cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
PSTNT BATAN Bandung Jalan Tamansari 71
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology)
Focus of Publication in Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology : Result of experiment in the field of nuclear science and technology and its applications in various fields. Acceptable topics include: Radioisotope, Radiopharmacy, Nuclear Medicine, Nuclear Radiation and its Measurement, Nuclear Physics and Reactors, Nuclear Instrumentation and Radioactive Waste including its applications in the fields of health, biology, industry, agriculture, metallurgy and environment
Articles 255 Documents
PENGGUNAAN IBM-PC SEBAGAI PEMANTAU CEMARAN RADIOAKTIF PADA TANGAN, KAKI DAN BADAN. Budiono P; Margono E; Didi G; Pardi N; Sugiri R
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1661

Abstract

PENGGUNAAN IBM-PC SEBAGAI PEMANTAU CEMARAN RADIOAKTIF PADA TANGAN, KAKI DAN BADAN. Makalah ini membahas mengenal perancangan dan pembuatan sistem pemantau untuk kontaminasi radiasi nukiir personil pekerja radiasi nukiir. Sistem yang dibuat terdiri dan detektor nukiir GM. rangkaian pengkondisi sinyal. rangkaian antarmuka I/O komputer (PIT 8253 dan PPI 8255) dan IBM-PC. Perangkat lunak menggunakan pemrograrnan bahasa Turbo Pascal. Prototip ini telah diuji coba dan dikalibrasi di Iaboratörium P3TkN - BATAN Bandung, untuk mendapatkan hasil yang balk. Hasil akhir cacahan data kontaminasi ditampilkan pada layar monitor IBM-PC dan dilengkapi dengan alarm bunyi.
STUDI EKSPERIMENTAL PEMBENTUKAN STRUKTUR MIKRO SISTEM BINER ZnO-Nb205 YANG DISINTER PADA SUHU 11OO°C-14OO°C. Dani Gustaman Syanfk; Engkir Sukirman; An Handayani; Saeful Hidayat
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1662

Abstract

STUDI EKSPERIMENTAL PEMBENTUKAN STRUKTUR MIKROSISTEM BINER ZnO-Nb205 YANG DISINTER PADA SUHU 11OO°C14OO°C.Dalam rangka mendapatkan varistor yang efektif (sederhana), pada makalah ini pengaruh penambahan Nb205 terhadap pembentukan struktur mikro ZnO dan mekanismenya dipelajari secara eksperimental. Studi dilakukan dengan penyinteran pelet ZnO yang ditambahi Nb205 sebanyak O hingga 1 % mol pada suhu 1100°C-1400°C di dalam atmosfer udara selama 1 jam dan menganalisis pelet sinter dengan bantuan mikroskop optik dan elektron (SEM) dan difraksi sinar-x. Hasil analisis difraksi sinar-x rnemperlihatkan bahwa di dalam pelet ZnO-Nb205 yang di sinter pada suhu 1 100°C-1400°C terdapat fase kedua Zn3Nb208. Sementara itu, hasil analisis metalografi memperlihatkan bahwa di bawah suhu 1 100°C-1400°C ukuran butir pelet ZnO-Nb205 bertambah dengan penambahan Nb205 tetapi mengecil kembali setelah melewati harga konsentrasi tertentu. Dan data ini juga ketahui bahwa pada diagram fase ZnO-Nb205 terdapat daerah larutan padat. Pada suhu 1300°C terdapat penyinteran fase cair yang telah mengakibatkan butir cenderung bulat.
STUDI PARAMETER PENUKAR PANAS UNTUK REAKTOR CANDU 6 YANG DISEMPURNAKAN Efrizon Umar
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1663

Abstract

STUDI PARAMETER PENUKAR PANAS UNTUK REAKTOR CANDU 6 YANG DISEMPURNAKAN. Sistem moderator pasif untuk reaktor CANDU 6 yang disempurnakan membutuhkan penukar panas dengan ukuran kecil dan mempunyai koefisien tahanan yang kecil pula pada sisi cangkangnya. Untuk itu telah dilakukan studi untuk menentukan ukuran penukar panas yang dibutuhkan dan menghitung koefisien tahanan pada sisi cangkangnya. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program komputer CATHENA. dapat disimpulkan bahwa penukar panas sistem moderator ini dapat digunakan pada kondisi operasi normal khususnya untuk kasus-kasus penukar panas dengan jumlah pipa 3600 sampai 8100 dan diameter pipa 15,9 mm. Studi ini menunjukkan bahwa penukar panas yang diusulkan telah memberikan hasil yang memuaskan.
PENANDAAN KIT KERING DMSA DENGAN TEKNESIUM-99m DALAM SUASANA BASA SERTA UJI STABILITASNYA. Nurlaila Z; Mimin Ratna Suminar; Iswahyudi K
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1664

Abstract

PENANDAAN KIT KERING DMSA DENGAN TEKNESIUM-99m DALAM SUASANA BASA SERTA UJI STABILITASNYA. Penvakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia. Bidang kesehatan pada saat ini mencari suatu metode untuk mendeteksi kanker secara dini sehingga dapat dilakukan pengobatan yang lebih efektif. Dalarn bidang kedokteran nuklir, beberapa radiofarmaka dapat digunakan untuk maksud tersebut diantaranya 99mTcv-DMSA yang dapat terakumulasi pada kanker tiroid medular, kanker paru-paru dan jaringan tumor lainnya. Guna mernenuhi kehutuhan pelayanan kesehatan di dalam negeri maka dilakukan pembuatan senyawa tersebut. Telah dilakukan penandaan kit kering DMSA dengan radionuklida teknesium-99rn dalam suasana basa rnenggunakan larutan NaHCO3 7 %. Dalam suasana ini terbentuk senyawa 99mTcv-DMSA dengan tingkat oksidasi +5 (99mTcv-DMSA ). Penentuan efisiensi penandaan dilakukan dengan melihat kemurnian radiokimianya yang ditentukan dengan kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Kondisi penandaan optimal dicapai pada pH = 8,2 - 8,3 (penggunaan 0,6 - 0,8 mL larutan NaHCO37 %) dengan waktu inkubasi 30 menit pada temperatur kamar, memberikan efisiensi penandaan maksimal sebesar 93.59 ± 1.05 %. Uji pendahuluan pada hewan percobaan tikus putih dengan metode penyidikan menunjukkan bahwa senyawa 99mTcv-DMSA terakumulasi dalam jumlah yang relatif kecil pada ginjal. Senyawa 99mTcv-DMSA masih dapat digunakan dalam waktu 1 jam setelah penandaan. Uji stabilitas kit kering DMSA. pada temperatur ± 4°C, menunjukkan hahwa sediaan tetap stabil sampai dengan 2½ bulan penyimpanan. 
METODE PENCACAHAN SINTILASI CAIR: SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK PENGUKURAN α DAN β TOTAL DALAM SAMPEL LINGKUNGAN Poppy Intan Tjahaja; Mutiah A
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1665

Abstract

METODE PENCACAHAN SINTILASI CAIR: SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK PENGUKURAN α DAN β TOTAL DALAM SAMPEL LINGKUNGAN. Beberapa tahun terakhir ini para ahli telah mengembangkan metode pencacahan sintilasi cair untuk pengukuran α dan β total dalam sampel lingkungan. karena metode yang ada sebelumnya (metode elektrodeposisi) cukup rumit. Metode pencacahan sintilasi cair biasanya hanya digunakan untuk pencacahan radiasi β berenergi rendah, seperti 3H dan 14C, tetapi dengan semakin berkembangnya alat pencacah sintilasi cair, sekarang metode ini dapat digunakan pula untuk pencacahan α dan β total. Kelebihannya dibanding dengan metode terdahulu ialah sediaan yang berbentuk cair memudahkan sampel terlarut secara homogen sehingga tidak ada pengaruh serapan diri, dapat mendeteksi 3H dan 14C, serta dapat menetukan α dan  β total sekaligus, sehingga dapat menghemat waktu. 
PENENTUAN DENSITAS ELEKTRON 3-DIMENSI BAHAN KRISTALIN R S Lasijo; Inawati Tanto
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.1666

Abstract

PENENTUAN DENSITAS ELEKTRON 3-DIMENSI BAHAN KRISTALIN. Densitas elektron bahan kristalin dalam 3-dimensi telah ditentukan dengan menggunakan data eksperimental difraksi sinar-x dan metode analisis numerik Fourier. Sebagai contoh dilakukan penentuan densitas elektron pada kristal yang berbentuk kubik, yaitu NaCI yang berbentuk kubik pusat bidang (FCC = Face Centered Cubic) dan CsCI yang berbentuk kubik pusat benda (BCC = Body Centered Cubic). Pada kristal NaCI diperoleh densitas 3-dimensi yang sesuai dengan posisi atom-atom dalam kristal tersebut secara lengkap. Pada kristal CsCI sinar x seolah-olah melihat dua buah kubus sederhana yang serupa dengan atom-atom Cs dan Cl masing- masing pada titik-titik sudutnya, sehingga karena dari kedua kubus sama maka puncak-puncak difraksi terletak pada sudut-sudut 20 yang sama pula, jadi difraksi sinar x tidak dapat membedakan mana yang Cs dan mana yang Cl.
SINLESIS 2-METILALILAMIN-HCI SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN LIGAN MIBI Ratnawati Kukuh
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.1.2117

Abstract

SINTESIS 2-METILALILAMIN HIDROKLORIDA SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN LIGAN MIBI. Ligan 2-Metoksiisobutilisonitril (MIBI) digunakan sebagai suatu bahan dasar pembuatan 99m Tc-MIBI. Senyawa kationik ini banyak digunakan secara klinis sebagai sediaan penyidik perfusi miokardiak. Beberapa metode telah dikemukakan untuk mensintesis MIBI. Pada tahun 1994 G.Ferro Flores dan kawan-kawan berhasil mensintesis ligan MIBI dengan rendemen yang cukup tinggi menggunakan bahan dasar 2-metilalilamin hidroklorida hanya dalam dua tahap reaksi. Mengingat 2-metilalilamin hidroklorida yang digunakan sebagai bahan dasar tidak terdapat dipasaran, maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan sintesis metilalilamin hidroklorida. Sebagai bahan dasar digunakan 3-kloro-2-metil-1-propena yang diubah ke dalam bentuk garam amin hidroklorida dengan amonia dalam larutan alkoholik. Reaksi arnonolisis menghasilkan kristal tidak berwarna dengan titik leleh 179°C - 181°C. Kristal memberikan hasil negatif dengan pereaksi ninhidrin yang berarti senyawa tidak mengandung gugus NH2, dan memberikan hasilpositif dengan CCI4-Br2, berarti senyawa mengandung ikatan rangkap. Analisis dengan spektrofotometri infra merah memberikan resapan pada panjang gelombang 2700 cm-1 - 3000 cm-1 yang ditimbulkan oleh vibrasi ulur NH dari NH3+, 1140 cm-1 oleh vibrasi ulur C-N, dan 3070 cm-1 oleh vibrasi ulur =C-H. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa senyawa hasil reaksi amonolisis adalah 2-metilalilamin hidroklorida.
PENCACAH RADIASI NUKLIR DENGAN DETEKTOR GM DALAM BENTUK KARTU ANTARMUKA DI IBM-PC Didi Gayani; Iin Indasah
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.2.1653

Abstract

PENCACAH RADIASI NUKLIR DENGAN DETEKTOR GM DALAM BENTUK KARTU ANTARMUKA DI IBM-PC. Pencacah radiasi gammadalam bentuk kartu antarmuka dibuat dengan tujuan untuk membuat sistem akuisisi data dalam bentuk yang kompak,sederhana dan kemudahan pengarsipan data. Pencacah ini dioperasikan padakomputer IBM-PC yang dipasangkan pada slot perluasan yang adadalam komputer tersebut. Komponen utama dan sistem pencacah ini terdiri dan rangkaian tegangan tinggi, pembentuk pulsadan pencacah/pewaktu yang dibentuk dengan PIT-8253. Operasi dari pencacah ini diatur dengan program yang disesuaikan dengankebutuhan konfigurasi pencacahan seperti antara lain lama waktupencacahan, jumlah pengulangan pencacahan, pengolahan data danpengarsipan data.
APLIKASI TEKNIK NUKLIR DALAM BIDANG KESEHATAN MASA KINI Johan S Masjhur
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.2.1654

Abstract

APLIKASI TEKNIK NUKLIR DALAM BIDANG KESEHATAN MASA KINI. Salah satu cabang ilmu kedokteran yang berkembang pesat sejak berakhirnya Perang Duma Kedua adalah kedokteran nuklirberikut aplikasinya dalam pelayanan kedokteran. Iilmu kedokteran nuklir mempelajari proses fisiologidan biokimia yang teijadi dalam organ tubuh manusia dengan menggunakan perunut bertanda radioaktif. Aplikasinya meliputi studi in vivo, in vitro atau in vivitro dan terapi radionukiida. Perkembangan daiam berbagai disiplin ilmu dan teknologi pendukungnya telah mampu meningkatkan produksi lebih banyak jenis radionuklida dan radiofarmakanya, mulai dan senyawa bertanda iodium radioaktif, kemudian dengan 99mTc dan 201T1 serta radiofarmaka berwaktu paro pendek produksi sikiotron seperti senyawa bertanda 123I,18F, 11C, 13N dan 82Ru. Begitu pula dalam hal peralatan telah dirancang dan mampu diwujudkan peralatan deteksi mulai dan skener rektilinear, kamera gamma dan yang lebih mutakhir seperti kamera SPECT dan PET. Bertumpu pada berbagai perangkat tersebut teknologi kedokteran nukiir telah dimampukan memberi kontribusi yang berarti dalam pelayanan kesehatan dan peneitian kedokteran dasar dan terapan.  
SINTESIS SENYAWA BENZOIL-MAG3OMe Muhayatun S; Ratnawati K
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2000.1.2.1655

Abstract

SINTESIS SENYAWA BENZOIL-MAG3OMe. Kompleks 99mTcMAG3 merupakan suatu radiofarmaka baru yang mempunyai sifat biologis yang sama dengan Hipuran bertanda 131I, dan dapat digunakan sebagai sediaan pengganti yang cukup ideal untuk mengevaluasi fungsi ginjal. Dalam usaha mengembangkan sediaan tersebut perlu dikuasai pembuatan ligan S-benzoil-MAG3 dan turunannya yang diharapkan mempunyai karakteristik yang lebih baik. Dalam penelitian ini dilakukan sintesis turunan ligan S-benzoil-MAG3 menjadi S-benzoil-MAG3OMe. Sintesis S-benzoil-MAG3OMe dilakukan melalui 4 tahap reaksi yaitu reaksi pembuatan senyawa asam S benzoiltioglikolat dan benzoilklorida dengan asarn tioglikolat, dilanjutkan dengan reaksi pembuatan senyawa suksinimidil S benzoiltioglikolat dan asam S-benzoiltioglikolat dengan N hidroksisu ksinimi da dan N , N’- disikloheksilkarbodümida, dilanjutkan dengan reaksi pembuatan senyawa S-benzoil-MAG3 dan suksinimidil S-benzoiltioglikolat dengan glisilgiisilgiisin, dan terakhir reaksi pembuatan senyawa S-benzoil-MAG3OMe dan esterifikasi S-benzoil MAG3 dengan metanol. Hasil sintesis memberikan kristal berwarna merah jambu muda, dengan titik leleh 2000C - 201°C. Uji kemurnian dengan HPLC memberikan satu puncak, yang berarti senyawa cukup murni. Anaiisis dengan spektrofotometer IR membuktikan bahwa senyawa adalah S-benzoil-merkaptoasetilglisilglisilglisin metil ester (S-benzoil-MAG3 OMe). Hasil sintesis ini diharapkan akan sangat berguna bagi pengembangan sediaan radiofarmaka 99mTcMAG3 dan turunannya.       

Page 1 of 26 | Total Record : 255


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): February 2021 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Februari 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue