cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKAYASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
Evaluasi Pemanfaatan Abu Terbang (Fly Ash) Batubara Sebagai Campuran Media Tanam pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Wardhani, Eka; Sutisna, Mumu; Dewi, Anggi Herlina
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2087.775 KB)

Abstract

ABSTRAKSebagai dampak dari kenaikan harga minyak bumi maka pemakaian batubara di industri mengalami peningkatan, akibatnya limbah batubara berupa fly ash dan bottom ash menjadi sangat melimpah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manfaat dari fly ash batubara sebagai media tanam, yang berlokasi di Laboratorium Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Bandung. Penelitian dilakukan untuk menganalisis penggunaan fly ash sebagai media tanam menggunakan tanaman tomat dengan mengamati tinggi tanaman tomat serta menganalisis jumlah klorofil dengan menggunakan metode Knudson. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah kandungan tembaga (Cu) pada abu batubara telah melebih bakumutu PP 18/1999 Jo PP 85/1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun sehingga abu batubara ini termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun. Abu batubara bersifat polazoik sehingga perlu ditambahkan pupuk organik pada media tanam untuk menghindarkan pengerasan lahan. Pada hari ke-15, tanaman tomat dengan perlakuan tanah lembang 75% + abu batu bara 25% melebihi kontrol dan perlakuan lain.Hal ini disimpulkan karena kandungan Cu yang terdapat pada abu batubara mencukupi kebutuhan unsur hara mikro tanaman tomat. Pada konsentrasi abu batubara 100% terjadi perlambatan pertumbuhan, atau gejala toksifikasi. Hal ini diakibatkan kandungan Cu yang berlebih yang mempengaruhi tanaman tomat karena kandungan Cu yang dibutuhkan tanaman tomat dalam jumlah yang sedikit. Penggunaan abu batubara yang tinggi akan meningkatkan sintesis klorofil yang akan mempercepat proses degradasi sehingga menyebabkan daun mudah gugur.Kata kunci: Abu batubara, tanaman tomat, unsur hara, klorofil. ABSTRACTAs the impact of rising oil prices, the coal consumption in industry has increased, a consequence of coal waste in the form of fly ash and bottom ash to be very abundant. This research was conducted to determine the benefits of fly ash as planting media. The research was located of the Environmental Engineering Laboratory of National Institute of Technology Bandung. The study was conducted to analyze fly ash use as a media for tomato plant, for observe growth of plant and analyzed with Knudson method of chlorophyll amount. The results of this study is the content of Cu in coal ash has been exceeded of standard by PP 18/1999 Jo PP 85/1999 about Hazardous and Toxic Waste Management so that this coal ash including hazardous and toxic waste. Coal ash had polazoik character, so it need to add organic substant in the media to avoid hardening of the soil. On the 15th day, tomato plants grew on with TL (Lembang Soil) 75% + ABB (Fly ash) 25% more on the control and the other treatment. it is concluded that the content of Cu as micro-nutrients is on ideal concentration for tomato plant. While 100% concentration of coal ash is slowdown in growth. It showed the toxicity symptoms, by the excess of Cu Concentration. The higher of coal ash will increase of chlorophyll concentration on the leave but it will to easy the degradation of leave.Keywords: coal ash, tomato plants, nutrients, chlorophyll.
Rancangan Alat Bantu untuk Meminimasi Gaya Tekan (Fcomp) pada Lempeng Tulang Belakang Bagian Bawah (L5/S1) Helianty, Yanti; Mona, Citra; Wahyuning, Caecilia S.
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.436 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam pekerjaan sehari-hari banyak kegiatan penanganan material (material handling) yang dilakukan secara manual, terutama pada industri skala kecil. Penanganan material secara manual untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan cedera pada leher, bahu, tangan maupun tulang belakang. Salah satu faktor penyebab cedera adalah posisi kerja yang salah atau ketidaknyaman selama bekerja. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan alat bantu pada proses mengangkat beban yang mampu meminimasi gaya tekan pada lempeng tulang belakang bagian bawah (L5/S1), dengan kriteria besarnya gaya yang ditimbulkan tidak melebihi batasan angka normal (Action Limit) yang direkomendasikan oleh NIOSH. Dari uji coba diperoleh bahwa alat bantu ini menghasilkan gaya tekan (Fcomp) pada lempeng tulang belakang (L5/S1) yang berada dibawah batasan angka normal (Action Limit).Kata kunci: Manual material hadling (MMH), cedera otot, gaya, beban kerja ABSTRACTMany material handling activities (material handling) are conducted manually in daily work , especially on a small scale industry. Manual material handling (MMH) for extended period can cause musculoskeletal disorder, injury to the back neck, shoulders, hands and spine. One of the factors causing the injury was the wrong working posisition or uncomfortable position during work. This study envolved in designing a divice which is capable to minimize force exterded on undercarriage backbone plate, such that the force level does not exceed the normal number definition (Action Limit) recommended by NIOSH. Through experiments isutilysation og the device, it is proven that the device is capable in minimizing the forces (Fcomp) exerted to the backbone plate (L5/S1) well under the Action Limit.Keywords: Manual material hadling (MMH), musculoskeletal disorder, moment, workload
Model Keseimbangan Lintas Perakitan Menggunakan Algoritma Variable Neighborhood Descent dengan Kriteria Minimasi Stasiun Kerja Imran, Arif; Luis, Martino; Rahadian, Danang; Zaini, Emsosfi
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1362.952 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas masalah keseimbangan lintasan perakitan sederhana tipe I (Single Assembly Line Balancing Problem I (SALBP I)) menggunakan algoritma Variable Neigborhood Descent (VND) dengan kriteria minimisasi jumlah stasiun kerja. Algoritma VND terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pembangkitan solusi inisial dan tahap local search. Solusi awal diperoleh dengan mengaplikasikan algoritma region approach yang kemudian diperbaiki dengan menggunakan neighborhood/local-search seperti 1-0 insertion dan swap (1-1 interchange). Algoritma usulan diuji dengan menggunakan beberapa data set yang terdapat dalam literatur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma usulan dapat menghasilkan solusi yang sama dengan solusi terbaik yang telah dipulikasikan.Kata kunci: assembly line balancing, local search, variable neighborhood, stasiun kerja. ABSTRACTThis paper address the Single Assembly Line Balancing Problem I (SALBP I) using the Variable Neigborhood Descent (VND) with minimizing work station number criterion. The VND algorithm consist of two steps, the generation of the initial solution and the improvement step that using several neighborhoods/local searches. The initial solution is obtained by applying the region approach algorithm and then improved by using two neighborhoods/local searches, the 1-0 insertion and the 1-1 inter-change (swap). The proposed algorithm is tested using data sets from literatures. The result shows that the proposed algorithm produces similar results with the best known solution published.Keywords: assembly line balancing, local search, variable neighborhood, work station.
Optimisasi Nilai Nominal Laju Pemakaian untuk Produk yang Dijual dengan Garansi Dua Dimensi Prassetiyo, Hendro
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.309 KB)

Abstract

ABSTRAKMenjual produk dengan garansi berarti ada ongkos tambahan yang dikeluarkan produsen untuk perbaikan produk rusak selama masa garansi. Untuk masa garansi tertentu ongkos ini tergantung dari banyaknya jumlah klaim selama masa garansi yang dipengaruhi oleh karakteristik laju kerusakan produk. Ongkos ini dapat diminimasi dengan cara meningkatkan keandalan (reliability improvement) produk/sistem, karena produk dengan reliabilitas yang tinggi dapat mengurangi jumlah kerusakan. Pada penelitian ini dikembangkan model untuk meningkatkan reliabilitas produk yang dijual dengan garansi. Produk yang dipertimbangkan adalah produk yang terdiri dari beberapa komponen yang disusun dengan rangkaian seri. Kerusakan produk dapat disebabkan oleh kerusakan dari salah satu komponen atau lebih, sehingga untuk meningkatkan keandalan produk dapat dilakukan dengan cara meningkatkan keandalan dari komponen-komponennya. Pola kerusakan produk dimodelkan oleh fungsi laju kerusakan, yang merupakan fungsi dari waktu, pemakaian serta parameter desain yang direpresentasikan oleh nilai nominal laju pemakaian. Untuk mengurangi ongkos garansi, produk yang dibuat harus memiliki keandalan yang tinggi. Peningkatkan keandalan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai nominal laju pemakaian. Peningkatan keandalan menyebabkan tambahan ongkos bagi pihak produsen berupa ongkos investasi dan ongkos produksi, yang diimbangi juga dengan berkurangnya ongkos garansi. Adanya trade off antara penambahan ongkos Peningkatan keandalan dan penghematan ongkos garansi, memberikan peluang untuk menentukan nilai nominal laju pemakaian yang optimal.Kata kunci: garansi, nilai nominal laju pemakaian, reliability improvement, rangkaian seri. ABSTRACTSelling products with warranty results in additional cost to the manufacturer due to the servicing for product failures during the warranty period. For a given warranty term the warranty cost per unit depends on the number of warranty claims that influences by the failure rate function of the product. This cost can be reduced by improving product reliability, as the higher product reliability can decrease the expected number of failures. In this paper, we developed a model for improving product reliability for the product sold with warranty. The product can be viewed as a system consists of several components with series structure. The product failure can be caused by failure of one component or more. In this research, the product reliability is improved trough the improvement of reliability of its components. Modeling product failures involves not only age and usage of the product but also a design parameter, representing by a nominal usage rate. To reduce warranty cost, products manufactured should have a high reliability. Achieving this one can improve the reliability through increasing the nominal usage value. The reliability improvement results in additional costs to the manufacturer in the form of investment cost and production cost, but it can lower the warranty cost. Trade off between the reliability improvement cost and the reduction in the expected warranty cost, determines the optimal nominal usage rate.Keywords: warranty, nominal usage rate, reliability improvement, serial system.
Studi Tentang Kondisi Industri Kreatif Permainan Interaktif di Kota Bandung Berdasarkan Faktor-Faktor yang Dipersepsikan Penting oleh Produsen dan Konsumennya Rukmi, Hendang Setyo; Fitria, Lisye; Zonda, Fajri
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.732 KB)

Abstract

ABSTRAKIndustri kreatif memainkan peran signifikan terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Upaya pemerintah untuk mengembangkannya adalah membangun kota kreatif di Kota Bandung. Industri permainan interaktif merupakan satu dari 14 subsektor industri kreatif yang dikembangkan. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran kondisi industri kreatif permainan interaktif di Kota Bandung berdasarkan faktor-faktor yang dipersepsikan oleh produsen dan konsumennya. Hasil studi menunjukkan ada 6 faktor yang dipersepsikan penting oleh produsen dan 8 faktor yang dipersepsikan penting oleh konsumen. Di beberapa faktor pemerintah telah melakukan berbagai upaya namun belum efektif karena kurangnya sosialisasi. Biaya ikut promosi mahal dan prosedurnya belum jelas. Kondisi lain, penyediaan Unit Pelayanan Teknis oleh pemerintah belum dimanfaatkan secara efektif, kesulitan modal untuk membeli software asli, sulit mendapatkan pinjaman karena prosedur rumit, serta upaya penerapan cukai bagi produk CD dan DVD yang bisa merugikan produsen. Harapan konsumen adalah media promosi diperbanyak, diskon harga, promosi yang lebih menarik, serta produk lebih bervariasi.Kata kunci: industri kreatif, permainan interaktif, faktor kemampukembangan industri. ABSTRACTThe creative industries play a significant role in the economic development of Indonesia. The government's efforts is to develop a creative city in Bandung. The interactive games industry is one of the 14 sub-sectors of the creative industries developed. This study aimed to provide a picture of the interactive gaming industries in the city based on producers and consumers perceived factors. This study concluded that there are 6 important perceived factors of the producers and 8 important perceived factors of the consumers. Some of the government effort's on several factors have not been effective due to lack of socialization. The cost of participating in the promotion is considered to be expensive and the procedure is also still unclear. Another condition that occurs is the provision by the Technical Services Unit of the government has not been used effectively. This is due to the difficulty of capital to buy original software, difficulty in getting loans because of complicated procedures, and the applying of tax (customs) for CD and DVD products that are considered detrimental for producers. Consumers expect that there are a lot of media to introduce the product, some granting discounts for the price, an attractive promotional activities, and to increase product variety.Keywords: creative industries, interactive gaming, developability factors of industry.
Model Peningkatan Reliabilitas untuk Produk Food Processor yang Dijual dengan Garansi Helianty, Yanti; Prastiani, Indri; Prssetiyo, Hendro
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.885 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mencoba mengaplikasikan model peningkatan reliabilitas untuk produk yang dijual dengan garansi yang telah dikembangkan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Beberapa model yang telah dikembangkan masih ada yang sebatas pada pengembangan model secara teoritis dan umum. Untuk itu dalam penelitian ini dikembangkan model dengan menggunakan produk nyata sebagai objek studi. Keandalan dari produk tersebut dipengaruhi oleh keandalan komponen-komponennya. Agar kerusakan produk dan klaim dari konsumen dapat dikurangi maka keandalan produk harus ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keandalan komponen pembentuk produk tersebut yaitu dengan menentukan parameter desain produk. Peningkatan reliabilitas dapat memberikan keuntungan yaitu penghematan ongkos garansi, akan tetapi peningkatan reliabilitas tersebut mengakibatkan peningkatan ongkos investasi dan ongkos produksi. Parameter desain yang optimal diperoleh dengan memaksimumkan penghematan total ongkos yang merupakan selisih antara penurunan ongkos garansi dengan penambahan ongkos investasi dan ongkos produksi untuk peningkatan keandalan.Kata kunci: Garansi, Food Processor, Safety Factor, peningkatan reliabilitas. ABSTRACTThis research attempted to apply the model pertaining to reliability improvement for guaranteed sold product that has been develoved in previous studies. Some of the models were still theoritical and general. Hence in this research we developed a model which used real product as object of the study. The reliability of this product was influenced by its component reliability. To decrease the damage and claim of consumer, the reliability of this product must be increased. One of ways to improve reliability is by determining design parameter. The reliability improvement could give advantage, through minimize guarantee cost, but however this reliability improvement caused the increase of investment and production cost as well. The optimal design parameter was obtained by optimizing the total cost which was the difference between the decrease of guarantee cost and the increase of investment cost plus production cost to increase the reliability.Keywords: Warranty, Food Processor, Safety Factor, Reliability improvement.
Model Perencanaan Pemotongan untuk Meminimumkan Jumlah Pemotongan dan Pemakaian Kain Zaini, Emsosfi; Prassetiyo, Hendro; Saleh, Alex; -, Yanti
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.518 KB)

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas perencanaan pemotongan pada industri garment. Industri garment yang diamati adalah CV. Foggy, yaitu suatu perusahaan yang memproduksi celana panjang dari bahan denim. Perencanaan pemotongan pada penelitian ini disusun dalam bentuk algoritma perencanaan pemotongan kain, dan algoritma untuk penempatan panel dan trim. Algoritma penempatan panel dan trim menghasilkan jumlah kain yang terpakai minimum sedangkan algoritma perencanaan pemotongan kain dapat meminimumkan jumlah pemotongan dengan memperhatikan kombinasi dari seri pesanan. Algoritma yang dikembangkan, mampu menghasilkan penghematan pemakaian kain sebesar 18,772% dan pengurangan jumlah pemotongan sebesar 33% dibandingkan dengan perencanaan pemotongan yang dilakukan perusahaan.Kata kunci: perencanaan pemotongan, panel, trim, minimum, jumlah pemakaian kain, jumlah pemotongan.ABSTRACTThis article discusses the planning cuts in the garment industry. Garment industry is the observed CV. Foggy, which is a company that manufactures denim pants. Planning cuts in this study are arranged in the form of fabric cutting planning algorithms, and algorithms for the placement of panels and trim. Panels and trim placement algorithm produces the minimum amount of unused fabrics while cutting the fabric planning algorithm to minimize the number of cuts by taking into account a combination of serial order. The algorithm was developed, capable of generating efficient use of cloth by 18.772% and reduction in the number of cuts by 33% compared with the company plans.Keywords: planning cuts, panels, trim, minimum, amount of usage cloth, the number of cutsLoading...>>

Page 1 of 1 | Total Record : 7