cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka (Journal of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals) bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang radioisotop, radiofarmaka dan bidang terkait, yang diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah hasil penelitian atau tinjauan dan gagasan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010" : 7 Documents clear
PERHITUNGAN PEMBUATAN IRIDIUM-192 UNTUK RADIOGRAFI MENGGUNAKAN REAKTOR G.A. SIWABESSY Awaludin, Rohadi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2716.583 KB)

Abstract

ABSTRAKPERHITUNGAN PEMBUATAN IRIDIUM-I92 UNTUK RADIOGRAFI MENGGUNAKANREAKTOR G.A.SIWABESSY. Iridium-In merupakan salah satu radioisotop yang digunakan untukradiografi gamma. Telah dilakukan perhitungan pembuatan radioisotop iridium-In menggunakan fasilitasiradiasi neutron yang ada di reaktor nuklir G.A. Siwabessy BA TAN. Sasaran berupa disk logam iridiumdengan diameter 2,7 mm dan tebal 0,15 mm. Fluks neutron digunakan nilai fluks neutron di centralirradiation position sebesar 1,3 x 10'4 n.s".cm·2• Hasil perhitungan menunjukkan bahwa iradiasi neutronterhadap iridium selama 12 hari diperoleh iridium-192 sebesar 96,8 GBq pada saat akhir iradiasi. Jikairadiasi dilanjutkan setelah jeda operasi selama 16 hari maka diperoleh sebesar 171,2 GBq. Jika iradiasidilakukan secara terus menerus tanpa jeda operasi selama 40 hari, maka diperoleh sebesar 284,5 GBq.Pengotor radionuklida yang dihasilkan hanya iridium-194 dengan waktu paruh 19,15 jam, sehingga meluruhdengan cepat. Untuk radiografi diperlukan sumber radiasi radioaktivitas sebesar 3700 GBq untuk tiapsumber radiasi. Jika iradiasi dilakukan dengan jeda, disk sebanyak 24 buah diperlukan untuk tiap sumberradiasi. Jika reaktor dapat beroperasi kontinyu selama 40 hari, disk diperlukan sebanyak 14 buah untuk tiapsumber radiasi.Kata kunci: iridium-In, radiografi, iradiasi neutron.ABSTRACTCALCULATION OF IRIDIUM-192 PRODUCTION FOR RADIOGRAPHY USING G.A.SIW ABESSY REACTOR.Iridium-In is one of the radioisotopes used in gamma radiography. Calculationfor producing iridium-In using G.A. Siwabessy nuclear reactor has been carried out. The targets were discswith 2.7 mm in diameter and 0.15 mm in thickness. The neutron flux was the value at the central irradiationposition as high as 1.3 x 1014 n.s".cm-2. Calculation results showed that iridium metal irradiation for 12 daysresulted in iridium-l92 with radioactivity of 96.8 GBq per disc at the end of irradiation. If the irradiation wascontinued to the next irradiation period after 16 days of shut down, the irradiation resulted in 171.2 GBq ofiridium-In. If the target was irradiated continuously for 40 days, the irradiation resulted in 284.5 GBq ofiridium-192. The resulted radionuclide impurity was iridium-194 which decayed rapidly with half life of19.15 hours. The initial radioactivity required for effective radiation source for gamma radiography was3700 GBq in a radiation source. If the target was irradiated with shut down, the discs required in a radiationsources were 24 discs. If the target was irradiated continuously, the required discs were 14 discs in aradiation source.Keywords: iridium-192, radiography, neutron irradiation.
PREPARASI 99mTc_MAb ANTI CEA DAN UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT Widyastuti,, Widyastuti,; Rustendi, Cecep Taufik; Rosseliana, Anna; Karyadi, Karyadi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2803.309 KB)

Abstract

ABSTRAKPREPARASI 99mTc_MAb ANTI CEA DAN UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCITRadiofarmaka 99mTc_MAb antiCEA sudah digunakan secara luas di pasaran dengan nama dagang Zevalin yang digunakan untuk mendeteksi kanker kolorektal. Sampai saat ini MAb yang digunakan berasal dari tikus, meskipun sebenarnya yang lebih disukai adalah yang berasal dari manusia. Antibodi ini berikatan secara spesifik dengan antigen karsinoembrionik (CEA) yang terekspresi melimpah pada permukaan sel kanker kolorektal. MAb AntiCEA direduksi terlebih dahulu dengan 2-merkaptoetanol (1 :2000) sebelum ditandai dengan teknesium-99m, dan MOP digunakan sebagai transkelator pad a penandaan dengan 99mTc.Efisiensi penandaan ditcntukan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan ITLC-SG yang dijenuhkan dengan albumin serum manusia sebagai fasa diamnya dan campuran amonia-etanol-air (I :2:5) sebagai fasageraknya untuk menentukan pengotor polar, sedangkan untuk menentukan pengotor koloid digunakan ITLCSG sebagai fasa diam dan larutan NaCI 0,9% sebagai fasa geraknya. Studi kestabilan dilakukan terhadap antiCEA bertanda yang disimpan pada suhu kamar selama beberapa jam dan terhadap antiCEA tereduksi yang belum ditandai setclah disimpan pada suhu -40°C selama beberapa minggu. Biodistribusi 99mTc_MAbantiCEA pada mencit normal diamati pada I jam dan 4 jam paska injeksi. Penandaan dengan 99mTcmenunjukkan efisiensi penandaan 98,53% ± 0.21 % dan menurun hingga dibawah 90% setelah 9 minggu.MAb anti CEA bertanda yang disimpan pada suhu kamar stabil hingga 5 jam paska injeksi, sedangkan yangbelum ditandai stabil hingga 9 minggu. Biodistribusi 99mTc_MAb anti CEA pada mencit normal I jam dan 4jam paska injeksi menunjukkan penangkapan yang tinggi pada berbagai organ. Katakunci: teknesium-99m, monoklonal antibodi anti CEA, penandaan, biodistribusi, kanker kolorektal. ABSTRACT PREPARATION OF 99mTc_ANTI CEA MAb AND BIODISTRIBUTION TEST IN MICE. 99mTc-antiCEA MAb radiopharmaceutical has been commercially used under the brand name of Zevalinwhich is used to detect colorectal cancer. Although human MAb is preferred but commercial product is stillusing murine originated MAb. This antibody binds specifically to carcinoembrionic antigen (CEA) which isoverexpressed in colorectal cancer cells. AntiCEA Mab was reduced with diluted 2-mercaptoethanol(I :2000) prior to labelling with 99mTc, and MOP was used as transchelating agent. Labeling efficiency wasanalysed with chromatography using HSA impregnated ITLC-SG as stationary phase and mixture ofammona-ethanol-water (1 :2:5) as eluants to determine polar 99mTc impurities, and ITLC-SG eluted with salinto determine 99mTc-colloid. Stability study was carried out on radio labeled antiCEA Mab stored at roomtemperature within several hours and on reduced antiCEA Mab stored at -40°C for several weeks.Biodistribution of 99mTc-antiCEA Mab in normal mice was observed I hour and 4 hours post injection.Labeling efficiency of antiCEA Mab was 98,53% ± 0.21 % and decreasing to less than 90% after 9 weeks.Radiolabeled anti CEA Mab kept at room temperature was stable within 5 hours post injection, and thefrozen kits were stable up to 9 weeks. Biodistribution of 99mTc-antiCEA Mab in normal mice at I hour and 4hours post injection showed high uptake in various organs.Keywords: technetium-99m, anti CEA Mab, labelling, biodistribution, colorectal cancer.    
PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI Rustendi, Cecep T. Rustendi Taufik; Ramli, Martalena Ramli; Subur, Muhammad
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2509.174 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI. Radiosinovektomi adalah suatu alternatif terapi selain pembedahan dimana radiofarmaka pemancar beta disuntikkan ke dalam lapisan dalam bungkus sendi untuk mengobati reumatoid artritis. Salah satu sediaan radiofarmaka yang dapat digunakan dalam radiosinovektomi adalah 186Re_Sn koloid. Pembuatan 186Re_Sn koloid dilakukan dengan mencari kondisi reaksi terbaik untuk memperoleh efisiensi peJabelan yang tinggi (>95%), ukuran partikel yang sesuai dan kestabilan yang baik saat disimpan pad a suhu kamaI'. Pembuatan 186Re_Sn koloid telah berhasil dilakukan dengan menggunakan rasio mol SnCh.2H20 terhadap Re senilai 1000: I (~ 50 mg SnCh.2H20) dan waktu pemanasan 90 menit dengan presentase efisiensi penandaan > 95%. 186Re_Sn koloid cukup stabil saat disimpan selama 24 jam pada suhu kamar dan mempunyai ukuran partikel yang sesuai untuk digunakan sebagai radiofarmaka untuk terapi radiosinovektomi. Kata kunci: 186Re_Sn koloid, radiosinovektomi, reumatoid arthritis ABSTRACT PREPARATION OF RHENIUM-186 TIN COLLOID AS RADIOSYNOVECTOMY AGENT. Radiosynovectomy is an alternative therapy besides surgery whereby a beta-emitting radiopharmaceutical is delivered into the affected synovial compartment in order to threat rheumatoid arthritis. One of radiopharmaceuticals that could be applied as radiosynovectomy agent is 186Re_Sn colloid. Preparation of 186Re_Sn colIoid has been carried out by searching the best condition of the reaction to obtain a high labeling efficiency (>95%), appropriate particle size and stable at room temperature. Preparation of 186Re_Sn colloid has been done successfulIy using a mol ratio ofSn to Re with value 1000:1 (~50 mg SnCh.2H20) by heating for 90 minutes and resulting >95% labeling efficiency. Stability of 186Re_Sn colloid was found to be good enough when it was stored at room temperature for 24 hours. The 186Re_Sn colIoid was also found to have an appropriate particle size for radiopharmaceutical agent for radiosynovectomy. Keywords: 186Re_Sn colIoid, radiosynovectomy, rheumatoid arthritis    
PENANDAAN DAN BIODISTRIBUSI RADIOFARMAKA TERAPI KANKER OTAK 1251-NIMOTUZUMAB TERHADAP MENCIT NORMAL Ismuha, Ratu Ralna; Ramli, Martalena; Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Subarnas, Anas
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENANDAAN DAN BIODISTRIBUSI RADIOFARMAKA TERAPI KANKER OTAK 125I-NIMOTUZUMAB TERHADAP MENCIT NORMAL. NIMOTUZUMAB adalah anti bodi monoclonal yang diketahui berperan banyak dalam antiproliferasi, proapoptisis dan efek antiangionik pada terapi kanker  otak  (glioma). Penandaan antibody monoklonal nimotuzumab dengan radiosiotop 1251yang memancarkan e1ektron auger telah dilakukan dengan menggunakan metode  iodogen. Hasil penelitiaan kemurnian radiokimia terbaik (97%)  menunjukan  mol  ratio protein (nimotuzumab) dengan kalium iodida  dan  lodogen adalah 1: 2: 1200  pada fraksi ke 6.  Kemurnian radiokimia diuji dengan  kromatografi kertas dengan fase diam  dan  fase gerak  masing –masing  adalah  kertas whatman  no. 1 dan  etanol-butanol-amonium  hidroksida dengan  perbandingan  3 : 2 : 1 Nilai Rf untuk  1251_nimotuzumab adalah 0,0 dan  125I adalah 0,9.  Hasil uji biodistribusi terhadap mencit normal selama 72 jam  menunjukan 125 I-nimotuzumab memiliki  waktu  paruh  yang  panjang  dan  terakumulasi  tinggi dalam organ  hati (1,97 ± 1,18%), organ ginjal (0,82± 0,28%)  dan  otot (0,61±,98%).  Sedangkan  akumulasi tertinggi  pada organ otak mencit normal (0,13 ±0,06%) baru terjadi setelah 24jam penyuntikan. Berdasarkan efek terapi dan akumulasi terhadap organ pada mencit normal, 1251_9imotuzumab berpotensi digunakan untuk terapi kanker otak. Kata kunci: Biodistribusi, Glioma, 1251,lodogen, Nimotuzumab ABSTRACT LABELING AND BIODISTRIBUSTION OF THERAPEUTIC RADIOPHARMACEUTICAL FOR BRAIN CANCER 125I – NIMOTUZUMAB IN NORMAL MICE. Nimotuzumab is a monoclonal antibody which known giving contribution in antiproliferation, proapoptosis and antiangionik effect on the therapy of brain cancer (glioma). The labeling of monoclonal antibody nimotozumab with 1251which radiate Juger electrons has been done with idogen method. The best result of radiochemical purity (97%) was shown ihI fraction 6 with the mol ratio of nimotuzumab towards potassium iodide and iodogen was 1 : 2 : 1200. Radiochemical purity was examined by paper chromatography with whatman paper no. 1 as the stationary dhase and ethanol-butanol-ammonium hydroxide with a ratio of 3 : 2 : 1 as the mobile phase. Rf Values for 1251-nimotuzumab is 0.0, while Rf value of 1251is 0.9. The biodistribution result on normal mice for 72 hours showed that 1251-nimotuzumab not only has a long half-life time but also has high accumulation in liver (1.97 e. 1.18(%0.)kidey (0.82±0.28%) and  muscle ( 0.61 ± 0.98 % ). The higest accumulation in liver (1.97 mice ( 0.128±0.06% ) occurred 24 hours after injection . Based on trhwe therapeutic effect and organ accumulation on normal mice,  1251-nimotuzumab could be potentially used for brain cancer therapy. Keywords: Biodistribution, Glioma, 1251,lodogen, Nimotuzumab      
PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI Rustendi, Cecep T. Rustendi Taufik; Ramli, Martalena Ramli; Subur, Muhammad
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2509.174 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMBUATAN 186Re_Sn KOLOID UNTUK TERAPI RADIOSINOVEKTOMI. Radiosinovektomi adalah suatu alternatif terapi selain pembedahan dimana radiofarmaka pemancar beta disuntikkan ke dalam lapisan dalam bungkus sendi untuk mengobati reumatoid artritis. Salah satu sediaan radiofarmaka yang dapat digunakan dalam radiosinovektomi adalah 186Re_Sn koloid. Pembuatan 186Re_Sn koloid dilakukan dengan mencari kondisi reaksi terbaik untuk memperoleh efisiensi peJabelan yang tinggi (>95%), ukuran partikel yang sesuai dan kestabilan yang baik saat disimpan pad a suhu kamaI'. Pembuatan 186Re_Sn koloid telah berhasil dilakukan dengan menggunakan rasio mol SnCh.2H20 terhadap Re senilai 1000: I (~ 50 mg SnCh.2H20) dan waktu pemanasan 90 menit dengan presentase efisiensi penandaan > 95%. 186Re_Sn koloid cukup stabil saat disimpan selama 24 jam pada suhu kamar dan mempunyai ukuran partikel yang sesuai untuk digunakan sebagai radiofarmaka untuk terapi radiosinovektomi. Kata kunci: 186Re_Sn koloid, radiosinovektomi, reumatoid arthritis ABSTRACT PREPARATION OF RHENIUM-186 TIN COLLOID AS RADIOSYNOVECTOMY AGENT. Radiosynovectomy is an alternative therapy besides surgery whereby a beta-emitting radiopharmaceutical is delivered into the affected synovial compartment in order to threat rheumatoid arthritis. One of radiopharmaceuticals that could be applied as radiosynovectomy agent is 186Re_Sn colloid. Preparation of 186Re_Sn colIoid has been carried out by searching the best condition of the reaction to obtain a high labeling efficiency (>95%), appropriate particle size and stable at room temperature. Preparation of 186Re_Sn colloid has been done successfulIy using a mol ratio ofSn to Re with value 1000:1 (~50 mg SnCh.2H20) by heating for 90 minutes and resulting >95% labeling efficiency. Stability of 186Re_Sn colloid was found to be good enough when it was stored at room temperature for 24 hours. The 186Re_Sn colIoid was also found to have an appropriate particle size for radiopharmaceutical agent for radiosynovectomy. Keywords: 186Re_Sn colIoid, radiosynovectomy, rheumatoid arthritis    
PEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESA OTOMATIK Purwoko, Purwoko; Chairuman, Chairuman; Gunawan, Adang Hardi; Tahyan, Yayan; Lestari, Eny; Lestiyowati, Sri Aguswarini; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESAOTOMATIK.Radiofarmaka 2-(18F)Fluoro-2-deoksi-O-glukosa at au ISF(FOG) adalah radiofarmaka PET(Positron Emission Tomography) yang sangat penting untuk pencitraan lesi tumor. Oengan teknik PETmetabolisme glukosa dalam jaringan tumor di dalam tubuh dapat dibedakan dan diukur secara kuantitatifsehingga digunakan untuk diagnosa tingkat keganasan serta pemantauan pengobatan penyakit tumor ataukanker dalam bidang onkologi kedokteran. Telah dilakukan uji coba produksi 2-(lSF)Floro-2-deoksi-OglukosaISF_ FOG menggunakan perangkat modul sintesa otomatik TRACERlab MX. Perangkat modul inimemberikan kemudahan dalam sintesa rutin radiofarmaka lsF_FOG yang didasarkan pad a reaksi tlorinasinukleofilik terhadap prekursor manosa tritlat dengan katalisator kriptofik. Perolehan yield radiokimia lSF(FOG) mencapai 53,895% (tanpa koreksi waktu peluruhan) dalam waktu 40 men it, produk berupa larutanjernih tak berwarna pH : 6, steril dan bebas pirogen, kadar pengotor kriptofix sangat rendah dan kemurnianradiokimia 99,595 %.Kata kunci: PET, radiofarmaka,PRODUCTION OF PET RADIOPHARMACEUTICAL 18F_FDG USING SYNTHESIZERAUTOMATIC MODUL.Radiopharmaceutical 2-esF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glukose or IsF(FOG) is animportant PET (Positron Emission Tomography) radiopharmaceutical for tumour imaging. In the PETtechnique glucose metabolism in tumour tissues can be determined quantitatively and used for diagnosisstaging and monitoring of treatment tumour or cancer disease in medical oncology. The production of 2eSF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glucose ISF -FOG using compact automated system module TRACERlab MXhas been carried out. The modular setup of the apparatus permits reliable for routine synthesis ofradiopharmaceuticals lSF -FOG based on kriptofix mediated nucleophilic tluorination to mannose tritlateprecursor. Radiochemical yield of IsF-FOG was 53.895 % (decay time uncorrected) in 40 minutes. Theproduct showed that the colorless and clear solution at pH:6, sterile and pirogen free, kriptofix impuritieswas low and radiochemical purity was 99.595%.Keywords: PET, radiopharmaceutical, FOG
PENGGUNAAN SILIKA SEBAGAI MEDIA MIGRASI PEMISAHAN ITRIUM-90 DARI STRONSIUM-90 DENGAN METODE ELEKTROFORESIS Sulaiman, Sulaiman; Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3644.233 KB)

Abstract

ABSTRAKPENGGUNAAN SILIKA SEBAGAI MEDIA MIGRASI PEMISAHAN ITRIUM-90 DARISTRONSIUM-90 DENGAN METODE ELEKTROFORESIS.Itrium-90 merupakan radioisotop yangbanyak digunakan dalam kedokteran nuklir untuk keperluan terapi kanker. Untuk memperoleh 90y yangmemenuhi persyaratan terapi kanker diperlukan metode pemisahan 90y yang praktis dari campuran 90Sr/Oy.Diperlukan media migrasi yang sesuai untuk memisahkan 90y dari 90Sr dengan metode elektroforesis. Telahdilakukan penelitian penggunaan silika sebagai media migrasi pada pemisahan senyawa kompleks 90y dan90Sr menggunakan metode elektroforesis. Elektroforesis dilakukan dengan variasi 2 jenis media migrasi yaitukertas dan silika serta variasi waktu elektroforesis (2,5; 3; 4; 4,5; dan 5 jam), menggunakan penyanggatartrat 0, I M; pH 5. Dihipotesakan bahwa silika sebagai bahan anorganik dapat digunakan untuk mediamigrasi elektroforesis. Penelitian ini menggunakan 85Sr sebagai simulasi 90Sr. Percobaan menunjukkanbahwa senyawa kompleks y+3 dalam larutan penyangga tartrat migrasi ke anoda, sebaliknya Sr+2 tidakmembentuk senyawa kompleks dengan larutan penyangga dan bermigrasi ke katoda dengan kedua mediamigrasi yang digunakan. Silika dapat digunakan sebagai media migrasi untuk pemisahan 90y dari 90Sr, waktumigrasi untuk silika lebih lama dibanding dengan kertas pada parameter operasional elektroforesis yangsama. Dengan demikian data yang diperoleh dapat menjadi acuan awal yang mendukung terbentuknyagenerator 90Sr ;90Y.Kata kunci : elektroforesis, 90y, 90Sr, 85Sr, Silika.ABSTRACTUSAGE OF SILICA AS MIGRATION MEDIA FOR SEPARATION OF YTTRIUM-90FROM STRONTIUM-90 USING ELECTROPHORESIS METHOD.Yttrium-90 is one of mostly usedradioisotope for cancer therapy in nuclear medicine. For obtaining 90y which fulfill the requirements forcancer th erapy requir.e. s a simp Ie met I10d for separatIO. n 0f 90y firom 90SrpOY' mixture. A n approprIa.temigration media to separate 90y from 90Sr was required. The usage of silica as migration media on separationof 90y and 90Sr complex compound has been carried using electrophoresis method. This procedure wascarried out by varying two kinds of migration media: i.e. paper and silica; as well as varying electrophoresistime (2.5; 3; 4; 4.5; and 5 hr) using tartrat buffer 0.1 M; pH 5. It was hypothesized that the silica can be usedas anorganic material for migration on electrophoresis. The research used 85Sr as simulation of 90Sr. Theresults showed that y+3 complex in tartrat buffer migrated to anode, on the other hand, Sr+2 did not form acomplex compound with those buffer solution. The silica can be used as migration media to separate 90yfrom 90Sr. Migration time for silica was longer than paper using similar parameter of electrophoresis.Therefore, the data obtained from this study can be used as a reference to support formation of 90Sr;9°ygenerator.Keywords: Electrophoresis, 90y, 90Sr, 85Sr, Silica.

Page 1 of 1 | Total Record : 7