cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2011)" : 24 Documents clear
PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR LIMBAH INDUSTRI PERMEN DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR PACKED BED BERDASARKAN VARIASI WAKTU TINGGAL Titiresmi, Titiresmi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.885 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1237

Abstract

Kandungan organik tinggi dari air limbah akan efisien dihilangkan digunakan bioreaktor gabungan, proses aerobik diikuti dengan proses aerobik. Dalam penelitian ini skalalaboratorium percobaan bioreaktor packed bed didirikan. Air Limbah yang dipasang dalam penelitian ini diperoleh dari buangan dari air limbah proses aerobik PT Van MelleIndonedia. Karakteristik air limbah yang keruh, BOD / COD rasio 0,3-0,5 dan kandungan COD dalam kisaran 10.000 - 30.000 mg / L. Dari sudut pandang biodegradabilitas,pengobatan mikrobiologi akan memberikan keuntungan lebih dari pada kimia atau pengolahan fisik. Langkah awal yang meliputi pengayakan dan aklimatisasi dijalankanuntuk memperoleh populasi mikroba yang sesuai didalam bioreaktor packed bed. Langkah-langkah awal digunakan sistem batch sehingga mikroba yg berkembang akanmelekat padauntuk mendukung bahan. Setelah itu mikroba yang tumbuh menyesuaikan diri dengan mengalirkan air limbah secara perlahan dan terus-menerus dan kolom.Percobaan menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi, 96,55%, diperoleh waktu retensi selama 24 jam. Efisiensi ini menurun bersama dengan waktu retensi dan peningkatan kandungan organik. Hasil uji bioreaktor packed bed penuh dengan bahan pendukung cincin plastik mampu menghilangkan kandungan organik lebih dari 80%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI 4 VARIAN GANYONG (Canna edulis) TERHADAP INTENSITAS NAUNGAN DAN UMUR PANEN YANG BERBEDA Utami, Ning Wikan; Diyono, Diyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.249 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1242

Abstract

Ganyong merupakan tanaman yang sederhana dan potensial sebagai sumber karbohidrat, sehingga sangat layak untuk dikembangkan. Kandungan kabohidratganyong dibandingkan kandungankabohidrat lebih tinggi dari umbi kentang. Ganyong memiliki variasi morfologi yang luas dalam bentuk tanaman tinggi, warna daun, panjangdan lebar, warna dan bentuk ubi variasi kandungan kimia dalam umbi ganyong, sehingga diperlukan seleksi berdasarkan fenotipe untuk memperoleh varian dari ganyong dengan produktivitas tinggi. Ganyong adalah tanaman yang biasanya tumbuh pada daerahnaungan seperti di bawah pohon namun di sisi lain kemampuan pertumbuhannya belum diteliti . Penelitian respons pertumbuhan ganyong 4 varian dalam kondisi iklimmikro yang berbeda telah dilakukan di Laboratorium Macropropagation, Botani Divisi, CSC. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari3 faktor di mana faktor 1 adalah shading intensitas: 0% (tanpa naungan), 50% dan intensitas varian ganyong 70%), faktor 2 adalah ganyong varian (merah, pink, hijaudan putih) sedangkan faktor ke-3 adalah waktu panen (9 dan 11 bulan).Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap faktor yang merupakan bayangan intensitas, varian danwaktu panen berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi ganyong. Intensitas naungan terbaik adalah 50% yang secara signifikan berbeda dari 0% dan 70% intensitas naungan dalam hal jumlah tunas, berat segar dan berat kering daun dan berat batang, panjang umbi, bobot segar dan kering umbi. Putih varian dari ganyong prodused terpanjang ukuran umbi, bobot segar tertinggi daun dan batang, highst berat segar dan kering umbi dibandingkan dengan varian lain, bahkan dengan 11 bulan waktu panen mengakibatkan umbi tertinggi, berat kering tertinggi umbi, dibandingkan dengan 9 mounths panen. Kombinasi terbaik dari pengobatan adalah putih ganyong varian, 50% perlakuan yang diberikan adalah pada varian ganyong putih dengan intensitas.naungan 50% dan waktu perlu 9 bulan mengakibatkan produksi siknifikan seperti diameter umbi terbesar (4,8 cm), berat segar dan kering umbi highst dari 8454 g dan 1134 g / tanaman masing-masing. Kandungan kimia umbi dipengaruhi oleh varian dari ganyong dan waktu panen. Kandungan karbohidrat paling tinggi ditemukan pada9 waktu panen mounth, sedangkan kandungan serat, lemak dan protein paling tinggi ditemukan pada waktu panen 11 bulan.
PENELITIAN TINGKAT TOKSISITAS PRODUK KOMPONEN BANGUNAN DARI BAHAN DRILL CUTTING Husin, Andriati Amir; Lasino, Lasino; Sugiharto, Bambang
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.982 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1233

Abstract

Sumber daya panas bumi adalah salah satu sumber energi paling potensial di dunia. Dan salah satu produk samping panas bumi aktivitas pengeboran sumur adalah dalambentuk pasir berlumpur. Ini berisi bahan kimia tertentu yang dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dan direncanakan secara baik. Produk penyebaranPemotonganBor termasuk dalam kategori limbah berbahaya dan beracun berdasarkan Peraturan Pemerintah no 85 (1999). Namu demikian produk sampai tersebut dapat digunakankembali dengan ketentuan bahwa logam berat yang terkandung kontaminan berada pada tingkat yang dapat diterima berdasarkan uji kronis sub. Hal ini karena pemotongan bor tidak aman bagi organisme hidup dan kesehatan manusia. Dalam penelitian ini kami menganalisis kontaminasi logam berat dengan mengekstraksi TCLP dari beberapa komponen bangunan seperti blok beton berongga, genteng beton, paving blok dan panel beton. Pemotongan bor konten yang digunakan adalah 60% untuk blok betonberongga, genteng beton, panel beton dan 40% untuk paving block. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat dalam komponen bangunan yang diuji berada di bawah tingkat batas toleransi dan karena itu dapat diterima.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENDEGRADASI HIDROKARBON YANG BERASAL DARI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI Sopiah, Nida; Oktaviani, Avi; Sulistia, Susi; Suciati, Fuji; Aviantara, Dwindrata
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.663 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1238

Abstract

Bioremediasi tanah tercemar minyak bumi telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 128 Tahun 2003. Salah satu faktor yang menentukankeberhasilan penerapan bioremediasi adalah ketersediaan mikroorganisme yang mampu mendegradasi cemaran minyak bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi konsorsium bakteri hidrokarbonklastik dari sampel tanah tercemar minyak bumi yang diperoleh dari Riau dan Bojonegoro. Dari hasil seleksi dan optimasibakteri pada berbagai sampel tanah diperoleh empat isolate/konsorsium bakteri yang mampu mendegradasi minyak bumi, dengan kode konsorsium Ristek122-2.3;Ristek122-5; Ristek122-BN5; 122-Mix. Berdasarkan identifikasi dan uji biokimia, konsorsium bakteri terdiri dari bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu menghasilkanbiosurfaktan. Produksi biosurfaktan mampu menurunkan tegangan permukaan sehingga bakteri hidrokarbonoklastik mampu bekerja secara optimal.
POTENSI BAKTERI DENITRIFIKASI DALAM BIODEGRADASI CARBARYL PADA KONDISI ANAEROBIK Agustiyani, Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.545 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1234

Abstract

Potensi bakteri denitrifikasi dalam mendegradasi senyawa Carbaryl dalam kondisi anaerobik dipelajari. Penelitian diawali dengan aklimatisasi kultur mikroba yang berasaldari tanah pertanian tercemar pestisida di daerah Lembang dan Dieng, dalam media denitrifikasi yang mengandung Carbaryl. Dari hasil aklimatisasi diperoleh 3 kultur mikrobadenitrifikasi (CL, CD dan D3) yang mengindikasikan mampu tumbuh pada media yang mengandung 1000 ppm Carbaryl. Hasil isolasi dari ketiga kultur tersebut diperoleh 10 isolat bakteri murni. Enam isolat bakteri (CL1, CL2, CD1, CD2, D3.1, D3.2) diuji aktivitas denitrifikasi dan kemampuan degradasi Carbaryl pada kondisi anaerobik. Hasilpengujian menunjukkan bahwa keenam isolat bakteri mampu tumbuh dan melakukan aktivitas denitrifikasi serta memperlihatkan indikasi mampu mendegradasi Carbaryl,dengan terbentuknya senyawa 1-Naphtol. Reaksi denitrifikasi dan degradasi Carbaryl berlangsung secara simultan. Ada dua pola perubahan Carbaryl oleh bakteri denitrifikasi yang diuji, yaitu bakteri denitrifikasi yang hanya mampu merombak Carbaryl menjadi 1-Naphthol dan bakteri denitrifikasi yang dapat merombak Carbaryl menjadi 1-Naphthol dan senyawa tertentu lainnya (belum terdeteksi).
KARAKTERISASI SUMBERDAYA LAHAN DAN PEWILAYAHAN KOMODITAS UNGGULAN PERKEBUNAN DI PULAU BURU Mubekti, Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.725 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1239

Abstract

Evaluasi karakter lahan dan pewilayahan komoditas perkebunan berdasarkan kesesuaian lahan telah dilakukan di Pulau Buru, dimana wilayah ini merupakan salahsatu pulau utama di Provinsi Maluku yang mempunyai potensi sumberdaya lahan yang tinggi. Namun demikian karakter lahan sangat bervariasi dari satu tempat ketempat lainnya karena adanya factor-faktor pembatas di dalamnya. Dalam metodologi dijelaskan secara singkat tentang evaluasi lahan, kesesuaian lahan dan pewilayahankomoditas perkebunan. Kemudian bahasan hasil studi di Pulau Buru disajikan meliputi penggunaan, karakter, dan kesesuaian lahan, serta pewilayahan komoditas perkebunan. Sebagian besar wilayah studi masih ditutupi oleh hutan, dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan sebagai lahan garapan. Dareah studi terdapat 5 fisiografi terbagi menjadi 15 unit lahan. Sebagian besar lahan masuk dalam katagori tidak sesuai (N), dan hanya sebagian kecil yang masuk katagori sesuai (S). Secara alami yang menjadi factor pembatas lahan adalah kemiringan curam, ketinggian tempat, kedalaman tanah yang dangkal, dan ketersediaan air. Total luasan lahan yang potensial untuk dikembangkansebagai lahan perkebunan adalah 187.902 hektar, dan sekitar 50 % dari lahan tersebut terletak di hutan yang dapat dikonversi.
STUDI DEGRADASI DIBENZOTHIOPHENE OLEH Sphingomonas paucimobilis BAKTERI INDIGENOUS MUARA BARU-TELUK JAKARTA Sulistinah, Nunik; Riffiani, Rini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.456 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1235

Abstract

Dibenzothiophen (DBT) adalah salah satu senyawa Hidrokarbon Aromatik Polisiklik yang dikenal beracun di lingkungan. Sebagian besar PAH bersifat karsinogenik dan persisten di lingkungan. Teknik Biostimulation digunakan untuk mengisolasi bakteri indigen dari Muara Baru yang mampu mendegradasi DBT. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengisolasi dan meneliti bakteri laut yang dipilih untuk mendegradasi senyawa DBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri isolat M4 (Sphingomonas paucimobilis) dapat tumbuh optimal pada 30 oC dengan 1,6 X 109 sel / ml dan waktu penggandaan (td) adalah 6 jam. Pertumbuhan Sphingomonas paucimobilis pada konsentrasi 2% NaCl adalah 2,6 X 109 dengan Waktu penggandaan 11 jam. Proses biodegradasi DBT menunjukkan bahwa Km dan Vmaks untuk KNO3 adalah 0,0307 jam-1 dan 12,27 mglt-1 h-1. KNO 3 dan NH4NO3 adalah sumber yang cocok dari nitrogen untuk mempercepat kecepatan biodegradasi Sphingomonas paucimobilis. Efisiensi degradasi mereka adalah 62,5% dan 57,6%.
ANALISA KEBIJAKAN PENATAAN RUANG UNTUK KAWASAN RAWAN TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR Edyanto, CB Herman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1746.541 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1240

Abstract

Penanganan pengaruh bahaya tsunami bagi masyarakat pedesaan pesisir sangat penting, dengan bertujuan untuk mengurangi atau meminimalkan dampak kerugianatau kerusakan yang disebabkan oleh musbah tsunami tersebut. Namun, efek bencana alam tersebut mungkin tidak terlalu sering dianalisis dan dipertimbangkan dalam beberapa proyek perencanaan tata ruang di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi dan data mengenai lokasi tersebut. Wilayah pesisir perlu dilindungi dari dampak tsunami dengan mempertimbangkan sejumlah besar orang tinggal disana dan kegiatan mereka. Adanya pembangunan dari program hutan mangrove oleh pemerintah yang lokal dan peningkatan perencanaan pesisir spasial akan membantu untuk meminimalkan bahaya seperti di pantai.
KUALITAS KOMPOS SAMPAH RUMAH TANGGA YANG DIBUAT DENGAN MENGGUNAKAN ”KOMPOSTER” AEROBIK Sahwan, Firman; Wahyono, Sri; Suryanto, Feddy
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.697 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1231

Abstract

Upaya pembuatan kompos sampah rumah tangga dengan menggunakan ”komposter”, dapat membantu upaya pengelolaan sampah kota dalam bentuk: mengurangi jumlahtimbulan sampah di sumber, mengurangi biaya transportasi pengangkutan sampah dan dapat memperpanjang umur TPA. Untuk itulah penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi efektivitas proses pengomposannya, sekaligus mengetahui kualitas kompos yang dihasilkan. Parameter analisis kualitas kompos yang digunakanadalah: keberadaan mikroba kontaminan, tingkat kematangan, serta kesesuaian dengan Permentan No. 28 of 2009 atau SNI Kompos 2004. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses pengomposannya berjalan dengan baik dan cukup efektif, serta menggambarkan proses dekomposisi secara aerobik. Adapun produk kompos yang dihasilkan berkualitas baik, bebas dari mikroba kontaminan (patogen), memenuhi persyaratan kompos matang dan secara umum sesuai dengan parameter yang dipersyaratkan oleh Permentan Pupuk Organik atau SNI Kompos 2004.
PENGOLAHAN EFLUEN REAKTOR FIXED BED SECARA KOAGULASI Indriyati, Indriyati; Diyono, Diyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.094 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1236

Abstract

effluent dari reaktor fixed bed pengolahan limbah cair pembuatantahu masih mengandung organik tinggi dan memiliki banyak padatan tesusensi , sehingga warnaair limbah tidak cukup jernih , dan sulit diturunkan secara anaerob. Tujuan percobaan dari proses ini dalah untuk menghasilkan air limbah untuk embuatan tahu menjadi lebihjernih. berdasarkan alasan diatas, maka dilakukan pengolahan limbah cair dengan menggunakan proses koagolasi menggunakan Alumunium sulfat dan Ca (OH)2 yang ditambahkan ke efluen reaktor fixed bed dengan variasi dosis sulfat Alumunium : mulai dari 0,5; 1,0 ; 1,5; 2,5; 5,0; 7,5 gramdan batuan Ca (OH)2. Akan meningkatkan alkanitas, sampai PH 8.0. Hasil percobaan menunjukan bahwa, percobaan yang menggunakan koagulan Almunium sulfat secukupnya dan penambahan Ca(OH)2 untuk menstabilkan pH, sehingga diperoleh kualitas hasil pengolahan yang baik, dan sesuai dengan perfomance efluen reactor fixed bed yang jernih. Selain itu, aplikasi Ca(OH)2 dapat membantu meningkatkan konerja koagulan yang dapat dilihat dari ukuran flok sedimentasi dari effluen anaerob

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue