cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN" : 24 Documents clear
PENERAPAN METODE PASSIVE SAMPLER UNTUK ANALISA NO2 UDARA AMBIEN DI BEBERAPA LOKASI DI JAKARTA DAN SEKITARNYA Susanto, Joko Prayitno; Prayudi, Teguh
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.667 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.185

Abstract

Analisa polutan udara ambien seperti NO2, SO2, O3 dan lain-lain denganmenggunakan Metode Passive Sampler telah banyak digunakan di negara-negara maju seperti Jepang, Thailand, China, USA. Sedangkan di Indonesia, metode ini masih belum dikenal luas. Metode ini memiliki banyak kelebihan dibanding dengan metode lain, antara lain mudah dibawa dan mempunyai tingkat mobilitas yang tinggi, dapat digunakan untuk menganalisa udara pada kondisi cuaca yang berbeda dll.Dalam paper ini, penulis bekerja sama dengan Universitas Tokushima, Jepang telah mencoba menerapkan metode Passive Sampler yang dikembangkan oleh Yanagisawa(1) untuk menganalisa konsentrasi NO2 dalam udara ambien di beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya dari bulan Januari 1997 sampai Agustus 1997. Hasil analisa menunjukkan bahwa kandungan NO2 udara ambien di wilayah Jakarta dan sekitarnya belum melebihi nilai ambang batas yang ditentukan.
PEMANFAATAN METODE FLOW INJECTION ANALYSIS (FIA) UNTUK ANALISA PHOSPATE PADA KONSENTRASI ULTRA-TRACE DALAM SAMPEL AIR Susanto, Joko Prayitno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.76 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.190

Abstract

Dalam paper ini akan dilaporkan tentang hasil penelitian analisa ion phosphatpada konsentrasi rendah (ultra-trace concentration) yang terkandung dalamsampel air dengan metoda FIA - spektrophotometer. Penelitian ini didasarkanpada reaksi pembentukan ion associate (ion gabungan) berwarna antaramolybdophosphate and Malachite Green (MG) serta proses filtrasi ionassociate pada mikro membran filter (membran filter cellulose nitrate, ukuranpori-pori 1.0 mm; ukuran membran 9 mm) yang dilanjutkan dengan prosespelarutan membran filter pada sedikit (1 ml atau kurang) Methyl Cellosolveuntuk dianalisa dengan menggunakan sistem FIA-Spektrophotometer. Hasilanalisa menggunakan metode ini menunjukkan bahwa absorbance, standarddeviation (SD) dan relative standard deviation (RSD) dari larutan blanko,masing-masing adalah 0.027, 0.0005 and 1.8%. Grafik kalibrasi yangdiperoleh menunjukkan linier pada konsentrasi phosphat antara 0.018 to 1.0ppb, dengan LOD (Limit of detection) hingga 3 ppb.
PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH MASYARAKAT KEPULAUAN SERIBU MELALUI OPTIMASI PEMANFAATAN PENAMPUNG AIR HUJAN Rahardjo, Petrus Nugro
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.576 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.181

Abstract

The very limited natural resources, especially in small islands such as in Thousand Island, north Jakarta, may cause a lot of environmental problems if the inhabitant is not wise in managing and exploiting its environmental power resources. One of the chronic problems in Thousand Island is the lack of clean water availability. That specific problem becomes worse and worse because of increasing of the population. In dry season the condition always gets worst. Many acts have been done to deal with the problem, but in fact until now it can not be solved properly. After doing a direct survey to all densely populated islands in Thousand island, it is found that one good alternative can possibly be done to solve the problem. It is to develop and maximize the using of rain water reservoir (PAH). Based on the calculation using two approaches, the fact that rain water reservoir in Untung Jawaand Lancang Besar island are already enough. For Tidung Besar, Panggang and Pramuka island, they need to enlarge the roof as a receiver of rain-water falling down. Another alternatif that should be carried out is to rehabilitate all the damage rain-water reservoirs. Kelapa island needs not only roof enlarging and rehabilitation of the rain-water reservoirs, but also developing some new rain-water reservoirs. Harapan island still needs developing some new rain-water reservoirs and roof enlarging to get more rain water.
PEMASYARAKATAN UNIT PENGOLAHAN AIR SIAP MINUM SKALA INDUSTRI KECIL Said, Nusa Idaman; Widayat, Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.571 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.186

Abstract

Berdasarkan data ststistik 1995, prosentasi banyaknya rumah tangga dan sumber air minum yang digunakan di berbagai daerah di Indonesia sangat bervariasi tergantung dari kondisi geografisnya. Secara nasional yakni sebagai berikut : Yang menggunakan air leding 16,08 %, air tanah dengan memakai pompa 11,61 %, air sumur (perigi) 49,92 %, mata air (air sumber) 13,92 %, air sungai 4,91 %, air hujan 2,62 % dan lainnya 0,80 %. Permasalahan yang timbul yakni sering dijumpai bahwa kulaitas air tanah maupun air sungai yang digunakan masyarakat kurang memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat bahkan di beberapa tempat bahkan tidak layak untuk diminum. Air yang layak diminum, mempunyai standar persyaratan tertentu yakni persyaratan fisis, kimiawi dan bakteriologis, dan syarat tersebut merupakan satu kesatuan. Jadi jika ada satu saja parameter yang tidak memenuhi syarat maka air tersebut tidak layak untuk diminum. Untuk daerah kawasan pemukiman yang telah dibangun di daerah yang kualitas air tanahnya buruk, serta belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PAM setempat maka masyarakat terpaksa memenuhi kebutuhan air minum mereka dengan cara membeli air minum kemasan dengan harga yang mahal. Untuk menanggulangi masalah tersebut, salah satu alternatif yakni dengan cara mengolah air tanah atau air sumur sehingga didapatkan air siap minum dengan kualitas yang memenuhi syarat kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, yakni dengan caramengembangkan dan memasyarakatkan paket teknologi untuk mengolah air sumur atau air PAM menjadi air yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu. Unit alat tersebut terdiri dari antara lain : pompa air baku, filter bertekanan, filter mangan zeolit, filter karbon aktif, cartridge filter, sterilisator ultra violet dan ozon generator. Tujuan dari kegiatan ini adalah memasyarakatkan teknologi pengolahan air siap minum yakni air yang dapat langsung diminum tanpa dimasak untuk skala industri kecil (kapasitas 10.000 - 20.000 liter per hari air siap minum) yang hasilnya dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan apabila membeli air minum kemasan. Sasaran kegiatan ini adalah membagun satu percontohan unit pengolahan air siap minum di dalam suatu kawasan pemukimnan yang rawan air bersih yang dapat dikelola oleh koperasi atau unit usaha setempat dan hasilnya dapat dijual kepada masyarakat setempat dengan harga yang lebih murah. Diharapkan hasil penjualan dari air tersebut dapat memberikan peluang usaha dan dapat digulirkan ke tempat lain.
MANFAAT PEMANTAUAN DALAM BIDANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN Yudo, Satmoko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.468 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.191

Abstract

In the next World Free Trade Era, presumably 70% industrial growth, especially in Java will be centered around the cities and this situation will increase environmental pollutions. The government continuously do the efforts to keep down the problems although there are also many pollution cases that couldn’t be completed. Because of lack in continous control and monitor by institution which handle environmental problems.This paper explains the role of monitoring environmental management, especially in monitoring environmental pollutions. As supporting data this paper discuss a case about using information technology in environmental managemnet in Japanesse Environmental Offices. This case shows that monitoring environmental pollutions, air water and others is an important job which is done by environmental departement in Japanese local government office. The environmental pollution monitoring has an important role in controling environmental pollutions.
PELESTARIAN TANAMAN PANGAN DENGAN TEKNIK KULTUR IN VITRO Widyastuti, Netty
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.07 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.182

Abstract

Saving the world genetic germplasm has been world community’s concern. It is a must to find a way to preserve Indonesian’s food plant biodiversity. In vitro technique culture is a proper alternative conservation of food plants. The technique is suitable for short viable seeds and vegetative multiplicating plants. Based on storage length, in vitro technique can be divided into two catagories. First short or medium term storage which intends to suppress the growth of the seed temporarily and secondly long term storage proposes to halt metabolic activity, however, the cells are still viable. There are some advantages of in vitro preservation such as savingdistinctive plants, foliage, plant without seeds, free pathogens, free disruption of environments. It is preserved free pathogen, and working on relative small room enough.
TINGKAT PENCEMARAN AIR PERMUKAAN DI KODYA YOGYAKARTA Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.377 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.187

Abstract

Perkembangan kota yang tidak terkendali sering menimbulkan berbagai persoalan baik sosial, ekonomi, keamanan dan lingkungan, utamanya masalah pencemaran terhadap air permukaan maupun air tanah yang bersumber dari limbah industri, domistik, maupun limbah pertanian. Akibat dari pencemaran tersebut, kondisi air permukaan (sungai) di Kotamadya Yogyakarta telah terjadi penurunan kualitas, terutama meningkatnya kandungan Nitrit dan bakteri coli yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan.Untuk pencegahannya perlu kiranya adanya upaya-upaya untuk melakukanperbaikan lingkungan fisik, perbaikan saluran pembuangan limbah, pengolahanlimbah, maupun sistem usahatani dengan menerapkan sistem pemupukanberimbang.
MENGUBAH LIMBAH SLUDGE PABRIK PULP DAN KERTAS MENJADI PRODUK BERGUNA Wahyono, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.846 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.192

Abstract

Pulp and paper mills are one of the important industries that contribute ingovernment’s income. Unfortunatelly, they also produce the wastes, such assludge that potentially degrade the environmental quality. The common treatments of sludge are landfilling and incinerating. However, the current trend is to recycle of sludge or it is used for producing the valuable products like absorbents, fillers, compost, etc. These are more attractives than landfilling or incinerating due to economically benefit.
DAYA TAHAN BEBERAPA ORGANISME AIR PADA PENCEMAR LIMBAH DETERJEN Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.901 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.183

Abstract

Saat ini deterjen telah digunakan secara luas oleh masyarakat, sehingga limbahnyapun tersebar di setiap badan air. Limbah yang kadangkala nampak sebagai buih-buih putih tersebut dipastikan mempunyai dampak negatif terhadap organisme air. Untuk mengetahui daya tahan organisme air terhadap limbah deterjen tersebut maka dilakukan penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa setiap organisme air mempunyai daya tahan yang berbeda terhadap limbah deterjen “rinso”. Pada penelitian ini terungkap bahwa terhadap limbah deterjen rinso larva Culex sp memiliki daya tahan yang lebih baik daripada Daphnia carinata dan Chironomus sp. Hal ini tercermin dari kenyataan bahwa dalam waktu 38 jam; 50% larva Culex sp masih bertahan dalam media dengan rinso terlarut 4 x 102 ppm; Daphnia carinata dalam media dengan rinso terlarut 102 ppm dan Chironomus sp hanya dalam media dengan rinso terlarut 10-1 ppm.
PENENTUAN PARAMETER MODEL NRECA UNTUK PULAU NATUNA Sudinda, Teddy W
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.409 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.188

Abstract

Ketersediaan data debit sungai di P. Natuna sangat kurang dan jarang biladibandingkan dengan P. Jawa. Oleh karena itu dirasakan perlu untukmengembangkan suatu metoda untuk mensimulasi data debit untuk setiap lokasi yang tidak mempunyai pos duga air sama sekali. Penulis mencoba menganalisa potensi sungai tersebut dengan pendekatan Model NRECA. Dalam metoda ini dilakukan pendekatan dengan menggunakan data curah hujan yang sejenis sehingga diperoleh parameter NRECA yang kemudian digunakan dalam memperkirakan debit maksimum dari sungai yang ada di Pulau Natuna.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2000 2000


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue