cover
Contact Name
Nur Hasanah
Contact Email
nur.hasanah@batan.go.id
Phone
+6221-5204243
Journal Mail Official
jpen@batan.go.id
Editorial Address
Kawasan Kantor Pusat Badan Tenaga Nuklir Nasional Jl. Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta 12710 Kotak Pos 4390 Jakarta 12043
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir
ISSN : 14109816     EISSN : 25029479     DOI : https://doi.org/10.17146/jpen
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir publishes scientific papers on the results of studies and research on nuclear energy development with the scope of energy and electricity planning, nuclear energy technology, energy economics, management of nuclear power plants, national industries that support nuclear power plants, aspects of the nuclear power plant site and environment, and topics others that support the development of nuclear energy.
Articles 343 Documents
ANALISIS PENGURANGAN EMISI DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM KELISTRIKAN JAWA-BALI Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1993

Abstract

ABSTRAK Guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik di masa mendatang perlu dilakukan suatu perencanaan yang baik. Pengusahaan listrik selain atas dasar harga yang termurah juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangkit. Telah dilakukan analisis pengurangan emisi pada perencanaan pengembangan sistem kelistrikan Jawa-Bali menggunakan dua buah program yang diintegrasi yaitu program WASP dan IMPACTS. Langkah pertama adalah menentukan suatu konfigurasi sistem energi atas dasar pertimbangan teknik dan ekonomi dengan menggunakan program WASP. Kemudian ditentukan besarnya polutan udara seperti-Partikel, S02, NOx dan VHC dengan program IMPACTS. Hasil dari IMPACTS ini dijadikan dasar penyusunan strategi atau kasus pengembangan sistem kelistrikan sehingga akan didapat suatu konfigurasi yang optimal baik dari segi biaya maupun dari segi dampak lingkungan.   ABSTRACT In order to fulfil the demand of electric energy in the future, a good planning needs to be done. The generation of electricity is not only based on the lowest price, but it must also consider the environmental impact caused by the generation. Therefore, an analysis to find an optimization from the financing aspect as well as the environmental aspect needs to conducted. The analysis of emission abatement on Jawa-Bali electricity system, expansion planning is conducted by using two integrated programs: WASP and IMPACTS. The first step, is to determine an energy system configuration based on the technical and the economic considerations by using the WASP program. Then, the amount of air pollution like part, S02, NOx and VHC is determined by using the IMPACTS program. The result of the IMPACTS program is then used as the base in preparing the strategy for or the scenario of the electricity system development such that an optimum configuration is obtained from the financing aspect as well as the environment aspect.
PERAN ENERGI NUKLIR DALAM ERA TRANSISI DAN PASCA MINYAK M. lyos R. Subki; Adiwardoyo Adiwardoyo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1994

Abstract

ABSTRAK Dalam PJP I kebijaksanaan energi nasional didasarkan atas asumsi ketersediaan sumber daya energi fosil yang berlimpah sehingga eksploitasi dilakukan semaksimal mungkin terutama untuk mendapatkan devisa sebanyak-banyaknya. Dalam PJP II asumsi ini harus diubah karena dibandingkan dengan semakin meningkatkan laju kebutuhan energi dalam negeri, dan jumlah penduduk Indonesia pada saat ini yang tergolong nomor 4 di dunia, cadangan sumber daya energi yang ada terlihat menjadi semakin terbatas. Keterbatasan ini seyogyanya mendorong pemanfaatan sumber daya energi secara optimal dengan memper-timbangkan aspek nilai ekonomi, biaya lingkungan yang mungkin timbul dan konservasi sumber daya fosil, khususnya migas. Dalam mempertimbangkan nilai ekonomi, pemanfaatan sumberdaya energi fosil (minyak; gas dan batubara) sebagai komoditi ekspor, bahan baku industri dan bahan bakar perlu mendapat per-timbangan yang proporsional. Kebutuhan yang mendesak akan devisa dalam bentuk "hard currency' untuk membiayai pembangunan akan memberikan prioritas tinggi pada pemanfaatan sumberdaya fosil, terutama minyak dan gas bumi sebagai komoditi ekspor dan mendukung industri petrokimia, khususnya pupuk yang merupakan komoditi strategis dalam pembangunan pertanian. Dengan mempertimbangkan ragam pemanfaatan di atas, akan terlihat bahwa porsi pemanfaatan sumber daya energi, khususnya minyak dan gas bumi, disektor industri energi menjadi semakin terbatas. Dalam hal batubara, walaupun cadangan tersedia cukup banyak, pemanfaatannya terbatas karena masalah lingkungan yang ditimbulkan. Dalam konteks situasi tersebut diatas dan mengingat pula bahwa energi nuklir merupakan energi berskala besar dan penyediaan energi untuk jangka panjang, pemanfaatannya selalu tertumpu pada perkembangan teknologinya yang terbukti aman, handal, relatif ekonomis, bersih dan berwawasan lingkungan. Maka pemanfaatan energi nuklir sebagai pendamping energi fosil untuk pembangkitan listrik beban dasar merupakan alternatif yang tepat sesuai dengan kebijaksanaan diversifikasi dan konservasi.   ABSTRACT In the first Long Term Development Program (LTDP), national energy policy was based on the assumption that the abundant fossil energy resource would be highly exploited to maximize capital earning. In the second LTDP the assumption should be changed since the comparison among the increase in energy demand rate in the country compounded by the Indonesian population, which currently ranked 4th in the world, the energy reserve becomes more limited. The limitation should push the optimal energy resource utilization considering economical aspects, environmental cost, and fossil resource conservation, especially oil and gas. Economic value, fossil resource utilization (oil, gas, and coal) as an export commodity, industrial feedstock and fuel should receive proportional consideration. The need of hard currency to fund the development will receive high priority on the fossil resource utilization, particularly oil and gas as export commodities and a support to petrochemical industry, particularly fertilizer which is a strategic commodity to the agricultural development. By considering various utilization, it is obvious that the energy resource utilization in particular oil and gas in the energy industrial sector will become more limited. In the case of coal, although there is quite abundant reserve, the utilization is limited because of the environmental concern. In the above context, and considering that nuclear energy is a large scale energy and allocating energy for long term, the utilization always relies on the technological development which is proved to be safe, reliable, relatively economic, clean, and environmentally sound. The utilization of nuclear energy as a alternate trade to the fossil energy for base-load electricity generation is a perfect alternative in accordance with the diversification and conservation policy.
PRAKIRAAN DAMPAK PLTN TERUTAMA LIMBAH TERMAL TERHADAP EKOSISTEM LAUT Heni Susiati; Yarianto Sugeng Budi Susilo
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1995

Abstract

ABSTRAK PRAKIRAAN DAMPAK PLTN TERUTAMA LIMBAH TERMAL TERHADAP EKOSISTEM LAUT. Sistem PLTN tipe air ringan seperti halnya PLTU yang berbahan bakar fosil menggunakan air sebagai cairan kerja (air pendingin) dan pada tahap operasional akan mengeluarkan buangan limbah panas ke lingkungan akuatik di sekitar PLT tersebut mengingat keberadaan PLTN sebagian besar berada di pantai, buangan limbah panas ini perlu dianalisis bagaimana pengaruhnya terhadap ekosistem laut dangkal. Identifikasi cara pengontrolan buangan limbah perlu dilakukan. Diharapkan pengelolaan dan pengembangan di wilayah pesisir dan lautan serta kelestarian fungsi lingkungan hidup di sekitar tapak proyek PLTN dapat diidentifikasi sehingga efek-efek negatif yang akan berpengaruh terhadap ekosistem akuatik dapat dihindari.   ABSTACT ASSESSMENT OF NPPs IMPACT TO THE MARINE ECOSYSTEM ESPECIALLY THERMAL WASTE. Light Water Reactor type, similar to fossil power plant, uses water as working fluid. At operational stage, NPP produce thermal waste to the aquatic environmental surrounding the NPP. Considering that NPPs are mostly located at coastal area therefore the effects of thermal waste to marine ecosystem need to be analysed. Waste discharge control should be identified. It is expected that environmental management and development of coastal and marine area surrounding the NPP would be identified such that the negative effect to the aquatic ecosystem can be avoided.
PERTIMBANGAN TEKNO-EKONOMI DALAM PERENCANAAN SISTEM PEMBANGKITAN Edwaren Liun
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1996

Abstract

ABSTRAK Sistem pembangkitan mempunyai aspek keandalan dan ekonomi yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Kedua aspek sangat terkait dengan masalah teknik dan biaya yang harus dikelola, dan mengandung konsekuensi yang bersifat finansial. Daya saing ekonomi dari suatu jenis unit pembangkit maupun efisiensi sistem secara keseluruhan sangat terpengaruh oleh kecermatan pengaturannya didalam sistem. Masing-masing unit didalam sistem mempunyai karakteristik kinerja dan aspek biaya produksi energi yang berbeda, sehingga harus ditempatkan pada posisi pembebanan dan durasi tertentu di dalam sistem.   ABSTRACT Generating system have reliability and economic aspect of important consideration. Both aspects are closely related with the managed technical problems and the cost, and having a consequence of transitional nature. Economic competitiveness of a certain plant unit and also the overall system efficiency are much affected by the management inside the system. Each unit inside the system has different aspects of performance characteristic and energy production cost in such a way that the unit should be positioned at a certain loading and duration in the system.
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBUANGAN DECAY HEAT UNTUK PLTN GENERASI MENDATANG - POTENSI DAN KENDALANYA Priyanto Mudo Joyosukarto; Rr. Arum Puni Rijanti
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.1.1998

Abstract

ABSTRAK Sistem keselamatan PLTN sangat diperlukan agar peristiwa kecelakaan seperti yang dialami oleh PLTN TMI-2 (Three Mills Island 2) tahun 1979 dapat dihindarkan. Pembuangan decay heat, merupakan salah satu aspek penting dalam keselamatan PLTN. Decay heat adalah proses peluruhan panas yang dihasilkan dari pelepasan energi radiasi dengan cara membuang decay heat dari reaktor nuklir ke atmosfir yang bertindak sebagai ultimate heat sink. Sistem DHR(Decay heat Removal) yang bertumpu pada mekanisme kerja pasif, yang selain diharapkan dapat menyederhanakan konfigurasi dan mekanisme kerja, sekaligus juga meningkatkan keandalan sistem keselamatan. Sistem DHR yang terpasang ini dapat digunakan untuk PLTN generasi sekarang maupun PLTN generasi maju. Sitem DHR pada PLTN generasi sekarang biasanya merupakan bagian dari sistem pendingin teras darurat (Emergency Core Cooling system , ECCS) untuk level tekanan rendah (sekitar 28 atm. Setpoint). Udara berguna untuk membuang sensible heat dari dinding baja bejana reaktor ke atmosfir dan berfungsi sebagai pendingin karena memiliki keunggulan yaitu availabilitas dan mobilitas yang tinggi, yang dapat bergerak secara pasif karena beda tekanan. Aplikasi sistem berpedingin udara untk sistem DHR ini masih relatif baru sehingga masih perlu dilakukan riset dan pengembangan lebih lanjut untuk memahami karakteristik dasar sistem sehingga diperoleh kepastian mengenai keandalan untuk aplikasi pada PLTN generasi mendatang.   ABSTRACT Nuclear power plant safety system is necessary such that an accident occurred at Three Mile Island 2 in 1979 can be avoided. Decay heat removal is one of the important aspects in nuclear power plant safety. Decay heat is the removal of the radiation energy emitted by removing the decay heat from the nuclear reactor to the atmosphere which acts as an ultimate heat sink. Decay Heat Removal System (DHRS) relies on passive working mechanism, which applied not only to simplify configuration and work mechanism, but also to increase the performance of the safety system. DHRS can be applied to the current or the advanced generation of nuclear power plants. The current DHRS design frequently act as a part of Emergency Core Cooling System for low pressure level (approximately 28 atm. Set point). Air is used to remove the sensible heat from the steel reactor vessel to the atmosphere and it functions as coolant because of its high availability and mobility, which can passively moved by pressure difference. Air cooling system application for DHRS is relatively new, therefore research and development to understand the basic characteristic of the system should be performed to obtain the confidence on the performance which can be applied to the future generation of nuclear power plant.
INTEGRASI ASPEK LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.1999

Abstract

ABSTRAK INTEGRASI ASPEK LINGKUNGAN DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM TENAGA LISTRIK. Optimasi dengan menggunakan program WASP hanya menghasilkan solusi optimum dari sudut pandang ekonomi. Hasil optimasi ini perlu dilakukan analisis lebih lanjut seperti analisis dampak lingkungan. Analisis penggabungan antara optimasi dari segi biaya pengembangan dan dari segi biaya lingkungan dengan mengacu ke metode yang dikembangkan oleh ANL dan IAEA telah dilakukan. Metode ini diterapkan untuk menganalisis pengurangan emisi S02 pada pengembangan sistem tenaga listrik Jawa-Bali. Hasilnya menunjukkan bahwa kasus introduksi PLTN lebih menguntungkan dibandingkan dengan kasus penerapan peralatan proteksi lingkungan (FGD).   ABSTRACT INTEGRATED ENVIRONMENTAL ASPECT IN THE ELECTRIC SYSTEM EXPANSION PLANNING. Optimization using WASP program only produce optimum solution from economic point of view. This result was necessary to be further analyzed by including environmental impacts analysis. An integrated optimization analysis of expansion investment and environmental point of view by referring to the method developed by ANL and IAEA has been done. This method was applied to analyze S02 emission reduction in the Jawa-Bali electrical power system. The result shows that nuclear power plant introduction case was more beneficial than environmental protection application (FGD) case.
PENERAPAN MODEL PENDANAAN SEWA-BELI UNTUK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK DI INDONESIA Mochamad Nasrullah; Arnold Y. Soetrisnanto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.2000

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODEL PENDANAAN SEWA-BELI UNTUK PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK DI INDONESIA. Dalam proses pengadaan pembangkit tenaga listrik di negara berkembang, pendanaan merupakan salah satu masalah yang sangat penting, mengingat model pendanaan akan menentukan harga jual listriknya. Di Indonesia saat ini sedang mengalami krisis moneter dan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, maka harga listrik yang ditentukan dengan pendanaan yang dihitung dalam dolar menjadi sangat mahal, padahal di sisi lain krisis ekonomi menyebabkan turunnya daya beli masyarakat. Untuk itu harus diusahakan model pendanaan yang cocok dengan situasi saat ini, di mana kemampuan pemerintah dalam menyediakan kredit ekspor untuk model pendanaan konvensional sangat kecil. Salah satu model pendanaan yang perlu dikaji adalah model sewa-beli (leasing), yang merupakan salah satu alternatif pengganti, terutama untuk jenis pembangkit listrik yang memerlukan modal investasi besar. Pada kasus pembangunan PLTN 2x900 MWe menggunakan dua buah struktur modal untuk membiayai proyek, yaitu model konvensional dan model sewa-beli. Dalam kajian ini, proses yang dilakukan adalah dengan mediskontokan arus kas keluar bersih setelah pajak ke nilai sekarang dalam setiap alternatif, dengan menggunakan biaya pinjaman setelah pajak sebagai tingkat diskonto. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa model sewa-beli pada kondisi tertentu lebih menguntungkan untuk diterapkan, dibandingkan dengan model konvensional. ABSTRACT LEASE FINANCING MODEL APPLICATION FOR ELECTRICITY GENERATION DEVELOPMENT IN INDONESIA. Financing for the NPPs in developing countries, due to investment/capital cost and electricity prices, is a very important problem. Especially in Indonesia who is facing the economic crisis and depreciation for the rupiah exchange rate, the price of electricity will increase, because of the financing scheme decision that is normally taken into account in dollar value. The price of electricity will become expensive and consequently, the purchase power of the people will decrease. For this purpose, the cheapest financing scheme has to be found out and leasing financing scheme is one of the possibilities for the construction of NPP where huge capital is needed as an alternative to the conventional financing scheme. This study has an objective to make a comparison between leasing financing and conventional financing for the NPP construction of 2x900 Mwe. If the discount rate and taxes are taking into account the capital cost, the leasing financing scheme is more advantageous in certain conditions.
PENGGUNAAN PROGRAM DECADES UNTUK PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR EKSTERNALITAS Arnold Y. Soetrisnanto; Farid Kresna; Mochamad Nasrullah
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.2001

Abstract

ABSTRAK PENGGUNAAN PROGRAM DECADES UNTUK PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR EKSTERNALITAS. Dalam menghadapi tuntutan untuk peningkatan penerapan sistem energi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan (sustainable development), maka penentuan opsi sistem energi diharapkan dapat menjawab isu tersebut. Oleh karena itu pemilihan teknologi energi perlu didasari atas pertimbangan lingkungan. Program Perencanaan Energi dan Listrik DECADES (Data Bases and Methodologies for Comparative Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation) merupakan Program Perencanaan Sistem Kelistrikan yang komprehensif. Tujuan program tersebut untuk merencanakan dan merancang strategi penyediaan energi listrik atas dasar penentuan strategi pemilihan sumber daya energi (optimal solution) dengan memperhitungkan batasan-batasan lingkungan yang ketat sampai ke permasalahan kesehatan masyarakat serta pertimbangan externalitas (external cost) agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat dicapai. Program ini dibuat dalam format Paradox for Windows dengan basis data yang terdiri atas: RTDB - (Reference Technology Data Base), CSDB (Country Specific Data Base), VSDB - (Vendor Specific Data Base), TOXDB (Toxicology Data Base) dan HEIES (Health and Environmental Impact of Energy System). Seluruh data yang ada dioptimasi dengan modul perencanaan kelistrikan DECPAC dengan mengevaluasi faktor teknik, ekonomi dan lingkungan termasuk ekstemalitas (biaya eksternal) untuk berbagai sistim pembangkitan kelistrikan.   ABSTRACT POWER GENERATING DEVELOPMENT USING DECADE PROGRAM WITH EXTERNALITIES FACTOR TAKING INTO ACCOUNT. The complexity facing today's energy planners and decision-makers, particularly in electricity sector, has increased. They must take into account many elements in selecting technologies and strategies that will impact near term energy development and applications in their countries. While cost remain a key factor, tradeoffs between the demand of environmental protection and economic development will have to be made. This fact, together with the needs of many countries to define their energy and electricity programs in a sustainable manner, has resulted in a growing interest in the applications of improved data, tools, and techniques for comparative assessment of different electricity generation options. Particularly from an environmental and a human health point view. The program on Data Bases and Methodologies for Comparative Assessment of Different Energy Sources for Electricity Generation, in short DECADES was developed. For DECADES the types of technology databases were developed using PARADOX format are: RTDB - (Reference Technology Data Bases), CSDB (Country Specific Data Base), VSDB - (Vendor Specific Data Base), TOXDB (Toxicology Data Base) and HEIES (Health and Environmental Impact of Energy System). These data will be used in analytical software (DECPAC) for evaluating the always existing tradeoffs between technical, economic, and environmental features including externalities (external cost) of different electricity generation technologies.
PENYIAPAN ORGANISASI PENGELOLAAN PROYEK PLTN KHUSUSNYA PADA TAHAP KONSTRUKSI DALAM MENYONGSONG ERA INDUSTRIALISASI DI INDONESIA M. Saleh Kasim; Arief Heru Kuncoro; Priyanto Mudo Joyosukarto; Nurlaila Nurlaila
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.2002

Abstract

ABSTRAK PENYIAPAN ORGANISASI PENGELOLAAN PROYEK PLTN KHUSUSNYA PADA TAHAP KONSTRUKSI DALAM MENYONGSONG ERA INDUSTRIALISASI DI INDONESIA. Organisasi pengelolaan proyek merupakan sarana yang tak kalah penting untuk lebih awal dipersiapkan guna mengantisipasi tanggung jawab manajemen oleh para manajer. Dalam menyongsong era-industrialisasi dan globalisasi pada awal abad ke-21 atau awal Millenium ke tiga mendatang, Indonesia membutuhkan teknologi energi nuklir guna mendukung strategi pembangunan & pengembangan industri nasional. Teknologi energi nuklir merupakan salah satu pemicu pertumbuhan dan pengembangan industri pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Berdasarkan pengalaman negara-negara yang memulai pembangunan PLTN selalu menggunakan pola pembangunan dengan kontrak putar kunci (Turnkey Project) yang kiranya cocok pula diterapkan di Indonesia. Manajemen pada pembangkit energi listrik konvensional memberikan pengalaman yang cukup memadai. Adapun organisasi yang diterapkan yaitu organisasi matrik, yang kiranya cukup dapat diandalkan dan cocok untuk Indonesia.   ABSTRACT THE PREPARATION OF THE NUCLEAR POWER PLANT PROJECT ORGANIZATION ESPECIALLY FOR CONSTRUCTION PHASE IN FACING INDUSTRIALIZATION ERA IN INDONESIA. Preparation of the Project Management organization is an important infrastructure, which should be prepared earlier to anticipate management's responsibility. In anticipating the industrialization era and globalization at the early of the 21st century or the beginning of the third Millennium. In the near future, Indonesia needs nuclear power technology to support the building and development strategy for national development plan. Nuclear Power Technology is one of the triggers for the growth and development of industry in particular and the national development in general. Based on the experiences of the countries, construction of the first NPP has been set-up by Turnkey Project scheme. This scheme is applicable in the case of Indonesia. The management on Conventional Power Plant in Indonesia have gained sufficient experience. The organization being applied is the matrix organization which is reliable and suitable for Indonesia.
PERAN MOX SEBAGAI BAHAN BAKAR NUKLIR DI MASA DEPAN Sriyana Sriyana; Suparman Suparman
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 1, No 3 (1999): September 1999
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.1999.1.3.2003

Abstract

ABSTRAK PERAN MOX SEBAGAI BAHAN BAKAR NUKLIR DI MASA DEPAN. Berdasarkan studi estimasi pasokan bahan bakar nuklir, diperkirakan bahwa mulai tahun 2000 akan terjadi kesenjangan antara produksi dan permintaan uranium di dunia. Kekurangan ini akan berpengaruh terhadap pasokan bahan bakar nuklir untuk PLTN dan terhadap harga bahan bakar nuklir. Hal ini akan memberi peluang pada bahan-bakar MOX (Mixed OXide) untuk lebih banyak berperan. Kecenderungan ini terlihat dengan kenaikan pemanfaatan bahan bakar MOX sebagai substitusi bahan bakar uranium untuk reaktor air ringan (Light Water Reactor, LWR).   ABSTRACT THE ROLE OF MOX FOR NUCLEAR FUEL IN THE FUTURE. Based on nuclear fuel supply estimation study, it's predicted that starting in the year 2000 there will be a worldwide lack of uranium supply. The lack of supply will influence the nuclear fuel supply for Nuclear Power Plants and nuclear fuel costs. This will give opportunity to Mixed Oxide (MOX) fuel to have more important role. The trend is seen by the increasing usage of MOX as the substitute nuclear fuel in the Light Water Reactor (LWR).

Page 1 of 35 | Total Record : 343


Filter by Year

1999 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 23, No 1 (2021): Juni 2021 Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 22, No 1 (2020): Juni 2020 Vol 21, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 21, No 1 (2019): Juni 2019 Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 19, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 19, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 18, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 18, No 1 (2016): Juni 2016 Vol 17, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 17, No 1 (2015): Juni 2015 Vol 16, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 16, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 15, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 15, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 13, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 12, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 11, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 10, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 10, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 9, No 2 (2007): Desember 2007 Vol 9, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 2 (2006): Desember 2006 Vol 8, No 1 (2006): Juni 2006 Vol 7, No 2 (2005): Desember 2005 Vol 7, No 1 (2005): Juni 2005 Vol 6, No 2 (2004): Desember 2004 Vol 6, No 1 (2004): Juni 2004 Vol 5, No 2 (2003): Desember 2003 Vol 5, No 1 (2003): Juni 2003 Vol 4, No 2 (2002): Desember 2002 Vol 4, No 1 (2002): Juni 2002 Vol 3, No 2 (2001): Desember 2001 Vol 2, No 4 (2000): Desember 2000 Vol 2, No 3 (2000): September 2000 Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000 Vol 2, No 1 (2000): Maret 2000 Vol 1, No 4 (1999): Desember 1999 Vol 1, No 3 (1999): September 1999 Vol 1, No 1 (1999): Maret 1999 More Issue