cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
PENGGUNAAN METODE KAGAN UNTUK ANALISIS KERAPATAN JARINGAN STASIUN HUJAN PADA WILAYAH SUNGAI (WS) WAE-JAMAL DI PULAU FLORES Krisnayanti, Denik Sri; Bunganaen, Wilhelmus; Kedoh, Jacob
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.784 KB)

Abstract

ABSTRAKData stasiun hujan sangat penting dalam analisis hidrologi suatu Wilayah Sungai (WS). Tujuan setiappengukuran curah hujan suatu lokasi adalah untuk memperoleh data yang benar-benar mewakili lokasi tersebut.Dalam melakukan pengukuran curah hujan terdapat beberapa pertimbangan antara lain adalah bagaimanamenentukan lokasi jaringan kerja alat penakar tersebut agar dapat mewakili daerah yang dikehendaki gunamenghitung curah hujan suatu area.Untuk mengetahui ketelitian perkiraan hujan pada WS Wae-Jamal metode yang digunakan adalah metodeKagan.Wilayah Sungai Wae-Jamal terletak di Propinsi NTT khususnya Pulau Flores. WS Wae-Jamal mempunyailuas 6623,55 km2 dan memiliki jumlah stasiun yang aktif adalah 7 buah stasiun.Hubungan jarak dan besarnya curahhujan yang ditunjukan oleh koefisien korelasi untuk hujan harian diperoleh 0,412 dan curah hujan bulanan 0,123.Kedua nilai koefisien korelasi ini, menunjukkan korelasi yang lemah antar stasiun hujan dalam WS Wae-Jamalsehingga akan menghasilkan data hujan yang kurang akurat. Besarnya kesalahan perataan dengan jumlah 7 stasiunpada WS Wae-Jamal sebesar 11,242 % untuk curah hujan harian dan untuk curah hujan bulanan kesalahannyasebesar 13,809 %. Dari data curah hujan harian, untuk kesalahan 10% diperoleh jumlah stasiun sebanyak (n) = 10buah dengan kerapatan = 662,355 km2/stasiun dan untuk kesalahan 5% jumlah stasiun yang diperoleh (n) = 36 buahdengan kerapatan = 183,988 km2/stasiun, sedangkan curah hujan bulanan diperoleh jumlah stasiun sebagai berikut,kesalahan 10% menghasilkan jumlah stasiun sebanyak (n) = 15 buah dengan kerapatan = 441,57 km2/stasiun dankesalahan 5% diperoleh jumlah stasiun hujan sebanyak (n) = 55 dengan kerapatan = 120,428 km2/stasiun
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BATA RINGAN CLC MENGGUNAKAN PASIR GUNUNG BOLENG DAN PASIR TAKARI Eban, Kornelis K.; Utomo, Sudiyo; Simatupang, Partogi H.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.769 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bata ringan yang menggunakan pasir Gunung Boleng sebagai bahan campuran bata ringan Cellular Lighweight Concrete (CLC) terhadap berat volume, kuat tekan, dan serapan air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengujian laboratorium yakni dengan membuat bata ringan CLC yang menggunakan pasir Takari sebagai pembanding. Bata ringan CLC yang telah dicuring selama 7, 14, 21, dan 28 hari diuji untuk mendapatkan nilai berat volume, kuat tekan, dan serapan air. Hasil pengujian bata ringan CLC yang menggunakan pasir Takari memiliki nilai berat volume rata-rata selama masa perawatan berturut-turut 0,733 gr/cm3, 0,726 gr/cm3, 0,708 gr/cm3,dan 0,683 gr/cm3lebih besar dari bata ringan CLC yang menggunakan pasir Gunung yaitu 0,643 gr/cm3, 0,625 gr/cm3, 0,611 gr/cm3,dan 0,564 gr/cm3. Nilai kuat tekan bata ringan CLC yang menggunakan pasir Takari selama masa perawatan berturut – turut yakni 0,808 MPa, 0,892 MPa, 0,931 MPa, 0,975 MPa lebih besar dari kuat tekan bata ringan CLC yang menggunakan pasir Gunung Boleng turut yakni 0,592 MPa, 0,642 MPa, 0,708 MPa, 0,814 MPa. Nilai serapan air pada bata ringan CLC yang menggunakan pasir Takari lebih kecil yakni 18,161 % dibandingkan dengan nilai serapan air pada bata ringan CLC yang menggunakan Gunung Boleng yakni 21,747 %.The purpose of this study is to find out the characteristics of light bricks in using the Mount Boleng sand as a lightweight material of lightweight Concrete Lightweight Concrete (CLC) for weight volume, compressive strength and water absorption. The method that is used in this research is laboratory testing that is to make CLC lightweight brick by using Takari sand as the comparison. The Lightweight CLC bricks for 7, 14, 21, and 28 days were tested for weight volume, compressive strength, and the water absorption. The results of the CLC lightweight brick testing used Takari sand have average volume weight values during the treatment periods of 0.733 gr / cm3, 0.726 gr / cm3, 0.708 gr / cm3, and 0.683 gr / cm3 that is larger than the CLC light bricks that use mountain sand that was 0.643 gr / cm3, 0.625 gr / cm3, 0.611 gr / cm3, and 0.564 gr / cm3. The value of CLC lightweight brick which used Takari sand during the treatment period was 0,808 MPa, 0,892 MPa, 0,931 MPa, 0.975 MPa bigger than the CLC light brick strength which used the Gunung Boleng sand which was 0.592 MPa, 0.642 MPa, 0.708 MPa, 0.814 MPa. The water absorption value of CLC light brick that used Takari sand is less than 18,161% compared to the water absorption value of CLC light bricks that used Mount Boleng which is 21,747%.
DAMPAK KEBERADAAN LIPPO PLAZA TERHADAP KINERJA LALU LINTAS DI RUAS JALAN VETERAN KOTA KUPANG Bolla, Margareth E.; Udiana, I Made; Utama, Andi A.A.W.
Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.931 KB)

Abstract

This research aimed at measuring level of performance in the form of service capacity at Veteran St., as it was affected by the existence of Lipo Plaza. The affect of the business center on service capacity of some sections of roads would be expressed in the comparisons of traffic volume, traffic capacity and degree of saturation (DS) before its existence, to the same after it had existed. Result of analysis in this research showed that there was a change in traffic volume, either increasing or decreasing. Increase of traffic volume occurred at segment of Veteran St., Patung Kirab area, Nostalgia Park area, Ina Bo’I, W.R. Monginsidi St., and Perintis Kemerdekaan St., each in value of 81.5 pmu/h, 35.97 pmu/h, 17.41 pmu/h, 8.83 pmu/h and 38.94 pmu/h respectively; whereas decrease of the same occurred at road segment to the back of Ruko Oebobo, in the value of 1.37 pmu/h. Service level of Veteran St. was proved to be still adequate despite the dercrease of DS at Veteran St., Patung Kirab area, Nostalgia Park area, Ina Boi, W.R. Monginsidi St, and Perintis Kemerdekaan St., each in the value of 4.05%, 2.07%, 0.75% 0.34% and 2.86 respectively. There was still location with decreasing DS that is the segment of road to the back of Ruko Oebobo, namely 0.13%. Observation also showed that there exists potency for traffic jam, therefore measures for prevention was recommended, such as installing warning traffic-light at intersection of Veteran St., Nostalia Park and Ruko Oebobo, and temporary road separator at Veteran St. These could as well prevent traffic crash at conflict points.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN KONSTRUKSI AKIBAT POTENSI PENGEMBANGAN TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DESA OEBELO Bella, Rosmiyati A.; Bunganaen, Wilhelmus; Sogen, Paulus M.
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.463 KB)

Abstract

Desa Oebelo merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan penelitian Sonbay (2010), tanah di Oebelo merupakan tanah lempung ekspansif, dengan kandungan mineral montmorillonite sebanyak 75% dan kaolinite sebanyak 25%. Tanah lempung yang mengandung Montmorilonite sangat mudah mengembang ketika terjadinya perubahan kadar air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai potensi pengembangan dan tekanan pengembangan tanah lempung ekspansif di Desa Oebelo pada variasi kadar air asli, kadar air 30% dan kadar air 40% serta Mengetahui hubungan antara tingkat kerusakan konstruksi terhadap potensi pengembangan tanah lempung ekspansif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan secara langsung di lapangan sebagai langkah awal guna mengindentifikasi kerusakan rumah dan wawancara terhadap pemilik rumah untuk mengetahui riwayat pembangunan dan kerusakan konstruksi serta pengujian sampel tanah di laboratorium untuk mengetahui potensi pengembangan tanah. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian potensi pengembangan dan penurunan satu dimensi tanah kohesif menggunakan SNI 6424-2008 (Metode A). Berdasarkan identifikasi kerusakan, wawancara dan pengujian pengembangan di laboratorium menunjukkan bahwa tingginya potensi pengembangan tanah menyebabkan tingkat kerusakan yang tinggi. Oebelo Village is a village that is located at Central Kupang District of East Nusa Tenggara Province. Based on the research by Sonbay (2010), Oebelo soil is expansive clay with percentage of mineral content are 75% of montmorillonite and 25% of kaolinite. Clay with montmorillonite is easy to swell when the water content changing. The purpose of this research is to know the value of swelling potential and swelling pressure in Oebelo Village at the condition of real water content variation, 30% of water content and 40% of water content and also to know the correlation between the value of construction damage against the swelling potensial of expansive clay. The method used in this research is the direct observations in the field as a first step to identify the damage to house and interviews with house owners to know the history of the development and construction damage and testing of soil samples in the laboratory to determine the swelling potential soil. Tests were done is test the swelling potential and the consolidation one-dimensional of cohesive soil according to SNI 6424-2008 (A method). Based on the interview and swelling test at the laboratory showing that the high potential of soil swelling causing high value of destruction.
EVALUASI BATASAN TINGGI MAKSIMUM BANGUNAN TINGKAT TINGGI BERATURAN UNTUK PENERAPAN METODE STATIK EKUIVALEN Pah, Jusuf J. S.; Udiana, I Made; Matarohi, Deddy I.
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.141 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan analisis atas model komputer spesimen struktur bangunan gedung tingkat tinggi menggunakan program komputer: ETABS 2013. Spesimen terbagi ke dalam dua kelompok, spesimen pada kelompok pertama menggunakan sistem rangka (spesimen 9F36) sedangkan pada kelompok kedua menggunakan sistim dinding geser (9SW36). Tinggi awal setiap spesimen adalah 36 m (9 tingkat). Atas setiap spesimen dilandakan 4 akselelogram gempa yaitu El-Centro, Kobe, Chi-Chi Taiwan dan Jepang; dan asesmen untuk mengetahui moda pergoyangan meraka dilakukan. Jika moda pergoyangan yang ditunjukan adalah moda 1 maka satu tingkat (4 m) ditambahkan kepada spesiemen dan akselelogram gempa-gempa dilandakan atasnya dengan cara yang sama seperti sebelumnya, sampai spesiemen menunjukkan pergoyangan dalam moda yang lebih tinggi daripada moda 1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesimen dengan sistem rangka beralih dari bergoyang dalam mode 1 ke mode 2 pada ketinggian 9 lantai (36 m) sedangkan spesimen dengan sistem dinding geser beralih dari bergoyang dalam mode 1 ke mode 2 pada ketinggian 15 lantai (60 m). Terbukti bahwa metoda statik ekivalen dapat diterapkan pada struktur bangunan tingkat tinggi dengan sistem dinding geser yang ketinggiannya melebhi 10 tingkat (40 m) sampai dengan ketinggian 14 tingkat (54 m). Dengan demikian kedalam butir 4.2.1 SNI 1726-2002 perlu integrasikan pembedaan sistem penahan lateral.
Analisis Hubungan Tebal Hujan dan Durasi Hujan Pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang Bunganaen, Wilhelmus; Krisnayanti, Denik S.; Klau, Yacobus A.
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.986 KB)

Abstract

Rusaknya alat ukur curah hujan dapat mengakibatkan kehilangan data tebal hujan dalam beberapa waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mencari model persamaan hubungan antara tebal hujan dan durasi hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan otomatis (jam-jaman) yang diperoleh dari alat ukur curah hujan otomatis tipe Hellman dari tahun 2000 – 2011 (11 tahun pengamatan). Teknik analisa data dalam penelitian metode analisis regresi linear sederhana, dan selanjutnya diuji dengan analisis chi-kuadrat. Hasil penelitian diperoleh model persamaan hubungan antara tebal hujan dan durasi hujan yaitu H = 11.03 t0.34, dimana ‘H’ merupakan tebal hujan yang dinyatakan dalam millimeter (mm) dan ‘t’ merupakan durasi hujan yang dinyatakan dalam menit. Model persamaan ini telah diuji menggunakan uji chi-kuadrat yang hasilnya menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tebal hujan dan durasi hujan, oleh sebab itu persamaan ini dapat dipakai dalam menentukan tebal hujan pada Stasiun Klimatologi Lasiana Kota Kupang.
STABILISASI TANAH LEMPUNG DESA NIUKBAUN MENGGUNAKAN CAMPURAN TANAH KAPUR DAN SEMEN Sir, Tri M. W.; Lay, Raymond R.; Bunganaen, Wilhelmus
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.404 KB)

Abstract

Jenis tanah di Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang yang diklasifikasi menurut USCS termasuk kelompok CH sedangkan berdasarkan AASTHO termasuk kelompok A-7-6 (11). Guna memperbaiki kekuatan tanah tersebut perlu dilakukan usaha stabilisasi tanah. Stabilisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah stabilisasi kimiawi yaitu dengan menambah bahan tambah (aditif) berupa tanah kapur dengan persentase 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% serta persentase semen 5% pada persentase tanah kapur 30%, 40% dan 50%. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik dan sifat mekanik tanah lempung. Hasil penelitian menunjukan nilai indeks plastisitas tanah asli 27,54%, namun pada penambahan tanah kapur 50% nilai indeks plastisitas berkurang menjadi 14,58%, nilai CBR terendam meningkat menjadi 5,31% dari nilai tanah asli sebesar 0,38%, nilai pengembangan (swelling) berkurang menjadi 0,16% dari nilai tanah asli sebesar 2,45%, sedangkan nilai kuat tekan bebas meningkat menjadi 7,62 kg/cm2 dari nilai tanah asli yaitu 1,07 kg/cm2. Pada penambahan tanah kapur 50% dan semen 5% menghasilkan nilai indeks plastisitas berkurang menjadi 5,53%, nilai CBR terendam meningkat menjadi 7,37%, nilai pengembangan (swelling) berkurang menjadi 0,32% dan nilai kuat tekan bebas meningkat menjadi 16,54 kg/cm2 dari nilai tanah asli.The type of soil in Niukbaun Village, Amarasi Barat sub-district, Kupang district, which was classified according to USCS included the CH group, while based on AASTHO included to groups A-7-6 (11). In order to improve the strength of the soil, a soil stabilization effort is needed. Stabilization used in this study is chemical stabilization by adding ingredients (additives) in the form of limestone soil with a percentage of 10%, 20%, 30%, 40% and 50% and the percentage of cement 5% in the percentage of lime soil 30%, 40% and 50%. The research method that is carried out is testing the physical properties and mechanical properties of clay.The result shows the original soil plasticity index value was 27,54%, but in the addition of 50% lime soil the plasticity index value was reduced to 14,58%, soaked CBR value increased to 5,31% from the original soil’s plasticity index value of 0,38%, value swelling reduced to 0,16% from the original soil value of 2.45%, while the free compressive strength increased to 7,62 kg/cm2 from the original soil value of 1.07 kg / cm2. On the addition of 50% limestone soil and 5% cement, the plasticity index value was reduced to 5,53%, soaked CBR value increased to 7,37%, swelling value decreased to 0,32% and free compressive strength value increased to 16,54 kg/cm2 of the original soil value.
IMPROVING THE EFFICIENCY AND ADEQUACY OF URBAN ROAD-PASSENGER TRANSPORT Pah, Jusuf J.S.
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.363 KB)

Abstract

This study offered ways to improve the efficiency and adequacy of urban public transport in Kupang, taking as the background the viewpoint that urban transport should concern not only middle and high income people but urban poor as well. It focused on three principle modes of public transport in the city, two of which are formal: city bus, and bemo, and the remaining one is informal/paratransit locally known as ‘ojek’. It took urban transport strategic review published recently by the World Bank as the quarry form which solutions for efficiency and adequacy the city’s passenger-transport were drawn and developed as to suit specific demand of the same. It concluded that to improve the service of public transport in the city, ‘competition-for the-market’ should be introduced into the market of its urban transport form of for-the-market competition recommended are route-concession. It stressed also however that prior to it state-owned motor companies should be privatized, and their capacity to engage in an open competition should be made better. As for bemo, service-contract should be introduced into the relation between the owner and the operators, whereas paratransit should be recognized and regarded as part of the whole urban public transportation system
PERENCANAAN DAN KINERJA BUNDARAN BERDASARKAN METODE MKJI 1997 DAN SIDRA INTERSECTION V5.1 Frans, John H.; Sir, Tri M.W.; Oematan, Charly L.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.352 KB)

Abstract

Persimpangan di depan gerbang masuk Kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA) merupakan simpang tak-bersinyal dengan arus cukup tinggi yang dapat menyebabkan banyak permasalahan pada area ini. Dari permasalahan yang ada akan dibuatkan suatu penelitian penanganan simpang menggunakan bundaran, karena memberikan beberapa manfaat yang dapat mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain geometri bundaran menggunakan Pedoman Teknis No.20 Tahun 2004-B.  Untuk proses evaluasi kinerja bundaran hasil desain, metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) yang merupakan metode dari Indonesia danSIDRA INTERSECTION v5.1 yang merupakan metode komputasi yang dibuat oleh Australia. Kedua metode ini  kemudian dibandingkan hasil analisisnya untuk parameter tundaan rata-rata, derajat kejenuhan, dan peluang antrian. Hasil evaluasi pada tahun 2017 menggunakan MKJI 1997 didapat derajat kejenuhan pada bundaran yaitu 0,62, sementara untuk SIDRA INTERSECTION didapat 0,68. Derajat kejenuhan kedua metode ini masih dalam persyaratan derajat kejenuhan dibawah 0,85 sehingga kondisi arus lalu-lintas dalam bundaran stabil dan dapat dijadikan rekomendasi penanganan simpang. Hasil evaluasi pada akhir umur rencana di tahun 2027 menggunakan MKJI 1997 didapat nilai derajat kejenuhan pada bundaran yaitu 1,00, sementara untuk SIDRA INTERSECTION didapat 1,22. Evaluasi bundaran menggunakan MKJI 1997 terlihat memiliki derajat kejenuhan yang lebih kecil dari SIDRA INTERSECTION.The intersection in front of UNDANA is un-signalized intersection with large of Traffic flow. This situation can cause troubles like amount of conflict arise etc. Based on the existing situation, a research to overcoming problem will be made using Traffic Roundabout. At this point, Roundabout can reduce the traffict conflict at an intersection besides with other benefits it can caused. For evaluating the performance of roundabout design, the methods used is Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) and SIDRA INTERSECTION (Australian Product). Then, these two methods will be compared the results such as average delay, degree of saturation, and queue probability. Performance evaluation in 2017 using MKJI 1997 obtained the degree of saturation at the roundabout is 0.62, while for SIDRA INTERSECTION is 0.68. Degree of saturation of both methods is still in the requirement of degree of saturation below 0.85 so that the condition of traffic flow in the roundabout is stable and this design can be a recommendation for solving this intersection’s problem. Then, in 2027 using MKJI 1997 obtained degree of saturation at the roundabout is 1.00, while for SIDRA INTERSECTION obtained 1.22. Degree of saturation from the roundabout evaluation using MKJI 1997 is below the degree of saturation given by SIDRA INTERSECTION.
ANALISIS PERUBAHAN FASE DARI 4 MENJADI 2 PADA SIMPANG 4 BERSINYAL POLDA Bolla, Margareth E.; Sir, Tri M. W.; Nitti, Grace D.
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.55 KB)

Abstract

Perkembangan Kota Kupang yang semakin pesat serta meningkatnya aktifitas masyarakat menyebabkan terjadinya kemacetan lalu litas pada jalan khususnya pada simpang 4 bersinyal Polda. Berdasarkan kaitannya dengan manajemen lalu lintas maka kinerja persimpangan menjadi kebutuhan yang mendesak. Kinerja simpang diketahui dengan cara melakukan evaluasi terhadap pengaturan fase pada simpang bersinyal Polda. Analisis tahap pertama dilakukan untuk mengetahui kinerja simpang Polda dengan pengaturan 4 fase dan tahap kedua dilakukan analisis untuk mengetahui kinerja simpang Polda jika dilakukan perubahan fase menjadi 2 fase. Adapun data yang didapatkan dari hasil survey dianalisis dengan menggunakan Pedoman kapasitas Jalan Indonesia 2014. Hasil analisis dengan sistem 4 fase menghasilkan derajat kejenuhan dan tundaan yang tinggi yaitu 1,01 untuk Jl. Jend Sudirman, 1,04 untuk Jl. Jend. Soeharto, 0,48 untuk Jl. Herewila dan 0,89 untuk Jl. Nisnoni serta tundaan rata-rata sebesar 120 det/smp. Analisis dengan sistem 2 fase menghasilkan derajat kejenuhan dan tundaan yang lebih rendah yaitu 0,48 untuk Jl. Jend. Sudirman, 0,55 Jl. Jend. Soeharto, 0,26 Jl. Herewila dan 0,52 Jl. Nisnoni serta tundaan rata-rata 17,16 det/smp. Dengan demikian untuk meningkatkan kapasitas simpang Polda perlu diberlakukan sistem 2 fase pengaturan larangan belok kanan pada simpang serta penggunaan fasilitas u-turn.The rapid development of traffic in Kupang City has caused  frequent traffic jams, especially at four-legged signalized intersection of Polda,therefore traffic management needs to be done to improve the performance of the intersection. The analysis was conducted in two stages and was based on the 2014 Indonesia Highway Capacity Manual. In the first stage, the performance of the current Polda intersection that has 4-phase signal setting, and the second stage, an intersection performance analysis is performed if the changes are made into 2-phase signal. The analysis showed that the application of 4-phase system resulted in a relatively high degree of saturation those are 1,01 for the Jend. Sudirman Street, 1,04 for Jend. Soeharto Street, 0,48 for Herewila Street and 0,89 for Nisnoni Street with an average delay of 120 sec/pcu. At the change into 2-phase signal the analysis result showed a lower degree of saturation those arefor Jend. Sudirman, Jend. Soeharto, Herewila and Nisnoni Street respectively of 0,48, 0,55, 0,26 and 0,52, with an average delay of 17,16 sec/pcu. Thus, a 2-phase signal system needs to be applied to improve performance at the Polda intersection. This system must be equipped with a right turn restriction arrangement, installation of u-turn facilities as well as required sign and mark.

Page 1 of 19 | Total Record : 185