cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
ISSN : 20856725     EISSN : 25021532     DOI : -
Jurnal Biologi Edukasi (J.BioEd) contains the results of biology and biology education research from many educational institutions in Indonesia. It published twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi" : 9 Documents clear
Identifikasi Bakteri Endofit Asal Tanaman Belimbing Wuluh Risa Nursanty; Iqbar Iqbar
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.475 KB)

Abstract

Isolat bakteri endofit DB2dan BUB2hasil isolasi dari tanaman belimbing wuluh memiliki kemampuan antijamur terhadap Candida albicans. Isolat DB2 memiliki kemampuan menghambat yang lebih luas dibandingkan dengan isolat BUB2. Hasil karakterisasi fisiologi menggunakan MICROBACTTM GNB 24E (OXOID) menunjukkan kedua isolat memiliki karakterisasi fisiologi yang berbeda. Hasil analisis gen 16S rRNA menunjukkan isolat DB2memiliki kemiripan sebesar 99% dengan Pseudomonas montelli.
Arthropoda Permukaan Tanah pada Habitat Hutan Berbeda Ketinggian di Kawasan Hutan Telaga Warna Puncak Bogor Safrida Safrida; Adrien Jems Akiles Unitly; Suprihatin Suprihatin
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.58 KB)

Abstract

Arthropoda permukaan tanah merupakan Arthropoda yang melakukan aktivitas makan, reproduksi, dan aktivitas mencari makanan di permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Arthropoda permukaan tanah sampai tingkat ordo pada habitat hutan berbeda ketinggian di kawasan hutan Telaga Warna Puncak Bogor. Penelitian dilakukan di kawasan hutan Telaga Warna Puncak Bogor, dan pengambilan data dilakukan pada lokasi A : hutan bagian bawah, ketinggian ± 1.500 dpl, lokasi B : hutan bagian atas,ketinggian ± 1.600 dpl, lokasi C : hutan pinggiran telaga, ketinggian ± 1.400 dpl, lokasi D : hutan dekat pondok, ketinggian ± 1.400 dpl. Metode yang digunakan adalah metode pitfall trap, yang diletakkan pada habitat hutan yang memiliki ketinggian yang berbeda. Arthropoda yang diperoleh diindentifikasi sampai tingkat ordo, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan hutan dengan ketinggian ± 1.500 dpl diperoleh 35 individu dari ordo Amphipoda, Araneae, Blattodea, Coleoptera, Collembola, Diptera, Homoptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Orthoptera, pada ketinggian ± 1.600 dpl diperoleh 89 individu dari Ordo Amphipoda, Araneae, Coleoptera, Collembola, Diptera, Hymenoptera, Orthoptera, pinggiran telaga pada ketinggian ± 1.400 dpl diperoleh 29 individu dari Ordo Araneae, Coleoptera, Collembola, Diptera, Hymenoptera, Orthoptera, dan hutan dekat pondok dengan ketinggian ± 1.400 dpl diperoleh 26 individu dari Ordo Amphipoda, Collembola, Diptera, Hymenoptera, Orthoptera. Kesimpulan diperoleh adalah pada  kawasan hutan Telaga Warna Puncak ditemukan 10 ordo dan 179 individu dari Arthropoda.
Nilai Trigliserida Serum Darah Kambing Kacang Jantan Setelah Pemberian Infusa Daun Katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) Razali Razali; Sumarti Suryaningsih; Sapriani Sapriani
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.749 KB)

Abstract

Penimbunan lemak dalam darah berkorelasi dengan kadar trigliserida darah dalam tubuh. Sehingga banyak orang menghindari konsumsi daging kambing disebabkan pangan tersebut dapat memicu peningkatan nilai kolesterol. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas infusa daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) terhadap nilai trigliserida serum darah kambing kacang jantan. Hewan yang digunakan adalah 9 ekor kambing kacang jantan lokal berumur 1,5 tahun dengan berat badan rata-rata 18,77±2,43 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan tiga kelompok perlakuan. Masing-masing  perlakuan terdiri dari tiga ekor kambing yaitu kelompok I, KII, dan KIII masing-masing sebagai kontrol, diberi infusa daun katuk dosis 25 ml dan 50 ml. Hasil  analisis varian (ANAVA) menunjukkan bahwa pemberian infusa daun katuk berpengaruh sangat nyata (P0.01) menurunkan kadar trigliserida serum darah kambing kacang jantan. Rataan dan standar deviasi kadar trigiserida serum darah (ml/dl) pada KI, KII, dan KIII berturut-turut adalah 247.67±22.19; 134.67±34,64; dan 46.67±3,51. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kadar trigliserida serum darah kambing kelompok dosis 50 ml dan 25 ml berbeda sangat nyata (P0,01) dengan kontrol.  Dapat dikatakan bahwa pemberian infusa daun katuk dapat menurunkan nilai serum trigliserida darah kambing jantan. 
Pengujian Beberapa Bakteri Penghambat Pertumbuhan Xanthomonas oryzae pv. oryzae pada Tanaman Padi Zuraidah Zuraidah
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.856 KB)

Abstract

Bacterial leaf blight (BLB) disease caused by plant pathogenic bacteria Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) could lead to death of rice plants. Control of plant pathogenic bacteria can be performed using biological control agents. The aim of this research was to study the inhibitory ability of eight isolates of biocontrol bacteria against Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) under greenhouse conditions. Isolates of biological agents used in the study were obtained from IPB Culture Collection (IPBCC), Department of Biology, IPB and microbial gene bank collection of Indonesian Center for Agriculture Biotechnology and Genetic Resources (BB Biogen), consisting of Pseudomonas aeruginosa C32a and C32b, P. fluorescens ATCC 13525 Pf , Serratia marcescens E31, Bacillus sp. I.5, B. cereus I.21 and II.14, and B. firmus E65 isolates. The methods used in the research i.e. hypersensitivity test, antagonistic test of biocontrol bacteria to Xoo, and in vivo application of biological agents in the greenhouse condition. Hypersensitivity test on tobacco plants using C32a and C32b inoculums showed characteristics of slightly leaf yellowing but did not cause necrosis. Injection using Xoo inoculum showed necrosis on tobacco leaves. Antagonist isolates i.e. C32a, C32b, Pf, I.21, and I.5 showed inhibitory activity against Xoo, whereas others isolates did not show inhibitory activity. In greenhouse experiments IR 64 rice plants were sprayed with biological control agents (107cfu/ml) at 7 days, 14 days, 28 days, and 42 days after planting. The results showed that C32a isolate could suppress better the lesion length of BLB than that of chemical control (copper sulphate).
Akumulasi Logam Cadmium pada Organ Tiga Species Ikan di Perairan Krueng Keuretoe Kabupaten Aceh Utara M. Ali Sarong; Abdul L. Mawardi; Zainal A. Muchlisin
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.724 KB)

Abstract

Penelitian akumulasi logam cadmium bertujuan untuk (1) mengetahui organ yang mendominasi akumulasi logam cadmium pada tiga spesies ikan dan (2) mengetahui tingkat toleransi  logam cadmium pada tiga spesies ikan di perairan Krueng Keureutoe Kabupaten Aceh Utara. Penelitian dilakukan di perairan Krueng Keuretoe Kabupaten Aceh Utara, pada bulan Maret sampai April 2013. Pengambilan ikan target dari Krueng  Keuretoe dilakukan dengan jala, dan pancing menggunakan metode survei, sedangkan penetapan organ target dilakukan dengan metode bedah. Analisis organ yang mendominasi  akumulasi ikan dilakukan dengan cara membandingkan antara organ lain yang terakumulasi cadmium, sedangkan analisis data tentang  akumulasi logam cadmium dilakukan dengan metode AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil diperoleh adalah organ yang terkumulasi cadmium pada hepar berkisar antara 0,0130 – 0,0336 ppm, sedangkan tingkat akumulasi logam cadmium pada otot 0,0001-0,0299 ppm, dan pada cor berkisar 0,0008-0,0252 ppm. Kesimpulan diperoleh adalah organ yang paling dominan terakumulasi logam cadmium adalah hepar yang sudah melebihi nilai ambang batas baku mutu.
Pemanfaatan Daun Bandotan untuk Peningkatan Performan Karkas dan Penurunan Jumlah Koloni Mikroba Usus Ayam Broiler Andi Novita
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.61 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak daun bandotan terhadap perubahan performa karkas dan penurunan jumlah koloni mikroba pada usus ayam broiler. Percobaan  ini menggunakan 45 ekor doc ayam broiler , perlakuan baru diberikan pada umur 25 hari. Pengujian dilakukan pada 3 kelompok, yaitu kelompok P0: tanpa pemberian ekstrak air daun bandotan (kontrol); Kelompok P1 dan P2 diberi ekstrak air daun bandotan masing-masing pada dosis 1,5 ml dan 3 ml dengan dicekokkan melalui oral selama 6 hari. Pada hari ke-7 dilakukan pengambilan data. Dari hasil penelitian diketahui rata- rata persentase karkas71,8% (K) ; 72,3% (P1) ; 72,1%(P2). Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa persentase karkas tidak berbeda nyata (P0,05) dipengaruhi oleh pemberian ekstrak daun bandotan. Sedangkan rata-rata persentase lemak abdomen 1,6% (kontrol); 1,5% (P1); 1,4% (P2) hasil analisis juga tidak menunjukkan perbedaan nyata dikarenakan pemberian ekstrak daun bandotan dengan nilai P0,05. Rata-rata angka Total Plate Count (TPC) masing-masing perlakuan adalah 8,3 x 105 CFU/ml (K) ; 7,6 X 105 CFU/ml (P1) ; 6,4 x 105 CFU/ml (P2). Walau hasil analisis sidik ragam untuk TPC tidak menunjukkan perbedaan nyata dengan nilai P 0,05. tetapi dari angka rata-rata memiliki kecendrungan menurun. Hal ini mengindikasikan daun bandotan mempunyai potensi untuk dijadikan salah satu bahan alami untuk menggantikan antibiotika yang berbahan baku kimia.
Seleksi Parsial Probiotik untuk Pertumbuhan Abalon: Isolasi Selektif, Resistensi Antibiotik dan Patogensitas Faturrahman Faturrahman
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.821 KB)

Abstract

Bakteri probiotik  telah lama digunakan untuk perbaikan pertumbuhan organisme  perairan.  Tujuan penelitian ini  adalah  untuk mengisolasi bakteri kandidat probiotik yang berasosiasi dengan Gracilaria spp., mengevaluasi sifat resistensinya terhadap antibiotik dan  derajat patogensitasnya.  Resistensi diukur berdasarkan diameter  zona bening yang terbentuk dan derajat patogenisitas berdasarkan jumlah spat abalon  yang mati. Hasil isolasi diperoleh 11 isolat bakteri agarolitik  yang  berasosiasi dengan Gracilaria,  6 isolat diperoleh  dari pantai Kuta, 3 isolat dari  tanjung An dan 2 isolat dari pantai Gerupuk.  Isolat-isolat tersebut  memiliki morfologi koloni dan  sel yang beragam serta  aktivitas agarolitik yang berbeda.  Data hasil uji resistensi menunjukkan bahwa lebih dari 50%  isolat (6 isolat) bersifat  intermediet atau resisten terhadap antibiotik. Lima isolat yang peka yaitu  Alg2.2, Alg3.1, Alg4.2,  Alg5.1, dan  Alg5.2 tidak bersifat pathogen ketika diuji tantang dengan  spat abalon.  uji tahap lanjutan  perlu dilakukan  untuk menilai potensi isolate tersebut  menjadi kandidat probiotik.
Isolasi dan Identifikasi Fungi Amilolitik pada Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Dian Safitri; Samingan Samingan
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.388 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis fungi yang terdapat pada bonggol pisang kepok dan kemampuan amilolitiknya. Sampel diambil dari bonggol pisang kepok. Pengambilan sampel dilakukan secara subjektif. Fungi permukaan diisolasi menggunakan metode pengenceran cawan tuang, sedangkan untuk fungi endofit dilakukan secara langsung. Parameter yang diamati adalah jenis fungi yang terdapat pada bonggol pisang kepok dan kemampuan amilolitiknya dengan mengukur diameter zona bening yang terbentuk di sekitar koloni. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data diperoleh 16 jenis fungi yang terdapat pada bonggol pisang kepok, meliputi genus Curvularia, Hansfordia, Aspergillus, Fusarium, Penicillium, Mucor, Monilia, dan Biporalis. Berdasarkan uji amilolitiknya diketahui bahwa fungi Aspergillus sp. memiliki indeks amilolitik tertinggi sebesar 0,82. 
Pengaruh Kadar Air Biji Jagung dan Laju Pengumpanan terhadap Mutu Tepung Jagung Menggunakan Alat Penggiling Tipe Disk Mill Ratna Ratna
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.762 KB)

Abstract

Tepung jagung yang diproduksi di Propinsi Aceh diolah secara tradisional dan lebih terbatas untuk kebutuhan sendiri. Jumlah dan mutu tepung jagung relatif masih rendah. Hal ini dikarenakan rendahnya pengetahuan produsen tentang teknologi penepungan jagung. Penelitian ini untuk melihat pengaruh kadar air biji jagung dan laju pengumpanan pada  penggilingan menggunakan alat penggiling tipe disk mill terhadap mutu tepung jagung. Penelitian ini menggunakan Analisis Varians faktorial yaitu rancangan acak kelompok faktorial. Diperoleh hasil bahwa kadar air berpengaruh sangat nyata terhadap kapasitas giling, rendemen, temperatur dan kadar air tepung jagung. Laju pengumpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kapasitas giling dan temperatur. Kadar air tepung jagung terjadi peningkatan pada perlakuan kadar air biji jagung 8% sedangkan untuk perlakuan kadar air biji jagung 13% dan 16% kadar air tepung mengalami penurunan. Temperatur jagung mengalami peningkatan setelah proses penggilingan. Rendemen tertinggi sebesar 82,96% dan kapasitas giling tertinggi sebesar 16,51 kg/jam.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2023): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2022): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 13, No 2 (2021): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 13, No 1 (2021): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 12, No 2 (2020): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 12, No 1 (2020): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2019): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 10, No 2 (2018): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2017): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2015): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 6, No 2 (2014): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 6, No 1 (2014): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 5, No 1 (2013): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 4, No 2 (2012): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 4, No 1 (2012): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 3, No 2 (2011): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 3, No 1 (2011): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 2, No 3 (2010): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 2, No 2 (2010): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 2, No 1 (2010): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2009): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 1, No 1 (2009): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi More Issue