cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 127 Documents
Analisis Kelayakan Finansial Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio (BCR) pada Alternatif Besaran Teknis Bangunan Pasar Cinde Palembang Ika Sulianti; Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discusses the feasibility analysis of financial internal rate of return (IRR) and benefit cost ratio (BCR) on Cinde market which is one of the oldest markets in Palembang. Feasibility analysis  is done by creating two design alternatives which  were different  from existing alternative and assumes revenues received later. By creating different alternatives, land area, kiosks and parking lot,  alternative A has a 26,08% IRR and BCR 1.18. This alternative makes buyers much easier to go directly to the floor or parking lot they want to go to. Effect of technical quantities of market building will greatly affect the financial feasibility with reference to the existing standard.
PENGARUH LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN DAN BERAT BETON Raja Marpaung; Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 7 No. 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concrete as a building material favored by many experts in the field of structure, because it is easily formed, prepared and executed, and mixtures of materials are easy to obtain. However, conventional concrete still shows many weaknesses, including structure components which is relatively heavy, and  relatively not too high in strength (when compared to steel). For that reason, research  and innovation of materials are required  to obtain a concrete mixture able to  produce concrete that is lightweight but high strength. Material innovation  is done by  using  lightweight aggregate as coarse aggregate substitute in the form of oil palm shell waste which still untapped  by industries  This was chosen as the waste oil palm shells as aggregate qualify mild violence and have a good and not easily damaged in the concrete.The study was conducted to determine and compare the value of compressive strength, tensile strength and heavy volume concrete produced from a mixture of concrete with substitution of oil palm shells with coarse aggregate with a variation of 10%, 20%, 30%, 40% and 50%. Quality concrete planned in this study is  K-250.The test result shows  that the oil palm shell concrete mixed, results  compressive strength, tensile strength of concrete is lower and lighter weight concrete, the more the percentage of oil palm shells is substituted  with coarse aggregate, the more decline the compressive strength, tensile strength of concrete will be, but  weight concrete is also lighter. Percentage reduction in compressive strength of the smallest obtained in a mixture of oil palm shell concrete  + 28 days is 29.31% - 69.39%., The  decrease percentage  in tensile strength is obtained in a mixture of oil palm shell concrete age of 28 days which is  30.55 % - 99.66%., and the percentage reduction  of weight concrete mixture obtained in  most large oil palm shell concrete + 28 days is 1.70% - 23.03 %.The biggest ratio of ft / fc is obtained  on OPS concrete mixture of 28 days which is  11.69% in the variation OPS 10%, whereas in the OPS mixture of 40% and 50% ratio ft / fc' is very small.
ANALISIS INTENSITAS HUJAN MENGGUNAKAN IDF-CURVE DAN WRPLOT PADA STASIUN DI DAS BUAH (19 - 23) Henggar Risa Destania
PILAR Vol. 15 No. 1 (2020): Pilar: Maret 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Musi merupakan sungai besar di Kota Palembang yang mempunyai banyak cabang daerah aliran sungai yang salah satunya adalah DAS Buah. DAS ini berfungsi sebagai drainas perkotaan dan pengendalian banjir. Dalam beberapa waktu terakhir DAS tersebut mengalami permasalahan banjir terutama saat musim hujan. Oleh karena itu analisa hidrologi seperti intensitas hujan, pola distribusi hujan dan hujan rencana yang berdasarkan pola angin menjadi masukan utama dalam hal pengendalian. Analisa frekuensi data curah hujan dilakukan untuk mendapatkan pola distribusi hujan yang sesuai dengan karakteristik DAS Buah. Analisa kurva IDF (Intensity-duration-frequency) atau lengkung hujan dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara luas DAS dan kedalaman hujan yang terjadi di waktu tertentu. Analisa intensitas hujan yang ditampilkan dalam kurva IDF menggunakan metode Mononobe dan Haspers. Analisa distribusi curah hujan ditampilkan dalam bentuk circular statistic dengan menggunakan program WRPlot yang menunjukkan kuantitas waktu/frekuensi kejadian suatu variabel hidrologi dalam bentuk circular.Dari hasil penelitian curah hujan maksimum dengan periode kala ulang 5 tahun dengan distribusi hujan 3 jam, R24 adalah 148,525 mm, untuk kala ulang 10 tahun sebesar 170,155 mm, untuk kala ulang 25 tahun sebesar 197,481 mm, untuk kala ulang 50 tahun sebesar 217,753 mm dan kala ulang 100 tahun sebesar 237,878 mm.Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa DAS Sungai Buah termasuk DAS kecil yang mempunyai beberapa subdas sebagai percabangan. Untuk daerah yang kecil, umumnya hujan tersebar secara merata di sekitar kawasan suatu daerah sehingga jika hujan yang berlangsung singkat maka semakin tinggi intensitas nya dan semakin besar periode ulangnya. Hal ini terlihat dari perhitungan analisis yang ditunjukkan dalam kurva IDF dan ABM.
MENGOPTIMALKAN PENCAHAYAAN DAN SIRKULASI UDARA UNTUK MENAMBAH KENYAMANAN DAN KESEGARAN RUMAH TINGGAL Agus Subrianto
PILAR Vol. 5 No. 2 (2011): PILAR 07032011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One effort to increase comfort and freshness in the household is to optimize the lighting and air circulation for either natural or artificial. Lighting and air conditioning is a very important element of the work in the occupation of the building because many disciplines are involved there, namely architectural, electrical and mechanical. To construct a house to live is not necessarily all components of the planners involved because a smaller scope of work. For that a Civil Engineer should consider the basics of planning for lighting and air circulation inside the house to live more optimally. In this manuscript is introduced a simple concept of lighting design and air conditioning. Starting from giving space to light and air can enter with either naturally or artificially (artificial) if necessary, including the equations that can determine the capacity or electrical power and air conditioning in the room are planned. The concept of lighting and air circulation must be understood very well because when designing one component will have an impact that could have a negative on the other components.
TINGKAT KEPUASAN BERDASARKAN RESPON PENGHUNI RUMAH SUSUN SEWA KASNARIANSYAH PALEMBANG Dafrimon Dafrimon
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The solution provided by the government to meet the residence habitable for residents on low incomes are flat, so that in the long term the government can concentrate on a simple home-based apartment rental (Rusunawa). in serving the needs of the people there are limitations that are still encountered.The aim of this study is determine the level of occupant satisfaction, by comparing the quality of service expected from residents and the quality of care received. Results from the adaptation of hosts with a jug of behavior influence and impact on the level of satisfaction.Locations used for research on the Flats are managed by PD. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PD. SP2J) located in Kasnariansyah Street.This study shows that residents in the Flats PD. Sarana Pembangunan Palembang Jaya not satisfied with thequality of care they receive, because there are gaps and level of satisfaction based on dimensions of Tangibles 0.01 and 1.00, Realibility 0.00 and 1.00, Responsive 0.00 and 1.00, Assurance 0.02 and 1.01, Emphaty 0.02 and 1.01 In the analysis of a Cartesian diagram obtained Rusunawa Kasnariansyah statement that residents of the 35 attributes/statement only 21 attributes/statements are satisfied and 6 attributes/ statements which need to be processed.To meet the satisfaction level of residents, managers Flats Rusunawa Kasanriansyah need to do a repair of the interior design, playgrounds and expand the walkaways.
KAJIAN PEMODELAN LEBAR JALAN PADA PERUMAHAN BUKIT SEJAHTERA INDRAYANI INDRAYANI
PILAR Vol. 7 No. 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menentukan lebar jalan di suatu komplek perumahan perlu diketahui peruntukan dari keberadaan komplek perumahan tersebut, sehingga jalan yang dibuat dapat melayani kebutuhan pemilik rumah.  Dari dasar inilah maka pada penelitian ini dibuat suatu persamaan model untuk menentukan lebar jalan pada salah satu komplek perumahan di kota Palembang yaitu Komplek Perumahan Bukit Sejahtera dengan meninjau beberapa variabel yang ada dalam komplek perumahan tersebut dengan beberapa type rumah didalamnya sehingga didapatkan lebar jalan yang ideal untuk dapat digunakan pada komplek yang sama pada perumahan yang lain.  Pemodelan lebar jalan pada komplek perumahan terdiri atas beberapa variabel yaitu : lebar jalan sebagai variabel terikat sedangkan panjang jalan, kecepatan kendaraan, arus kendaraan, jarak ke pasar, jarak ke kantor, jarak ke sekolah, jarak ke mesjid, jarak ke tempat olah raga dan rekreasi serta jarak ke pintu keluar merupakan variabel bebas.  Aplikasi terhadap lebar jalan hasil pemodelan dengan menggunakan model korelasi menunjukkan bahwa lebar jalan eksisting  untuk lebar jalan 4,00 m dan 4,50 m tidak perlu diperlebar dengan batasan kecepatan kendaraan 15 km/jam,  untuk lebar jalan 5,00 m tidak perlu diperlebar dengan batasan kecepatan kendaraan 20 km/jam,  untuk lebar jalan 5,50 m perlu diperlebar hingga 7,00 m dengan batasan kecepatan kendaraan 20 km/jam, pada jalan dengan lebar 6,00 m tidak perlu diperlebar bahkan kecepatan kendaraan dapat ditambah hingga 30 km/jam, pada jalan dengan lebar 7,00 m tidak perlu diperlebar bahkan kecepatan kendaraan dapat ditambah hingga 30 km/jam dan pada jalan dengan lebar 15,00 m perlu diperkecil hingga 11,00 m dengan batasan kecepatan kendaraan 60 km/jam.
BETON MUTU K-400 DENGAN PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI DAN SUPERPLASTISIZER Djaka Suhirkam; Dafrimon Dafrimon
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu bahan material menyerupai batu yang dihasilkan dari campuran bahan – bahan dengan perbandingan tertentu dari semen , agregat halus ( pasir ) , agregat kasar ( koral/split ) dan air tanpa atau dengan bahan tambah . Campuran tersebut akan mengeras pada suatu cetakan yang sesuai dengan keinginan. Semen dengan air akan bereaksi secara kimiawi dengan mengikat partikel dari agregat agregat menjadi suatu masa yang sangat padat. Dalam mempermudah pekerjaan perlu penambahan air yang melampaui jumlah air yang dibutuhkan untuk beraksi, penambahan ini diperlukan supaya campuran pasta beton dapat mengisi celah – celah dan membungkus tulangan dengan sempurna. Bila hal ini dilaksanakan maka kemungkinan kekuatan beton akan menurun, karena faktor air semennya terlalu berlebih. Kekuatan beton dipengaruhi oleh kualitas bahan pembentuk beton, kepadatan dan FAS, sehingga jumlah air yang digunakan dalam pembuatan beton sangat menentukan kekuatannya. Untuk menanggulanginya digunakan bahan tambah Superplasticizer yang dapat mengurangi penggunaan air, tetapi akan meningkatkan kekuatan tekan beton serta memudahkan dalam pelaksanaannya.Untuk meningkatkan kekuatan beton perlu dilakukan penambahan bahan tambah mineral dalam campuran beton. Bahan tambah yang dimaksud adalah bahan tambah yang berupa material yang mengandung pozzolan yang halus dengan komposisi banyak mengandung silika. Salah satu material yang mengandung pozzolan yang banyak mengandung silika adalah abu sekam padi yang halus.Abu sekam padi sebagai pozzolan digunakan untuk pengganti sebagian semen apakah akan mempengaruhi terhadap kekuatan beton. Untuk itu dilakukan penelitian di Laboratorium Bahan untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya bila sebagian semen diganti dengan abu sekam padi pada beton K – 400 . Dalam penelitian ini persentase semen yang diganti dengan abu sekam padi sebesar 2,5% , 5% , 7,5% , dan 10% dengan menggunakan superplastizicer sebesar 0,6% terhadap air yang digunakan. Dalam penelitian menggunakan benda uji kubus untuk kuat tekan dan benda uji silinder untuk kuat tarik.Hasil kuat tekan dan kuat tarik beton yang menggunakan abu sekam padi dan superplastizicer hasilnya lebih basar bila dibandingkan dengan beton normal. Lebih besar persentase penggunaan abu sekam kekuatannya lebih meningkat .
PENDEFINISIAN STATION GNSS CORS GMU1 YANG DIIKATKAN TERHADAP TITIK IKAT GPS REGIONAL DAN GLOBAL ( 1-6 ) Sri Rezki Artini
PILAR Vol. 13 No. 1 (2018): Pilar: Maret 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stasiun GNSS CORS dapat digunakan sebagai titik acuan dalam menentukan posisi relatif baik secara real time maupun post processing. Titik acuan ini digunakan untuk pengukuran titik-titik di permukaan bumi. Dalam pengukuran ini diperlukan ketelitian tinggi yaitu sampai fraksi milimeter. Dalam penelitian ini, stasiun GNSS CORS yang digunakan adalah stasiun GNSS CORS GMU1 yang sudah beroperasi sejak tahun 2009 yang terletak di Gedung Fakultas Teknik Jurusan Teknik Geodesi (Lantai Tiga) Universitas Gadjad Mada Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini mendefinisikan ulang koordinat stasiun GNSS CORS GMU1 menggunakan data pengamatan GNSS selama tujuh hari yaitu tanggal 14 Juli 2012 sampai dengan tanggal 20 Juli 2012 menggunakan kombinasi titik ikat stasiun global IGS dan regional.Ttitik ikat stasiun global IGS yang digunakan dalam penelitian ini yaitu DGAR, GUAM, IISC, KARR, KUNM, PIMO, dan TOW2. Sedangkan titik ikat stasiun Regional yang digunakan adalah BAKO, CJPR, CDNP, CSRJ, SAMP, CBAL dan CBIT. Pengolahan data menggunakan software ilmiah GAMIT/GLOBK. Hasil penelitian ini berupa nilai koordinat kartesian 3D dari stasiun GNSS CORS GMU1 pada tahun 2012 dan kecepatan posisinya. Koordinat hasil pengolahan yaitu X (m) = -2200206,97088 m ± 26,08 mm; Y (m) = 5924895,45433 m ± 26,30 mm; Z (m) = -855932,55993 m ± 192,51 mm. Dapat dilihat simpangan baku yang dihasilkan dari hasil pengolahan kombinasi titik ikat stasiun Global IGS dan regional adalah sampai fraksi milimeter.
PENERAPAN SISTEM SATU ARAH PADA RUAS JALAN POM IX, KOTA PALEMBANG. ( 24-30 ) Yusri Bermawi; Herlinawati Herlinawati; Feri Hari Sandi; Indra Putra
PILAR Vol. 13 No. 2 (2018): Pilar: September 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPalembang dengan jumlah penduduk 1.7 juta jiwa tidak luput dari masalah transportasi. Sistem satu arah yang diterapkan pada tanggl 6 november 2017 merupakan manajemen transportasi yang baru diterapkan di Kota Palembang guna mengurai kemacetan yang sering terjadi pada simpang lima DPRD, Palembang. Dalam hal ini Jalan Pom IX merupakan jalan yang turut menjadi bagian dari sistem satu arah diberlakukan. Kajian ini dimaksudkan sebagai masukan bagi instansi terkait dalam untuk evaluasi manajemen masa akan dating. Metoda yang dipakai adalah pengamatan lalulintas kendaraan langsung pada ruas jalan yang bersangkutan dan sekitarnya Dari hasil kajian terhadap karakteristik lalulintas dan kapasitas pada ruas jalan POM IX kota Palembang menghasilkan hasil volume kendaraan pada jam puncak sebesar 2808,85 smp/jam pada titik pertama, 2874,65 smp/jam pada titik kedua, dengan kecepatan pada masing-masing titik 22,12 km/jam dan 17,70 km/jam serta kepadatan 126,95 smp/km dititik pertama dan 161,48 dititik kedua, dengan derajat kejenuhan sebesar 0,47 dan 0,49 pada masing- masing titik. Disertai hambatan samping yang tinggi sehingga memperoleh nilai tingkat pelayanan C yang memiliki karakteristik arus stabil dan kecepatan yang dikontrol oleh lalulintas. Dengan demikian penerapan sistem satu arah pada ruas jalan POM IX layak diterapkan sesuai dengan hasil analisa yang telah dilakukan.
BANGKITAN LALULINTAS DAN KEBUTUHAN PARKIR PADA KAMPUS POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Yusri Bermawi
PILAR Vol. 7 No. 1 (2012): PILAR 07032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Negeri Sriwijaya adalah salah satu dari tiga Perguruan Tinggi yang ada di Sumatera Selatan, yang dalam kiprahnya sebagai penyelengara pendidikan tinggi, dituntut untuk selalu meningkatakan pelayanan kepada masyarakat.  Hal ini dapat dilihat perannya dari tahun ke tahun dengan terjadi peningkatan jumlah mahasiswa yang diterima.  Dengan terus bertambahnya jumlah mahasiswa akan berpengaruh kepada penyediaan prasarana yang ada, termasuk lahan perparkiran. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui fasilitas tersedia berdasarkan peruntukannya,  mendapatkan karakteristik parkir, pemanfaatan lahan yang ada dan kebutuhan parkir pada lima tahun mendatang serta rekomendasi untuk pengembangan.  Metoda yang dipakai adalah dengan pengamatan langsung selama satu hari dengan tetap memperhatikan arus lalulintas disekitar kampus.Dari analisa diperoleh : akumulasi parkir sepeda motor = 1320 kendaraan, roda empat =161 kendraan.  Luas lahan yang tersedia berdasarkan peruntukan sepeda motor = 280 m2 dan untuk roda empat= 1036 m2  Berdasarkan pemanfaatan (optimasi) lahan luas lahan parkir roda dua = 2080 m2., roda  empat = 4.912,7 m2Kebutuhan luas lahan parkir lima tahun mendatang untuk roda dua =2.940 m2 sedangkan untuk roda empat = 4.596,7 m2.  Untuk kelancaran arus lalulintas dalam kampus, perparkiran perlu dilengkapi marka dan rambu sesuai dengan fungsinya.  Disarankan untuk membedakan arus keluar dan masuk kampus mengingat berdekatan dengan jalan utama Srijaya Negara

Page 1 of 13 | Total Record : 127