cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka (Journal of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals) bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang radioisotop, radiofarmaka dan bidang terkait, yang diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah hasil penelitian atau tinjauan dan gagasan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005" : 5 Documents clear
PRODUKSI IODIUM-125 MENGGUNAKAN TARGET XENON ALAM Awaludin, Rohadi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.643 KB)

Abstract

Iodium-125 merupakan radioisotop penting di bidang kedokteran nuklir. Iodium-125 dapat diproduksi melalui sasaran isotop Xe-124, baik menggunakan xenon diperkaya maupun xenon alam. Iodium-125 dengan radioaktivitas yang tinggi dapat diperoleh menggunakan xenon diperkaya. Namun, karena alasan penyediaannya, beberapa peneliti mengembangkan teknologi produksi menggunakan xenon alam. Tujuan dari kajian ini adalah mendapatkan karakteristik Iodium-125 yang dapat diperoleh dari fasilitas produksi yang ada di BATAN. Perhitungan dilakukan menggunakan gas xenon alam sebanyak 0,0223 mol. Iradiasi dilakukan sampai dengan 96 jam dan peluruhan sampai dengan 240 hari jam. Dari perhitungan diperoleh I-125 sebesar 0,384; 0,529 dan 0,583 GBq masing masing untuk iradiasi selama 24, 48 dan 72 jam. Konsentrasi radioaktivitas yang dapat diperoleh sebesar 0,128; 0,176 dan 0,194 GBq/ml. Pengotor radionuklida yang turut dihasilkan adalah Cs-135 dan Cs-137. Radioisotop Cs-135 dihasilkan sebesar 0,098; 0,113 dan 0,116 Bq dari iradiasi selama 24, 48 dan 72 jam. Sedangkan radioisotop Cs-137 dihasilkan sebesar 236 Bq dari iradiasi lebih dari 24 jam. Kata kunci : iodium-125, produksi radioisotop, xenon alam Iodine-125 is an important radioisotope in the field of nuclear medicine. Iodine-125 can be produced from Xe-124 target using natural or enriched xenon. Iodine with high radioactivity can be produced using enriched target. However, becauseof the availibility of the enriched xenon gas, some research groups develop the iodine production using natural xenon gas. The objective of this study is to obtain the characteritics of Iodine-125 produced by BATAN facility. Natural xenon gas 0.0223 mol is used in the calculation. Irradiation time is 96 hours and decay time is 240 hours. The calculation results show Iodine-125 with radioactivity 0.384, 0.529 and 0.583 GBq is obtained from irradiation time as long as 24, 48 and 72 hours. The maximum radioactivity concentrations are 0,128; 0,176 and 0,194 GBq/ml. Radionuclidic impurities are Cs-135 and Cs-137. Radioisotope of Cs-135 as high as 0.098, 0.113 and 0.116 Bq is produced from 24, 48 and 72 hours of irradiation. Cs-137 as high as 236 Bq is produced by more than 24 hours of irradiation.Key words:iodine-125, radioisotope production, natural xenon.
UJI PRODUKSI Mo-99 HASIL FISI DENGAN BAHAN SASARAN FOIL LEU BUATAN P2TBDU-BATAN Lubis, Hotman; Muthalib, Abdul; Gunawan, Adang H.; Sriyono, Sriyono; Sucipto, Edi; Hambali, Hambali
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.986 KB)

Abstract

UJI PRODUKSI Mo-99 HASIL FISI DENGAN BAHAN SASARAN FOIL LEU BUATAN P2TBDU-BATAN. Selama ini telah dilaksanakan beberapa kali produksi Mo-99 dengan menggunakan bahan sasaran foil LEU buatan Argonne National Laboratory (ANL). Dalam produksi Mo-99 dengan proses Cintichem yang dimodifikasibahan sasaran foil LEU sangat menentukan. Telah dilakukan uji produksi Mo-99 hasil fisi dengan bahan sasaran foil LEU (LEU, < 20% U-235) buatan P2TBDU-BATAN dengan proses Cintichem yang dimodifikasi, meliputi pelarutan foil LEU menggunakan HNO3 9,5N, penarikan gas iodium, proses pemisahan dengan pengendapan α-Benzoin Oxime dan pemurnian Mo-99 melalui kolom kromatografi. Foil LEU larut dengan sempurna selama 30 menit dan penarikan gas iodium dilakukan dengan pendinginan nitrogen cair. Setelah melalui tahap pemisahan (pengendapan) dan pemurnian kolom I dan kolom II radionuklida pengotor masih besar dan aktivitas pengotor pemancar α melebihi persyaratan standard internasional yang ditetapkan yaitu sebesar 7.716E-7 µCi/mCi Mo-99. Kata kunci: produksi Mo-99 HF, Sasaran Foil LEU P2TBDU PRODUCTION TEST OF Mo-99 FISSION PRODUCT USING LEU TARGET FOIL MADE IN P2TBDU – BATAN. Production of Mo-99 fission product using LEU target foil of Argonne National Laboratory (ANL) has been performed several times recently in BATAN. In the production of Mo-99 using modified Cinthichem method, the LEU target foil was very critical. This paper reported production test on Mo-99 fission product using LEU target foil ( LEU < 20% U-235) made by P2TBDU – BATAN using modified Cintichem method. The process included dissolving of LEU foil with 9.5 N HNO3, suctioning of iodine gas, separation process using precipitation with α–benzoin oxime, and purification by column chromatography. The LEU foil was completely dissolved after 30 minutes and gas suction was performed by cooling with liquid nitrogen. After separation and two purification steps, the radionuclide impurities were remained high and activity of αimpurities exceeded international standard requirements, i.e. 7.716E-7 µCi/mCi Mo-99. Key words: Production of Mo-99 FP, Target foil LEU P2TBDU
PENGARUH WAKTU DAN SUHU INKUBASI PADA OPTIMASI ASSAY KIT RIA MIKROALBUMINARIA Susilo, Veronika Yulianti; Mondrida, Gina; Setiyowati, Sri; Sutari, .; Lestari, Wening
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.817 KB)

Abstract

Penentuan kadar albumin dalam jumlah mikro dalam urin pasien sangat penting dilakukan untuk deteksi dini mikroalbumin sebelum menjadinephropathy(gagal ginjal). Penentuan kadar mikroalbumin tersebut menggunakan teknik radioimmunoassay(RIA) dengan kit RIA Mikroalbuminuria. Kit RIA yang baru harus memberikan kinerja assayyang baik, maka setelah diproduksi komponen kit RIA Mikroalbuminuria yang memenuhi syarat perlu dilakukan rancangan assayyang tepat agar diperoleh kondisi assayyang optimum. Telah dilakukan optimasi rancangan assaykit RIA Mikroalbuminuria untuk memperoleh waktu dan suhu inkubasi yang terbaik, yaitu variasi waktu inkubasi 1 jam, 3 jam, 5 jam dan 18 jam dan suhu inkubasi 4°C, 25°C dan 37°C. Protokolassayyang optimum dicapai dengan inkubasi selama 3 jam pada 37°C, yang menghasilkan % ikatan maksimum sebesar 52% dan ikatan non spesifik (NSB) cukup rendah 0,15%. Kit RIA Mikroalbuminuria ini stabil memenuhi syarat %B/T dan %NSB dan dapat dipertahankan selama 8 minggu. Kata kunci: Optimasi, Radioimmunoassay, Mikroalbuminuria Determination of albumin content at micro quantity in a patient urine is very important for an early detection of microalbuminuria before a nephropathy (kidney failure) state to occure. Determination of albumin content in a patient urine is by radioimmunoassay technique using microalbuminuria RIA kit. In a production of a new. icroalbuminuria RIA Kit, a good assay performance should be quaranteed, therefore after RIA reagent that fulfil the required quality were obtained, an optimum assay condition should be esigned. Optimization for assay design of microalbuminuria RIA kit have been carried out in order to obtained the best incubation time and temperature. Incubation time and temperature investigated were 1 hour, 3 hour, 5 hour and 18 hour and 4°C, 25°C dan 37°C respectively. The optimum assay protocol was achieved by 3 hour incubation at 37°C, resulting a high maximum binding of 52% and very low non spesific binding (NSB) of 0,15% respectively. The microalbuminuria RIA kit was stable and comply the required %B/T and %NSB up to 8 weeks. Keywords: Optimize, Radioimmunoassay, Microalbuminuria.
PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Lubis, Hotman; Awaludin, Rohadi; Sulaeman, .
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.137 KB)

Abstract

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELDDAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC. Alumina merupakan salah satu bahan utama dalam generator Mo-99/Tc-99m yang berfungsi sebagai zat pengadsorpsi molibdenum. Keterbatasan daya serap alumina terhadap molibdenum menyebabkan senyawa ini tidak dapat digunakan sebagai pengisi kolom untuk generator Mo-99/Tc-99m yang menggunakan Mo-99 hasil aktivasi neutron. Dengan diketemukannya senyawa baru sebagai zat pengadsorpsi molibdenum yaitu PZC (poly zirconium compound), telah memberikan harapan baru untuk dapat dilakukannya pembuatan generator Mo-99/Tc-99m. Penelitian pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan menggunakan senyawa PZC sebagai adsorbent merupakan bentuk kerjasama antara PRR-BATAN Serpong dengan JAERI dan Kaken Co. Jepang. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan melihat pengaruh penambahan pencucian menggunakan larutan NaOCl terhadap Yield dan lolosan Mo-99(Mo-99 breakthrough) dalam larutan Tc-99m hasil elusi . Parameter lainnya yang digunakan untuk mengurangi lolosan Mo-99 dalam Tc-99m hasil elusi adalah penambahan kolom alumina yang ditempatkan setelah kolom Mo-99 PZC.Hasil penentuan kapasitas serap senyawa PZC terhadap molibdenum diperoleh dengan melihat aktivitas Mo-99 setelah pemanasan 3 jam campuran PZC dan molibdenum dan diperoleh hasil setiap gram PZC mampu menyerap 80-95 % mg dari 268 mg molibdenum yang direaksikan. Hasil penentuan yield elusi generator Mo-99/Tc-99m dengan larutan pencuci salin diperoleh < 50 % dan Yield meningkat menjadi > 80 % setelah pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan NaOCl 0,5 % atau 1 % . Penggunaan larutan pencuci NaOCl 0,5 % dan penggunaan kolom alumina sebagai kolom kedua mampu menjaga kestabilan Yield hasil elusi dan meminimalkan lolosan Mo-99 pada Tc-99m hasil elusi. Kata kunci: alumina, generator PZC, Mo-99,Tc-99m, NaOCl Alumina is one of main material in Mo-99/Tc-99m generator as molybdenum adsorbent. Limitation of alumina adsorption capacity to molybdenum cause this material cannot be applied as column filler for generator Mo-99/Tc-99m using Mo-99 from neutron activation . The invention of new compound as molybdenum adsorbent , PZC ( poly zirconium compound), have shown that the materials is a promising adsorbent for generator Mo-99/Tc-99m from (n,γ) irradiated molybdenum. The research of generator Mo-99/Tc-99m by using adsorbent PZC is form of cooperation between PRR-BATAN Serpong with JAERI and Kaken Co. Japan. In this research, the effects of addition of NaOCl solution to elution yield and Mo-99 breakthrough have been done. The other parameter used in this experiment to minimize Mo-99 breakthrough in Tc-99m is addition of second column alumina placed after Mo-99 PZC column. Adsorption capacity of PZC material to molybdenum determined by heating Mo-99 solution with PZC up to 3 hours and the result indicated 1 gram PZC adsorbed 80-95 % Mo-99 from the reacted 268 mg molybdenum. Yield percentage of the Mo-99/Tc-99m generator without rinsed by saline solution obtained < 50 % and the yield increased > 80 % after the column washing by using NaOCl 0,5 % or 1 % solutions. Usage of both NaOCl 0,5 % solution and alumina column as second column can give yield stability and minimize Mo-99 breakthrough at Tc-99m effluent. Key words: Alumina, PZC generator,Mo-99,Tc-99m, NaOCl
PEMISAHAN Mn-54 DARI HASIL IRADIASI Fe2O3 ALAM MENGGUNAKAN RESIN PENUKAR ANION Pujiyanto, Anung; Hambali, .; Kurniasih, Dede; Endang, .; Mujinah, .
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.108 KB)

Abstract

PEMISAHAN Mn-54 DARI HASIL IRADIASI Fe2O3ALAM MENGGUNAKAN RESIN PENUKAR ANION. Pembuatan radioisotop dari iradiasi target alam mempunyai keuntungan yaitu biaya produksi lebih murah, namun radioisotop yang dihasilkan mungkin mengandung radionuklida pengotor. Pembuatan Mn-54 dari iradiasi Fe2O3 alam mempunyai masalah yaitu dihasilkan juga radioisotop Fe-59. Pemisahan Mn-54 dari iradiasi Fe2O3 alam dapat dilakukan dengan melarutkan Fe2O3 alam dengan HCl kemudian hasil pelarutan dipisahkan dengan dowex 1x 8Cl- form. Telah dilakukan proses pemisahan Mn-54 dari Fe2O3 alam yang telah diiradiasi, dengan cara melarutkan Fe2O3 alam dengan HCl kemudian hasil pelarutan dipisahkan dengan dowex 1x 8Cl- form dengan variasi waktu kontak dan kosentrasi HCl yang berbeda. Hasil pemisahan Mn-54 dari hasil iradiasi Fe2O3 menunjukkan pada konsentrasi HCl 8 N dan waktu kontak 90 menit memberikan efisiensi pemisahan yang baik yaitu 7,55 % untuk Mn-54 dan 94,13% untuk Fe-59. Kata kunci:Pemisahan, Mn-54, resin penukar anion SEPARATION of Mn-54 FROM IRRADIATED NATURAL Fe2O3 USING ANION EXCHANGE RESIN. Preparation of radiosisotope from natural target has an advantage namely the production is cheaper, but the produced radioisotope may content radionuclidic impurities. Preparation of Mn-54 from irradiated natural Fe2O3 has a problem due to Fe-59 impurity . The separation of Mn-54 from irradiated natural Fe2O3 has been carried out by means of solving irradiated target using HCl and dowex resin 1 x 8 Cl form. The separation of Mn-54 from iradiated natural Fe2O3 showed a good result by 8 N HCl concentration and 90 minute contact time and efficiency was 7,55 % Mn-54 and 94,13 % for Fe-59. Key words: Separation, Mn-54 , anion exchange resin

Page 1 of 1 | Total Record : 5