cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
buletin-reaktor@batan.go.id
Editorial Address
Pusat Reaktor Serba Guna Badan Tenaga Nuklir Nasional Gedung No. 31 Kawasan PUSPIPTEK, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15310
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
ISSN : 02162695     EISSN : 26148943     DOI : 10.17146
Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir "REAKTOR" ditebitkan oleh Pusat Serba Guna (PRSG) BATAN, frekuensi terbit enam bulanan. Jurnal ini mempublikasikan naskah-naskah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis pengelolaan perangkat nuklir dan sebagainya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022" : 6 Documents clear
Analisis Koefisien Reaktivitas Teras RSG-GAS pada Kondisi Hot Full Power (HFP) Jonny Haratua Panggabean
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.1.6595

Abstract

Analisis koefisien reaktivitas teras RSG-GAS pada kondisi Hot Full Power  (HFP) telah dilakukan karena sangat berhubungan dengan keselamatan operasi. Perhitungan parameter ini belum pernah dilakukan, saat ini dilakukan dengan menggunakan dengan program komputer WIMSD-5B dan Batan-2DIFF. Program WIMSD-5B menggunakan data nuklir ENDFB-VIII.0 dengan muatan 250gram digunakan untuk menggenerasi tampang lintang makroskopik material teras dan program Batan-2DIFF digunakan untuk perhitungan teras. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran parameter neutronik koefisien reaktivitas pada teras RSG-GAS dengan kondisi hot full power. Hasil perhitungan koefisien reaktivitas temperatur moderator dan temperature bahan bakar pada kondisi HFP adalah negatif dan nilainya tidak sama untuk setiap temperatur. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa teras reaktor bersifat undermoderated dan sesuai dengan harapan.  Kata kunci : koefisien reaktivitas, teras RSG-GAS, WIMSD-5B,  Batan-2DIFF, hot full power
Kajian Risiko Operasional Pada Pengembangan Sistem Kegempaan Reaktor RSG-GAS Agung Satriyo, S.Si; Jaja Sukmana
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.1.6608

Abstract

ABSTRAKKAJIAN RISIKO OPERASIONAL PADA PENGEMBANGAN SISTEM KEGEMPAAN REAKTOR RSG-GAS. Sistem pamantauan kegempaan yang terdapat di panel tegak Ruang Kendali Utama reaktor Serba Guna-G.A. Siwabessy berfungsi memberikan peringatan adanya kejadian gempa kepada Supervisor reaktor. Pengambilan keputusan dengan kurangnya indikator yang kurang spesifik, akan mengakibatkan beberapa dampak negatif yang didasari human eror. Hal ini didasari akibat belum adanya perangkat instrumentasi yang dapat menampilkan nilai percepatan tanah secara realtime. Sistem instrumentasi kegempaan di reaktor RSG-GAS berupa indikator lampu yang membagi alarm gempa menjadi dua tingkat, yaitu alarm “seismic recording” (level 1) dan alarm “eathquake” (level 2). Keduanya tidak dapat menghentikan operasi reaktor secara otomatis, namun berfungsi memberikan peringatan kepada Supervisor untuk mengambil keputusan melanjutkan atau menghentikan operasi reaktor. Dengan demikian diperlukan kajian (termasuk kajian risiko) untuk pengembangan sistem instrumentasi kegempaan yang lebih bermanfaat secara teknis. Kajian risiko ini melakukan identifikasi potensi hambatan yang meliputi pengenalan kegiatan dan pengenalan potensi hambatan. Melakukan penilaian risiko sesuai dengan ruang lingkup, sifat, dan waktu untuk memastikan agar bersifat proaktif dan bukan reaktif; dan identifikasi prioritas, serta aplikasi pengendalian yang sesuai. Dari penilaian  risiko operasional yang dilakukan diperoleh peringkat penilaian risiko paling besar adalah 16 dan 15. Hal ini berarti peringkat penilaian risiko mempunyai predikat ‘D’ dengan risiko belum dapat diterima, sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian tambahan yang diprioritaskan. Kata kunci: Gempa bumi, alarm, SSE, risiko.
Simulasi Perilaku Fluks Neutron di Reaktor RSG-GAS dengan Metode RUNGE KUTTA Abdul Aziz Rohman Hakim
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.1.6524

Abstract

Pemodelan reaktor sebagai sebuah titik menghasilkan satu set pasangan persamaan diferensial biasa yang disebut sebagai persamaan kinetika reaktor titik (reactor point kinetic). Persamaan tersebut merupakan persamaan simultan orde satu yang menggambarkan perilaku reaktor gayut waktu. Persamaan  kinetika reaktor titik dapat diselesaikan secara numerik, salah satunya  dengan metode Runge Kutta Orde 4. Metode Runge Kutta Orde 4 dipilih karena memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat meskipun dengan  pemrograman yang relatif lebih sulit. Pemrograman dilakukan dalam bahasa FORTRAN, sedangkan hasil perhitungan divisualisasikan dengan Matlab. Penelitian ini bertujuan menyajikan penyelesaian persamaan kinetika reaktor titik secara numerik menggunakan metode Runge Kutta Orde 4 untuk menggambarkan hubungan reaktivitas dengan fluks neutron dalam teras reaktor. Langkah pertama, penentuan nilai densitas neutron awal (No), konsentrasi prekursor neutron awal (Co), reaktivitas awal (ρo), fraksi neutron kasip (βi), waktu generasi neutron kasip, dan konstanta peluruhan prekursor (λi). Langkah kedua, menyelesaikan persamaan diferensial densitas neutron dan konsentrasi prekursor dengan metode Runge Kutta Orde 4, Langkah ketiga, melakukan simulasi insersi reaktivitas step, sinusoidal dan reaktivitas fungsi densitas neutron. Langkah keempat, membuat visualisasi dengan Matlab. Data yang digunakan dalam perhitungan kinetika reaktor titik adalah data parameter kinetika teras TWC Silisida RSG-GAS Tabel V-17 LAK Rev. 11 tahun 2020. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelesaian persamaan kinetika reaktor titik dengan metode Runge Kutta Orde 4 menunjukkan perilaku fluks neutron di dalam teras akibat insersi reaktivitas yang sesuai dengan teori kinetika reaktor. Hasil kajian juga dapat menggambarkan hubungan antara reaktivitas dengan fluks neutron dalam teras pada insersi reaktivitas undak (step), sinusoidal, dan reaktivitas fungsi densitas neutron
halaman judul bprn bprn
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.1.6629

Abstract

Postur Kerja Pekerja Pengelolaan Limbah Radioaktif Padat di Instalasi Nuklir X : Potensi Risiko dan Rekomendasi Pengendalian Puspitasari Ramadania
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.1.6537

Abstract

Pengelolaan limbah radioaktif padat termasuk kegiatan yang melibatkan aktivitas manual yang memiliki risiko ergonomi dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kesalahan postur kerja pekerja radiasi saat pengelolaan limbah radioaktif padat di instalasi nuklir X dan merekomendasikan pengendalian untuk mengurangi risiko terjadinya MSDs. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur risiko ergonomi adalah Quick Exposure Check sedangkan keluhan MSDs menggunakan Nordic Body Map. Metode analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square dan rekomendasi postur kerja digambarkan dengan software CATIA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja mengalami keluhan MSDs sebesar 90% dengan keluhan tertinggi pada pinggang (28,57%), lengan kiri atas (17,86%), leher bawah, bahu kanan dan kiri, punggung, lutut kanan dan kiri (14,29%) dan tangan kanan (10,71%). Tingkat risiko ergonomi dengan kategori tinggi sebanyak 6 orang (60%) dan kategori sangat tinggi sebanyak 4 orang (40%). Potensi risiko ergonomi memiliki hubungan signifikan terhadap keluhan MSDs (P-value = 0,002) sedangkan jenis kelamin (P-value = 0,197), usia (P-value = 0,240), masa kerja (P-value = 0,240) dan indeks massa tubuh (P-value = 0,778) tidak memiliki hubungan signifikan dengan keluhan MSDs. Rekomendasi pengendalian dengan perbaikan postur kerja, perbaikan stasiun kerja dan penambahan alat bantu kerja.
Evaluasi Audit Internal Sesuai ISO/IEC 17025/2017 Dalam Memberi Nilai Tambah Organisasi Septi Rizkine Pramukti
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.1.6577

Abstract

Audit internal menjadi bagian tak terpisahkan dalam penerapan sistem manajemen pada suatu organisasi. Hasil dari audit internal digunakan sebagai saran perbaikan dan pengembangan sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi. Laboratorium Uji dan Kalibrasi PRTBBN telah terakreditasi ISO/IEC 17025/2017 oleh KAN sehingga melakukan audit setiap tahunnya mengacu pada ISO/IEC 17025/2017. Hasil audit internal selama 4 tahun yaitu tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021 terdapat temuan dengan porsi terbanyak dan berulang yaitu klausul 6.4 (Peralatan) sebanyak 18,67%, 7.5 (Rekaman Teknis) sebanyak 11,48% dan 8.4 (Pengendalian Rekaman) sebanyak 11,48%. Hasil ini menunjukan bahwa pada klausul-klausul tersebut masih perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan. Analisis pada setiap klausul dilakukan dengan diagram fishbone sehingga dapat diketahui akar masalahnya

Page 1 of 1 | Total Record : 6