cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi & Industri Pertanian Indonesia
ISSN : 20854927     EISSN : 24427020     DOI : -
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia is published by the Department of Agricultural Processing Technology, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia has published online since 2009 in Bahasa Indonesia or English, twice a year i.e. April and October. Previously, it was published in paper edition starting from 2009 to April 2015. The journal is focused on scientific publications in the field of postharvest, agroindustry and food technology.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L) Lisa Yusmita; Ruri Wijayanti
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.876 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.10152

Abstract

ABSTRAKPenganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian.Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan jerami nangka. Kata kunci : fruit Leather, jerami nangka, mangga.
Sifat Kimia dan Organoleptik Brownies Kukus dari Proporsi Tepung Mocaf dan Terigu Sutrisno Adi Prayitno; Restu Tjiptaningdyah; Fadjar Kurnia Hartati
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.10162

Abstract

The purpose of this research is to know the response of mocaf flour and wheat flour ratio to the chemical and organoleptic properties of steamed brownies cake. The research method used is experimental method, using Completely Randomized Design with 1 factor and 5 repetition, that are the ratio factor of mocaf flour and wheat flour are 5 levels, so the total replication becomes 25 times. The results showed that the ratio of mocaf and wheat flour did not have a significant effect on water content but had a very significant effect on crude fiber content. While the ratio of mocaf and wheat flour have no significant effect on organoleptic taste, color and flavor but have a very real effect on the tenderness of steamed brownies cake. The results of effectiveness test of mocaf and wheat flour efficacy ratio of 40:60 is the best treatment with the result value of 0.72 whereas the lowest treatment is the treatment of mocaf and wheat flour ratio of 100:0 with the result value of 0.37.
Evaluasi Nilai Gizi Masakan Daging Khas Aceh (Sie Reuboh) Berdasarkan Variasi Penambahan Lemak Sapi dan Cuka Aren Novia Mehra Erfiza; Dian Hasni; Ulva Syahrina
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.302 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.10202

Abstract

Sie reuboh merupakan olahan daging yang diolah secara tradisional dengan merebus daging menggunakan garam, asam cuka, lemak, dan beberapa jenis rempah-rempah. Perubahan selera dan pola konsumsi masyarakat Aceh menyebabkan formulasi sie reuboh menjadi bervariasi. Keanekaragaman formulasi menyebabkan takaran dan jenis bahan yang digunakan dalam pengolahan sie reuboh ikut bervariasi terutama lemak sapi dan cuka aren. Variasi takaran penambahan lemak sapi dan cuka aren dapat mempengaruhi komposisi nilai gizi sie reuboh. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait tentang penelitian dari pengaruh penambahan lemak dan cuka aren terhadap nilai gizi dari sie reuboh sehingga didapatkan standar formulasi sie reuboh yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua factor, jumlah lemak yang ditambahkan yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0% (L1), 25% (L2) dan 50% (L3) dari jumlah daging sapi, dan  jumlah cuka aren yang ditambahkan yang terdiri dari dua taraf yaitu 2,5% (C1) dan 5% (C2) dari jumlah daging sapi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut BNT dilakukan jika perlakuan berpengaruh nyata. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein dengan metode Kjeldahl, dan kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar karbohidrat by difference dan total kalori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan lemak sapi hingga 50% dapat mempertahankan kadar air sie reuboh yang dihasilkan. Kemudian penambahan cuka 2,5% dan 5% dapat meningkatkan kadar protein yang terkandung di dalam sie reuboh, sedangkan penambahan cuka aren hingga 5% dapat menurunkan kadar lemak di dalam sie reuboh jika dibandingkan dengan penambahan 2,5%.  Sie reuboh yang dihasilkan dari penelitian ini mempunyai komposisi nilai gizi yang terdiri atas 52,62% air, 3.14% mineral, 24,50% protein, 14,67% lemak dan 4.95% karbohidrat. Kemudian setiap 100 g sie reuboh hasil penelitian ini mengandung 249.81 kkal.
Kajian Penggunaan Bahan Penstabil CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) dan Karagenan dalam Pembuatan Velva Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Basito Basito; Bara Yudhistira; Dara Audina Meriza
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.095 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.9577

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi bahan penstabil CMC dan karagenan terhadap karakteristik sensori velva dan mengetahui karakteristik fisik (daya leleh, overrun, viskositas) dan kimia (total padatan terlarut, kadar air, aktivitas antioksidan dan serat pangan) velva buah naga super merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi kombinasi bahan penstabil CMC dengan karagenan menggunakan 2 ulangan sampel dan 3 ulangan analisa. Data yang diperoleh pada pengujian sensori dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA pada tingkat α = 0,005. Jika terdapat perbedaan nyata, maka kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sedangkan data yang diperoleh pada pengujian fisik dan kimia dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test pada tingkat α = 0,05.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kombinasi kulit dan daging buah naga super merah untuk dijadikan puree velva terbaik dengan perbandingan 1:4. Selanjutnya kombinasi bahan penstabil CMC dan karagenan mempengaruhi karakteristik sensori terhadap parameter tekstur dan overall. Tingkat penerimaan velva dengan kombinasi penstabil terbaik pada kombinasi CMC dan karagenan 1:1. Pengaruh penggunaan bahan penstabil CMC dan karagenan terhadap sampel kontrol terlihat pada karakteristik fisik seperti daya leleh, overrun dan viskositas. Selain itu pada karakteristik kimia seperti total padatan terlarut, aktivitas antioksidan dan serat pangan. Tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air velva. Penggunaan bahan penstabil CMC dan karagenan  1:1 menunjukkan nilai daya leleh, overrun, viskositas, aktivitas antioksidan dan serat pangan semakin tinggi.
Aktivitas Antioksidan Sirup Buah Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) dengan Variasi Penambahan Asam Sitrat Encik Eko Rifkowaty; Adha Panca Wardanu; Ningrum Dwi Hastuti
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.829 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.9768

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa)merupakan salah satu tanaman yang tumbuh liar di daerah kabupaten Ketapang Kalimatan Barat. Tanaman ini memiliki buah yang terasa manis dan mengandung antioksidan tinggi karena memiliki warna buah masak merah hingga kehitam-hitaman. Buah karamunting belum termanfaatkan secara optimal, sehingga dengan diolah menjadi produk sirup dapat meningkatkan nilai ekonomis secara kualitas maupun secara kuantitas. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan sirup dari buah karamunting dengan variasi penambahan asam sitrat 0, 0,05, 0,1%. Asam sitrat diharapkan mampu meningkatkan ekstraksi kandungan antioksidan sirup buah karamunting. Sirup yang dihasilkan kemudian dilakukan analisa gula reduksi dan antioksidan menggunakan DDPH. Persentase antioksidan tertinggi dilakukan uji lanjutan menggunakan GC-MS. Kandungan antioksidan buah, sirup karamunting variasi penambahan asam sitrat 0%, 0,05%, dan 0,1% dengan pengujian menggunakan DPPH berturut-turut 98,84%, 43,87%, 81,99%, dan 86,47%, sedangkan gula reduksi 0,21%, 3,62%, 4,11%, dan 11,90%. Berdasarkan GC-MS senyawa yang paling dominan dari bahan baku buah karamunting adalah hydroxy methyl furfurole (41,14%), dan senyawa-senyawa yang dihasilkan dari sirup karamunting dengan konsentrasi asam sitrat 0,1%  adalah acetil acid 4,5% dan hydroxy methyl furfurole 3,5%. 
Pengaruh Lama Perebusan Jagung (Zea mays. L) dengan Penambahan Konsentrasi CaCO3 pada Emping Jagung Asri Widyasanti; Safira Nurjanah
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.326 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.9931

Abstract

Emping jagung merupakan salah satu produk olahan biji jagung yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun dalam proses pembuatan emping jagung terdapat beberapa kendala yaitu menghilangkan perikap dan tipcap dari biji jagung. Perikap dan tipcap emping jagung dapat dihilangkan dengan cara perebusan dengan penambahan CaCO3. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 terhadap mutu produk emping jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 yang tepat sehingga menghasilkan produk emping jagung yang baik. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu lama perebusan dengan suhu 950C selama 60 menit, 90 menit dan 120 menit dan penambahan CaCO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 2 % dari berat kering jagung dan 0% sebagai kontrol dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan emping jagung dengan lama perebusan 120 menit dengan penambahan CaCO3 sebanyak 2% merupakan perlakuan terbaik dengan paremeter yang diamati antara lain kadar air 7,53%, kadar abu 2,26%, protein 8,72%, kadar lemak 3,20%, kadar karbohidrat 84,11%, Nilai Hue 74,615, rendemen total 69,9%, Kandungan Ca 0,2321%.  
Kajian Pembuatan Permen Jelly dari Buah Tanjung (Mimusops elengi L) Nida El Husna; Cut Nilda; Sakirin Manik
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.337 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.9941

Abstract

Tanaman tanjung (Mimusops elengi L.) merupakan tanaman pelindung yang banyak ditanam diperkarangan kantor, sekolah maupun dipingir-pinggir jalan dan hutan kota. Bagian tanaman tanjung yang biasa dimanfaatkan yaitu bunga, daun, akar dan kulit batang sedangkan buahnya tidak termanfaatkan sama sekali. Buah tanjung memiliki rasa sepat sehingga masyarakat tidak menyukainya. Rasa sepat pada buah bisa dikurangi dengan merendam buah dengan larutan kapur sirih. Salah satu cara yang dilakukan agar buah tanjung tidak terbuang yaitu dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur dan konsentrasi gula terhadap karakteristik permen jelly yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur (J) dengan 3 taraf yaitu 12 jam (J1), 24 jam (J2) dan 36 jam (J3). Faktor kedua yaitu konsentrasi gula (G) dengan 3 taraf yaitu 70% (G1),  90% (G2) dan 110% (G3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian lama perendaman buah tanjung berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur permen jelly yang dihasilkan. Semakin lama perendaman buah tanjung maka rasa kelat pada buah tanjung akan semakin berkurang. Konsentrasi gula yang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air permen jelly buah tanjung. Semakin besar konsentrasi gula yang ditambahkan maka kadar air permen jelly yang dihasilkan semakin rendah. Interaksi lama perendaman buah tanjung dan konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap rasa permen jelly yang dihasilkan. Berdasarkan nilai organoleptik, buah tanjung yang direndam dengan larutan kapur sirih selama 24 jam dan konsentrasi gula 90% merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan permen jelly buah tanjung, yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 10,58%, pH  4,42, organoleptik warna 3,63 (suka), aroma 3,77 (suka), rasa 4,33 (suka) dan tekstur 4,66 (sangat suka).Kata kunci: buah tanjung, konsentrasi gula, lama perendaman, larutan kapur, permen jelly
Karakteristik Emulsifier Mono-Diasil Gliserol (MDAG) dari Crude Palm Oil (CPO) yang berasal dari Fat Pit pada Berbagai Konsentrasi Katalis NaOH Devi Silsia; Fitri Electrika; Dewi Surawan; Idha Meiriska
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 2 (2017): Vol.(9) No.2, October 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.981 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i1.9973

Abstract

Mono - Diasilgliserol (MDAG) merupakan merupakan emulsifier yang paling banyak digunakan dalam industri makanan. Emulsifier merupakan salah satu produk oleokimia yang bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik MDAG yang dihasilkan dari etanolisis crude palm oil (CPO) yang berasal dari Fat Pit dengan menggunakan katalis NaOH. Reaksi etanolisis dilakukan pada suhu 50°C selama 30 menit.  Konsentrasi katalis NaOH yang digunakan  adalah 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% dari berat minyak. Proses pemisahan dilakukan dengan menggunakan sentifus. Karakteristik MDAG yang diamati adalah kadar air, asam lemak bebas (alb) dan kemampuannya sebagai emulsifier berupa kemampuan produk menurunkan tegangan permukaan, dan menstabilkan emulsi minyak air. Kadar air MDAG yang dihasilkan antara 0,027% - 0,14%, alb antara 1,27% - 0,14%, tegangan permukaan antara 26,76 dyne/cm – 34,86 dyne/cm dan kestabilan emulsi yang terbentuk antara 135 detik – 181,2 detik. 
Pemanfaatan Bentonit sebagai Penyerap Air pada Proses Transesterifikasi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel Andesta Yulanda; Lisna Wahyuni; Rahmi Safitri; Abu Bakar; Muhammad Dani Supardan
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Vol. (10) No. 2, Oktober 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.11 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i2.10577

Abstract

ABSTRAK. Transesterifikasi merupakan salah satu proses dalam pembuatan biodiesel. Metode transesterifikasi secara konvesional tanpa penambahan adsorben memiliki kekurangan pada rendemen dan mutu biodiesel sehingga dikembangkan metode transesterifikasi menggunakan adsorben secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan bentonit sebagai penyerap air untuk meningkatkan rendemen biodiesel pada proses transesterifikasi minyak jelantah. Pertama dilakukan pengecilan ukuran bentonit menjadi 100 hingga 120 mesh dan dilanjutkan dengan aktivasi bentonit menggunakan asam sulfat 98% pada suhu 80oC. Hasil analisis Scanning Electron Microscope menunjukkan bentonit aktivasi memiliki permukaan yang lebih halus dan bersih dibandingkan dengan bentonit tanpa aktivasi. Selanjutnya, bentonit digunakan pada proses transesterifikasi minyak jelantah dengan variasi massa adsorben (1, 2, 3 dan 4 %-berat minyak) dan kadar air minyak jelantah (2, 3, 5 dan 6 %-berat minyak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bentonit teraktivasi menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan bentonit tanpa aktivasi dan proses tanpa menggunakan bentonit. Hasil penelitian terbaik diperoleh pada massa adsorben 3% dan kadar air 2% yaitu rendemen biodiesel sebesar 81%, massa jenis 865 kg/m3, viskositas 2,90 mm2/s, angka asam 0,1675 mg KOH/gram dan kadar air 0,70%.ABSTRACT.Transesterification is one of process in production of biodiesel. Conventional transterification method without adding adsorbent has deficiency in the yield and quality of biodiesel, therefore transesterification using adsorbent simultaneously is developed. The purpose of this research is to utilize bentonit as the adsorbent of water to increase yield of biodiesel in the waste cooking oil transesterication process. The first step to do in this research was bentonite crushing to the size of 100 to 120 mesh and then bentonite activation using sulfuric acid 98% at 80 oC. The result of SEM analysis showed that activated bentonite surface was smoother  and more clean than bentonite without activation. Bentonite is used to transesterification process by varying mass of adsorben (1, 2, 3 and 4 %-wt. of waste cooking oil) and water content (2, 3, 5 and 6 %-wt. of waste cooking oil). The result of this research showed that activated bentonite has better yield than without adsorbent and activation. The best result from this research is at adsorbent mass 3% and water content 2% with biodiesel yield 81%. The biodiesel produced have density of 865 kg/m3, viscosity of 2.90 mm2/s, acid number of 0.1675 mg KOH/gram and water content of 0.7%.
Pemodelan Sistem Penelusuran Daging Sapi Potong Menggunakan Metode Unified Modeling Language Paramita Setyaningrum
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Vol. (10) No. 2, Oktober 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.22 KB) | DOI: 10.17969/jtipi.v10i2.11046

Abstract

Isu mengenai beredarnya produk daging sapi yang dicampur daging babi celeng semakin marak akhir ini. Pemicu utama adalah ketidakmampuan pedagang membeli harga daging sapi yang mahal sehingga mendatangkan keuntungan yang sedikit. Isu ini tentunya cukup meresahkan bagi konsumen karena kandungan yang ada pada babi celeng membahayakan bagi kesehatan dan menurut aturan Islam produk daging babi celeng haram hukumnya. Penelitian ini membahas tentang pemodelan sistem penelusuran (traceability system) daging sapi potong menggunakan Unified Modeling Language dengan tujuan agar mampu mengidentifikasi kecurangan yang dilakukan oleh para pedagang daging sapi. Keluaran dari penelitian ini adalah dasar model sistem informasi yang akan digunakan untuk menerapkan sistem penelusuran daging sapi potong. Manfaat dari penelitian ini adalah mampu mengidentifikasi kecurangan yang dilakukan oleh penjual dan produsen mampu menyediakan produk yang sehat dan halal bagi konsumen.

Page 1 of 15 | Total Record : 144