cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 3 (2012)" : 8 Documents clear
KAJIAN PEMANFAATAN POTENSI SUMBERDAYA AIR DI KABUPATEN PANDEGLANG Tjahjono, Hendra; Wibowo, Kusno; Komarawidjaja, Wage
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2837.666 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1397

Abstract

Air, baik air tanah maupun air permukaan merupakan sumber kehidupan yang tidak dapat tergantikan oleh apa pun dan tanpa air, manusia, hewan dan tanaman tidak akan dapat hidup terutama sebagai air minum. Tetapi dalam pemanfaatannya, masih banyak yang tidak sesuai dengan peruntukannya ataupun mempergunakan sampai diluar batas, sehingga disatu sisi banyak yang terbuang dengan sia-sia tetapi dilain sisi banyak yang membutuhkan. Penggunaan air selama dasa warsa terakhir ini meningkat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain oleh kegiatan manusia yang semakin bervariasi, pertambahan jumlah penduduk yang meningkat, maka jumlah air untuk kebutuhan manusia juga meningkat dan hal ini berpengaruh terhadap kualitas air. Selain itu juga berpengaruh terhadap keterbatasan air dan kondisi alam. Untuk itu diperlukan suatu system pengelolaan air yang sangat baik dengan memperhatikan akan kondisi alam dan ketersediaan akan air sehingga tercapai suatu pengelolaan yang sesuai dengan tata kelola air. Kata kunci : air, pengelolaan air, lingkungan AbstractWater, both ground water and surface water is the source of life that can not be replaced by anything and without water, people, animals and plants will not be able to live.But in its utilization, there are still many who are not as intended or use to beyond the limit, so that on one hand many are wasted in vain, but on the other side of the many in need. Use of water during the last decade has increased due to several factors, among others,by human activities increasingly varied, the number of population increases, the amount of water for human needs has also increased and this contributes to water quality. It also affects the limitations of water and natural conditions. It required a water management system is very good with attention to natural condition sand the availability of water in order to reach an appropriate management of the water governance and the availability of clean wateris needed.  Keywords: water, water management, environment
KOMBINASI TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL JAGUNG DAN EROSI TANAH PADA LAHAN KERING DI SUB DAS BIYONGA KABUPATEN GORONTALO Nurdin, Nurdin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.752 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1393

Abstract

Lahan kering merupakan salah satu lahan yang potensial untuk pengembangan jagung, tetapi umumnya petani jagung menggunakannya tanpa menerapkan teknik konservasi tanah, sehingga erosi tanah sukar dikendalikan dan produktifitasnya menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi teknik konservasi tanah yang dapat menekan erosi tanah dan meningkatkan hasil jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Sub DAS Biyonga Kabupaten Gorontalo. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua factor, yaitu faktor pertama penanaman menurut kontur dan faktor kedua penanaman dalam strip yang masing-masing factor terdiri dari lima perlakuan pupuk kandang dan mulsa serta masing-masing tiga ulangan. Pengukuran erosi tanah menggunakan petak erosi beserta drum penampung sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman menurut kontur meningkatkan hasil jagung sebanyak ±1,24 kali lebih banyak dibanding penanaman dalam strip, tetapi erosi tanah sebanyak ±1,20 kali lebih banyak dibanding penanaman dalam strip. Hasil jagung tertinggi sebanyak 5,82 ton ha-1 dan erosi tanah sebanyak 1,34 ton ha-1 tahun-1. Sementara, erosi tanah pada penanaman dalam strip hanya 1,08 ton ha-1 tahun-1 dengan hasil jagung sebanyak 4,80 ton ha-1. Dosis pupuk kandang terbaikadalah 10 ton ha-1, sementara untuk mulsa adalah 12 ton ha-1. Kata Kunci: erosi, strip, pertanaman, lahan kering, jagung AbstractUpland is one of land potentials for maize development, but most farmers were using upland without soil conservation, so the soil erosion is difficult controlling and productivity is decreasing. This research was aimed to find of soil conservation technique combinations which can minimize soil erosion and rising of maize yields. This research was carried out in Biyonga Sub-Watershed of Gorontalo Regency. Experimental was conducted in afactorial random block design with2 main factors, where first factor was contour cultivation and the second was strip cropping which each factors consisted of 5 treatments for manure and mulching with 3 replicates. Erosion box and their soil collector were used to measure of soil erosion. Results showed that contour cultivation is ±1.24 higher than strip cropping toincrease maize yields, but soil erosion was ±1.20 higher than strip cropping. The highest of maize yield was 5.82 ha-1 tahun-1 and their soil erosion was 1.34 ton ha-1 tahun-1. Soil erosion on the strip cropping was only 1.08 tonha-1 tahun-1 although maize yields were only 4.80 ton ha-1. The best dosage for manure and mulching were 10 ton ha-1 and 12 ton ha-1. Keywords: erosion, strip, cropping, upland, maize
UJI TANAMAN TALAS (Colocasia esculenta) SEBAGAI AGEN FITOREMEDIASI AIR SUNGAI CIKAPUNDUNG Wibowo, Kusno; Komarawidjaja, Wage
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.157 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1398

Abstract

Pencemaran sungai akibat akumulasi limbah domestik dan industri merupakan tantangan yang serius bagi kelestarian hidup biota perairan. Limbah domestik/rumah tangga yang sering dibuang ke perairan dapat mengganggu ekosistem yang ada di perairan tersebut. Sejauh ini berbagai upaya sudah mulai dilakukan industri dengan pembuatan instalasi limbah terpadu, namun upaya tersebut masih belum maksimal karena rendahnya kesadaran masyarakat dan lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Salah satu upaya untuk mengurangi limbah domestik adalah dengan membuat biology irigation dengan memanfaatkan tanaman talas Colocasiaesculenta. Studi pemanfaatan tanaman air untuk pengolahan air limbah domestik dalam sistem biology irigation ini dilakukanuntuk mengetahui efisiensi penyerapan unsur hara oleh C. esculenta. Metode penelitian yang diterapkan adalah menumbuhkan C. esculenta dalam suatu wadah percobaan race ways yang dialiri air limbah domestic dengan sistem subsurface flow (SSF). Hasilpenelitian menunjukkanbahwa secara fisik C.Esculenta dapat tumbuh lebih baik pada substrat yang mengandung air sungai Cikapundung dibandingkan dengan C.Esculenta yang ditumbuhkan pada substrat yang ditambahkan air sumur. Hal tersebut ditunjukkan oleh perbedaan pertumbuhan panjang dan berat tanaman tersebut. Hasil analisis parameter karbon organik (C-organik), nitrogen (N-kejdahl) dan fosfat (P) pada jaringan tanaman talas (bagian daun dan akar) menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi bahan organic dalam jaringan tanaman tersebut yang berbanding lurus dengan pertumbuhan tanaman talas (tinggi dan berat tanaman talas), sebagaimana ditunjukkan oleh konsentrasi penyerapan C sebesar 2000 mg dan N 100 mg selama 63 hari. Kata kunci : Colocasia esculenta, limbah domestik, fitoremediasi.  AbstractPollution of rivers due to the accumulation of domestic and industrial wasteis aserious challenge to the survival ofaquatic biota. Domestic waste/ household is often thrown into the water can interfere waters ecosystems. So far, many efforts have been done such as installation integrated waste treatment, but these efforts are not yet fulfill the requirement due to low awareness and lack of oversight agencies. One of the efforts to reduce domestic wasteis by making use of plant biology irrigation with Colocasia esculenta. Study ofutilization of aquatic plants for domestic wastewater treatment systems biology irrigation was conducted to determine the efficiency of nutrient uptake by C.esculenta. The research method was applied by growing C.esculenta in an experimental container -carrying raceways domestic wastewater system with subsurface flow (SSF). The results showed that physical C.Esculenta may grow well on substrates containing water Cikapundung river compared to C.Esculentagrown ona substrateis added waterwells. This is shown by the differences in growth and weight of the plants. The results of the Laboratory analysis of organic carbon (C-organic), nitrogen (N-kejdahl) and phosphate (P) on the taro plant (the leaves and roots) showed an increase nutrient in plant tissues which is directly proportional to the growth of taro plants (taro plant height and weight), as shown by a concentration of 2000 mg C sequestration and N100 mg for 63 days.  Keywords: Colocasia esculenta, domestic waste, phytoremediation.
ANALISIS PROSES KOMPOSTING PADA PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT SKALA KAWASAN (STUDI KASUS DI KOTA DEPOK) Sahwan, Firman L.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.009 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1394

Abstract

Dengan timbulan sampah sebesar 4.265 m3per hari, serta keterbatasan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang dimiliki, membuat Pemkot Depok melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis masyarakatskala kawasan, melalui pembangunan dan pengelolaan Unit Pengolahan Sampah (UPS). Upaya tersebut dijadikan ujung tombak program pengurangan sampah. Keberhasilan ataupun kendala dalam pengelolaan UPS, akan dikaji dengan menggunakan proses komposting sebagai parameter analisis. Hasil penelitian menyimpulkan: Potensi produksi kompos yang dihasilkan UPS cukup tinggi yaitu 27,57 ton per hari. Begitu pula potensi sampah organik yang dapat dikurangi sebesar 213,5 m3per hari, setara dengan 5% timbulan sampah per hari di kota Depok. Namun, dibandingkan dengan potensinya, produksi kompos eksisting sebesar 5,099 ton per hari dan eksisting sampah organik terolah sebanyak 40,85 m3per hari,baru setara dengan 20 % dari potensi yang ada. Untuk itu, produksi kompos eksisting masih terbuka untuk ditingkatkan, melalui upaya optimalisasi potensi UPS. Sampai saat ini belum ada UPS yang sudah mandiri. Partisipasi masyarakat masih terbatas pada upaya untuk membawa dan mengumpulkan sampah, selain menjadi tenaga kerja dan koordinator pengelola di UPS. Kata kunci: Pengelolaan sampah berbasis masyarakat skala kawasan, unit pengelolaan sampah, komposting, partisipasi masyarakat. AbstractWith waste generation of 4,265 m3 per day and limited current landfill field (TPA), Depok City Government has been implemented district scale of community-based waste management program through the development and management of Waste Processing Units (UPS). That efforts become the spearheading of waste reduction program. The successor issues in the management ofUPS, will be examined using composting as a process parameter analysis. The research concludes: Potential production of compost produced by UPS is quite high which is 27.57 tons per day. At the same time,the potential oforganic waste that can be reduced was 213.5 m3 per day, equivalent to 5% of waste generation perdayin the city of Depok. However, compared to its potential, the existing compost production is only 5,099 tonnes perday and existing organic waste processed is 40.85 m3 pe rday, which is equivalent to 20% of the existing potential. Hence, the existing compost productionis still can be improved, through the efforts of optimizing the potential of UPS. Until now, there is no independent UPS. Community participation is still limited only to efforts to bring and collect garbage,aside from being the labor and management coordinatorat UPS. Keywords: community-based waste management district scale, waste management units,composting, community participation.
MODELLING OF TEMPERATURE IN FULL-SCALE SYSTEMS: A REVIEW OF THE BIOLOGICAL HEAT GENERATION WITHIN WINDROW COMPOSTING Stani, Abdil Halimis
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.664 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1399

Abstract

Sistem komposting windrow adalah metode yang umum digunakan untuk pengolahan limbah padat oraganik. Temperatur adalah variabel yang penting dalam pemodelan yang mana dapat disimulasikan dengan memperkirakan perubahan keseimbangan panas dari komponen pada setiap saat. Energi panas biologis adalah istilah yang paling signifikan dalam keseimbangan panas. Dalam tulisan ini pembangkitan panas oleh proses komposting diuji dan dievaluasi dalam penerapannya untuk sistem windrow skala penuh. Sampai saat ini keakuratan memprediksi laju degradasi substrat telah menjadi tantangan utama. Penggunaan pendekatan induktif berdasarkan ekspresi kinetik orde pertama ataupun relasi kinetik empiris telah ditemukan untuk tujuan praktis. Bagaimanapunjuga faktor skala koreksi untuk proses dan tipe substrat tertentu mungkin dibutuhkan investigasi lebih lanjut untuk perbedaan sempit diantara skala lab dan skala sistem skala penuh.  Kata kunci: Komposting terbuka, keseimbangan panas, panas biologis, model pengkomposan AbstractWindrow composting is the most common method for organic solid waste treatment. Temperature is an important state variable in modelling, which could be simulated by estimating the change of heat balance components at any moment. Biological heat energy is the most significant term in the heat balance. In this paper biological heat generation of the composting process are examined and their applicability for a full-scale windrow system is evaluated. It is found that, to date, the accuracy of predicting the rate of substrate degradation has been a major challenge. The use of an inductive approach based on either first-order kinetic expression or empirical kinetics relation was found to be more feasible for practical purposes. However a scale-up correction factor for particular processes and types of substrate may need to be further investigated to narrow the discrepancies of kinetic performances between laboratory and full-scale systems. Keywords: Windrow composting, Heat balance, Biological heat, Composting models
PENGUJIAN TOLERANSI MANGROVE MUDA TERHADAP CEMARAN MINYAK BUMI Titiresmi, Titiresmi; Handayani, Titin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.357 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1395

Abstract

Percobaan dilakukan di Rumah Kaca Balai Teknologi Lingkungan, BPPT , PUSPIPTEK Serpong Tangerang pada tahun 2011 . Penelitian ini diambil pada empat spesies mangrove muda (Rhizophora mucronata , Bruguiera sp , Sonneratia sp , dan Avicenia sp ) untuk menentukan dampak subletal dan kelainan pertumbuhan dipengaruhi oleh empat konsentrasi minyak ( 0 % , 10 % , 20 % , dan 30 % ) . Pengukuran dicatat meliputi: survival persen , tingkat pertumbuhan , perkembangan daun , persen defoliasi , jumlah pengembangan cabang , dan setiap pola pertumbuhan yang tidak biasa yang mungkin telah berkembang sebagai akibat dari kontaminasi minyak . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada yang signifikan relatif kecil minyak terpengaruh. The konsentrasi tertinggi minyak pengobatan tidak mempengaruhi mangrove muda sampai akhir percobaan ini . Rhizophora mucronata menunjukkan mampu menurunkan TPH tertinggi di antara empat spesies mangrove di semua konsentrasi minyak pengobatan. Pengamatan pada enam minggu menunjukkan rata-rata penurunan TPH 38,1 % dari konsentrasi minyak 10 % , 21,1 % dari konsentrasi minyak 20 % dan 21,1 % dari konsentrasi minyak 30 % . Sementara pengamatan pada minggu kedua belas menunjukkan rata-rata penurunan TPH 81,6 % dari konsentrasi minyak 10 % , 69 % konsentrasi  minyak 20 % dan 66 % dari konsentrasi minyak 30 % . Hal ini menunjukkan bahwa bakau muda yang efektif untuk menurunkan hidrokarbon minyak bumi . Kata kunci : polusi minyak , fitoremediasi , bakau , Rhizophora mucronata , Bruguiera sp , Sonneratia sp, Avicenia sp.  AbstractThe experiment were conducted at Green House of Environmental Institute of Technology, BPPT, PUSPIPTEK Serpong Tangerang in 2011. The study were taken on four species of young mangroves (Rhizophora mucronata, Bruguiera sp, Sonneratia sp, and Avicenia sp) in order to determine any sublethal impact and growth abnormalities affected by four consentration of oil (0%, 10%, 20%, and 30%). Measurements recorded include: percent survival, growth rate, leaf development, percent defoliation, number of developing branches, and any unusual growth patterns that may have developed as a result of oil contamination. The results of this study showed that no significant deferent of oil affected. The highest consentration of treatment oil was not affects to young mangrove until the end of this experiment.Rhizophora mucronata showed able to degrade TPH highest among the four mangrove species in all oil concentrations treatment.Observation onsix weeks showed an average of TPH reduction 38.1% of10% oilconcentration, 21.1% of 20% oil concentration and 21.1% of 30% oil concentration.While observations onthe twelfth weeksshowed an average of TPH reduction 81.6% of 10% oil concentration, 69% of 20% oil concentration and 66% of 30% oil concentration. It shows that young mangrove effective to degrade petroleum hydrocarbons. Keywords:oil polution, phytoremediation, mangrove, Rhizophora mucronata, Bruguiera sp, Sonneratia sp, Avicenia sp.
KAJIAN KELAYAKAN EKONOMI RENCANA PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK KOMUNAL SISTEM UASB-DHS DI KOTA BOGOR Nugroho, Rudi; Rifai, Agus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2348.49 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1396

Abstract

Air limbah rumah tangga merupakan salah satu potensi sumber pencemaran lingkungan . Berdasarkan Laporan JICA , 1995 pencemaran lingkungan di Jabodetabek adalah 80 % disebabkan oleh air limbah rumah tangga . Untuk meminimalkan pencemaran lingkungan, air limbah harus diperlakukan sebelum dibuang ke sungai . Masalah yang sering muncul dalam pengelolaan limbah domestik adalah luas lahan terbatas dan dana yang ada untuk membangun fasilitas pengolahan air limbah dan juga biaya operasional yang tinggi . Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu pengembangan biaya rendah teknologi pengolahan air limbah dengan efisiensi penyisihan yang tinggi , mudah dioperasikan dan juga harus kompak . Sebuah teknologi kombinasi Upflow Anaerobic Sludge Blanket ( UASB ) dan aliran bawah Hanging Sponge ( DHS ) merupakan pengolahan air limbah ekonomi , mudah dioperasikan dan memiliki efisiensi penyisihan tinggi yaitu 98 % untuk BOD dan 99,8 % untuk bakteri . Namun, untuk membangun fasilitas pengolahan air limbah dengan menggunakan UASB dan teknologi DHS , perlu studi kelayakan . Makalah ini menjelaskan studi kelayakan ekonomi dan sosial dari penerapan teknologi pengolahan air limbah UASB dan DHS di Kota Bogor . Dengan perhitungan manfaat dan rasio biaya ( BCR ) , hasilnya menunjukkan bahwa BCR 2.13 . Ini berarti proyek pengolahan air limbah UASB dan DHS di Kota Bogor adalah layak. Kata kunci : air limbah rumah tangga , anaerobik selimut lumpur, studi sosial ekonom  AbstractDomestic wastewater is one of the potential sources of environment pollution. Based on the JICA Report, 1995 the environmental pollution in Jabodetabek was 80% caused by the domestic wastewater. To minimize the environmental pollution, the wastewater have to be treated before discharge to river. Problem which often emerge in management of domestic waste is the limited land area and existing fund to built a wastewater treatment facility and also the high operating cost. To overcome these problems, it needs development of low cost wastewater treatment technology with high removal efficiency, easy to operate and also should be compact. A combination technology of Upflow Anaerobic Sludge Blanket (UASB) and Downflow Hanging Sponge (DHS) represents an economic wastewater treatment, easy to operate and has high removal efficiency that is 98% for BOD and 99,8% for bacterium. However, to build the wastewater treatment facility by using the UASB and DHS technology, it needs a feasibility study. This paper explains an economic and social feasibility study of application the UASB and DHS wastewater treatment technology at Bogor City. By the calculation of benefit and cost ratio (BCR), the result shows that the BCR is 2.13. It means the UASB and DHS wastewater treatment project at Bogor City was feasible.
ENHANCED LANDFILL MINING: KONSEP BARU PENGELOLAAN LANDFILL BERKELANJUTAN Wahyono, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 3 (2012)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.559 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v13i3.1392

Abstract

Enhanced landfill mining (ELFM) adalah konsep baru yang terintegrasi tentang recovery material dan energi pada sebuah landfill yang bermanfaat bagi keberlanjutan pengelolaan material dan pengelolaan landfill. Konsep tersebut mengintegrasikan berbagai teknologi seperti teknologi ekskavasi, teknologi pemilahan, teknologi termal, teknologi transformasi dan daur ulang. Hal tersebut juga terintegrasi dengan aspek non teknis seperti aspek regulasi, market, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Konsep ELFM menjadi alternatif solusi permasalahan pengelolaan landfill. Kata Kunci: landfill mining, berkelanjutan AbstractEnhanced landfill mining (ELFM) is a new concept that integrates recovery of materials and energy in a landfill for sustainability of material and landfill management.The concept integrates a variety of technologies such as excavating, sorting, thermal, transformation and recycling technology. It is also integrated with the non-technical aspects such as regulatory, market, economic, social, and environmental aspects. The concept of ELFM can be an alternative solution for the landfill management problem. Keywords: landfill mining, sustainability 

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue