cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka (Journal of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals) bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang radioisotop, radiofarmaka dan bidang terkait, yang diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah hasil penelitian atau tinjauan dan gagasan.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1,2 (2001): JURNAL PRR 2001" : 3 Documents clear
RADIOISOTOPES AND RADIOPHARMACEUTICALS IN NUCLEAR CARDIOLOGY Tamat, Swasono R.
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 4, No 1,2 (2001): JURNAL PRR 2001
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6982.246 KB)

Abstract

RADIOISOTOPES AND RADIOPHARMACEUTICALS IN NUCLEAR CARDIOLOGY. Nuclear medicine studies of the heart represent one of the fastest growing areas of research and clinical interest. Some years ago, nuclear medicine cardiac studies were limited to evaluations of myocardial infarction. Developments in radiopharmaceutical chemistry and instrumentation have made possible advances in cardiovascular nuclear medicine. Techniques and radiopharmaceuticals now exist for the imaging of viable myocardium and the determination of myocardial tissue metabolism, as well as radionuclide angiography to obtain quantitative information of cardiac output, mean transit times, cardiac volumes, and ejection fractions. This paper will firstly describe the anatomy and physiology of the heart as to relate to the radiopharmaceuticals which will be discussed, and will secondly explore various radiopharmaceuticals which have been used for various purposes in cardiac imaging, then will explore radioisotopes which have been proposed for myocardial treatment. RADIOISOTOP DAN RADIOFARMAKA DI BIDANG KARDIOLOGI NUKLIR. Studi jantung secara kedokteran nuklir merupakan salah satu bidang penyidikan dan minat klinis yang paling cepat berkembang. Beberapa tahun lalu, studi jantung secara kedokteran nuklir terbatas pada evaluasi infark jantung. Perkembangan di bidang kimia-radiofarmaka dan instrumentasi telah mendorong kemajuan di bidang kedokteran nuklir kardiovaskular. Teknik-teknik dan radiofarmaka sekarang telah tersedia untuk penyidikan jaringan jantung yang masih hidup dan penentuan metabolisme jaringan jantung, dan juga angiografi radionuklida untuk memperoleh informasi kuantitatif mengenai luaran jantung, waktu transit rata­ rata, volume jantung, dan fraksi ejeksi. Makalah ini pertama akan menerangkan anatomi dan fisiologi jantung dalam kaitannya dengan radiofarmaka yang akan dibahas, dan kemudian akan meninjau berbagai radiofarmaka yang telah digunakan untuk berbagai keperluan penyidikan jantung, dan kemudian meninjau radioisotop yang telah diusulkan untuk penanganan masalah jantung.
PEMUNGUTAN ULANG BAHAN SASARAN Tl-203 MELALUI PEMBENTUKAN Tl-203(OH)3 DAN 2Tl-2O3 Soenarjo, Sunarhadijoso; Triyanto, Triyanto; Yuliana, Nina; Indriani, Dian
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 4, No 1,2 (2001): JURNAL PRR 2001
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3714.803 KB)

Abstract

PEMUNGUTAN ULANG BAHAN SASARAN 203Tl MELALUI PEMBENTUKAN 203Tl(OH)3 DAN 203Tl2O3. Bahan sasaran 203Tl pengkayaan Tlnggi dipergunakan sebagai target pada produksi radioisotop medis 201Tl melalui reaksi inTl 203Tl(p,3n) 20lPb –> 201Tl. Karena 203Tl pengkayaan Tlnggi sangat mahal dan Tldak selalu mudah didapatkan, maka diperlukan teknologi pemungutan ulang 203Tl dari limbah proses radioisotop 201Tl. Teknik pemungutan ulang yang menghasilkan bentuk akhir 203Tl2O3 padat menjadi pilihan karena 203Tl2O3 mempunyai kestabilan yang baik dan merupakan bahan dasar penyiapan sasaran. Rendemen pemungutan ulang juga mudah ditentukan karena hasil akhir berupa zat padat yang mudah diTlmbang. Proses pemungutan ulang mencakup 4 tahapan penTlng yaitu pemisahan 203Tl sebagai 203Tl(I) dari matriks limbah, oksidasi 203Tl(I) menjadi 203Tl(III) menggunakan Br2 dalam CHCl3, pengendapan 203Tl(III) sebagai 203Tl(OH)3 dan pengubahan 203Tl(OH)3 menjadi 203Tl2O3. Rendemen pemungutan ulang ditentukan dengan membandingkan berat 203Tl2O3 yang diperoleh terhadap kandungan 203Tl dalam limbah yang ditentukan terlebih dahulu dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 214 nm. Pada proses simulasi menggunakan Tl alam didapatkan rata-rata rendemen pemungutan ulang sebesar (80,65 ± 1,05) % berdasarkan pada total Tl yang digunakan dalam simulasi limbah proses 201Tl. Penerapan proses pemungutan ulang dari campuran limbah pra-iradiasi dan limbah pasca-iradiasi menghasilkan rendemen pemungutan ulang 203Tl sebesar 81,02 %. CHEMICAL RECOVERY OF 203Tl TARGET THROUGH PRECIPITATION OF 203Tl(OH)3 AND CONVERSION TO 203Tl2O3. High-enriched 203Tl is preferably used as target material for production of 201Tl medical radioisotope through nuclear reaction of 203Tl(p,3n) 20lPb –> 201Tl. Because of the high cost and limited availability of high-enriched 203Tl, a chemical recovery, of 203Tl from 201Tl processing waste is necessary. Method of chemical recovery giving final product as 203Tl2O3 is chosen due to reasons that 203Tl2O3 is stable and suitable for target preparation and the efficiency of the recovery can be easily determined. The chemical recovery covers the separation of 203Tl as 203Tl(I) from the waste matrices, oxidation of 203Tl(I), precipitation of the oxidized 203Tl as its hydroxide and conversion of the hydroxide to 203Tl2O3. The yield of the recovery was determined by comparing the weight of the resulting 203Tl2O3 to the initial 203Tl content that was previously measured by means of UV-spectrophotometry at a wavelength of 214 nm.From simulation processes using natural thallium, instead of enriched 203Tl, an average-recovery yield was found to be (80.65 ± 1.05)% based on the initial thallium used. The recovery of 203Tl from a mixture of pre and post irradiation wastes of 201Tl has been carried out giving a recovery yield of 81.02 %.
PENANDAAN DAN UJI KUALITAS SENYAWA PROGESTERON -11-alpha-­HIDROKSI HEMISUKSINAT I-125 Dj., Sukiyati; H., Adria
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 4, No 1,2 (2001): JURNAL PRR 2001
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3248.741 KB)

Abstract

PENANDAAN DAN UJI KUALITAS PROGESTERON-11-α-HIDROKSI HEMISUKSINAT 125I. Progesteron adalah hormon steroid yang disekresi oleh korpus luteum dan korteks adrenalin dari kelenjar hipofisa. Hormon tersebut dapat digunakan untuk memonitor kehamilan atau menentukan kesuburan pada wanita atau hewan. Penandaan hormon Progesteron dengan 125I dilakukan untuk pembuatan "tracer" pada Kit Progesteron-125I untuk menentukan kadar Progesteron dalam darah atau susu pada hewan. Percobaan iodinasi progesteron menggunakan derivatnya progesteron-11-α-hidroksi hemisuksinat telah dilakukan. Penandaan dilakukan secara bertahap. Pertama dilakukan aktifasi derivat progesteron menggunakan N-metil morfolin dan isobutil kloroformat, berikutnya iodinasi histamin menggunakan oksidator kloramin T dan terakhir konjugasi histamin bertanda 125I pada derivat progesteron yang sudah diaktivasi. Hasil penandaan dimurnikan dengan HPLC. Kemurnian radiokimianya ditentukan dengan elektroforesa. Imunoreaktifitasnya ditentukan dengan menentukan ikatan maksimum dan nilai "non specific binding"(NSB). Hasil penandaan progesteron-11-α-hidroksi hemisuksinat dengan rendemen 22.15% , kemurnian radiokimia 92.30% dan radioimunoreaktifitas dengan ikatan maksimum 51% ( untuk standar 0) serta NSB 0.67% (kurang dari 1%). Aktifitas jenis yang diperoleh 7.72 Ci/g. Validasi "tracer" dilakukan dengan menentukan 3 sera kontrol (QC sera) progesteron untuk nilai QC sera rendah (L) 2.72 ± 0,49 nmol/L ( 1.2 - 2.5 nmol/L), sedang (M) 11.33 ± 1,15 nmol/L (6 - 15 nmol/L) dan tinggi (H) 15.95 ± 5.32 nmol/L (10 - 23 nmol/L)(Tabel 1.). Dari penentuan sensitifitas "assays" memberikan nilai (0.70 ± 0.024) nmol/L. LABELLING AND VALIDATION OF PROGESTERONE-11-α-HIDROXY HEMISUCCINATE (125I). Progesterone is a steroid hormone secreted by the corpus luteum and the adrenal cortex in the hypophise gland. The hormone can be used for monitoring pregnancy and even more for the assessment of the corpus luteum in fertile woman (4). The labelling of progesterone with 125I was carried out for tracer production in the preparation of Progesterone Kit used in the determination of the progesteron in serum and cattle milk. Iodination of progesterone-11-α-hidroxy hemisuccinate as a progesterone derivate has been done. The labelling was carried out in two steps reaction. First the progesterone derivate was activeted using N- methyl morpholine and isobutylchloroformate. The second step was performed by conjugating the labelled 125I Histamin to the activated progesterone derivate. The labelled compound was purified with HPLC followed with the determination of the chemical purity using electrophoresis, the immunoreactivity controlled with the maximum binding of the zero standard and the non specific binding using the Progesterone Kit. Experimental results showed that the iodination of Progesterone-11-α-hidroxy hemisuccinate (125I) yield 22.15%, chemical purity 92.30 %, the radioimmunoreactivity 51% as maximum binding (for zero standard), with NSB 0.67%, and the specific activity obtained 7.72 Ci/g. Validation of the tracer using controls (low, medium and high) shows the results as follows : (2.72 ± 0.49) nmol/L for low standard and control (1.2 - 2.5 nmol/L), (11.33 ± 1.15) nmol/L for medium standard and control (6 - 15 nmol) and (15.95 ± 5.32) nmol/L for high standard and control (10 - 23 nmol/L). The sensitivity of the assay was (0.70 ± 0.024 nmol/L) for zero standard.

Page 1 of 1 | Total Record : 3