cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi" : 73 Documents clear
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI STRATEGI RECIPROCAL TEACHING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA Sarwinda, Wiratamasari
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.342 KB)

Abstract

Berpikir kreatif merupakan salah satu kecakapan hidup yang dibutuhkan pada abad 21. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan keterampilan ini yaitu melalui pendidikan. Keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Biologi merupakan salah satu bidang IPA yang memberikan wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif. Keterampilan ini tidak dapat berubah dengan sendirinya. Diperlukan suatu rangsangan berupa inovasi strategi pembelajaran yang membantu memberdayakan keterampilan tersebut. Salah satu stategi pembelajaran yang dapat membantu memberdayakan keterampilan tersebut adalah Reciprocal Teaching (RT). Penggunaan Strategi RT pada struktur pembelajaran biologi SMA diharapkan dapat membantu memperdayakan keterampilan berpikir kreatif siswa.
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN DAN KULIT BATANG SAWO KECIK (MANILKARA KAUKI L DUBARD)TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Suarsini, Endang; Hastuti, Utami Sri; Prayudhani, Maya Firdausi
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.631 KB)

Abstract

Potensi Sawo kecik (Manilkara kauki  L. Dubard) sebagai sumber obat alami untuk diare belum terbukti secara ilmiah.Sawo kecik mengandung flavonoid yakni senyawa yang bersifat sebagai antibakteri, sehingga sawo kecik diasumsikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini ialah: 1) untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik terhadap penghambatan pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro, 2) untuk menentukan kombinasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dengan variasi konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli    secara  in vitro. Daya antibakteri ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik dalam konsentrasi 0%, 5%, 15%, 25%, 35%, 45%,  55%, 65%, 75%, 85%, 95% dan 100% diuji terhadap bakteri Escherichia coli secara in vitro dengan metode difusi agar dengan cara Kirby Bauer Test. Antibiotik Levofloxacin  digunakan sebagai kontrol positif.  Data yang diperoleh dibandingkan dengan kontrol positif dan  dianalisis menggunakan analisis varian ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perbedaan konsentrasi ekstrak etanol daun dan kulit batang sawo kecik berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan  Escherichia coli  secara in vitro, 2) ekstrak etanol kulit batang sawo kecik pada konsentrasi  55% merupakan kombinasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan  Escherichia coli  dengan rerata diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 12.3 mm (51% terhadap Levofloxacin). Kata kunci: Daya antibakteri, Metode difusi agar, Ekstrak etanol, Sawo kecik (Manilkara kauki  L  Dubard), Escherichia coli.
UJI ADAPTASI MULTIMUSIM KARAKTER FENOTIP KULTIVAR MELODI GAMA 3 (CUCUMIS MELO L.): USAHA PENGUATAN INDUSTRI BENIH NASIONAL Daryono, Budi Setiadi; Maryanto, Sigit Dwi; Sidiq, Yasir
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.947 KB)

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo  L.) merupakan tanaman pertanian yang banyak dibudidayakan untuk konsumsi buahnya. Salah satu permasalahan dalam budidaya melon adalah benih yang diperoleh secara impor sehingga harganya relatif mahal. Perakitan kultivar MelodiGama 3 (MG3) merupakan strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap benih impor. Kultivar MG3 merupakan hasil persilangan antara kultivar ? MG1 dengan ? La-3 (tahun 2011). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan adaptasi kultivar MG3 terhadap kondisi lingkungan pada musim kemarau (tahun 2012) dan musim penghujan (tahun 2013) dan mengamati kestabilan kultivar MG3 di kedua musim tersebut di demplot milik Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakter melon MG3 dari penanaman musim penghujan umumnya lebih unggul daripada penanaman musim kemarau. Melon MG3 penanaman musim penghujan unggul pada karakter berat buah, keliling buah, ukuran buah, dan berat biji. Namun terdapat penurunan karakter unggul yaitu tingkat kemanisan (brix) dari 11,53% menjadi 9,98%. Hasil tersebut terjadi karena musim penghujan yang mempengaruhi kadar air dalam buah sehingga tingkat kemanisanya menurun. Kata kunci: MG3, Karakter Fenotip, Pemuliaan Tanaman
ISOLASI BAKTERI PENDEGRADASI SENYAWA PERSISTEN ORGANOKLORIN POLUTTANS ASAL TANAH INCEPTISOL KARAWANG Sudiana, I. M.; Ardiwinata, A. N.; Wahyuni, S.
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.539 KB)

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak terkontrol akan mengganggu agroekosistem pertanian dan mencemari lingkungan. Jumlah pestisida yang beredar di Indonesia tahun 2006 terdaftar sebanyak 1336 formulasi, 2008  sebanyak 1702 formulasi, 2010 sebanyak 2048 formulasi, 2011 sebanyak 2247 formulasi. Di dalam tanah, karbon aktif peranan sebagai shelter atau rumah untuk mikroorganisme. Pori-pori kecil pada karbon aktif digunakan sebagai tempat tinggal bakteri, sedangkan pori besar dan retakan (cracks) digunakan sebagai tempat berkumpul. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Cibinong Mei 2011 s/d Agustus 2011. Tujuan penelitian adalah menyeleksi bakteri  dalam tanah yang berpotensi mendegradasi residu insektisida yang bersifat persistent organic poluttants  (POPs).  Isolasi dan karakterisasi mikroba pendegradasi POPs dilakukan  dengan tiga tahapan, yaitu (1) Isolasi dan identifikasi mikroba pendegradasi POPs, (2) Uji karakteristik pertumbuhan isolat pada berbagai jenis POPs, dan  (3) Penetapan residu insektisida POPs hasil kultur. Hasil terdapat 7 (tujuh) isolat yang mampu mendegradasi senyawa POPs, Lima isolat bersifat gram positif (BOB1, BOB2, BOB3, BOB4, BOB5) efektif untuk mendegradasi POPs berbahan aktif: lindan, heptaklor, DDT, dan dieldrin, sedangkan  dua isolat bersifat gram negatif (BOB6 dan BOB7) efektif untuk mendegradasi POPs berbahan aktif aldrin.  Kata Kunci: Arang Aktif, Senyawa POPs, Bakteri Pendegardasi
MENANAMKAN KETERAMPILAN ILMIAH MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI PADA MATA KULIAH MKPBM I MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS RISET Santoso, Agus Muji; Nurmilawati, Mumun
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.994 KB)

Abstract

Upaya menanamkan keterampilan ilmiah kepada mahasiswa calon pendidik perlu dilakukan, tidak hanya pada mata kuliah keilmuan Biologi saja namun, juga pada mata kuliah tentang kependidikan.  Melalui upaya tersebut, diharapkan mahasiswa memiliki sikap ? sikap yang positif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya ssebagai seorang pendidik. MKPBM I merupakan mata kuliah wajib yang bertujuan untuk membekali mahasiswa agar memiliki pemahaman yang utuh tentang dinamika sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis riset pada perkuliahan MKPBM I perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini dilaksanakan mulai Maret ? Juni 2013 pada perkuliahan MKPBM I. Terdapat 18 kelompok terdiri 4-5 mahasiswa dengan pemilihan topik dan tempat penelitian yang diminati mahasiswa yaitu SD, SMP, SMA baik negeri maupun mandiri. Penilaian dilakukan terhadap presentasi dan naskah laporan hasil penelitian. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif. Aspek yang dinilai adalah keterampilan menyusun dan mengorganisasi bagian ? bagian laporan yang terdiri dari halaman muka; mendeskripsikan urgensi penelitian; kajian pustaka; metode penelitian; hasil dan pembahsan; simpulan dan rekomendasi, daftar pustaka dan lampiran. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan dalam mendeskripsikan hasil dan pembahasan serta menyusun simpulan maupun rekomendasi masih memerlukan pembinaan lebih lanjut jika dibandingkan aspek penilaian lainnya.  Kata ? kata kunci: keterampilan ilmiah, MKPBM I, pembelajaran berbasis riset.
PENGOPTIMALAN REFLECTIVE PROGRAM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MERANCANG KAGIATAN PRAKTIKUM Prasetiyo, Prasetiyo
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.588 KB)

Abstract

Tujuan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang dalam merancang kegiatan praktikum. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan lokasi penelitian pada Program Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang tahun ajaran 2012/ 2013 semester genap, waktu penelitian Maret-Juni 2013. Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Mahasiswa semester II E Program Studi Pendidikan Biologi pada matakuliah praktikum Taksonomi I. Data yang diperoleh dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah keterampilan mahasiswa dalam merancang kegiatan praktikum, teknik yang digunakan untuk memperoleh data tersebut adalah melalui tugas mahasiswa dalam merancang kegiatan praktikum. Analisis data menggunakan teknik komparatif antar siklus, dan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini diketahui bahwa upaya peningkatan keterampilan mahasiswa dalam merancang kegiatan praktikum dapat dinyatakan berhasil, hal ini dapat diperhatikan setelah dilakukan komparasi antara hasil siklus I dan siklus II. Pada siklus I diketahui bahwa rata-rata kemampuan mahasiswa dalam merancang kegiatan praktikum adalah 74%, sedangkan pada siklus II rata-rata kemampuan mahasiswa dalam merancang kegiatan praktikum adalah 90%. Kata kunci:  Keterampilan Merancang,  Reflective Program
PRODUCTION OF BIOETHANOL FROM CITRUS FRUIT (CITRUS SP) WASTE BY ACID HYDROLYSIS AND FERMENTATION USING SACCHAROMYCES CEREVISIAE Andini, Citra; Mahajoeno, Edwi; Setyaningsih, Ratna
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.587 KB)

Abstract

One of the promising biofuel is bioethanol which can be produced from agricultural waste cellulosic biomass such as citrus fruit waste. Bioethanol can be derived from citrus fruit waste that is rarely used. Cellulosecontained in citrus fruit  waste can be converted into ethanol through a process of chemical and biological. Sulfuric acid ( H2SO4) can be used in hydrolysis of cellulose material in citrus fruit waste to producesugars and batch fermentation by Saccharomyces cereviseae can be used to convert sugars into bioethanol.The purpose of this research were to determine the highest reducing sugar from acid hydrolisis with different acid concentration levels of 0, 3, 7, and 10% and to know the highest levels of bioethanol and optimum incubation time. Extracts made from citrus fruit waste without peel. Citrus fruits were hydrolyse using a variation of 1 M H2SO4 acid concentration of 0, 3, 7, and 10 % to produce reducing sugars. Reducing sugars were analyzed using the Nelson Somogyi method.The optimum reducing sugar is used for fermentation by yeast Saccharomyces cerevisiae using a variation of the long incubation days 0, 2, 4, 6, 8 and bioethanol purified by distillation method. Acid hydrolysis resulted reduction sugar 3,5%, at an optimum concentration of 3% is used for fermentation by yeast S. cerevisiae. The highest level of fermentation time of 6 days produced bioethanol having the content 9,75% .  Kata Kunci : Bioethanol, Citrus Acid Waste, Saccharomyces Cerevisiae, Fermentation .
KARAKTERISTIK MATERI YANG MENGGUNAKAN PBL DALAM PROSES PEMBELAJARAN Hariatik, Hariatik
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.544 KB)

Abstract

Model  Project Based-Learning  sebagai alternatif model pembelajaran yang bertujuan  meningkatan prestasi akademik peserta didik melalui program penugasan.  Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik materi pembelajaran yang terdapat pada penelitian ? penelitian yang sering menggunakan PBL untuk meningkatkan motivasi maupun hasil belajar mahasiswa. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa karakteristik materi yang sering diajarkan dengan menggunakan model PBL antara lain berupa studi kasus, berbasis masalah atau proyek kasus-kasus yang saling terkait antar topik atau bidang kajian lainnya (multi lintas bidang), membutuhkan sumber-sumber informasi faktual dari lapangan,  cognitivetools, pemodelan yang dinamis, membutuhkan diskusi (percakapan dan kolaborasi), serta dukungan kontekstual dan sosial.   Kata ? kata kunci  : model PBL, Komponen PBL, materi pembelajaran.
RESPON ENZIM METABOLISME SENYAWA NITROGEN PADA TANAMAN TEMBAKAU TRANSGENIK YANG MEMBAWA GEN SUCROSE PHOSPHATE SYNTHASE (SPS) TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM L.) Miswar, Miswar
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.156 KB)

Abstract

Senyawa nitrogen (N) bagi semua tanaman sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi, termasuk tanaman tembakau. Metabolisme senyawa N dalam tanaman sangat terkait dengan metabolisme karbohidrat.   Proses fotosintesis yang terjadi di daun menyediakan energi untuk proses asimilasi karbon (C) dan Nitrogen (N). Dalam asimilasi N selain memerlukan energi,  juga memerlukan kerangka C yang disediakan oleh metabolism karbohidrat, termasuk sukrosa.Sintesis sukrosa di daun sangat ditentukan oleh besarnya aktivitas  enzim sucrose phosphate synthase (SPS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh transformasi gen SPS pada tanaman tembakau terhadap metabolisme senyawa N.  Proses transformasi gen SPS yang telah dikonstruk pada plasmid pBI121 menggunakan  Agrobacterium tumefaciens  LBA 4404. Hasil penelitian menunjukan bahwa transformasi gen SPS  mempengaruhi aktivitas enzim nitrat reduktase (NR) dan glutamine synthetase (GS). Aktivitas NR dan kandungan nitrat pada tembakau transgenik galur 3, 13 dan 17 lebih rendah dibandingkan kontrol. Sebaliknya aktivitas GS pada ketiga tembakau transgenik  lebih besar dibandingkan kontrol.  Kata kunci : SPS, Nitrogen, GS, NR, Transformasi.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN STRUKTUR DAN FUNGSI HUTAN MELALUI MODEL FIELD TRIP TRAINING (FTT) EKPLORASI HUTAN PADA MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI Supriatno, Bambang; Suprapto, Purwati K
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.11 KB)

Abstract

Matakuliah ekologi merupakan dasar dari pengetahuan tentang konservasi biasanya hanya dilakukan di kelas dan praktikum di sekitar kampus. Kegiatan tersebut kurang dapat memberi informasi yang lengkap tentang struktur dan fungsi dalam satu area (ekositem). Jumlah mahasiswa yang cukup banyak dan dosen yang terbatas menyebabkan membawa mahasiswa ke  lapangan adalah tidak efisien. Model  Field trip traning  (FTT) adalah solusi untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang ekologi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas model FTT. Penelitian dilaksanakan di hutan  Agathis alba  Baturaden pada bulan Mei 2013. Mahasiswa dibantu oleh 11 instruktur yang telah mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Instruktur wajib membuat pedoman kerja lapangan. Populasi dan sampel adalah mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Siliwangi yang sedang mengambil matakuliah ekologi, berjumlah 216 mahasiswa. Mahasiswa melakukan observasi eksplorasi hutan, hasil pengamatan didiskusikan dan mahasiswa wajib membuat display untuk dipresentasikan serta dipamerkan. Mahasiwa membuat laporan hasil observasi. Data diperoleh  dari hasil laporan mahasiswa melalui  lembar penilaian berdasarkan Starko (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dapat menghubungkan antara faktor biotik dan abiotik, membuat jaring makanan, memahami interaksi makhluk hidup, dan memahami stratifikasi vertikal hutan. Mahasiswa dapat menghubungkan bahwa empat hal yang diamati merupakan satu sistem yang saling berhubungan. Kata kunci :  Field trip training, struktur dan fungsi hutan, eksplorasi hutan