cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ITENAS REKARUPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
Studi Rancangan Konsep Produk Brassiere Melalui Pendekatan Nilai Emosi Dan Perasaan Menggunakan Kansei Engineering Method Wahyuning, Caecilia Sri; Desrianty, Arie; Rahmawati, Rika
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Complexities of customer needs for buying or using new products ensue the need of customer oriented product designs. Customer’s emotions and feelings give influences in choosing and deciding new products, therefore these should be considered in product design processes. A brassiere is an article of clothing that covers, supports, and elevates breasts. To design the brassiere, a company needs to develop the brassiere concepts that could satisfy the women’s feelings and emotions in deciding to buy or use brassiere. Kansei Engineering is a method for translating feelings and impressions into product parameters that can "measure" feelings and show relationships to certain product properties. As consequences, products might be designed to bring in the intended feelings. The experiments show that six brasseries concepts developments could be implemented in accommodating the market conditions and company capabilities in brassiere productions. Keywords: brassiere, Kansei Engineering, emotional design   Abstrak Dalam pemilihan suatu produk sampai keputusan pembelian, konsumen sesungguhnya dipengaruhi oleh emosi dan perasaan. Ekspresi dari emosi dan perasaan ini akan menimbulkan suatu nuansa, kesan, rasa suka, nyaman ketika konsumen memilih suatu produk (Norman, 2004). Dengan kondisi tersebut mereka akan membeli produk jika merasa senang, nyaman, dan sesuai dengan selera yang diinginkan. Menurut Damasio (1995), aspek emosi dipandang menjadi fokus perhatian yang cukup penting mengingat segala tindakan dan pengambilan keputusan manusia tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi. Adanya keterlibatan emosi dan perasaan konsumen dalam pemilihan suatu produk sebaiknya menjadi bahan pertimbangan bagi para perancang ketika akan merancang suatu produk. Konsumen akan memilih suatu produk jika kesan yang ingin dirasakan oleh konsumen ada pada produk tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelusuran terhadap emosi dan perasaan yang ingin dirasakan oleh pengguna terhadap suatu produk, yang pada akhirnya akan diimpelentasikan ke dalam suatu rancangan konsep produk. Breast Holder (Brassiere/ Bra) merupakan salah satu produk yang digunakan oleh seluruh wanita di dunia. Para pengguna produk ini dapat berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari remaja putri sampai dengan wanita lanjut usia. Fungsi utama dari bra adalah sebagai penyangga payudara. Berdasarkan fungsinya yang melindungi bagian sensitif dari wanita, maka kesesuaian emosi dan perasaan yang dirasakan ketika menggunakan produk bra akan sangat mempengaruhi kesan terhadap produk tersebut. Oleh karena itu, dalam perancangan produk bra perlu melibatkan aspek emosi dan perasaan yang ingin dirasakan pengguna, sehingga akan memberikan kepuasan kepada pengguna. Emosi menurut Damasio (1999) adalah antitesis/ kebalikan dari logika. Unsur emosi dalam diri manusia berbeda dengan perasaan. Perasaan menghubungkan aspek-aspek fisik dan berada dalam tataran tingkat kesadaran yang lebih rendah. Terdapat dua macam perasaan/ feeling, yaitu internal feeling dan external feeling. Internal feeling adalah perasaan yang berkaitan dengan masalah fisik, sedangkan external feeling adalah perasaan yang berhubungan dengan aspek sosial. Emosi dipandang jauh lebih subjektif dan lebih kompleks dari pada perasaan. Aspek emosi dipandang menjadi fokus perhatian yang cukup penting mengingat segala tindakan dan pengambilan keputusan manusia tidak bisa dilepaskan dari aspek emosi. Orang-orang sering kali tidak mampu memilih alternatif-alternatif, khususnya pilihan-pilihan yang satu sama lain hampir serupa. Kondisi ini berbeda dengan orang-orang yang memiliki kondisi emosi yang baik. Aspek rasa suka, senang, sering menjadi faktor penentu akhir pengambilan keputusan. Kansei Engineering atau disebut juga Kansei Ergonomics merupakan sebuah metode dari Jepang yang ditemukan lebih dari 30 tahun yang lalu, yaitu sebuah metode yang mempelajari cara/ pola pikir konsumen untuk diterapkan dalam pembuatan suatu produk baru. Kansei Engineering pertama kali diperkenalkan oleh Nagamachi pada tahun 1970-an. Nagamachi sendiri tidak secara spesifik menyebutnya sebagai Kansei Engineering pada saat memperkenalkan konsepnya, tetapi menyebutnya dengan Emotional Engineering. Tumbuhnya konsep Kansei Engineering sendiri tidak terlepas dari konsep perancangan produk yang memperhatikan aspek emosi konsumen. Tidak mengherankan istilah Kansei sebagaimana saat ini banyak didengar orang, pada mulanya dikembangkan berdasarkan konsep emotional design. Emotional design adalah konsep dalam desain yang mempertimbangkan unsur emosi konsumen sebagai pengguna produk. Dalam konsep emotional design, unsur komersialitas bukan hanya menjadi fokus perhatian utama (Norman, 2004). Istilah Kansei berasal dari bahasa Jepang, yang secara umum berarti Psychological feeling or image of product atau gambaran perasaan psikologis terhadap suatu produk. Tujuan dari kajian studi Kansei adalah untuk mengetahui struktur emosi yang hadir dalam perilaku manusia. Struktur ini dikenal dengan Kansei seseorang. Sementara itu, dalam kajian studi desain, Tuntutan konsumen terhadap suatu produk yang semakin kompleks menyebabkan perlunya dilakukan perancangan produk yang berorientasi pada konsumen/ pengguna.  Dalam pemilihan suatu produk sampai keputusan pembelian, konsumen dipengaruhi oleh emosi dan perasaan, sehingga hal ini sebaiknya menjadi bahan pertimbangan bagi para perancang ketika akan merancang suatu produk.  Brassiere, sebagai produk yang digunakan oleh para wanita, memerlukan  rancangan konsep produk bra yang disesuaikan dengan aspek-aspek emosional yang dirasakan penting sehingga dihasilkan suatu rancangan produk brassiere yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kansei Engineering Method merupakan suatu metode yang menggunakan image atau feeling secara psikologis dari pengguna terhadap suatu produk untuk digunakan dalam merancang suatu produk, sehingga dengan menggunakan metoda ini produk brassiere yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan emosional para wanita. Berdasarkan penelitian diperoleh 6 konsep produk brassiere, sehingga dapat digunakan dan diimplementasikan, dengan tetap menyesuaikan terhadap kondisi pasar (trend) yang ada dan keterbatasan yang dimiliki oleh perusahaan dalam proses manufaktur produk brassiere. Kata kunci: brassiere, Kansei Engineering, emotional design
Pemanfaatan Pencahayaan Siang pada Interior Gedung Kampus PT Dahana sebagai Strategi Penerapan Prinsip Bangunan Berkelanjutan Subkirman, Anwar; Larasati, Dwinita; Isdianto, Budi
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu krisis lingkungan yang kita hadapi sekarang adalah Pemanasan Global akibat meningkatnya hasil emisi Gas Rumah Kaca mengharuskan kita untuk segera berpikir dan bertindak melakukan upaya pencegahan agar krisis tidak berlanjut terus menerus. Konsep Bangunan Berkelanjutan (sustainable building) adalah salah satu upaya sektor jasa konstruksi untuk turut berkonstribusi dalam usaha mitigasi krisis lingkungan tersebut dengan prinsip penghematan energi dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan serta harapan agar desain dapat bekerja dengan alam (pasive design), terutama pada aspek konsumsi listrik pada gedung. Prinsip ini dapat diterapkan dengan melakukan pemanfaatan cahaya siang secara optimal sebagai penerangan utama gedung pada siang hari, seperti yang dilakukan oleh bangunan kantor Gedung KAMPUS PT Dahana Subang. Bagaimana strategi dan metode pemanfaatan cahaya siang pada gedung ini diuraikan dan dikaji dalam penelitian ini secara deskriptif analitis. Didapatkan faktor, elemen desain, dan berbagai pertimbangan yang menyokong upaya penghematan energi ini. Kajian juga membandingkan penerapan yang dilakukan dengan panduan teknis dari GREENSHIP GBCI serta pendekatan Pencahayaan Siang untuk Bangunan Berkelanjutan dari Mary Guzowksi. Dengan demikian, maka diharapkan penelitian ini dapat mengingatkan para perancang pada paradigma desain yang berkelanjutan sebagai panduan setiap praktik perancangannya dalam rangka turut melakukan mitigasi krisis lingkungan. Kata kunci: pencahayaan siang, bangunan berkelanjutan, penghematan energi.   AbstraCT One of the environmental crisis we are facing today is global warming caused by rising greenhouse gas emissions requires us to think and act immediately to take steps to prevent that crisis does not goes on forever. The concept of Sustainable Building  is one of the efforts of the construction sector also contribute to mitigating the environmental crisis with the principle of saving energy and reducing the impact on the environment as well as the hope that the design can work with nature (passive design), especially in the aspect of power consumption in building. This principle can be applied to make use of daylight optimally as the main lighting in the building during the day, like the office building of PT Dahana Subang Gedung KAMPUS does it. How the strategy and methods of use of daylight in this buildings is described and studied in this research with descriptive analisys. The research finds some factors, design elements, and the various considerations that underpin these energy saving measures. The study also compares the Gedung KAMPUS's application with the technical guide from GBCI GREENSHIP and Daylighting approach to Sustainable Building of Mary Guzowksi. Thus, it is expected that this study can alert the designer to the paradigm of sustainable design as practical guide in order to contribute in mitigation of the environmental crisis. Keywords: daylighting,  sustainable building, energy efficiency.
Sistem Produksi Sederhana Pengolahan Bonggol Jagung Sebagai Bahan Baku Dalam Perancangan Produk Ismail, Dedy
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Berbagai material sisa produksi pertanian seperti bonggol jagung memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku produk-produk fungsional, khususnya produk-produk kriya (craft). Bonggol jagung memiliki karakteristik yang khas, sehingga pengolahannya harus mempertimbangkan karakteristik khas tersebut. Melalui pendekatan ekperimen dengan menggunakan berbagai mesin yang ada, potensi tersebut dapat digali sehingga dihasilkan   berbagai kemungkinan bentuk berupa modul dari bonggol jagung yang dapat dipakai sebagai bahan baku produk kriya. Eksplorasi dilakukan berdasarkan pada potensi olahan bonggol jagung sebagai bahan baku produk kerajinan yang merupakan dari eksperimen material. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan menggunakan mesin-mesin sederhana yaitu mesin serut, mesin ampelas (belt and disc sander), dan mesin gerinda. Produk-produk yang dihasilkan dengan mesin-mesin sederhana itu merupakan bukti nyata bahwa melalui pendekatan eksplorasi material dapat diperoleh peluang kreatif pengembangan produk yang memiliki potensi komersial, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Melalui penelitian ini diperoleh bahwa karakteristik bonggol jagung dapat dimanfaatkan menjadi bermacam produk karena keunikannya, sehingga dapat menjadi bahan baku alternatif untuk memperkaya potensi eksplorasi bahan alam secara optimal. Kata kunci : bonggol jagung, explorasi, kebaruan, sistem produksi sederhana. Abstract Various agricultural waste materials such as corncob  has the potential to be used as raw materials of functional products , especially craft  . Corncob has distinctive characteristics , so the processing must consider the distinctive characteristics . Through experimental approach using a variety of existing simple machines , the potential can be explored to produce a variety of possible forms of corncobs module that can be used as raw material craft products . Exploration carried out based on the potential of processed corncobs as feedstock handicraft products which are of experimental material . Experiments are performed using simple machines like belt and disc sander , and grinding machines . The products are produced with simple machines it is clear evidence that the approach through the exploration of materials can be obtained creative product development opportunities that have commercial potential , which is expected to be used to support the local economy . Through this study showed that the characteristics of corncob can be harnessed into a variety of products because of its uniqueness , so that could be an alternative raw material to enrich the exploration potential of natural materials optimally. Keywords: corncob, exploration, novelty, simple production system
Interaksi Perilaku dan Suasana Ruang di Perkantoran Kasus di 2 lokasi Kantor Pusat PT.Telkom, Bandung Hidjaz, Taufan
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The interaction between atmosphere and behavior is highly influenced by interior design factors as well as the dominant characters of the people interacting in it. As the quality of an environment, the atmosphere of is an input for people, which is then converted by the people into a perception and an output in their behaviors. The atmosphere of an office space is the resultant of the interior physical components, the activities of visitors and staff in it as well as the social interactions coming up with it which will be the stimulants for the behavior as the part of the space atmosphere itself. As the stimulants, the space atmosphere created will influence the perception, cognition and motivational processes in individual personality system, which then create responds towards the space atmosphere actualized in their behaviors and activities. The difference of the space atmosphere which is as the result of the system used in an office interior design will be influencing the behaviors of its staff. Keywords: Interior design, atmosphere, behaviors.   ABSTRAK Hubungan timbal balik antara suasana ruang (atmosphere) dengan perilaku sangat dipengaruhi oleh faktor desain interior ruang dan karakteristik dominan dari manusia yang berinteraksi di dalamnya. Sebagai kualitas lingkungan, suasana ruang merupakan masukan pada manusia yang kemudian dikonversikan oleh manusia menjadi persepsi dan keluaran pada perilaku, sebaliknya kegiatan atau perilaku manusia itu sendiri dapat mempengaruhi suasana ruang. Suasana ruang di perkantoran merupakan resultante dari komponen-komponen fisik interior, kegiatan pengunjung dan karyawan di dalamnya serta interaksi sosial yang menyertainya. Ia akan menjadi stimulan bagi perilaku, yang menjadi bagian dari suasana ruang itu sendiri. Sebagai rangsang atau stimulan, suasana ruang yang terbentuk akan mempengaruhi persepsi, kognisi dan proses motivasi dalam sistem kepribadian individu, kemudian membentuk respons-respons yang diwujudkan oleh perilaku atau kegiatan. Perbedaan suasana ruang akibat penggunaan sistem yang berbeda dalam desain interior perkantoran berpengaruh pada beberapa perilaku karyawannya. Kata Kunci: Desain interior, suasana, perilaku
Kajian Optimalisasi Kinerja Mahasiswa Desain Interior Terhadap Teknologi Digital Berdasarkan Kondisi Flow (Studi kasus Mahasiswa Tugas Akhir Desain Interior Itenas Bandung) Widia, Edwin; Wahjudi, Deddy; ., Widihardjo
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi digital digunakan sebagai alat bantu bagi mahasiswa desain interior dalam percepatan proses kerja, Penelitian ini mencari hubungan dan pengaruh dari kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalisasi kinerjanya sehingga produktivitas dan kreativitas mahasiswa dapat mencapai titik optimal. Optimalisasi kinerja mahasiswa akan terjadi ketika mahasiswa dapat meningkatkan produktivitasnya dalam kurun waktu tertentu dengan hasil yang maksimal, hal tersebut akan terjadi ketika mahasiswa tersebut bekerja dalam kondisi flow, kondisi ini adalah kondisi dimana keadaan mahasiswa tersebut berada dalam kondisi yang seimbang antara kemampuan dan tantangannya, sehingga membuatnya terlarut dalam proses penyelesaian tugas yang optimal. Proses pencarian data dilakukan dengan mengambil sampel dari 14 orang mahasiswa tugas akhir yang menggunakan teknologi digital yang sama, kemudian diukur kondisi kerja mereka dengan menggunakan variabel kondisi flow yang disesuaikan dengan kuesioner lalu dibandingkan dengan nilai hasil evaluasinya.   Kata Kunci: Optimalisasi, Teknologi Digital, Flow, Kinerja. ABSTRACT Digital technology is used as a means of tools for interior design students in the acceleration of the process of task, in this paper the authors look for relationships and the influence of students' ability to utilize digital technology to optimize performance so that the productivity and creativity of the students can achieve optimal point. Optimizing the performance of students will occur when a student can improve productivity within a certain time with maximum results, it will happen when students are working in conditions of flow, this condition is a condition in which the state of the student in a state of balance between ability and challenge, so dissolved in the process of making optimal task completion. The process of data retrieval is done by taking a sample of 14 students final project that uses the same digital technology, then measured their working conditions by using variable flow conditions are adjusted to the questionnaire were then compared with the value of the results of the evaluation. Keywords: Optimization, Digital Technology, Flow, Performance.
Dari Ritual ke Realitas Virtual (Tinjauan Video Komersial Seni Pertunjukan Tradisi Yang Beredar di Bandung) Djatnika, Agus
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The ease and convenience offered by technology, especially for the audio-video recording has penetrated the tradition performance art and has become an offer that enriches the treasury of the cultural tradition itself. The trend appears in the tradition  performance art in different regions in Indonesia especially in Java, although the aspects of the production process seems to be amateurish as it is still limited to only a recording of an art performance event during the show. In addition, it is not specifically prepared for a production. The distribution of the tradition art performance video is accepted by the community with a tendency to be getting more and more in types as well as the choices of the tradition performance art among the commercial video markets. The goal diversity of the tradition performance art video launches in the markets ranging from the goal of a conventional business opportunity, a tradition art promotion, to a video recording studio promotion has become the parts of the diversity itself. Documenting the tradition performance art has become one of the cultural advantages which is very invaluable and has emerged from the community itself. These symptoms will be more culturally valuable if coupled with the seriousness of the video makers professionally completed with a narrative that contains all information about the distributed tradition performance arts and finally the society can be invited to be more intelligent appreciators. Keywords: technology, performance art, tradition Abstrak Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan teknologi, khususnya perekaman  dalam bentuk audio-video merambah pada seni pertunjukan tradisi, dan  menjadi  sebuah tawaran yang memperkaya  perbendaharaan budaya tradisi itu sendiri. Kecenderungan ini muncul pada seni pertunjukan tradisi di berbagai daerah di Indonesia khususnya di Jawa, meskipun dari aspek  proses produksi terkesan amatiran karena hanya sebatas  perekaman suatu peristiwa. saat seni pertunjukan itu berlangsung,  dan tidak secara  khusus dipersiapkan untuk  diproduksi. Peredaran video seni pertunjukan tradisi disambut baik oleh masyarakat dengan kecenderungan makin marak jenis maupun pilihan seni pertunjukan tradisidi tengah pasar video komersial. Keragaman tujuan peluncuran video seni pertunjukan  tradisi di pasaran mulai dari tujuan kesempatan bisnis  konvensiona, promosi kelompok seni tradisi hingga promosi studio rekaman video menjadi bagian dati keragaman tersebut. Pendokumentasian seni pertunjukan tradisi jadi salah satu manfaat budaya yang tidak ternilai dan muncul dari masyarakat itu sendiri. Gejala ini bisa lebih bernilai budaya bila dibarengi dengan kesungguhan para pembuat video secara professional dibarengi dengan narasi yang berisi informas tentang seni pertunjukan tradisi yang diedarkan tersebut yang pada akhirnya masyarakat sebagai aprisiator diajak lebih cerdas. Kata Kunci: teknologi, seni pertunjukan, tradisi
Kajian Historis dan Filosofis Kujang Kurniawan, Aris
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 1 (2014): rekarupa
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berangkat dari penelusuran kujang ke berbagai wilayah di Jawa Barat  untuk melengkapi berbagai penelitian kujang terdahulu yang masih menyisakan pertanyaan mendasar terutama makna filosofis dan simbolis kujang serta hubungannya dengan kosmologi Sunda. Dari penelusuran kujang tersebut banyak ditemukan berbagai bentuk perupaan kujang yang sama sekali belum diinventarisasi dan dikaji sebagai varian kujang dalam berbagai penelitian sebelumnya. Keragaman perupaan kujang hasil temuan tersebut sangat menarik untuk di kaji dan diteliti lebih dalam. Wilayah temuan kujang tersebut meliputi Bandung dan sekitarnya, kabupaten Sumedang, Cirebon, Garut, Ciamis, dan Kanekes Provinsi Banten. Meskipun ada sedikit perbedaan dalam penamaan, bentuk kujang memiliki struktur yang hampir sama. Bentuk tersebut mengarah kepada bentuk burung, atau manuk dalam bahasa Sunda. Kujang mempunyai latar belakang sejarah dan  periode penciptaan yang panjang. Sebagai karya seni tradisi, kujang sarat akan makna filosofis dan simbolis. Kata kunci: kujang, Sunda, makna filosofis dan simbolis,       Abstract This study departs from research of kujang,  a traditional Sundanese cleaver, to various areas in West Java to complete complements previous studies that still leaves the fundamental question is mainly philosophical and symbolic significance relationship with kujang and Sundanese cosmology . Of the many research, kujang found in various shapes of kujang that have not inventoried as a variant of kujang , and studied in many previous studies. The diversity shape of kujang are very interesting for consideration and investigated more deeply . Region where kujang  found include Bandung and its surroundings , Sumedang district , Cirebon , Garut , Kudat, and Baduy Banten Province . Although there are slight differences in naming , the shape of kujang has a similar structure . The shape leads to a form of a bird , or manuk in Sundanese . kujang has a historical background and a long period of creation . As a work of art traditions , kujang full of philosophical and symbolic meaning . Keywords: kujang, Sunda, philosophical and symbolical meaning
Interpretasi Visual terhadap Bentuk dan Fungsi Kujang Huma Pamangkas dengan Uji ANOVA (Analysis Of Variance) dan VAS (Visual Analog Scale) Putra, Edi Setiadi
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   The kujang recognizable as a typical cultural artifact Sunda. Classification of Kujang is determined by functions, namely as weapons, agricultural tools and ceremonial tool. The functions of kujangs are determined based on user behavior that characterize a particular form, this phenomenon is interesting to traced, to determine the elements in form of Kujang huma pamangkas as agricultural tools who showing variability of functions, the study sought to explore the visual perception of some observers, through VAS approach (visual analog scale) and the ANOVA test (analysis of variance), towards some form of kujang pamangkas from several museums, This study concluded the fact the relationship between form with function (form follows function), which was preserved until the present into the design characteristics of traditional farming tools in west Java. Keyword: Kujang, huma, Sunda ABSTRAK   Kujang dikenali sebagai artefak khas budaya Sunda. Klasifikasi kujang ditentukan berdasarkan fungsinya, yaitu sebagai senjata, perkakas pertanian serta alat upacara. Fungsi-fungsi kujang ditentukan berdasarkan perilaku pengguna yang membentuk karakter bentuk tertentu. Fenomena ini menarik untuk ditelusuri, guna mengetahui unsur pada karakter bentuk kujang perkakas pertanian yaitu kujang huma pamangkas yang menunjukkan variabilitas fungsi. Penelitian ini mencoba menggali persepsi visual dari beberapa pemerhati, melalui pendekatan VAS (Visual Analog Scale) dan uji ANOVA (Analysis Of Variance), terhadap beberapa bentuk artefak kujang pamangkas dari beberapa museum. Penelitian ini menyimpulkan adanya fakta keterkaitan antara bentuk dengan fungsinya (form follows function), yang dilestarikan hingga masa kini kedalam karakter desain perkakas pertanian tradisional di Jawa Barat.   Kata kunci: Kujang, huma, Sunda  
Kajian Penerapan Konsep Kearifan Lokal Pada Perancangan Arsitektur Balaikota Bandung Suriastuti, Mira Zulia; Wahyudi, Deddy; Handoko, Bagus
Jurnal Rekarupa Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang transformasi dalam penerapan unsur kearifan lokal (local genius)  pada gedung Balaikota Bandung. Sebuah transformasi desain dapat menampilkan bentuk yang sesuai dengan masanya tanpa meninggalkan makna kosmologis  yang terkandung di dalamnya. Teori Transforming Tradition dengan metode ATUMICS digunakan untuk mengkaji bagaimana pencapaian konsep kearifan lokal diterapkan pada perancangan arsitektur dan interior di Gedung Balaikota Bandung.   Kata kunci: local genius, identitas bangunan, balaikota, bandung     AbstraCT This study examines the transformations of the application of local genius in Bandung City Hall. A transformation design can featuring a form appropriate to its time without leaving the cosmological meaning contained therein. Transforming Tradition theory with ATUMICS method used to examine how the achievement of the concept of local genius  applied to architecture and interior design in Bandung City Hall Building. .Keywords: local genius, identity of building, city hall,  bandung  
MELIHAT DAN MERASAKAN TAMPILAN GRAFIS LAYAR TELEPON SELULAR Karnita, Rosa
Jurnal Rekarupa Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : FSRD ITENAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Nowadays the mobile-phone  is an indispensable tool in daily activities. Mobile-phone screen as one of many factors of discussion in a level user interface, the main focus in this study given the display screen as the spearhead of communication between the phone and its users. When a display screen is not able to achieve satisfactory results for its users, it needs to be revisited how to design a graphical display on the screen. The problem is formulated surrounds how much the display phone can influence the user's convenience. How does the concept in order to function and function aesthetics applied to display the phone screen? What is the role of visual communication in designing the layout and communication for the phone user? In addition, the development of Creative Industries in Indonesia are increasing rapidly today should be followed by the ability of creative human resources, so can produce competitive products that can captivate even the national market can penetrate the international market. This topic was raised with the aim of generating concept in order to well-designed as an aesthetic function to a better cell phone screen interface design, through a variety of disciplines related cooperation so as to applied by the local manufacturing industry to compete in their own country. Research methods used include questionnaires and analysis of several case studies phones using visual communications design standpoint. By pulling common thread between the theoretical review and case study, it found that the display mobile-phone screen as a whole (integration between letters, colors, icons, layout, proportion and composition) has been influencing the user's convenience, both directly and indirectly. Aesthetics function and uses function are related  with one of the user interface principles which is consistent with the principles of visual communication design. Keywords: mobile-phone screen, creative industries, aesthetics, Visual Communication Design   Abstrak Dewasa ini telepon selular (ponsel) merupakan alat yang mutlak diperlukan dalam kegiatan sehari-hari. Layar ponsel sebagai salah satu faktor dari sekian bahasan dalam tataran user interface, menjadi sorotan utama dalam kajian ini mengingat tampilan layar sebagai ujung tombak komunikasi antara ponsel dengan penggunanya. Ketika suatu tampilan layar tidak mampu mewujudkan hasil yang memuaskan bagi penggunanya, perlu ditinjau kembali bagaimana merancang suatu tampilan grafis pada layar ponsel. Permasalahan yang dirumuskan melingkupi seberapa besar pengaruh tampilan layar ponsel terhadap kenyamanan pengguna? Bagaimana konsep fungsi guna dan fungsi estetika diaplikasikan untuk tampilan layar ponsel?Bagaimana peran Desain Komunikasi Visual (DKV) dalam perancangan tata letak dan komunikasi antara ponsel dengan pengguna? Selain itu, perkembangan Industri Kreatif di Indonesia yang meningkat pesat saat ini seyogyanya diikuti oleh kemampuan sumber daya manusia yang kreatif, sehingga dapat menghasilkan produk kompetitif yang dapat menarik hati pasar nasional bahkan dapat menembus pasar internasional. Topik ini diangkat dengan tujuan menghasilkan konsep fungsi guna maupun fungsi estetik untuk suatu rancangan interface layar ponsel yang lebih baik, melalui kerjasama berbagai disiplin ilmu terkait sehingga dapat diaplikasikan oleh industri manufaktur lokal agar dapat bersaing di negara sendiri. Metode penelitian yang digunakan meliputi kuesioner dan analisis studi kasus beberapa ponsel menggunakan sudut pandang perancangan Komunikasi Visual. Dengan menarik benang merah antara tinjauan teoritis dan hasil studi kasus, ditemukan bahwa tampilan layar ponsel secara keseluruhan (integrasi antara huruf, warna, ikon, tata letak, proporsi dan komposisi) sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna baik secara langsung maupun tidak langsung. Fungsi guna dan fungsi estetika terkait dengan salah satu prinsip user interface yang selaras dengan prinsip-prinsip perancangan komunikasi visual. Kata kunci: layar ponsel, industri kreatif, estetika, DKV

Page 1 of 11 | Total Record : 106