
+6282128787240
Journal Mail Official
farmasi@unsika.ac.id
Editorial Address
HS. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang Barat, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
ISSN : 27464199     EISSN : 27464199     DOI : https://doi.org/10.35706/pc.v3i2.8034
PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science merupakah media untuk publikasi ilmiah mengenai aspek farmasi, medis dan kesehatan. PharmaCine diterbitkan 2 kali dalam setahun sebagai wadah untuk mahasiswa, farmasis, tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya dalam update keilmuan dan bahan literatur ilmiah. PharmaCine mempublikasikan artikel meta analisis, artikel penelitian, artikel review, dan laporan kasus. Artikel yang masuk diperiksa oleh mitra bestari (peer-reviewed) yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Ruang Lingkup: Ruang lingkup Jurnal PharmaCine meliputi aspek farmasi, medis dan kesehatan dengan topik sebagai berikut: Farmakologi, Farmakoterapi, Farmasi Klinik, Teknologi Farmasi, Farmasi Herbal, Farmasi Sosial , Manajemen Farmasi, Biokimia Klinik, Farmakogenetik, Kimia Farmasi, Biologi Farmasi, Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)
Articles 42 Documents
Threatening Visual Warnings (TVWs) pada Kemasan Rokok terhadap Keinginan Berhenti Merokok
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4403

Abstract

Abstrak. Konsumsi tembakau pada rokok merupakan faktor risiko utama untuk berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung dan kanker paru. Khususnya di Indonesia perokok dewasa mencapai 39,40% pada tahun 2016, untuk menurunkan rata-rata perokok tersebut maka salah satu strateginya adalah dengan menambahkan TVWs (Threatening Visual Warnings) pada kemasan rokok. Tujuan penelitian adalah menilai pengaruh iklan TVWs terhadap keinginan untuk berhenti merokok. Metode penelitian ini adalah crossectional dengan pengambilan data secara sekunder pada 60 responden masyarakat karawang dengan usia > 12 tahun. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan metode Chi Square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pada responden remaja putri tidamk ada hubungan TVWs dengan keinginan untuk berhenti merokok (nilai p 0,0256), sedangkan wanita dewasa, remaja putra dan pria dewasa terdapat hubungan TVWs dengan keinginan untuk berhenti merokok (nilai p berturut-turut 0,013, 0,001 dan 0,003). Kata kunci : Rokok, TVWs, dan Kemasan Rokok
Kejadian Diare pada Balita di Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang dan Kaitannya dengan Pemberian Susu Formula
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4408

Abstract

Abstrak : Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal/ tidak seperti biasanya. Angka kejadian dan kematian diare pada anak-anak di negara berkembang masih tinggi terutama pada anak yang mendapat susu formula, karena susu formula tidak mengandung zat antibodi serta tidak mudah dicerna oleh bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0-11 bulan di Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang. Desain penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif observasional dengan menggunakan metode deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh data bayi yang berusia 0-11 bulan sebanyak 79 individu. Penelitan ini menggunakan sampel jenuh.jenis data yang diambil adalah data primer, teknik pengumpulan data dengan menyebar kuesioner kepada ibu yang mempunyai bayi usia 0-11 bulan, analisis data menggunakan SPSS dengan uji chi-square. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan bermakna antara pemberian susu formula dengan kejadian diare dengan hasil p= 0,001 (p<0,05). Kata Kunci : Diare, Susu Formula, ASI
Uji Aktivitas Penghambatan Enzim Tirosinase Serta Uji Iritasi Sediaan Masker Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus Altilis F) Devi Ratnasari; Fiona Rosa Sofyanita; Padmono Citroreksoko
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4419

Abstract

Abstrak : Daun sukun (Artocarpus altilis F) diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Pada penelitian ini ekstrak etanol 96% daun sukun (Artocarpus altilis F) dan sediaan masker peel-off ekstrak etanol 96% Artocarpus alitilis diuji aktivitas penghambatan enzim tirosinase menggunakan substrat L-tirosin dan L-dopa. Hasil uji aktivitas penghambatan enzim tirosinase menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan tidak memiliki kemampuan penghambatan terhadap melanin yang dilihat dari nilai . Ekstrak etanol 96% daun sukun memiliki nilai dengan substrat L-tirosin sebesar 4889,467 ppm dan substrat L-Dopa sebesar 6916,626 ppm. Sediaan masker peel-off memiliki nilai dengan substrat L-tirosin sebesar 12680,48 dan untuk substrat L-Dopa sebesar 33402,96 ppm. Dilakukan uji iritasi primer pada sediaan masker peel-off ekstrak etanol daun sukun. Hasil uji iritasi primer tidak menunjukkan adanya iritasi pada kulit seperti edema, maupun eritema. Kata Kunci: Ekstrak etanol 96%, Daun sukun, Masker peel-off, Enzim tirosinase.
Potensi Bahaya Penyebab Kecelakaan Kerja di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Indah Laily Hilmi; Devi Ratnasari
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4420

Abstract

Abstrak :Rumah sakit sebagai tempat kerja mempunyai risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja baik yang terjadi langsung terhadap pekerja, pasien dan pengunjung pasien. Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah suatu unit atau bagian dari rumah sakit yang tugasnya bertanggung jawab terhadap pengelolaan perbekalan farmasi di rumah sakit. Upaya pencegahan kecelakaan dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi potensi risiko yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kesehatan dan keselamatan kerja di bagian Instalasi farmasi rumah sakit sehingga dapat meminimalkan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini bersifat deskriptif, dimana data yang diambil berupa observasi, kuesioner dan data kecelakaan kerja pada tahun 2018. Risiko bahaya yang dapat teridentifikasi adalah bahaya biologi, fisika, kimia, dan psikososial. Berdasarkan hasil penelitian frekuensi risiko bahaya yang paling besar adalah bahaya biologi yang kemudian diikuti bahaya fisika, psikososial, dan bahaya kimia. Kata Kunci : Kecelakaan Kerja, Insatalasi Farmasi, Risiko Bahaya
Aktivitas Antifeedant Minyak Atsiri Kemangi, Rimpang Lengkuas Dan Sirih Merah Terhadap Spodoptera litura Marsah Rahmawati Utami; Lely Sulfiani Saula
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4421

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifeedant dari beberapa tanaman minyak atsiri diantaranya adalah sirih merah, kemanggi, dan lengkuas. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen di Laboratorium dengan tahapan prosedur penelitian sebagai berikut : determinasi bahan uji, isolasi minyak atsiri dengan destilasi uap, uji aktivitas antifeedant. Hasil determinasi tanaman menyatakan bahwa tanaman yang diuji yaitu kemanggi merupakan jenis species Ocimun x africanum Lour, lengkuas dengan jenis species Alpinia galangga (L) Wild, dan sirih merah dengan species Piper cf. Fragile Benth. Berdasarkan analisis data % hambat makan atau antifeedant minyak atsiri daun kemangi, rimpang lengkuas, daun sirih merah pada konsentrasi 1%(v/v) secara berturut-turut adalah 69,28%, 84,43%, 54,42%. Kata Kunci : Minyak atsiri, determinasi, isolasi, antifeedant
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Minjangan (Chromolaena odorata L) sebagai Antidiare terhadap Mencit (Mus musculus) Mus Ifaya; Nike Herpianti Lolok; Nurlena Ikawati; Martina Maming
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4422

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas antidiare dari ekstrak daun minjangan, menentukan golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak daun Minjangan, dan menentukan konsentrasi optimum ekstrak daun Minjangan (Chromolaena odorata L). Sampel daun Minjangan di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96 %. Penelitian ini menggunakan mencit putih yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif (Na.CMC 0,5%), kelompok kontrol positif (loperamid 2 mg), kelompok ekstrak daun minjangan 80 mg/20 g BB Mencit, kelompok ekstrak daun minjagan 40 mg/20 g BB mencit, dan kelompok ekstrak daun Minjangan 20 mg/20g BB minjangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan One-way Analysis of Variance (ANOVA) (program SPSS 15.0). Uji Statistik One-way Analysis of Variance (ANOVA), hasilnya bahwa nilai p <0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara 3 kelompok perlakuan terhadap kelompok negatif. Dosis efektif yang paling kuat 80 mg/20 g BB Mencit. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Mijangan memiliki efektivitas sebagai antidiare. Kata Kunci : Antidiare, Daun Minjangan, Mencit, Oleum ricini
Uji Efek Ekstrak Bawang Hitam (Allium sativum) terhadap Penurunan Kadar Glikosa Darah pada Tikus Putih (Rattus novergicus L) dengan Metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO)
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 1 No 1 (2020): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v1i1.4423

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak bawang hiam (allium sativum) memberikan efek dalam penurunan kadar gula darah pada tikus putih (Rattus norvegicus L) galur wistar yang diinduksi diabetes dibandingkan dengan kelompok negatif serta untuk mengetahui kelompok ekstrak bawang hitam (allium sativum) dapat memberikan hasil yang optimal dalam penuunan kadar gula darah dibandingkan kelompok positif. Pengujian efek antidiabetes hewan uji dibagi menjadi 4 kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil uji terhadap tikus yang diinduksi diabetes menunjukkan bahwa ekstrak bawang hitam secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah dibandingkan kontrol negative (p<0,05), namun hasilnya tidak berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (p>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa bawang hitam memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah pada tikus yang diinduksi diabetes. Nilai % Penurunan Kadar Gula Darah (PKGD) dari kontrol positif sebesar 36%, Kontrol negatif sebesar 66%, kontrol ekstrak 28%, Kontrol induksi diabetes sebesar 58%. Kata Kunci : Bawang Hitam, Diabetes Mellitus, Glukosa
Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Beberapa Hewan Bahari Rika Valensia; Hajar Hartati; Khamairah Azzahrawaani Hermawan
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 2 No 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5576

Abstract

Biota laut merupakan suatu bahan alam baik hewan maupun tumbuhan yang biasanya tersebar di lautan dan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan salah satunya dibidang kesehatan karena mengandung senyawa metabolit yang memilki efek farmakologi. Tujuan review artikel ini dibuat untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada beberapa hewan bahari melalui proses isolasi sehingga dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Metode review artikel ini adalah tinjauan literatur yang bersumber pada pencarian database seperti google scholar. Hasil penelitian yang dilakukan pada beberapa hewan bahari melalui serangkaian proses isolasi menunjukan bahwa senyawa alkaloid dapat ditemukan pada teripang pasir Holothuria scabra, spons Stylotella sp., dan karang laut Sarcophyton sp,, sedangkan untuk senyawa terpenoid bisa didapatkan pada spons Petrosia sp.
Teknik Isolasi dan Identifikasi Senyawa Glikosida dari Berbagai Tanaman Diah Muldianah; Diany A. Nurdimayanthi; Dinda S. Rahmawati1; Hana Fadhilah
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 2 No 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5577

Abstract

Teknik isolasi dan identifikasi senyawa yang tepat diperlukan dalam penemuan senyawa metabolit sekunder untuk memperoleh efek terapi dari tanaman tersebut. Metabolit sekunder tanaman banyak ditemukan di alam sebagai glikosida sehingga melalui tinjauan pustaka ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait berbagai macam teknik isolasi dan identifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi senyawa glikosida pada tanaman. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan cara penelusuran jurnal tentang isolasi dan identifikasi senyawa glikosida melalui database elektronik. Setelah dilakukan tinjauan pustaka pada berbagai jurnal, didapatkan sepuluh tanaman yang diteliti menggunakan metode ekstraksi, isolasi, analisis senyawa, dan analisis struktur senyawa yang beragam untuk mengidentifikasi senyawa glikosida dengan jenis yang berbeda pula yakni glikosida flavonoid, isoflavon glikosida, glikosida furostanol, glikosida iridoid, dan glikosida kumarin.
Metode Isolasi Flavonoid pada Tumbuhan di Indonesia
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 2 No 1 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i1.5578

Abstract

Tumbuhan merupakan keanekaragaman hayati yang selalu ada di sekitar kita baik secara liar maupun dibudidayakan. Tumbuhan memiliki dua kelompok senyawa metabolit yakni metabolit primer dan metabolit sekunder. Metabolit sekunder berfungsi dalam perkembangbiakan dan pertahanan tumbuhan. Salah satu contoh metabolit sekunder adalah flavonoid. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi metode yang tepat dalam mengisolasi flavonoid pada tumbuhan di Indonesia. Metode yang digunakan yaitu tinjauan literatur dengan teori-teori yang relevan. Hasil dari tinjauan lima tumbuhan dapat disimpulkan bahwa isolasi senyawa flavonoid dilakukan dalam lima tahap yaitu ekstraksi, fraksinasi, skrining, pemisahan dan pemurnian, serta identifikasi isolat.