cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKAYASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2010)" : 5 Documents clear
An Application of the Multi-Level Heuristic for the Heterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem Imran, Arif
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.654 KB)

Abstract

ABSTRACTThe Multi-Level heuristic is used to investigate the heterogeneous fleet vehicle routing problem (HFVRP). The initial solution for the Multi-Level heuristic is obtained by Dijkstra’s algorithm based on a cost network constructed by the sweep algorithm and the 2-opt procedure. The proposed algorithm uses a number of local search operators such as swap, 1-0 insertion, 2-opt, and Dijkstra’s Algorithm. In addition, in order to improve the search process, a diversification procedure is applied. The proposed algorithm is thentested on the data sets from the literature.Keywords: multi-level, heuristic, routing, heterogeneous fleet  ABSTRAKAlgoritma Multi-Level heuristic digunakan untuk melakukan investigasi terhadap heterogeneous fleet vehicle routing problem (HFVRP). Solusi inisial Multi-Level heuristic didapatkan dari algoritma Dijkstra berdasarkan cost network yang dibentukoleh agoritma sweep dan prosedur 2-opt. Algoritma Multi-Level heuristic yang dikembangkan memakai sejumlah operator local search seperti, swap, 1-0 insertion, 2-opt, and algoritma Dijkstra. Untuk memperbaiki proses pencarian solusi (search process) satu prosedur diversifikasi juga diaplikasikan. Selanjutnya, algoritma yang dikembangkan diuji untuk menyelesaikan data-data yang terdapat pada literatur.Kata kunci: multi-level, heuristik, ruting, heterogeneous fleet 
Perbaikan Kualitas Layanan Distribusi Fisik Produk Air Mineral di PT. X Bandung Rukmi, Hendang Setyo; -, Yuniar; Muslim, M. Ikhsan
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT. X merupakan salah satu agen yang menjual beberapa merk air mineral di Kota Bandung, dan memiliki armada pengangkutan sendiri untuk mengantar pesanan ke tempat konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan apa saja yang harus dilakukan oleh PT. X terkait dengan kualitas layanan distribusi fisik air mineralnya. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan kepada 80 pelanggan PT. X berdasarkan dua jenis kuesioner yang mengukur ekspektasi dan persepsi pelanggan mengenai berbagai dimensi kualitas layanan distribusi fisik. Hasilnya diolah dengan menggunakan analisis gap 5, dan ternyata terdapat 3 item kualitas layanan distribusi fisik yang diprioritaskan untuk diperbaiki yaitu ketepatan waktu pengiriman produk, kecepatan waktu pelayanan pemesanan, dan kecepatan waktu penanganan komplain. Usulan perbaikannya adalah pengaturan rute, perbaikan prosedur pemesanan dan penanganan komplain, pembagian job description staf yang menangani komplain serta staf yang menangani pemesanan, serta peningkatan kemampuan customer service dalam mengelola pemesanan dan komplain. ABSTRACTPT. X is a reseller agent for several brands of mineral water in Bandung that operates its own delivery service to its customer. This research tried to provide a proposal to improve PT. X’s service quality on mineral water physical distribution. Data were collected from 80 customers through questionnaires which measures their expectations and perceptions based on several dimensions of physical distribution service quality.The data were processed by Gap Analysis 5. The analysis showed that improvements were required on punctuality in delivery, timeliness in serving ordering processes, and timeliness in serving complaints. The proposed improvements were setting the route, improving procedures for ordering and complaint handling, clarifying the job description of staffs handling complaints as well as staffs handling bookings, and enhancing customer service capabilities to manage reservations and complaints.
Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan Telekomunikasi dengan Menggunakan EVA, REVA, FVA, dan MVA Bakar, Abu
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.003 KB)

Abstract

ABSTRAKPenggunaan alat ukur Economic Value Added (EVA), Refined Economic Value Added (REVA), Financial Value Added (FVA), dan Market Value Added (MVA) secara bersamaan dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan yang berbasiskan nilai tambah (value added) merupakan hal realistis dan mendukung penyajian laporan keuangan, sehingga para pemakai laporan keuangan seperti pimpinan perusahaan maupun investor dapat dengan mudah mengambil keputusan. Hasil penelitian dalam mengukur kinerja lima perusahaan telekomunikasi (yakni: PT. Telkom, PT. Indosat, PT.XL Axiata, PT. Bakrie Telecom, dan PT. Mobile 8 Telecom) selama empat periode melalui pendekatan metode pengukuran kinerja yang berbasis nilai tambah (value added) menunjukkan kinerja keuangan yang berbeda secara signifikan dari tahun ke tahun. Keempat metode pengukuran kinerja keuangan juga tidak memberikan jawaban yang sama atas peringkat kinerja kelima perusahaan telekomunikasi yang konsisten. ABSTRACTSimultaneous application of Economic Value Added (EVA), Refined Economic Value Added (REVA), Financial Value Added (FVA), and Market Value Added (MVA) in the company's financial performance measure based on value added is realistic and supports the presentation of financial statements, so it can help users of financial statements such as corporate leaders and investors in the process of decision-making. This research measured the financial performance of five telecommunications companies (PT. Telkom, PT. Indosat, PT.XL Axiata, PT. Bakrie Telecom and PT. Mobile 8 Telecom), using the measurement method based on value added approach, in four consecutive period. The results suggest significant difference for each period. Each method of measurement also yield inconsistent rank for all five telecommunications companies.
Adaptasi Bentuk dan Fungsi secara Pragmatis pada Hunian Kampung Parliana, Dewi
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.031 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji mengenai bagaimana adaptasi bentuk bangunan yang terjadi pada koridor jalan arteri yang berbentuk lengkung dan miring. Hasil dari penelitian menunjukkan besarnya dampak terhadap bentukan arsitektur yang ditimbulkan oleh pembangunan jalan lingkar dalam (Lingkar Selatan) yang tidak mengikuti pola kawasan terbangun yang sudah ada. Kapling dan bangunan terpotong miring berubah menjadi bentuk-bentuk tidak beraturan, dan orientasi kapling terhadap jalan menjadi tidak tegak lurus. Konsolidasi lahan pascapembangunan jalan tidak dilakukan oleh Pemerintah, sehingga dengan bentuk-bentuk kapling yang tidak beraturan, masyarakat membangun rumah mereka kembali tanpa kaidah-kaidah arsitektur yang baik. Adaptasi bentuk bangunan yang dilakukan oleh masyarakat memperlihatkan kecenderungan pragmatis, yang berdampak kepada pemandangan yang tumpang tindih dan tidak teratur. Ketidakteraturan juga terbentuk oleh penetrasi perubahan fungsi dari hunian ke nonhunian (komersial) seperti bengkel, warung, dan lain-lain, yang merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan memita. ABSTRACTThis research was conducted to observe building adaptation that occured in a curved and tilted arterial road. This research showed the impact of road construction on buildings along a new road that does not conform to the existing pattern of its built up area. The construction of this corridor had resulted in land parcels of peculiar shapes with nonperpendicular axis toward the streets. Without proper land readjusment and consolidation, local people tend to adapt their buildings to these new shapes of land in a pragmatical way, often without complying to architectural rule and regulation. The result was a disorderly streetscape and overcrowding, which was then worsen by the penetration of economic activities to dwelling area as a logical consequence of ribbon developmen that follow.
Fenomena Post-Modernisme dalam Arsitektur Abad ke-21 Pawitro, Udjianto
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 14, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.025 KB)

Abstract

ABSTRAKPost-modernisme adalah istilah yang dipakai dalam mengungkap gagasan, pemikiran, aliran, atau gerakan yang datang dari para pemikir yang keberadaannya mempengaruhi perkembangan kebudayaan serta kehidupan manusia pada abad ke 21. Aliran, pemikiran dan filsafat Post-modernisme ini menjadi ciri utama dari kebudayaan manusia abad ke-21 yang ditandai dengan berkembangnya era informasi setelah berakhirnya era industrial di penghujung abad ke-20. Tokoh-tokoh pemikirnya antara lain Jacques Derrida (1970), Jean Francois Lyotard (1979), dan Jean Baudrillard (1981) untuk bidang filsafat, serta Charles Jencks (1972) sebagai tokoh dari gerakan arsitektur postmodern yang sangat berpengaruh. Pengaruh Post-modernisme ini merebak hampir di segenap aspek kehidupan manusia seperti seni, arsitektur, sastra, komunikasi, fashion, gaya hidup hingga teknologi. Awal lahir dan berkembangnya Post-modernisme dalam bidang arsitektur dilatar-belakangi oleh adanya ‘kegagalan’ dari arsitektur modern, di mana muncul kebosanan dalam keseragaman, tiada identitas diri pada lokasi, belenggu efektivitas dan efisiensi dari produk massal, serta pengaruh kuat dari proses industrialisasi komponen bangunan. ABSTRACTPost-modernism is a school of thought that emerged in the late of 20th century to mark the end of the modern era. Post-modernism is a term used for ideas, thoughts or movement of various thinkers or philosophers, that work as a central feature in human culture of the 21st century. The main proponents of this contemporary philosophy are names such as Jacques Derrida (1970), Jean Francois Lyotard (1979), and Jean Baudrillard (1981), whereas Charles Jencks (1972) inspired and greatly influenced the movement of post-modern architecture. The widespread influence of post-modernism in almost all aspects of human life is deemed inevitable, in the field of art, architecture, literature, communication, fashion, to technology and life-style in general. In architecture, post-modernism characterized the movement away from the so-called failure of modern architecture: uniformity, loss of local identity, emphasis on efficiency in mass production, and the industrialization of building components.

Page 1 of 1 | Total Record : 5