cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka (Journal of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals) bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang radioisotop, radiofarmaka dan bidang terkait, yang diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah hasil penelitian atau tinjauan dan gagasan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014" : 5 Documents clear
THE STOPPING POWER AND RANGE OF ENERGETIC PROTON BEAMS IN NICKEL TARGET RELEVANT FOR COPPER-64 PRODUCTION Kambali, Imam; Suryanto, Hari; Setiawan, Herlan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.944 KB)

Abstract

Distribusienergi yang hilang dari sejumlah berkas proton berenergi tinggi telah disimulasikan menggunakan program Stopping and Range of Ion in Matter (SRIM 2013). Hasil data perhitungan jangkauan proton tersebut selanjutnya akan digunakan untuk menentukan ketebalan optimum target Ni untuk produksi radioisotop 64Cu di masa yang akan datang. Secara umum, daya henti dan jangkauan proton sangat tergantung pada energy dan sudut datang berkas proton. Untuk sudut datang 0o (tegak lurus terhadap permukaan target), ketebalan optimum target nikel direkomendasikan sebesar 260 – 350 μm jika target tersebut diiradiasi dengan berkas proton berenergi antara 10 – 12 MeV. Selain itu, ketebalan tersebut hendaknya dikurangi jika berkas proton ditembakkan dengan sudut yang lebih besar dari 0o untuk optimasi hasil radioaktivitas 64Cu. Studi kasus terhadap produksi 64Cu dengan proton berenergi 15,5 MeV menunjukkan bahwa hasil radioaktivitas yang lebih rendah dari perhitungan teori kemungkinan besar disebabkan oleh target Ni yang terlalu tipis.
VALIDASI METODE PENENTUAN KADAR GADOLINIUM (III) DAN LIGAN DIETHYL TETRAAMINE PENTAACETIC ACID (DTPA) DALAM CONTRAST AGENT Gd-DTPA Ritawidya, Rien; Ramli, Martalena; Rustendi, Cecep Taufik
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.765 KB)

Abstract

Gd-DTPA merupakan salah satu contrast agent yang penting dalam Magnetic Resonance Imaging (MRI). Kadar ion Gd (III) dan ligan DTPA bebas dalam contrast agent yang terlalu besar akan bersifat toksik pada tubuh manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk penentuaan kadar ion Gd (III) dan ligan DTPA bebas sehingga contras agent dapat digunakan untuk tujuan klinis. Metode analisis yang dipilih pada penelitian ini adalah titrasi kompleksometri yang harus divalidasi sehingga diperoleh data-data perolehan kembali (recovery), koefisien variansi (CV) dan linearitas. Serangkaian percobaan yang telah dilakukan pada penentuan Gd (III) dengan DTPA menunjukkan hasil parameter akurasi % recovery antara 30,33 %-183,59 %, presisi dari % CV antara 2,34 %-35,25 %, dan linieritas dengan nilai R=0.9760. Sementara pada penentuan DTPA dengan Gd (III) menunjukkan hasil % recovery antara 105,15 %-139,12 %, nilai % CV antara 6,78 %-10,96 %, dan nilai R=0.9994. Hasil validasi menunjukkan bahwa metode penentuan ini tidak dapat digunakan sebagai salah satu metode alternatif penentuan ion Gd(III) bebas dan ligan DTPA bebas dalam contrast agent. Gd-DTPA is one of the contrast agent which is important in Magnetic Resonance Imaging (MRI) application. The presence of free Gd (III) ion and free DTP A ligand isextremely toxic in human body. Therefore, it needs a method in order to detennine free ion Gd (III) and freeDTP A ligand concentration which then MRI would be applicable for clinical purpose. The analyticalmethod  that selected for the research was complexometric titration. The research was carried out in order tomake validation methodJof free ion Gd (III) and free DTPA ligand detennination, then validation criteriasuch  as % recovery, % coefisien of variance and linierity could be obtained. Some experiments that had been done on detennination of free Gd (III) with DTPA resulted in % recovery between 30,33% - 183,59%, theprecision from %CY between 2,34% - 35,25% and linearity showed with value ofR = 0,9525. Meanwhile on detennination ofDTPA with Gd (III) resulted in % recovery between 105.15% - 139,12%, %CY between 6,78% - 10,96% and R = 0,9525. Yalidation result indicates that detennination method can not be used as a method to detennine free ion Gd(III) and free DTPA ligand in contrast agent. Keywords: Gd-DTPA, contrast agent, ion Gd (III), complexometric, validation 
Immunoradiometricassay (IRMA) CA 15.3 untuk Deteksi Kanker Payudara Widayati, Puji; Lestari, Wening; Susilo, Veronika Yulianti
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.467 KB)

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan karena angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Tingginya angka mortalitas dikarenakan terapi yang ada sekarang ini belum memberikan hasil yang memuaskan. Tingginya tingkat stadium pasien kanker payudara di Indonesia disebabkan tingkat kesadaran masyarakat yang rendah, pada hal kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang dapat dideteksi dini, salah satu caranya dengan menggunakan kit IRMA CA 15.3. Carbohydrate Antigen 15.3 (CA 15.3) adalah sejenis gabungan glikoprotein heterogene yang dapat bereaksi dengan monoklonal antibodi anti CA 15.3. Senyawa CA 15.3 digunakan sebagai tumor marker dan penentuan kadarnya dapat dilakukan dengan teknik Immunoradiometricassay (IRMA). Pusat Radiosotop dan Radiofarmaka (PRR)-BATAN telah mengembangkan kit IRMA CA 15.3 dan sebelum digunakan secara klinis kit tersebut harus divalidasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi kit IRMA CA-125 produksi PRR yang meliputi penentuan batas deteksi, kepekaan (sensitivitas), ketelitian (presisi) dan parameter assay (Non Spesific Binding, NSB dan Maximum Binding, MB) sehingga dapat digunakan untuk menentukan kadar CA 15.3 pada pasien kanker payudara di rumah sakit. Telah dilakukan validasi kit IRMA CA 15.3 yang menghasilkan batas deteksi 0,84 mIU/mL dengan ketelitian intra assay memberikan koefisien variasi (%CV) untuk QCL (8,94%) dan QC H (7,99%) sedangkan ketelitian inter assay untuk QC L (11,94%) dan QC H(12,38%). Kit IRMA CA 15,3 ini mempunyai karakter yang baik sesuai dengan %NSB dan B/T yang ditunjukkannya (1,05 untuk %NSB dan 16,30% untuk B/T).ABSTRACTCANCER DETECTION. Breast cancer is one health problem because the rate of morbidity and mortalityare quite high. The high mortality rate due to the existing therapy to breast cancer patients did not givesatisfactory results. The high stage breast cancer patients in Indonesia due to the low level of public awareness, whereas breast cancer is one type of cancer that can be early detected, using CA 153 IRMA kit. The Carbohydrate antigen 15.3 (CA-153) is a kind of combination of heterogene glycoprotein which canreact with the monoclonal anti CA 153 antibody. The CA 153 compound can be used as tumor marker and the concentration can be detennined using IRMA technique. The Center for Radiosotope and Radiohannaceuticals (CRR)-BA TAN has developed a CA 153 IRMA kit to fullfil domestic demand. The aim of the study is to validate the CA-125 IRMA kit produced by CRR including detennination of sensitivity, accuracy, precision and the assay parameters (Non-specific binding, NSB and Maximum Binding, MB) of the kit in order to be used to detennine concentration ofCA 153 of patients in the hospital. IRMA kit validation has been carried out resulting detection limit for CA 15.3 at 0.8130 IV I mL withprecision CY for intra-assay QC L (8,94%CY) and QC H(7.99%CY) while the inter-assay precision for QC L (l1,94%CY) and QC H. (l2,38%CY). This CA 153 IRMA kit also has a good character showing 1,05% NSB and 16,30%BIT.Keywords: Radiometricassay, tumour marker, CA 1531
Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID)TM Versi 4.5 Sebagai Program Isodosis dan Treatment Planning System (TPS) Untuk Brakiterapi Subechi, Moch.; Pujianto, Anung; Lubis, Hotman; Setiawan, Herlan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.453 KB)

Abstract

Pengobatan kanker menggunakan radiasi terapi semakin berkembang. Salah satu metode radiasi terapi yang digunakan di bidang radioterapi adalah Brakiterapi. Brakiterapi merupakan metode radiasi terapi  dimana ditempatkan pada sel kanker secara langsung sumber radiasi sehingga dosis yang diterima sel kanker mendapatkan dosis maksimal dan daerah yang normal mendapatkan dosis minimal.  Seed I-125 telah berhasil dibuat untuk Brakiterapi di dalam negeri. Dalam rangka mendukung penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi, diperlukan program komputer untuk perhitungan isodosis dan Treatment Planning System (TPS). Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 merupakan salah satu program untuk perhitungan isodosis dan TPS yang dimiliki Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN. Dalam perhitungan isodosis, PSID 4.5 menggunakan formula 1D dan 2D berdasarkan AAPM-TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Fungsi Anisotropi pada formula 1D hanya bergantung pada fungsi jarak sedangkan pada formula 2D bergantung pada fungsi jarak dan sudut sehingga formula 2D memiliki perhitungan isodosis yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan formula 1D. PSID 4.5 dapat menampilkan kontur isodosis dari sumber radiasi seed I-125 secara 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Program komputer isodosis dan TPS menggunakan PSID 4.5 diharapkan dapat membantu dalam proses perencanaan penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi yang dilakukan oleh paramedis dan dapat mendukung pemakaian seed I-125 produksi dalam negeri. The medical treatment using radiation therapy for cancer diseases is increasingly developed. One of the method used in radiotherapy is brachyterapy. Brachytherapy is radiation therapy method in which a radiation source is implanted in  implanted in cancer cell directly so the dose accepted by cancer cell is the highest dose and the dose accepted by nonnal cell is the lowest dose. 1-125 Seed have been made successfully in domestic. To supp0l1the implant of 1-125 seed for brachytherapy needs computer programme for the isodose calculation andTreatment Planning System (TPS). Pennanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 is one of the isodoE calculation and Treatment Planning System (TPS) programme that is owned by Center for Radioisotope and Radiophannaceutical - BA TAN. In  isodose  calculation, PSID  4.5 uses 10 fonnalism and  20  onnalism  basedon AAPM- TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Anisotropic function on 10 fonnalism depend on distance function while on 20 fonnalism count on distance and angle function therefore 20 fonnalism has isodose calculation better than 10 fonnalism usage. PSID 4.5 can display the isodose contour of the seed 1-125 radiation source in 2 dimension (20) and 3 dimension (3D). The computer programme of isodose calculation and TPS uses PSID 4.5 is expected able to help planning for seed 1-125 implantation process for brachytherapy that used by paramedis and to support the usage of seed 1-125 as domestic product.Keywords: Brachytherapy, Seed, PSID 4.5, 1-125, Isodose
Mekanisme Lokalisasi Sediaan Radiofarmaka Pada Organ Target Soenarjo, Sunarhadijoso
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.123 KB)

Abstract

Perkembangan radiofarmaka untuk tujuan terapi maupun diagnosis semakin luas ketika kemudian diketahui adanya fenomena baru dalam mekanisme lokalisasi sediaan radiofarmaka di dalam tubuh. Lokalisasi radiofarmaka pada organ target tidak hanya berdasarkan proses fisiologis dan metabolisme biasa, tetapi beberapa jenis anomali organ dapat memberikan ”sinyal” yang dapat menarik, mengakumulasi dan menahan secara spesifik senyawa substrat tertentu, sehingga radiofarmaka dengan struktur substrat tersebut akan terlokalisasi pada organ target secara spesifik pula. Tulisan ini mengelompokkan secara sederhana mekanisme lokalisasi radiofarmaka pada organ target ke dalam 2 kelompok, yaitu mekanisme non-spesifik yaitu mengikuti fisiologis dan metabolisme secara normal, dan mekanisme spesifik yang dapat dibedakan lagi menjadi mekanisme spesifik proses yang berbasis pada reaksi biokimia yang karakteristik dan mekanisme spesifik penyakit yang berbasis pada karakteritika penyakit yang tertentu. Uraian masing-masing kelompok disertai pula dengan beberapa contoh dan diharapkan dapat memperluas pemahaman dan wawasan dalam menyikapi dan menerima keberadaan dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir, khususnya di bidang kesehatan.The development  of  radiophannaceuticals  for  diagnostic  or  therapeutic purposes  waswidely growing as new phenomenon  in  the  in-body-Iocalization mechanisms of  radiophannaceutical preparation was known. Radiophannaceutical localization in target organs is not only based on usual physiological and metabolic processes, but some types of organ anomalies can provide "signals" that can bespecifically attract, accumulate and retain certain specific substrate compound, so the radiophannaceuticalhaving such substrate structure will be specifically localized to the target organ. This paper plainly presents the localization mechanism of radiophannaceutical preparations in the target organs into 2 groups, namely non-specific mechanisms that follow the nonnal physiological and metabolic processes, and the specific mechanisms that can be distinguished anymore as the process specific mechanism based on the characteristic biochemical reactions and tlJe diseases specific mechanism based on the characteristics of certain disease.The description of each group is accompanied by several examples and is expected to broaden the understanding and insight in dealing with and accept the existence and application of nuclear science and technology, particularly in the health field.Keywords : radiophannaceuticals preparations, mechanisms of localization, non-specific mechanism,process specific mechanism, disease specific mechanism.

Page 1 of 1 | Total Record : 5