cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
buletin-reaktor@batan.go.id
Editorial Address
Pusat Reaktor Serba Guna Badan Tenaga Nuklir Nasional Gedung No. 31 Kawasan PUSPIPTEK, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia 15310
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
ISSN : 02162695     EISSN : 26148943     DOI : 10.17146
Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir "REAKTOR" ditebitkan oleh Pusat Serba Guna (PRSG) BATAN, frekuensi terbit enam bulanan. Jurnal ini mempublikasikan naskah-naskah hasil kegiatan riset dan kegiatan teknis pengelolaan perangkat nuklir dan sebagainya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 2 (2022): OKTOBER 2022" : 5 Documents clear
Tinjauan Teknologi Sintilator Organik Plastik Untuk Detektor Nuklir Marliyadi Pancoko
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.2.6690

Abstract

TINJAUAN TEKNOLOGI SINTILATOR ORGANIK PLASTIK UNTUK DETEKTOR NUKLIR. Sintilator plastik banyak dikembangkan untuk penggunaan dibidang detektor nuklir, positron emission tomography di kedokteran bahkan untuk hadronic calorimeter dalam riset fisika energi tinggi. Berbeda dengan kristal anorganik seperti NaI(Tl) yang higroskopik dan relatif mahal, sintilator organik plastik meskipun menghasilkan light output di kisaran 10.000 foton/MeV, seperempat dari sintilator anorganik, tetapi menghasilkan waktu peluruhan 2- 4 ns yang sangat responsif sebagai detektor nuklir, disamping keuntungan sifat fleksibel, dapat difabrikasi untuk ukuran /volume besar serta relative ekonomis. Matrik dasar sintilator plastik umumnya menggunakan polystyrene, polyvinyltoluene, bahkan epoxy, yaitu semua polimer aromatik yang mengandung cincin benzene, yang di dalamnya dilarutkan bahan pendar atau dopan seperti PPO (2,5-diphenyloxazole), p-TP (para-terphenyl) serta wavelenght shifter (WLS) seperti POPOP (1,4-bis [2- (phenyloxazolyl)] - benzena) untuk mendapatkan spektrum cahaya tampak di 400 - 425 nm. Artikel tinjauan teknologi ini akan mengulas empat metode sintesis sintilator plastik dan karakterisasinya di bidang deteksi radiasi nuklir, yaitu metode polimerisasi adisi, polimerisasi termoset, metode injeksi dan metode 3D printing.
Penilaian Efektivitas Penerapan Sistem Manajemen Kompetensi Laboratorium Uji dan Kalibrasi Sesuai ISO/IEC 17025:2017 Masripah Triharto; Mustika Fadila; Septi Rizkine Pramukti; Zaidi Oktari
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.2.6549

Abstract

PENILAIAN EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KOMPETENSI LABORATORIUM UJI DAN KALIBRASI SESUAI ISO/IEC 17025:2017. Pemantauan efektivitas penerapan sistem manajemen Laboratorium Uji dan Kalibrasi PRTBBN sesuai persyaratan ISO/IEC 17025:2017 dilakukan dengan tujuan memastikan semua persyaratan yang dipersyaratkan telah diimplementasikan secara efektif dan untuk dapat mendeteksi masalah yang ada, sehingga PRTBBN dapat melihat peluang perbaikan dan peningkatan untuk memperkuat penerapan sistem manajemen. Penelitian ini menggunakan data ketidaksesuaian pada survailen KAN Tahun 2021. Fokus penelitian ini adalah pada ketidaksesuaian yang terkait dengan kualitas output yaitu ketidaksesuaian berpotensi pada penurunan keabsahan hasil uji / kalibrasi, yaitu pada klausul 7.7 yaitu terdapat ketidaksesuaian peralatan yang belum melakukan kegiatan uji banding / uji profisiensi sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan. PRTBBN telah melakukan implementasi pemastian keabsahan hasil uji,  diantaranya adalah penggunaan bahan referensi atau bahan standar, penggunaan peralatan yang telah terkalibrasi, penggunaan quality control, pengujian dengan metode uji yang telah divalidasi atau di verifikasi, dll. Dengan banyaknya upaya lain dalam pemastian hasil uii dan kalibrasi yang tidak menjadi ketidaksesuaian merupakan indikator masih efektifnya implementasi sistem manajemen laboratorium uji dan kalibrasi di PRTBBN, serta tidak adanya ketidaksesuaian kategori 1 mengindikasi tidak adanya kegagalan dalam mengimplementasikan satu atau lebih persyaratan akreditasi yang berakibat timbulnya keraguan terhadap kredibilitas hasil penilaian kesesuaian yang diterbitkan lembaga penilaian kesesuaian. Untuk mencegah tidak terulangnya ketidaksesuaian tersebut maka PRTBBN harus menyiapkan sumber daya baik personil maupun pendanaan dalam perencanaan kegiatan uji banding/uji profisiensi.
Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis Terhadap Hasil Pemantauan Kesehatan Pekerja Radiasi di Kawasan Nuklir Serpong Frida Yunisca; Enny Chalimah; Leonardo Oloan Agusta Sitanggang
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.2.6700

Abstract

Rekam  medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien, sebagaimana tercantum pada penjelasan pasal 46 ayat (1) Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya dalam penyelenggaraan rekam medis. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang Rekam Medis yang mewajibkan setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik. Peraturan ini perlu diimplementasikan untuk pengelolaan data hasil pemantauan kesehatan pekerja radiasi dalam berkas rekam medis. Untuk implementasi perlu disiapkan penyusunan perangkat lunak sistem elektronik yang akan digunakan serta sumber daya manusia pengelola, Hasilnya data kesehatan yang terbangun dapat terintegrasi dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan tetap memperhatikan keamanan, kerahasiaan data dan informasi, serta memenuhi ketentuan-ketentuan rekam jejak medis.
Analisis Perhitungan Pembangkitan Panas Target Lu2O3 di Teras Reaktor RSG-GAS menggunakan Program GENGTC Abdul Aziz Rohman Hakim
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.2.6661

Abstract

Lutesium-177 (l77Lu) merupakan salah satu radioisotop yang efektif untuk terapi kanker prostat. Radioisotop 177Lu diproduksi dengan cara mengiradiasi target Lu2O3 di teras reaktor RSG-GAS. Untuk keperluan pengendalian keselamatan iradiasi di teras reaktor RSG-GAS, pada iradiasi target Lu2O3 perlu dilakukan beberapa perhitungan, salah satunya adalah perhitungan perpindahan panas target ke pendingin primer kolam reaktor. Panas gamma yang terbangkitkan pada target dan kapsul perlu dibuang ke sistem pendingin reaktor agar tidak mengakibatkan kerusakan target. Profil suhu dari pusat target sampai dinding terluar dari kapsul selama iradiasi dihitung dengan menggunakan program GENGTC (Generalized Gap Temperature Calculator) yang dijalankan dengan program komputer BASIC. Dari hasil perhitungan dihasilkan suhu pada pusat target maupun suhu pada kapsul lebih kecil dari titik lelehnya sehingga integritas target dan kapsul masih terjaga
Penentuan Posisi Iradiasi Batu Topaz Dengan Kapsul dan Pengarah Boron Karbida (B4C) di Reaktor RSG-GAS Menggunakan Program BATAN 2-DIFF Fitri Susanti
Reaktor : Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir Vol 19, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) RSG-GAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/bprn.2022.19.2.6646

Abstract

PENENTUAN POSISI IRADIASI BATU TOPAZ DENGAN KAPSUL DAN PENGARAH BORON KARBIDA (B4C) DI REAKTOR RSG-GAS MENGGUNAKAN PROGRAM BATAN-2DIFF. Secara rutin iradiasi pewarnaan batu topaz di reaktor RSG-GAS dilakukan pada fasilitas irradiation position (IP). Adanya permintaan target iradiasi lain pada fasilitas yang sama, menyebabkan perlu adanya pengembangan fasilitas iradiasi baru yang dapat digunakan sebagai pengganti fasilitas iradiasi batu topaz. Hal ini dilakukan pada grid berilium yang digunakan sebagai reflektor dalam reaktor. Lamanya waktu paruh akibat interaksi material pengotor teraktivasi dengan neutron termal dalam iradiasi batu topaz merupakan hal lain yang juga perlu dipertimbangkan. Pengembangan teknik iradiasi batu topaz dengan kapsul dan pengarah B4C menjadi solusi karena sifat B4C sebagai penyerap neutron yang baik. Keuntungan dari pengembangan posisi iradiasi pada berilium yang jauh dari daerah bahan bakar menurunkan risiko gangguan distribusi fluk neutron di teras reaktor akibat penggunaan material B4C. Selain itu, penggunaan material B4C akan menurunkan interaksi neutron termal dan memperbesar interaksi neutron cepat dalam pewarnaan batu topaz. Penentuan posisi grid berilium yang baik digunakan dalam iradiasi batu topaz dengan kapsul dan pengarah B4C perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan operasi reaktor RSG-GAS. Penelitian dilakukan dengan perhitungan keselamatan neutronik menggunakan program komputer code BATAN-2DIFF (2 dimensi) dan WIMSD5 untuk generasi tampang lintang. Hasil perhitungan menunjukan iradiasi batu topaz dengan kapsul dan pengarah B4C tidak dapat dilakukan pada grid berilium yang berdekatan langsung dengan bahan bakar karena akan menghasilkan gangguan reaktivitas yang besar terhadap teras reaktor. Perubahan reaktivitas terkecil antara kapsul tanpa sekat dan dengan sekat dihasilkan oleh grid berilium H-1 untuk 1 posisi sebesar 0,0485% ∆k/k dan 0,0431% ∆k/k. Pada variasi 2 posisi iradiasi, dihasilkan oleh kombinasi grid A-2 dan J-2 dengan nilai 0,2993% ∆k/k dan 0,2774% ∆k/k. Sedangkan pada variasi 3 posisi, dihasilkan oleh kombinasi grid A-2, J-2 dan H-2 dengan nilai 0,4138% ∆k/k baik pada kapsul tanpa sekat maupun dengan sekat. Selisih nilai perubahan reaktivitas terkecil antara kapsul tanpa sekat dan dengan sekat pada variasi grid 1 dan 2 posisi masing-masing sebesar 0,0054% dan 0,0219% ∆k/k. Sedangkan pada variasi grid 3 posisi menunjukan nilai yang sama. Keseluruhan nilai perubahan reaktivitas masih dibawah nilai batas yang ditentukan untuk pengoperasian reaktor RSG-GAS sebesar 0,5% ∆k/k.  Kata kunci : batu topaz, boron karbida, berilium, BATAN-2DIFF, reaktor RSG-GAS

Page 1 of 1 | Total Record : 5