cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA INTEGRA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 442 Documents
SISTEM PERANGKAT LUNAK UNTUK INTERNAL ASSESSMENT KRITERIA FOKUS PELANGGAN MALCOLM BALDRIGE CRITERIA FOR PERFORMANCE EXCELLENCE BERBASIS PENGUKURAN KPKU-BUMN Purbajati, Rizky Junjunan; Nugraha, Cahyadi; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kinerja organisasi. Banyak perusahaan yang belum siap melakukan pengukuran kinerja secara resmi menyebabkan perusahaan tersebut melakukan pengukuran sendiri atau internal assessment. Kompleksitas dalam melakukan internal assessment mengidentifikasikan kebutuhan akan alat yang dapat membantu proses pengukuran tersebut. Makalah ini membahas mengenai perancangan sistem perangkat lunak untuk internal assessment dengan menggunakan metode MBCfPE berbasis pengukuran Kriteria Pengukuran Kinerja Unggul Badan Usaha Milik Negara (KPKU-BUMN). Perangkat lunak yang dirancang pada penelitian ini dikhususkan untuk kriteria fokus pelanggan pada organisasi profit. Kata kunci: MBCfPE, Internal Assessment, KPKU-BUMN, sistem perangkat lunak, fokus pelanggan   ABSTRACT Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) is a tool which can be used to identify and evaluate the performance of organization. Many companies are not ready to apply certified assessment in Malcolm Baldrige, therefore they are using self-assessment or internal assessment. The process of internal assessment is complex, therefore a tool for making the assessment process easier is needed. This paper explains the design of software for internal assessment using Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence based on KPKU-BUMN measurement. The software is designed for the third criteria of Malcolm Baldrige, which is customer focus on profit organizations. Keywords: MBCfPE, Internal Assessment, KPKU-BUMN, software, customer focus
FORMULASI STRATEGI MENGHADAPI PERSAINGAN INDUSTRI KULINER PADA EINS BISTRO & BOUTIQUE DI BANDUNG Putri, Ria Triani; Novirani, Dwi; Kurniawan, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini membahas mengenai formulasi strategi pada Eins Bistro & Boutique dalam persaingan di bidang industri kuliner. Dalam merumuskan strateginya dibutuhkan data pada faktor eksternal dan faktor internal Eins Bistro & Boutique. Faktor-faktor tersebut nantinya akan dihitung bobotnya pada matriks EFE dan matrik IFE dalam tahap pengumpulan data. Untuk merumuskan strategi dilakukan tahap analisis dengan menggunakan tiga alat analisis yaitu matriks GE, matriks IE dan matriks SWOT. Kemudian ketiga analisis tersebut digabung untuk dilakukan tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan QSPM yang nantinya akan menghasilkan strategi untuk diimplementasikan pada Eins Bistro & Boutique agar dapat bersaing dengan pesaingnya. Hasil dari formulasi strategi ini yaitu berupa strategi bersaing untuk Eins Bistro & Boutique di industri kuliner khususnya di Kota Bandung. Kata Kunci: Formulasi Strategi, GE, IE, SWOT, QSPM   ABSTRACT This paper discusses about strategy formulation on Eins Bistro & Boutique in the face of competition in culinary industry fields. In formulating his strategy needed data on external and internal factors of Eins Bistro & Boutique. Those factors will be counted matrix does it weigh in EFE and matrix IFE in the stage of data collection. To formulate the strategies carried out analysis using three-stage analysis tool i.e GE matrix, SWOT matrix, and IE matrix. Then a third analysis combined to do the decision-making stage using QSPM that would later produce the strategy to be implemented on Eins Bistro & Boutique to be able to compete with its competitors. The result of the formulation strategy is to take form of competitive strategy for Eins Bistro & Boutique in the culinary industry especially in Bandung. Keywords: Strategy Formulation, GE, IE, SWOT, QSPM
ALTERNATIF USULAN PERENCANAAN PROSES PRODUKSI PRODUK PIN PRINTER EPSON (STUDI KASUS DI LABORATORIUM SSML) Febriansyah, Egi; Rispianda, Rispianda; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 3, No 1 (2015): Edisi Kesembilan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium Small Scale Manufacturing Laboratory (SSML) merupakan tempat membuat produk pin printer epson dengan menggunakan mesin CNC bubut, bubut konvensional dan milling konvensional. Perusahaan menginginkan pada proses pemesinan dan urutan proses dapat diatur agar dapat menghemat proses pekerjaannya dan meminimasi biaya produksi, sehingga dengan menghemat proses pekerjaanya perusahaan dapat mengerjakan order produk yang lain. Oleh karena itu perusahaan perlu melakukan suatu analisis perencanaan proses produksi untuk meningkatkan efisien waktu pemesinan, urutan proses dan biaya produksi produk Pin Printer Epson berdasarkan parameter-parameter proses pemesinan. Sehingga akan didapat perencanaan proses produksi terbaik dari segi waktu dan biaya.   Kata kunci: Proses Pemesinan, Urutan Proses Produksi, Waktu Produksi, Biaya Produksi   Small Scale Manufacturing Laboratory (SSML) is a manufacture of products pin epson printer using CNC lathes, conventional lathes and conventional milling. On every product has a machining process is done different, such as the Epson printer pin products. The company wants the machining process and the order process can be set in order to save their work processes and minimize the cost of production, so that the company can save the job working on an order other products. then the company needs to conduct an analysis of the planning process to improve the efficient production machining time, the order process and production costs Pin Epson products based on the parameters of the machining process. So that would be obtained planning the best production process in terms of time and cost. Keywords: Machining Process, Order Production Process, Production Time, Cost of Production
Penentuan Rute Kendaraan Distribusi Produk Roti Menggunakan Metode Nearest Neighbor dan Metode Sequential Insertion ABADI, CHAIRUL; Susanty, Susy; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.994 KB)

Abstract

Tiara Mukti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan roti. Pengiriman produk roti ke pelanggan yang dilakukan oleh perusahaan dalam pemilihan jalur distribusi masih bersifat intuisi. Perbaikan vehicle routing problem ini menggunakan metode nearest neighbor dan metode sequential insertion. Varian VRP adalah single depot, single trip, dan multiple trips. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi jarak tempuh kendaraan. Metode sequential insertion pada kondisi single trip memiliki minimasi jarak tempuh yaitu sebesar 48,81 km sedangkan jarak tempuh yang dilalui oleh perusahaan yaitu sebesar 58,62 km. Hal ini disebabkan pembentukan rute pada metode sequential insertion dengan cara menyisipkan pelanggan yang akan dilayani pada rute yang telah terbentuk sehingga probabilitas untuk mendapatkan jarak terpendek lebih besar. Kata kunci : Nearest Neighbor dan Sequential Insertion, Single Trip, Multiple Trips. ABSTRACT   Tiara Mukti is a company engaged in the bread-making industry. Delivery of bakery products to customers by the company in the selection of distribution channels is still intuition. Repair vehicle routing problem using nearest neighbor method and sequential insertion method. VRP variants are single depot, single trip, and multiple trips. This research aims to minimize the vehicle's mileage. Sequential insertion method on single trip condition has mileage minimizing the amount of 48.81 km while the distance traversed by the company in the amount of 58.62 km. This is caused the formation of the sequential insertion method by inserting customers will be serviced on the route that has been established so that the probability to get the shortest distance is greater. Keywords: Nearest Neighbor and Sequential Insertion, Single Trip, Multiple Trips.
BUSINESS PROCESS IMPROVEMENT UNTUK PROSES PENJUALAN, PRODUKSI DAN PEMBELIAN DI CV. CAHAYA ABADI TEKNIK Achmad, Faizal Ilham; Rispianda, Rispianda; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.476 KB)

Abstract

Perusahaan ini merupakan perusahaan di bidang manufaktur yang memproduksi sparepart tower dan sparepart mesin industri. Perusahaan ini masih dapat dikembangkan karena sistem yang sudah ada belum berjalan secara maksimal, sehingga harus dilakukan perbaikan proses bisnis. Proses bisnis kritis yang diperbaiki adalah proses penangan order, proses produksi dan evalusi & seleksi supplier. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah berupa proses bisnis usulan, yang dibuatkan prosedur pelaksanaan terstandarisasi dan ditunjang oleh form, instruksi kerja serta perancangan prototype khusus untuk proses bisnis penanganan order. Dengan menggunakan pendekatan Business Process Improvement dapat membantu dalam perbaikan proses bisnis di perusahaan ini. Kata kunci: Proses Bisnis, Business Process Improvement, Standard Operating Procedure (SOP)   ABSTRACT This company is manufacturing companies that produce spare parts of tower and spare parts of industrial machines. The company was still able to be developed because the existing system has not run optimally, so it should be business process improvement. Critical business processes are improved is the process of handling orders, production processes and the evaluation and selection of suppliers. The results of this research is the business process proposals, which made the implementation of standardized procedures and supported by forms, work instructions and prototype design for business process of handling orders. By using Business Process Improvement approach can assist in the improvement of business processes in the company. Keywords: Business Process, Business Process Improvement, Standard Operating Procedure (SOP)
MODEL SIMULASI UNTUK ANALISIS KAPASITAS BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA Hermansyah, Meyliawati Susilo; Nugraha, Cahyadi; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.294 KB)

Abstract

Suatu bandara pasti memiliki kapasitas maksimal untuk dapat melayanisejumlah penerbangan. Apabila kapasitas bandara besar maka penggunaan fasilitas bandara menjadi tidak maksimal karena akan banyak fasilitas yang menganggur, jika kapasitas bandara kecil maka akan menimbulkan beberapa masalah karena pelayan menjadi tidak maksimal.Permasalahan yang terjadi dalam sistem Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung berkaitan dengan jadwal penerbangan yang akan terus bertambah sehingga pihak bandara harus mengetahui kapasitas maksimal agar dapat melayani dengan baik. Adanya unsur probabilistik dalam sistem seperti waktu aktivitas-aktivitas, keterlambatan dari jadwal, arah angin, serta logika yang kompleks dalam penggunaan fasilitas yaitu penggunaanrunway, taxiway, danapron mengindikasikan diperlukannya alat analisis kapasitas dalam bentuk suatu model simulasi. Makalah ini menyajikan model simulasi yang dapat digunakan untuk melakukan analisis kapasitas Bandar udara Husein Sastranegara. Hasil dari penggunaan model tersebut adalah berupa estimasi kapasitas maksimum saat ini dan efek dari rencana penambahan apron. Kata kunci: bandar udara, model, simulasi, kapasitas ABSTRACT   An airport has a maximum capacity to serve a number of flights. If the capacity is too large then the use the airport’s facilities is not optimal due to the idle of the facilities; if the capacity is too small then it will pose some problems for the service is not optimal. Issue raised in the Airport of Husein Sastranegara Bandung is the growth of the number of flights schedule that indicates the need to evaluate the maximum capacity of the airport in order to serve well. The probabilistic elements in the system such as activities times, delays from schedule, as well as the wind direction and complex logics of the use of runway, taxiways, and aprons indicate the need for capacity analysis tool in the form of a simulation model. This paper presents a simulation model which can be used to perform the capacity analysis of the Husein Sastranegara Airport. The use of the model gives output estimates of the current maximum capacity and the effect of the plan to increase the number of aprons. Keywords: airport, model, simulation, capacity
PEMBENTUKAN SEL-SEL MANUFAKTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BETROC DI PT NIKKATSU ELECTRIC WORKS Pratama, Richard Jopie; Susanty, Susy; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.369 KB)

Abstract

PT NIKKATSU mempunyai rencana menambah mesin baru dalam upaya peningkatan kapasitas produksi transformer. PT NIKKATSU memproduksi produk transformer dengan varian dan jumlah yang cukup banyak , dan komponen transformer yang beragam memiliki kesamaan karakteristik desain, proses dan teknologi yang digunakan maka diusulkan tata letak yang sesuai adalah group technology layout. Metode pada Group Technology Layout yang digunakan adalah Better Alternative To Rank Order Clustering (BETROC). Hasil dari pengolahan data yang dilakukan dengan membuat 4 alternatif dengan berupa sel-sel manufaktur menurut Grouping Efficacy (GE) adalah alternatif 3 yang memliki 4 sel manufaktur karena memiliki nilai GE paling besar yaitu 0,433. Hasil perbandingan menunjukan solusi dari metode BETROC lebih baik daripada tata letak awal dengan nilai GE untuk metode BETROC 0,433 sedangakan tata letak awal 0.387. Sehingga dapat disimpulkan bahwa GT layout lebih baik daripada process layout yang diterapkan PT NIKKATSU saat ini. Kata Kunci : Tata Letak, Group Technology, BETROC ABSTRACT PT NIKKATSU has plans to add a new engine in an effort to increase production capacity transformers. PT NIKKATSU producing transformers with variants and considerable amounts, and components of diverse transformers have similar design characteristics, process and technology used then proposed appropriate layout is the layout technology group. The method used Layout Technology Group is Better Alternative To Rank Order Clustering (BETROC). Results of the data processing is done by making four alternative form of manufacturing cells by Grouping Efficacy (GE) is the third alternative that works 4 cell manufacturing because it has the greatest value of GE is 0.433. The comparison shows the solution of BETROC method is better than the initial layout to the value of GE's method 0.433 BETROC 0.387 while the initial layout. Concluded the GT layout better than the process layout applied PT NIKKATSU Key Word : Layout, Group Technology, BETROC
Analisis Kelayakan Usaha Lemari/Rak Simple and Easy Delivery Di Kecamatan Cikarang ADITYA, ANGGI SENDI; Bakar, Abu; Fitria, Lisye
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.882 KB)

Abstract

Pada tahun 2012 pertumbuhan penduduk di cikarang naik sebesar 4,23%, yang menyebabkan permintaan akan kebutuhan perumahan unfurnished meningkat. Pada umumnya supplier furniture di Cikarang menjual produk dengan harga mahal tetapi kualitas rendah, produk tidak memakai konsep knockdown dan self-assembly. Hal ini membuka peluang dalam mendirikan usaha furniture lemari/rak yang memiliki konsep tersebut. Sehingga perlu dilakukan studi kelayakan usaha dengan menganalisis beberapa aspek yaitu pasar, teknis, legal dan lingkungan, manajemen sumber daya manusia dan finansial. Dengan target penjualan produk type Credenza, Book Case, dan Show Case masing-masing 300, 900, dan 500 per tahun, didapatkan payback periode selama 4 tahun 2 bulan, net present value Rp.1.409.314.008 , dan Internal rate of return sebesar 26.04%. Kata kunci: Furniture, Knockdown and Self-Assembly Product, Analisis Kelayakan Bisnis ABSTRACT In 2012 the population growth at Cikarang increased about 4.23%, which led the demand for unfurnished housing increased. Generally, the furniture suppliers at Cikarang sell their products with high price but low quality, not use the concept of self-assembly and knockdown products. This will open a business opportunities in the furniture business especially cabinet/rack with that concepts. So the feasibility studies of this business is needed, which will analyze several aspects such as market, technical, legal and environmental, human resource management and financial. With sales target of product type of Credenza, Book Case, and Show Case for 300, 900, and 500 per year will obtain payback period of 4 years and 2 months, net present value of Rp. 1.409.314.008, and internal rate of return of 26.04%. Keywords: Furniture, Knockdown and Self-Assembly Product, Business Feasibility Analysis
USULAN PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (STUDI KASUS: FTI ITENAS) Azizah, Tria Nur; Prassetiyo, Hendro; Arijanto, Sugih
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.174 KB)

Abstract

PK merupakan salah satu ukuran prestasi akademik. Kini banyak perusahaan yang menetapkan standar IPK untuk pelamar pekerjaan dengan batasan IPK tertentu. Untuk itu, Itenas perlu upaya agar dapat meningkatkan IPK dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi prestasi akademik. Faktor-faktor yang diteliti hanya faktor pra perkuliahan saja. Penentuan faktor-faktor tersebut menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Metode SEM dilakukan dengan bantuan program Lisrel 8.80. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya tersebut dihasilkan usulan untuk peningkatan IPK. Kata kunci: faktor pra perkuliahan, IPK, Structural Equational Modeling   ABSTRACT GPA is one measure of academic achievement. Now many companies that set the standard for the job applicants with limitations certain GPA. Itenas needs to be an effort to improve GPA by considering the factors which affected it. There are many factors that affect academic achievement. Factors examined only the pre factors of lectures only. The determination of these factors using Structural Equation Modeling (SEM). The SEM method is carried out with the help of program LISREL 8.80. Based on the factors that influenced the resulting proposal for increase in GPA. Keywords: factors pre-lecture, GPA, Structural Equational Modeling
Usulan Peningkatan Kompetensi Pekerja Pada Bagian Water Based di PT. X Berdasarkan Gap Kompetensi Fatmayanti, Rizky Pasca; Rispianda, Rispianda; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organization Design Development (ODD) adalah salah satu divisi yang mengelola sumber daya manusia di PT. X. Menurut laporan dari tim Organization Design Development (ODD), standar level Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) yang diberikan kepada pekerja water based relatif rendah yang berakibat pada rendahnya kompetensi dan kinerja yang dihasilkan oleh setiap pekerja, maka pimpinan ODD ingin menaikan standar level KKJ. Penyesuaian job description dan job specification juga dilakukan karena diakibatkan adanya perubahan level KKJ sehingga perlu dievaluasi. Penentuan tingkat kepentingan perlu diberikan pada setiap kompetensi, untuk melihat seberapa pentingnya suatu kompetensi bagi pekerjaan serta sebagai cara untuk melakukan tingkat prioritas gap. Pengukuran kompetensi dilakukan dengan menghitung gap antara KKJ terhadap pengukuran Kompetensi Individu (KI), dikalikan dengan tingkat kepentingan. Setelah didapat nilai gap, kemudian nilai gap negatif terbesar sampai terkecil diprioritaskan. Hasil prioritas gap kompetensi dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan kompetensi pekerja dengan memberikan program pelatihan pekerja. Hasil penelitian menyatakan bahwa unit kerja packing dan proses memiliki tingkat gap negatif paling tinggi sehingga perlu diberikan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi. Kata kunci : pengukuran kompetensi, kesenjangan kompetensi, peningkatan kompetensi

Page 1 of 45 | Total Record : 442