cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA JIVA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Sistem Bending pada Proses Pengolahan Kursi Rotan Cirebon Kusnaedi, Iyus; Pramudita, Ajeng Sekar
REKA JIVA Vol 1, No 02 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.228 KB)

Abstract

ABSTRAK   Rotan merupakan bahan baku dalam pembuatan produk mebel yang masih digemari oleh masyarakat luas. Salah satunya berupa kursi yang digunakan sebagai fasilitas duduk. Hal tersebut didasari oleh keunggulan bahan baku rotan yang mudah dibentuk dan dilengkungkan. Penggunaan teknologi dalam pengolahan rotan merupakan salah satu kunci berkembangnya industri furnitur terutama di sebagian kawasan Cirebon. Teknologi yang digunakan pun menyesuaikan dengan sifat mekanis rotan. Salah satu penggunaan teknologi tersebut berupa teknik pelengkungan/bending rotan yang mampu menciptakan berbagai macam bentuk organis yang berkesan dinamis pada desain kursi rotan. Keunggulan bahan rotan pun menjadi alasan mengapa sampai saat ini kursi berbahan rotan tetap digandrungi oleh peminatnya. Kelebihan tersebut disebabkan oleh sifat rotan yang ringan, mampu menyerap pewarna dengan baik, serta elastis sehingga mudah dibentuk dan menghasilkan ragam desain yang sesuai dengan karakter tanaman tersebut. Kata kunci : Rotan, Elastis, Teknik bending, Cirebon, Kursi ABSTRACT Rattan is a raw material in the manufacture of products mebel that still favored by public attention. One of them used a chair as a seat facility. It’s based on the advantage of rattan materials are easily shaped and curved. The use of technology in the processing of rattan is one key to the develop of the furniture industry, especially in some areas at Cirebon. The technology used was to adjust the mechanical properties of rattan. The technology used was to adjust the mechanical properties of rattan. One use of such technology in the form of bending rattan technics to create various forms of organic dynamic impression on the design rattan chairs. Excellence rattan also be the reason why until now chairs made of rattan remains loved by devotees. Excess is due to the nature of the light rattan, can absorb dyes well, and elastic so easy to set up and produce a variety of designs to suit the character of the plant. Keywords: Rattan, Elastic, Bending, Cirebon, Chair
Desain Pencahayaan Buatan pada Interior Lobby Bank Danamon di Bandung Ramadiyani, Maya
REKA JIVA Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.907 KB)

Abstract

ABSTRAK Pencahayaan merupakan salah satu variabel lingkungan fisik penentu suasana ruang dan menciptakan karakter pada ruang.Pencahayaan yang tepat di dalam Lobby Bank sangat berpengaruh terhadap aktifitas yang berjalan di dalamnya dan menjadi penentu kenyamanan bagi manusia di dalamnya baik itu adalah nasabah maupun para staff bank tersebut.Sebuah ruang Lobby Bank membutuhkan suatu desain pencahayaan yang bukan hanya indah dipandang atau memperindah ruang namun juga harus bisa berfungsi untuk memfasilitasi beragam aktifitas,terutama aktifitas bertransaksi.Aktifitas tersebut memerlukan sistem pencahayaan yang harus memenuhi standar ketentuannya.Pada umumnya sebuah Bank memiliki standarisasi desain , salah satunya standar desain pencahayaan . Hal ini dapat ditemukan di Lobby Bank Danamon, di Jalan Ir.H.Juanda dan di Lobby Bank Danamon di Jalan Surapati yang telah menerapkan standarisasi tersebut. Kata kunci : Lobby, Bank Danamon, ,Pencahayaan , Kenyamanan ABSTRACT Lighting is the one of the environment variables determining the physical atmosphere of space and create characters on the space.The proper lighting in the Bank lobby is very influential on the activities running in it and be a determinant for human comfort in it whether it is a customer as well as the staff of the bank.A bank lobby spaces need a lighting design that is not only entertaining or embellish the space but also should be able to function to facilitate various activities , especially trade activities.These activities require a lighting system which must meet the standards of the time.In general , a bank has a standardized design , one of the standards lighting design.It can be found in the way of of Bank Danamon’s lobby , which is Bank Danamon lobby at Ir.H.Juanda and Bank Danamon lobby in Surapati have implemented these standards. Keyword : Lobby, Bank Danamon, Lighting , Comfort
Penerapan Pencahayaan Interior pada Restoran Brussels Springs di Bandung: Studi Kasus pada Brussels Spring Resto & Cafe Jalan Sumatra Bandung Nurintan, Mitha; Rostika, Enung
REKA JIVA Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.54 KB)

Abstract

ABSTRAKPencahayaan merupakan salah satu unsur terpenting dalam desain interior yang dapat menentukan citra sebuah fasilitas umum, misalnya sebuah restoran. Dengan pencahayaan yang baik, maka suasana yang nyaman dapat tercipta dan menjadi pertimbangan konsumen untuk menikmati makanan dan minuman di restoran tersebut. Pada tulisan ini peneliti membahas hasil kajiannya terhadap penerapan pencahayaan di Brussels Springs Cafe & Resto Jalan Sumatera No 30 Bandung dengan fokus pada pengkajian kesesuaian penerapan pencahayaan dengan fungsi dan estetika. Pencahayaan pada interior restoran Brussels Springs di Bandung sangat berpengaruh terhadap aktifitas didalamnya, mulai dari pengelola sampai pengunjung. Pencahayaan yang diterapkan di dalam interior restoran ini memberikan ciri khas tersendiri sesuai dengan tema dan gaya yang diterapkan sehingga menjadi satu kesatuan hasil karya interior yang baik. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Brussels Springs Resto & Café sudah memenuhi standar khusus sistem dan juga desain pencahayaan restoran yang baik dan benar, baik dari segi estetika, sistem dan fungsinya.Kata kunci: Restoran, Penerapan Pencahayaan, Fungsi, Estetika[NamaJurnal] ©[Jurusan] Itenas | No.x | Vol.xxISSN xxxx-xxxx[bulan tahun]Jurnal Online Institut Teknologi NasionalJurnal Rekajiva - 2ABSTRACTLighting is one of the most essential interior design elements determining the image of public spaces, especially that of a restaurant. A good lighting application will create comfort of a restaurant and will become customers consideration to enjoy having meals there. This article discusses a study towards the lighting application in Brussels Springs Cafe & Resto Jalan Sumatera No 30 Bandung concentrating on the appropriateness of lighting application to its functions and aesthethics. The lighting applied in Brussels Springs Cafe & Resto is very influential towards people activities ranging from management to visitors. The lighting application in Brussels Springs Cafe & Resto interior creates a uniqueness of this restaurant which is in harmony with the theme and style resulting in a unified good interior design. Generally it can be concluded that Brussels Springs Cafe & Resto has a good standard of a lighting application for a restaurant concerning with the aesthetics, functions, and system.Key words: Restaurant, Lighting Application, Aesthetics, Functions.
Kajian Bentuk Kursi pada Food Court di Kota Bandung R R Z, Bambang Arief; Hudiaman, M; Wicaksana, Akbar Pangestu; Listiyani, Ninies
REKA JIVA Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1065.878 KB)

Abstract

ABSTRAK Food Court merupakan salah satu fasilitas publik berupa tempat makan, yang memiliki berbagai variasi pilihan tempat makan dan furniture memiliki peranan penting di dalamnya. Sehingga furniture merupakan elemen interior yang memiliki peranan penting dalam kegiatan makan dan minum. Furniture adalah sebuah bentuk desain yeng memiliki prinsip dasar yang jelas, didasarkan pada konsep bentuk yang disesuaikan dengan fungsi dan aktivitas pemakai. Kursi merupakan hal terpenting ketika berada pada Food Court atau ketika berada di tempat makan.Karena kursi sangat menunjang kenyamanan ketika bersantap selain dari pengaruh meja dan lingkungan sekitarnya. Kursi juga yang menentukan orang akan berlama-lama duduk pada suatu area atau tidak karena apabila desain kursi sangat nyaman maka akan membuat pemakai merasa betah dan akibatnya akan berada disana dalam waktu yang relatif lama, begitu juga sebaliknya. Kata Kunci : Food Court, Desain, Furniture, Kursi.   ABSTRACT Foodcourt is one of public facilities which has several food merchants in one placeand furniture has the important keyrole in it. Therefore,  furniture is an essential interior elements which has significant role in food and beverage.Furniture is a form of designs which has a clearly basic principle, based on concept form adapted for a function and activity users. The seating part needs to support the human ergonomic principles and gives comfort to those whosit and dine out in this area.The Chair also determines the people who will linger at these seating area and this will affect the users to feel pleased and welcome and as a result they would sit there for a relatively long time. Keyword : Food Court, Design, Furniture, chair.
KAJIAN ESTETIKA KURSI BERBAHAN DASAR ROTAN SINTETIS PADA RUMAH TINGGAL Ayu, Meilinda Ayu
REKA JIVA Vol 1, No 02 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.575 KB)

Abstract

ABSTRACT Synthetic rattan  is a alternative materials that  use of a plastic base material as a replacement element. The origin of the presence of synthetic rattan is one of the government's efforts and craftsmen rattan cane to avoid shortages and to help preserve the environment. Texture, color, shape, type of cane synthetic rattan is a diverse and easily applied to other materials such as aluminum, iron and others. Rattan chair is not very popular presence, craftsmen rattan export more abroad, many of them think that the seats of rattan is still traditional, but the presence of synthetic rattan chairs made ​​from many forms that can be created in accordance with the development of a more modern era. Made from synthetic wicker chair has its own advantages and drawbacks same thing with the original rattan, depending on taste or desire in your selection. Keywords: Chair, Rattan, Rattan Synthetic, Residential   ABSTRAK Rotan sintetis merupakan alternatif pengganti rotan alam yang menggunakan bahan dasar plastik sebagai unsur penggantinya. Asal mula keberadaan rotan sintetis yaitu salah satu upaya pemerintah dan pengrajin rotan untuk menghindari kelangkaan rotan alam dan ikut melestarikan lingkungan. Tekstur, warna, bentuk, jenis anyaman pada rotan sintetis lebih beragam dan mudah diaplikasikan dengan material lain seperti alumunium, besi dan lain-lain. Kursi rotan sendiri memang kurang begitu populer keberadaannya, pengrajin rotan lebih banyak mengekspor keluar negeri, banyak yang beranggapan bahwa kursi berbahan dasar rotan masih bersifat tradisional, tetapi dengan adanya kursi rotan berbahan dasar sintetis banyak bentuk yang bisa diciptakan sesuai dengan perkembangan zaman yang lebih modern. Kursi berbahan dasar rotan sintetis memiliki kelebihan serta kekurangannya sendiri sama hal nya dengan rotan asli, tergantung selera atau keinginan dalam memilihnya.   Kata kunci : Kursi, Rotan Alami, Rotan sintetis, Rumah tinggal
Desain Kursi Berbahan Baku Rotan dari Masa ke Masa Fitriany, Detty; Jamaludin, -; Adani, Irsalina
REKA JIVA Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.3 KB)

Abstract

ABSTRAK   Furnitur merupakan salah satu komponen pembentuk ruang yang memiliki peran dan fungsi dan kebutuhan di dalam sebuah ruangan. Material furnitur dapat menggunakan macam-macam bahan baku yang ada, salah satunya yaitu rotan. Rotan merupakan bahan baku alami, memiliki karakteristik yang khas dan unik dari segi anyaman, kelenturan, dan konstruksi, dimana kesemuanya itu menjadi elemen estetis. Kursi rotan telah dikenal sejak zaman dahulu, dan saat ini banyak terdapat kursi rotan dengan berbagai macam desain. Saat ini furniture berbahan dasar rotan dapat beradaptasi dengan desain modern tetapi masih tetap memperlihatkan kesan alami sesuai karakteristik khasnya sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan tema dan gaya yang diinginkan.   Kata Kunci : Kursi, Rotan, Masa ke Masa ABSTRACT Furniture is one of space-formed element that has a role, functions and needs in a room. Manufacture of furniture could use a variety of existing raw materials, one of which is rattan. Rattan is a natural raw materials that has a distinctive and unique characteristics in terms of webbing, flexibility, and construction, all of which it becomes the aesthetic elements of rattan furniture. Rattan chairs have been known since ancient times and nowadays there are lots of rattan chairs with a variety of designs. Today rattan furniture can be adapted to a modern design, while still showing a natural feel as it unique characteristic, so the rattan chairs can be placed in accordance with the desired theme and style. Keyword : Chair, Rattan, Time to Time
Tinjauan Pencahayaan pada Restoran Sambara Bandung Alatas, Nabeela; Subkiman, Anwar
REKA JIVA Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.712 KB)

Abstract

ABSTRACTLighting is one of the interior elements serve for vision as well as aesthetic that can shape a suitable interior design concept desired direction. The lighting in a restaurant, especially the traditional ethnic nuances, express a highly influential role, supporting other interior elements are applied to create the feel of ethnicity. This study uses a literature study method of lighting theory, the planning of a restaurant, and the theory of perception. Field course in the form of interviews with the Sambara restaurant and observation artificial lighting used in the restaurant. The purpose of this study was to find correlations between lighting with interior atmosphere. Observations are conducted to find the data associated with the parameters of light properties that can be used by interior design. Lighting is not easy in the interior planning, not simply put a point of lighting regardless light effects are produced. Especially for a restaurant, a function of light will collide with warm atmosphere to be achieved. This study is expected to provide an overview of how lighting requires careful consideration.Keywords: lighting types, lighting functions, lighting works, interior atmosphere.ABSTRAKPencahayaan adalah salah satu elemen interior yang berfungsi untuk tujuan penglihatan (vision) maupun estetis yang dapat membentuk suasana interior sesuai arah konsep desain yang diinginkan. Pencahayaan pada sebuah restoran, terutama yang mengekspresikan nuansa etnik tradisional mempunyai peran yang sangat berpengaruh, mendukung elemen interior lainnya yang diterapkan untuk menciptakan nuansa etnik. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur teori pencahayaan, perencanaan sebuah restoran, dan teori persepsi. Studi lapangan berupa wawancara dengan pihak restoran Sambara serta observasi pencahayaan buatan yang digunakan dalam restoran tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mencari korelasi tata cahaya dengan suasana interior yang dihasilkannya. Observasi lapangan dilakukan untuk mencari data yang berkaitan dengan parameter properti cahaya yang dapat dimanfaatkan oleh desain interior. Tata cahaya adalah tahap yang tidak mudah dalam perencanaan interior, tidak sekedar menempatkan titik lampu tanpa memperhitungkan efek cahaya yang dihasilkan. Apalagi untuk sebuah restoran, fungsi cahaya akan berbenturan dengan suasana hangat yang ingin dicapai. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran bagaimana tata cahaya memerlukan pertimbangan yang cermat.Kata kunci: jenis pencahayaan, fungsi pencahayaan, efek cahaya, suasana interior.
Penerapan Material Eceng Gondok pada Furniture Rumah Tinggal Widia, Edwin; Mardika, -
REKA JIVA Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan desain furniture semakin tumbuh pesat dari waktu ke waktu. Hal tersebut dapat tercermin dari makin beranekaragamnya bentuk dan material yang digunakan sebagai bahan baku pembuatannya kini. Material bahan baku saat ini tidak hanya berkisar pada  kayu, rotan, bambu, besi, stainless steel, aluminium, atau fiber plastik saja, karena seiring dengan kecanggihan teknologi dan semakin banyaknya ide-ide kreatif yang berkembang di tengah masyarakat sekarang membuat banyak bermunculan juga material-material alternatif baru yang lebih fresh dan unik. Salah satu contoh material alternatif baru tersebut adalah eceng gondok. Tanaman yang tumbuhnya di wilayah perairan ini setelah melalui proses tertentu mempunyai potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan menjadi material bahan baku furniture karena mempunyai tekstur alami yang berciri khas, unik dan menarik tersendiri yang dapat disejajarkan dengan material alternatif lain. Penerapan dari hasil olah material berpotensi ini (eceng gondok) diharapkan dapat memberikan nilai estetis dan  nilai ekonomis yang tinggi dan tentunya membawa suasana kenyamanan pada ruangan, khususnya pada ruangan-ruangan yang berada didalam rumah tinggal.   Kata Kunci : Material, Eceng Gondok, Furniture, Rumah Tinggal ABSTRACT The development of furniture design is increasingly grown from time to time. This is can be reflected from the variety of form and the raw material which are used for their manufacturing now. The raw material is now currently not only revolves around the wood, rattan, bamboo, iron, stainless steel, aluminum or fiber plastic, because along with the sophistication of technologies and the growing of creative ideas that developed in the middle of the community now makes a lot of new alternative materials which more fresh and unique are springing out. One of that the new alternative material is water hyacinth. Plants that grow in these waters after going through a certain processes proved to has a good potential to be developed into furniture raw materials because they has an own distinctively, unique and interesting texture which also can compare with another alternative materials. The application from this new potential material (water hyacinth) is expected to give a high aesthetics and economic value, and certainly bring a comfort atmosphere in a room, especially for the rooms that are located inside the home living. Keyword : Material, Water Hyacinth, Furniture, Home Living
Tinjauan Arsitektur Interior Tradisional Desa Kanekes Jamaludin, Jamaludin; Permadi, M.Ginanjar Ilham; Kharisma, M.Canggih
REKA JIVA Vol 1, No 02 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1505.065 KB)

Abstract

ABSTRAK Arsitektur tradisional terlahir dari budaya dan di wariskan oleh generasi sebelumnya. Salah satu Arsitektur tradisional yang masih bertahan adalah arsitektur tradisional masyarakat adat kanekes atau dikenal dengan masyarakat baduy yang tinggal di wilayah Pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak, Kecamatan Lewi Damar, Banten – Indonesia. Arsitektur tradisional yang bercirikan kesederhanaan namun mengandung nilai filosofi yang tinggi. Serta tetap menjaga kesinambungan antara manusia dan alam. Arsitektur Masyarakat adat kanekes masih terikat dengan aturan adat, sehingga nilai tradisional makin bertambah kuat. Kata Kunci : Arsitektur tradisional, Masyarakat adat Kanekes   ABSTRACT Traditional architecture born of cultural and inherited by the previous generation. One of the traditional architecture that still survives is the tradisional architecture of Kanekes indigenous Or known as people of Baduy, live in mountainous region Kendeng, Lebak regency , sub distric Lewi Damar, Banten – Indonesia. Traditional architecture is characterized by its simplicity, but it contains a high value philosophy. And maintain continuity between humans and nature. Indigenous Architecture Kanekes still bound by customary rules, so that traditional values ​​growing stronger. Keywords: traditional architecture and traditional Indigenous Kanekes
Hubungan Warna Dengan Tingkat Stres Pengunjung Tamara, -; Khaerunnisa, -
REKA JIVA Vol 1, No 01 (2013)
Publisher : REKA JIVA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.154 KB)

Abstract

ABSTRAK Stres kerap tidak disadari oleh si penderita. Baik stres maupun depresi, terjadi karena masalah–masalah kehidupan yang ditimbulkan oleh pekerjaan, rumah tangga, hubungan sosial, dll. Karena masalah kompleksitas seperti ini diperlukan strategi lain untuk menarik minat penderita stres agar mau berobat di tempat yang membuatnya merasa nyaman dan aman. Salah satunya adalah melalui healing resort khusus yang bertujuan untuk mengobati stres melalui pendekatan holistik. Holistik, atau melihat persoalan dengan satu kesatuan yang utuh( fisik, mental, sosial, dan spiritual)  dalam sebuah healing resort adalah terapi yang membantu pengobatan secara alami yang menggabungkan unsur alam dengan berbagai teknik spa sebagai media perawatanya. Banyak program bagi penderita stres ringan dengan berbagai metoda seperti ini, yaitu penempatan dan penggunaan warna yang tepat bagi ruang terapi dengan atmosfer yang bertujuan untuk meringankan beban mental bagi para tamunya. Kata kunci: stres, holistik,warna, healing resort ABSTRACT Stress is often not recognized by its patient. Both stress and depression, occur because of problems caused by work life, domestic life, social relations, etc. With such complexity, many efforts aimed at relaxation and brings a variety of offers to help cure mild stress. One is through a special healing resort aiming to treat stress through a holistic approach. Holistic, or see the problem with a whole unified ( fisik, mental, social, and spiritual)  the resort is a healing therapy helping natural healing that combines natural elements with various spa techniques as their treatment. Many programs for people with mild stress by various methods such as; the placement and use of the right color for a room with a therapeutic atmosphere aiming to ease the mental burden for its guests. Keywords:stress, holistic, color, healing resor

Page 1 of 3 | Total Record : 25