cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi" : 56 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT LABORATORIUM MELALUI METODE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 26 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2008/2009 Riandari, Henny
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.024 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dengan latar belakang prinsip instan yang banyak melanda anak sekarang, dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang memungkinkan siswa mengikuti prinsip instan tersebut. Padahal untuk memahami suatu materi tidak bisa dilakukan dengan instan, harus sering dilakukan pelatihan .  selain itu pengenalan laboratorium pada anak SMP kelas VII merupakan hal yang perlu dipahami terutama pemahaman tentang alat-alat laboratorium tersebut. Dalam penelitian ini memiliki tujuan Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan pemahaman siswa siswa kelas VII G tentang alat-alat laboratorium (terutama Biologi) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan melalui metode make and match . Untuk mengetahui apakah terdapat perubahan ketrampilan kelas VII G tentang alat-alat laboratorium (terutama Biologi) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan melalui metode make and match  .Untuk mengetahui apakah pembelajaran Sains melalui metode make and match dengan pendekatan proses dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Guru sebagai motivator dan fasilitator bagi pembelajaran yang dilakukan di kelas. Dengan memfasilitasi proses pembelajaran agar diciptakan suasana yang menyenangkan dan dapat membangkitkan afinitas (keaktifan) siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Peneliti menggunakan metode make and match yaitu dengan permainan yang membangkitkan afinitas siswa, kerja sama dengan teman serta win-win solution dalam menyelesaikan masalah kelompok menjadi karakteristik dari penelitian ini. Metode make and match , peneliti lakukan melalui permainan memasangkan, mencari pasangan serta berjuang untuk berpasangan. Dari permainan tersebut ternyata afektifitas, dan pemahaman siswa dapat meningkat. Dari hasil penelitian dapat disimpilkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang alat-alat laboratorium, baik nama, bentuk serta fungsi masing-masing alat laboratorium tersebut. Ketuntasan meningkat dari 25 % menjadi 80 % sedangkan nilai rata-rata kelas dari 39 % menjadi 76 %.   Kata Kunci : Make a match, win-win solution, afinitas siswa.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN C T L (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) MELALUI METODE DEMONSTRASI Budiharti, Rini
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.994 KB)

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini  adalah : 1). Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran kontekstual  (CTL) ? 2). Bagaimanakah langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL ? 3). Bagaimanakah bentuk pembelajaran Fisika dengan dengan pendekatan CTL  melalui metode demonstrasi ?Perubahan kurikulum yang terjadi saat ini menuntut dalam  pembelajaran Fisika yang semula berbasis TCL (Teacher Centered Learning) diarahkan pada pembelajaran yang berbasis SCL (Student Centered Learning) Pada pola pembelajaran tersebut guru berperan sebagai fasilitator, sehingga siswa selama proses pembelajaran dengan segala fasilitas yang ada didorong untuk dapat menemukan konsep yang harus dia pelajari. Pendekatan C T L merupakan salah satu model alternatif yang diharapkan mampu mengakomodasi berbagai harapan pencapaian dalam pembelajaran Fisika tersebut.Berdasarkan dari pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut :Pembelajaran kontekstual (CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif.Pembelajaran dengan pendekatan CTL mengacu pada tujuh komponen utama yaitu  constructivism,  discovery,  questioning , jar ( learning community, modelling, reflection dan authentic assesment. Sedangkan langkah-langkah pembelajarannya meliputi kegiatan-kegiatan : relating, experiencing, applying, cooperating dan transferring.Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari menurut topik bahasan yang diajarkan.Bentuk dan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan CTL melalui metode demonstrasi dapat diuraikan dalam Satuan Pelajaran (SP) dan Rancangan Program Pembelajaran (RPP). Kata kunci : pembelajaran Fisika, CTL, metode demonstrasi.
STIMULASI BELAJAR MANDIRI MELALUI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MASALAH PADA MATA KULIAH PLANT EMBRYOLOGY AND REPRODUCTION (SBI PROGRAM) DI PRODI P. BIOLOGI FKIP UNS Probosari, Riezky Maya
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.689 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) implementasi  bahan ajar berbasis masalah  dalam merangsang kemandirian belajar mahasiswa pada   mata kuliah Plant Embryology and Reproduction, 2) penggunaan bahan ajar berbasis masalah  dalam meningkatkan keaktifan mahasiswa  pada mata kuliah Plant Embryology and Reproduction Penelitian ini merupakan  penelitian tindakan kelas (Classroom Action research) yang dilaksanakan dalam 2 siklus meliputi identifikasi permasalahan yang ada di kelas, perencanaan tindakan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pelaksanaan tindakan berupa penerapan bahan ajar berbasis masalah, observasi dan evaluasi, serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester 4 program SBI di Prodi P. Biologi UNS tahun ajaran 2009/2010 sejumlah 21 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode  observasi, wawancara, angket, tes dan kajian dokumen.Validitas data dengan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan,  secara umum didapatkan bahwa pada akhir siklus 2,  prosentase mahasiswa yang lulus sebesar 100% dengan prosentase nilai A dan B.  Penelitian dinyatakan selesai pada akhir siklus 2 karena indikator kinerja yang diharapkan  yaitu jumlah mahasiswa yang lulus minimal sebesar 80%  dengan prosentase mahasiswa yang memperoleh nilai diatas B sebesar 66,67%,  meningkatnya kemandirian belajar dan keaktifan mahasiswa serta meningkatnya performansi mengajar dosen di mata mahasiswa sudah tercapai. Kesimpulan yang bisa diambil adalah 1) bahan ajar berbasis masalah  dapat merangsang kemandirian belajar mahasiswa 2) penggunaan bahan ajar berbasis masalah  dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa   baik dalam pencarian sumber belajar maupun partisipasi  dalam pembelajaran.   Kata kunci :  bahan ajar,  berbasis masalah, kemandirian belajar
ANALISIS POLA PITA-C KROMOSOM TANAMAN SALAK JANTAN DAN BETINA (SALACCA ZALACCA VAR. ZALACCA) Parjanto, Parjanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.959 KB)

Abstract

ABSTRACT The objectives of this research were to study the C-banding pattern of male and female salak chromosome and to obtain the sex marker of salak based on C-banding pattern variation. C-banding pattern of male and  female of salak were observed using geimsa C-banding technique. Variation of chromosomes C-banding pattern were analyzed according to number and position of C-band of chromosomes. The results of the  research showed that C-band of salak chromosom can be revealed using geimsa C-banding technique. The C-band revealed on the telomer and  the centromer region.  Pro-metaphase and metaphase chromosomes could be used to observe the C-band.  There were no differences in C-band pattern of chromosome of male and female salak, so the sex of  salak  can not be identified based on the observation of C-band of chromosome. Key words: chromosome, C-banding, sex marker, salak ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pola pita-C kromosom  salak jantan dan betina, selanjutnya mengidentifikasi penanda kelamin tanaman salak berdasar perbedaan pola pita-C kromosom.Tanaman salak jantan dan betina varietas pondoh asal cangkok anakan digunakan untuk mempelajari perbedaan pola pita-C. Pengamatan pita-C kromosom dilakukan dengan teknik pemitaan geimsa (geimsa C-banding technique).  Analisis perbedaan pola pita-C kromosom salak jantan dan  betina dilakukan berdasar jumlah dan posisi pita-C dengan membandingkan karyogram dan idiogram pita-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pita-C kromosom salak dapat dihasilkan menggunakan  metode pemitaan-C geimsa (Geimsa C-banding technique), sebagian pita-C berada pada ujung kromosom atau terletak pada daerah telomer dan sebagian yang lain terletak di daerah sentromer. Pita-C dapat dihasilkan pada kromosom metafase awal (pro metaphase) maupun kromosom metafase (late metaphase).  Tidak terdapat perbedaan pola pita-C  antara kromosom tanaman salak jantan dan betina, sehingga jenis kelamin tanaman salak tidak didapatkan ditentukan berdasar pola pita-C kromosom.   Kata kunci: kromosom,  pita-C, penanda kelamin, salak.
PENINGKATAN KUALITAS PROSES BELAJAR MELALUI PENGGUNAAN SUPLEMEN HASIL PENELITIAN PADA TOPIK YANG DIAJARKAN PADA SMA TAHUN AJARAN 2009 Widoretno, Sri; Ariyanto, Joko
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.091 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:  1) Penggunaan suplemen yang merupakan pengembangan topik sebagai hasil penelitian dalam pokok bahasan Limbah dapat meningkatkan keaktifan  berdiskusi siswa dalam proses pembelajaran Biologi. 2) Penggunaan suplemen yang merupakan pengembangan topik sebagai hasil penelitian dalam pokok bahasan Limbah dapat meningkatkan respon  siswa dalam proses pembelajaran Biologi. di kelas X SMA Al Islam 1, SMA Batik 1 dan SMA N 7 Surakarta dalam pembelajaran Biologi pada materi pelajaran Ekosistem 2008/2009.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X 8 dari tiga SMA di Surakarta,Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Validasi data dengan menggunakan teknik triangulasi.            Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan penggunaan suplemen hasil penelitian pada topik yang diajarkan pada SMA dapat meningkatkan 1) Aktivitas bertanya 2) Aktivitas berdiskus 3) Kerjasama siswa pada proses pembelajaran di kelas X SMA Al Islam 1, SMA Batik 1 dan SMA N 7 Surakarta dalam pembelajaran Biologi pada materi pelajaran Ekosistem. Key Word: kualitas proses, hasil penelitian, performance
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Ana, Nur; Fitrihidajati, Herlina; Susantini, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.196 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKS materi Ekosistem berbasis pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa, dan mengetahui respon siswa terhadap keterbacaan LKS, serta keterlaksanaan LKS. Siswa dilatih keterampilan berpikir kritis melalui memecahkan masalah yang terkait dengan lingkungan dalam suatu  kegiatan penyelidikan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang terdiri dari tahap pengembangan LKS dan tahap uji coba LKS. Sasaran penelitian ini adalah LKS biologi materi ekosistem yang diujicobakan di kelas X-9 SMA Negeri 3 Nganjuk dengan siswa sebanyak 36 orang. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa (1) Kelayakan LKS berbasis pembelajaran kooperatif GI sebesar 86,5% dengan kategori sangat layak. (2) Respon siswa terhadap keterbacaan LKS sebesar 86,23% dengan kategori sangat layak. (3) Keterampilan berpikir kritis yang yang dilatihkan dalam LKS belum semua dapat dikuasai oleh siswa. Kata kunci: LKS, pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI), berpikir kritis
PARAMETER BIOLOGIS BADAN AIR SUNGAI NGRINGO SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI TEKSTIL Nurhayati, Nanik Dwi
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.715 KB)

Abstract

ABSTRAK Berbagai bakteri yang terdapat dalam air limbah sungai dapat menyebabkan penyakit yang merusak kehidupan makhluk hidup. Tingkat pencemaran badan air di sungai Ngringo sebagai akibat dampak industri yang berkembang pesat di Kabupaten Karanganyar terutama dari limbah industri tekstil. Oleh karena itu perlu adanya analisis parameter biologis pada daerah aliran sungai Ngringo up stream dan down stream terhadap padatan terapung, derajat keasaman, senyawa organik dan Biochemical Oxygen Demand dengan metode analisa fisik dan kimia. Dari hasil analisa diperoleh kondisi sungai Ngringo up stream derajat keasaman 7,9, total residu terlarut 340 mg/lt,  total residu tersuspensi 23 mg/lt, senyawa organik phenol 280 mg/lt dan Biochemical Oxygen Demand 8,758 mg/lt yang menunjukkan banyaknya oksigen yang dibutuhkan organisme untuk menghancurkan bahan organik pada waktu tertentu. Sedangkan analisa down stream sungai Ngringo derajat keasaman 7,65, total residu terlarut 326 mg/lt,  total residu tersuspensi 37 mg/lt, senyawa organik phenol <1 mg/lt dan Biochemical Oxygen Demand 4,71 mg/lt.Kondisi badan air sungai Ngringo sebagai dampak limbah industri tekstil menandakan up stream sungai Ngringo sifat keasamannya lebih tinggi jika dibandingkan down stream sungai Ngringo. Dengan mengetahui sifat alkalinitas air limbah, maka dapat di hitung jumlah bahan kimia yang harus ditambahkan dalam proses pengolahan air limbah tersebut yang memegang peran penting dalam penentuan kemampuan badan air dalam mendukung pertumbuhan ganggang dan organisme perairan lainnya dan menandakan semakin banyaknya organisme yang ada di perairan, akan mengakibatkan pertumbuhan ganggang dan tumbuhan perairan lainnya meningkat berarti tingkat pencemaran lebih tinggi sehingga jumlah populasi bakteri relatif tinggi didukung oleh jumlah Biochemical Oxygen Demand yang tinggi. Sehingga menyebabkan kualitas badan air menurun. Akibatnya banyak ikan-ikan mati dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini  menandakan kondisi badan air di up stream sungai Ngringo telah tercemar jika dibandingkan dengan kondisi badan air down stream sungai Ngringo. Kata Kunci : Dampak Industri, Sungai Ngringo, Parameter Biologis,  
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH OLEH GURU DAN SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS MASALAH DI SMA Aryulina, Diah
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.201 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh informasi mendalam tentang strategi pemecahan masalah yang dilakukan guru maupun siswa pada pembelajaran biologi berbasis masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan partisipatif berupa penelitian tindakan kelas.  Partisipan kunci pada penelitian ini adalah empat guru biologi dan siswa pada empat kelas di SMAN 5 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, wawancara, studi dokumentasi, dan rekaman visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemecahan masalah oleh guru pada pembelajaran biologi berbasis masalah di SMAN 5 Kota Bengkulu adalah memberikan penjelasan atau saran umum, mendorong interaksi antarsiswa, dan memantau kegiatan siswa. Salah satu guru menggunakan strategi pemotivasian siswa dan mengelaborasi proses berpikir siswa. Strategi pemecahan masalah oleh siswa umumnya yaitu bekerjasama dan menggunakan internet sebagai sumber belajar. Strategi pemecahan masalah oleh guru dan siswa pada penerapan model pembelajaran berbasis masalah di siklus pertama dan di siklus kedua serupa.   Kata kunci:      Pembelajaran berbasis masalah, strategi pemecahan masalah, guru, siswa, biologi SMA
ANTIOKSIDAN DAN IMUNOMODULATOR PADA SEREALIA Martosupono, Martanto; Prasetyo, Budhi; Mambrasar, Rinto Herry
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.595 KB)

Abstract

ABSTRAK Umumnya orang Indonesia menjadikan beras sebagai sumber utama kalori, ini diprediksi pola makan kurang ideal yang akan menimbulkan resiko pada kesehatan dan ketahanan pangan. Pengolahan serealia merupakan salah satu langkah strategis dalam menyediakan bahan pangan pendukung program diversifikasi pangan. Serealia seperti sorghum, jewawut dan ketan hitam merupakan komoditi potensial, bukan saja sebagai sumber karbohidrat tetapi juga sebagai sumber antioksidan, senyawa bioaktif dan serat yang penting bagi kesehatan. Pengaruh penyosohan pada komoditi serealia sorghum, jewawut dan ketan hitam memperoleh produk yang disukai masyarakat Indonesia. Selain itu diharapkan akan didapatkan data dan informasi ilmiah mengenai khasiat serealia sumber karbohidrat berupa antioksidan dan imunomodulatornya.Serealia sebelum disosoh menunjukkan bahwa ketan hitam memiliki kadar air tertinggi, jewawut memiliki kadar abu, protein dan lemak tertinggi sedangkan karbohidrat tertinggi didapat pada sorghum. Kadar total fenolik dan antioksidan tertinggi juga ditunjukkan oleh ketan hitam dengan waktu sosoh 5 detik sebesar 20,46 mg TAE/gr biji dan 35,96 mg vitamin C eq/gr biji. Hasil uji fenolik total dan aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa sorghum, jewawut dan ketan hitam memiliki senyawa fenolik yang dapat berperan sebagai antioksidan. Semakin lama waktu penyosohan, semakin rendah kandungan fenolik total serealia. Senyawa fenolik serealia berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan. Waktu sosoh terpilih berdasarkan kandungan fenolik total dan aktivitas antioksidan pada sorghum adalah 20 dan 100 detik, jewawut 100 dan 300 detik, serta ketan hitam 5 dan 15 detik waktu sosoh. Sorghum, jewawut dan ketan hitam adalah komoditi serealia yang potensial karena memiliki nilai nutrisi dan berbagai manfaat kesehatan dengan adanya senyawa fenolik yang dapat berperan sebagai antioksidan serta memiliki aktivitas immunomodulator sebagai penunjang sistem imunitas tubuh. Kata kunci : antioksidan, imunomodulator, serealia, bukan beras
KESIAPAN GURU-GURU BIOLOGI SMP MENGHADAPI MASUKNYA MATERI KIMIA DALAM MATA PELAJARAN IPA DI SMP SE-KOTA SURAKARTA DALAM PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Yunita I, Nurma; Dwi N, Nanik; Yamtinah, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.936 KB)

Abstract

ABSTRAK Ciri khas KTSP adalah terdapat materi kimia dalam pelajaran IPA yang disesuaikan dengan kemampuan sekolah dalam mendukung pelaksanaannya, karena kurikulum (KTSP) dalam mata pelajaran IPA (yang dalam kurikulum 2004 dinamakan sains) hanya terdiri dari fisika dan biologi, maka guru-guru IPA di SMP dan MTs diprediksi tidak ada yang berasal dari latar belakang kimia. Padahal dengan munculnya materi kimia diperlukan guru-guru yang memiliki kompetensi dalam mengajar kimia. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan penguasaan materi kimia guru-guru mata pelajaran IPA dan juga sarana pendukung, seperti laboratorium dan buku-buku penunjang yang dimiliki sekolah perlu diteliti. Kota Surakarta yang mempunyai jumlah SMP yang besar dapat digunakan tolak ukur bagi kota dan kabupaten lainnya. Munculnya materi kimia di SMP tentu membawa konsekuensi yang harus dipersiapkan antara lain guru-guru dalam menguasai materi kimia dan juga penyediaan penunjang pembelajaran kimia SMP lainnya oleh dinas terkait. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kesiapan guru Biologi dalam menghadapi masuknya materi kimia di SMP masih 63, 63%. Angka ini masih di bawah rata-rata cukup, sehingga upaya pemegang kebijakan harus mengambil langkah konkret seperti penyediaan guru kimia yang merupakan sarjana pendidikan kimia. Atau lebih memberikan banyak pelatihan kimia kepada guru IPA di seluruh SMP se-Kota Surakarta. Ketersediaan sarana prasarana sekolah (laboratorium dengan alat bahan praktikum dan demostrasi) hanya 15% saja yang telah mempunyai alat dan bahan yang lengkap untuk pelayanan laboratorium. Sedangkan ketersediaan buku-buku penunjang pembelajaran kimia di sekolah masih belum memadai. Kata Kunci : Kesiapan Guru Biologi, KTSP