cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKAYASA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
Peningkatan Employee Engagement Pegawai Perguruan Tinggi X Yuniati, Yoanita; Arijanto, Sugih
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.455 KB)

Abstract

ABSTRAKPerguruan tinggi X merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (Institut) di Bandung. Dosen dan pegawai nonakademik merupakan bagian dari Institut yang memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan Institut. Tujuan tersebut akan tercapai apabila didukung produktivitas yang tinggi dari para dosen dan pegawai nonakademik. Penelitian diawali dengan melakukan pengukuran employee engagement berdasarkan Development Dimension International (DDI) dan National Institute of Standards Technology (NIST). Jumlah sampel penelitian adalah 74 dosen tetap, serta 116 pegawai nonakademik di perguruan tinggi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan nilai tingkat engagement (skala 1-4) dosen adalah 2,85 dan untuk pegawai nonakademik adalah 2,79. Hal ini menunjukkan para dosen dan pegawai nonakademik belum mencapai tingkat engaged yang tinggi. Item employee engagement dengan nilai indeks terendah adalah mengenai perlakuan yang adil, pertanggungjawaban, dan umpan balik dari hasil pekerjaan. Usulan untuk peningkatan employee engagement terkait item-item tersebut adalah evaluasi sistem penilaian kinerja, penerapan sistem disiplin pegawai, serta pemberian reward untuk pegawai yang berprestasi.Kata kunci: employee engagement, dosen, pegawai nonakademik.ABSTRACTUniversity X is one of private universities in Bandung. Lecturers and non-academic employees are part of the Institute who have an important role in achieving the goals of the Institute. The objectives will be achieved if supported by high productivity of the faculty and non-academic employees. The study has been begun by measuring employee engagement based on Development Dimension International (DDI) and the National Institute of Standards Technology (NIST). The samples consisted of 74 lecturers and 116 non-academic staff. The results show the value of the level of engagement (scale 1-4) lecturer is 2.85 and for non-academic employees is 2.79. This shows that the lecturers and non-academic employees have not reached the high level of engaged. Employee engagement items with the lowest index value is about fair treatment, accountability, and feedback from the job. Proposal to increase employee engagement related to these items are the evaluation of the performance appraisal system, employee discipline system implementation, as well as the reward system for excellent employees.Keywords: employee engagement, lecturer, non-academic employees.
Rancangan Sistem Perangkat Lunak untuk Internal Assessment Pengukuran Kinerja MBCfPE Berbasis KPKU - BUMN Nugraha, Cahyadi; Arijanto, Sugih
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.972 KB)

Abstract

ABSTRAKMalcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja organisasi. Proses assessment resmi atau certified penerapan MBCfPE membutuhkan biaya yang mahal. Perusahaan yang akan diases secara resmi dapat melakukan persiapan berupa internal assessment. Begitu pula bagi perusahaan-perusahaan, terutama perusahaan kecil – menengah, yang tidak menyediakan anggaran khusus untuk certified assessment dapat tetap mengetahui performansi perusahaannya untuk mencapai kinerja yang ekselen melalui internal assessment. Internal assessment merupakan proses pengukuran kinerja perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan oleh expert internal yang memahami konsep MBCfPE. Namun, bagi perusahaan yang baru menerapkan MBCfPE dan belum memiliki certified examiner, maka internal assessment merupakan suatu masalah terutama dalam menentukan score atau nilai dan menemukenali apa strengths dan opportunities for improvement perusahaan sebagai bahan evaluasi perbaikan kinerja. Untuk membantu perusahaan maka penelitian ini menghasilkan sistem perangkat lunak yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan internal assessment. Proses scoring di dalam sistem perangkat lunak ini dirancang berbasis Kriteria Pengukuran Kinerja Unggul (KPKU) yang dikembangkan dan diterapkan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk seluruh BUMN. KPKU dikembangkan oleh Kementerian BUMN dari MBCfPE untuk mempermudah melakukan evaluasi, terutama bagi BUMN yang masih dalam tahap awal penerapan MBCfPEKata kunci: Pengukuran kinerja, internal assessment, MBCfPE, KPKU-BUMN, perangkat lunak.ABSTRACTMalcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence ( MBCfPE ) is a tool for measuring the performance of the organization. Official or certified assessment process MBCfPE application is expensive. Companies that will be formally assessed have to make preparations in the form of internal assessment. On the other hand, for companies, especially small companies - medium, which does not provide a specific budget for certified assessment can keep track of the performance of the company to achieve performance excellence through internal assessment. Internal assessment is the process of measuring the companies performance that carried out by the company by internal experts who understand the concept MBCfPE. However, for companies that begin applying MBCfPE and or don’t have a certified examiner, the internal assessment is a problem, especially in determining the scores and identify what strengths and opportunity for improvement company as a performance improvement evaluation. To help companies, this study generates a software system that can assist companies in conducting internal assessment. Scoring process in the software system is designed based Superior Performance Measurement Criteria (Kriteria penilaian Kinerja Unggul-KPKU) developed and implemented by the Ministry of State Owned Enterprises (SOEs) or Badan Usaha Milik Negara -BUMN. KPKU developed facilitate the evaluation, especially for BUMN that are still in the early stages of implementation MBCfPEKeywords: Performance Measurement, Internal Assessment, MBCfPE, KPKU-BUMN, Software
Rumusan Alternatif Strategi CV. X dalam Menghadapi Persaingan Industri -, Rispianda; Puspitaningsih, Ratna; Arijanto, Sugih
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.675 KB)

Abstract

ABSTRAKCV. X merupakan suatu perusahaan tas yang mengalami penurunan penjualan jika dibandingkan dengan dua perusahaan pesaing utama. Untuk dapat terus bertahan dan berkembang, perusahaan tersebut membutuhkan strategi baru. Pemilihan strategi yang dapat dilakukan didasarkan pada alternatif strategi yang telah dikembangkan. Pada penelitian ini, alternatif strategi dirumuskan dengan menggunakan pendekatan: analisis GE (General Electric); analisis BCG (Boston Consulting Group), dan analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alternatif strategi yang diusulkan lebih terstruktur untuk dilakukan oleh perusahaan.Kata kunci: analisis General Electric, analisis Boston Consulting Group, analisis SWOTABSTRACTCV. X is a bag company that experienced a decrease in sales when compared to the two main competitors. To be able to continue to survive and improve, the company needs a new strategy. The selection strategy to do based on alternative strategies have been developed. In this study, an alternative strategy is formulated using the approach: analysis of GE (General Electric); analysis of BCG (Boston Consulting Group), and a SWOT analysis. The results of this study indicate that the proposed alternative strategy is more structured to be done by the company.Keywords: GE analysis, BSG analysis, SWOT analysis
Pemanfaatan WebGIS “Petakita” untuk Dokumentasi dan Sosialisasi Objek Arkeologi -, Sumarno
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.894 KB)

Abstract

ABSTRAKAktivitas arkeologi lebih berfokus kepada pengkajian sejarah kebudayaan material, yang jejaknya disebut sebagai tinggalan arkeologis, atau cagar budaya. Tinggalan arkeologis tersebut tersebar luas dalam rentang ruang dan waktu yang panjang seiring dengan perjalanan sejarah umat manusia. Penemuan kembali jejak-jejak artefak fisik penanda budaya dapat menggiring kepada perjalanan sejarah untuk dikaji dan dicerna sebagai pelajaran bagi kelangsungan peradaban dan perbaikan kualitas perjalanan sejarah ke depan. Kualitas jejak budaya sebagai tinggalan arkeologis ini akan menentukan tingkat kejelasan dalam menggali makna dan keterkaitan sejarah dalam rentang ruang dan waktu. Haltersebut menyebabkan kualitas pendokumentasian cagar budaya memiliki arti penting dalam lingkup kajian arkeologi. Petakita sebagai suatu rujukan spasial dapat digunakan untuk melakukan dokumentasi terhadap semua jejak arkeologis tersebut. Petakita dapat merekam lokasi, waktu kejadian, dan dokumentasi tekstual maupun audio visual. Keterbukaan akses Petakita juga dapat menjadi wadah untuk berkomunikasi lintas komunitas. Dengan demikian, Petakita dapat menjadi “tools” untuk sosialisasi hasil penelitian jejak budaya tinggalan arkeologis.Kata kunci: arkeologi, dokumentasi, Petakita, WebGISABSTRACTArcheological activity focuses to the historical study of material culture. Archaeological products widespread in space and time span long as the history of mankind. Rediscovery of traces of physical markers of cultural artifacts can lead to the course of history to be studied and digested as a lesson for the survival of civilization and the improvement of the quality of future history. Cultural quality imprint as archaeological remains will determine the level of clarity in exploring the meaning, connection history in the span of space and time. Thus the quality of documentation artifacts are important in the scope of archaeological study. Petakita as a spatial reference can be used to perform all the documentation of the archaeological traces that can record the location, time of occurrence and the textual and audio-visual documentation. Openess of Petakita can also be a forum for cross-community communication. Petakita thus can be use as a "tools" for the socialization of archaeological cultural products.Keywords: archeology, documentation, Petakita, WebGIS
Pemodelan Tiga Dimensi (3D) Potensi Laterit Nikel Studi Kasus: Pulau Pakal, Halmahera Timur, Maluku Utara Rinawan, Fiandri I.; Nugroho, Hary; Wibawa, Romzi Rio
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.808 KB)

Abstract

ABSTRAKDi dalam melakukan penambangan cadangan laterit nikel, diperlukan estimasi untuk dapat menghitung volume cadangan tersebut mengingat pentingnya perhitungan cadangan dalam menentukan kelangsungan suatu tambang. Penelitian ini bertujuan menghasilkan pemodelan 3D potensi laterit nikel berdasarkan metode estimasi dengan gridding serta model blok dari metode estimasi yang telah ditentukan sehingga didapatkan metode terbaik. Beberapa metode yang digunakan dalam pemodelan 3D terdiri atas metode estimasi langsung dan IDW (Inverse Distance Weighted) yang disertai dengan ukuran grid 5 x 5m2; 10 x 10m2; 12,5 x 12,5m2; 25 x 25 m2 dan model blok dengan ukuran cell 5 x 5 x 1m3; 6,25 x 6,25 x 1 m3; 12,5 x 12,5 x 1 m3; 25 x 25 x 1 m3. Lokasi dalam penelitian ini adalah daerah Pulau Pakal, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menunjukkan metode estimasi terbaik untuk pemodelan 3D adalah IDW orde 3 dengan gridding 25 x 25 m2 dan pada model blok diperoleh ukuran cell sebesar 12,5 x 12,5 x 1 m3yang memiliki persentase ketelitian volumekurang dari 1%.Kata kunci: estimasi langsung, IDW, gridding, model blok, laterit nikel.ABSTRACTMining of nickel laterite resources need a volume of resources estimation considering the importance of resources calculation in determining the continuation of a mining. This research is intended to develop 3D modeling of nickel laterite potential based on gridding estimation and block model methods from gridding estimation that have been determined to get the best method. Several methods used in 3D modeling consist of direct estimation, IDW (Inverse Distance Weighted) combined with grid size 5 x 5m2; 10 x 10 m2; 12,5 x 12,5 m2; 25 x 25 m2and block model with cell size 5 x 5 x 1m3; 6,25 x 6,25 x 1 m3; 12,5 x 12,5 x 1 m3; 25 x 25 x 1 m3. The location of this study is in Pakal Island, East Halmahera, North Maluku Province. From the research result, it’s founded that the best estimation method for 3D modeling is IDW orde 3 with grid size 25 x 25 m2 and the block model with cell size about 12.5 x 12.5 x 1 m3, which has the volume accuracy less than 1%.Keywords: direct estimation, IDW, gridding, block model, nickel laterite.
Pembangunan Sistem Penentuan Posisi dan Navigasi Berbasiskan Sistem Unmanned Surface Vehicle (USV) untuk Survei Batimetri Ratih C, Ni Made Rai; Suwardhi, Deni
JURNAL ITENAS REKAYASA Vol 18, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal ITENAS Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1282.572 KB)

Abstract

ABSTRAKUnmanned Surface Vehicle (USV) adalah wahana yang dioperasikan pada permukaan air tanpa awak. Sistem ini awalnya dikembangkan untuk keperluan militer. Saat ini pengembangan untuk keperluan sipil telah banyak dilakukan. Sistem ini bermanfaat untuk memetakan lokasi yang sulit dilakukan oleh kapal survei biasa yang pengoperasiannya memerlukan ruang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu sistem penentuan posisi dan navigasi berbasiskan Sistem USV sebagai upaya awal dalam pengembangan bidang hidrografi di Itenas. Pembangunan sistem USV didasarkan pada Model Windrush II Airboat yang direkonstruksi tiga dimensi secara digital dari foto model tersebut menggunakan teknologi Reverse Engineering Metode Close Range Photogrammetry yang diperbesar dua kali. Sistem navigasinya menggunakan open source software ArduPilot. Sistem diujicobakan di Danau Saguling. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa perlu modifikasi pada bagian bawah dan depan desain model. Wahana apung yang dihasilkan: memiliki daya apung baik dan lebih stabil jika dimuati beban; daya angkut beban kurang lebih 8 kg; kecepatan rata-rata 5 m/detik; waktu pengoperasian sampai 2 jam; telemetri navigasi bekerja dengan maksimum jarak 10 kilometer, sistem tracking GPS berjalan dengan baik; sistem Auto Navigation belum bekerja dengan sempurna, wahana sudah bergerak secara otomatis ke arah waypoint, tetapi gerakannya belum stabil.Kata kunci: Unmanned Surface Vehicle, Reverse Engineering, Auto Navigation.ABSTRACTUnmanned Surface Vehicle (USV) refers to any vehicle that operates on the surface of the water without a crew. Nowadays, not only for military purpose, many of civilian purposes was also taken in considerations Operating the ordinary hydrographic vessel need the wider horizontal and vertical space. USV is more capable for charting the very shallow and narrow waters. This research is intended to build the positioning and navigation system based on Unmanned Surface Vehicle System as the starting effort for developing hydrography at Itenas USV model is developed based on Windrush II Airboat, enlarged two times from the original, digital 3D reconstruction from the model photographs using Reverse Engineering of Close Range Photogrammetry Method. Open source software ArduPilot is applied for navigation system. The system is tested in Saguling Lake. From this research it is founded that the modification of the model design is needed at the bottom and front of the vessel. The spesification of the vessel which is build from this research are: has the good buoyancy and more stable when loaded; load carrying capacity approximately 8 kg; an average speed of 5 m/sec; operating time up to 2 hours; telemetry of navigation works with a maximum distance of 10 kilometers, GPS tracking system is running well; Auto Navigation system has not worked perfectly, the vessel is moving automatically to the waypoint, but the movement has not been stable.Keywords: Unmanned Surface Vehicle, Reverse Engineering, Auto Navigation.

Page 1 of 1 | Total Record : 6