cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 2 (2013)" : 8 Documents clear
DISTRIBUSI KONSENTRASI LOGAM BERAT (CU DAN CD) PADA SEDIMEN SUNGAI MENGGUNAKAN TEKNIK DIFFUSIVE GRADIENT IN THIN FILM = Distribution of Cu and Cd Concentration in the River using Diffusive Gradient in Thin Film Tehnique Nurhamiddin, Fauziah; Zam-Zam, Zulkifli
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.254 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1429

Abstract

DISTRIBUSI KONSENTRASI LOGAM BERAT (CUDAN CD) PADA SEDIMEN SUNGAI MENGGUNAKANTEKNIK DIFFUSIVE GRADIENT IN THIN FILM =Distribution of Cu and Cd Concentration in the River usingDiffusive Gradient in Thin Film TehniqueFauziah Nurhamiddin* dan Zulkifli Zam Zam*** Fakultas MIPA Universitas Muhammadiyah Maluku Utara** Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Khairun TernateE-mail: zul_kifli79@ymail.comDiterima: 01 April 2013; Dikoreksi: 04 Mei 2013; Disetujui : 12 Mei 2013AbstractSediment in the bottom of the river has the potential as a store of inorganic compounds such as Cuand Cd, which are from human activities. The purpose of this research was to determine the typeand nature of the sediment contained in the river, to know the characteristics of the sediments andthe distribution of Cu and Cd concentrations in variations of the river sediment depth, as well as todetermine the concentration profiles of Cu and Cd in each sediment depth. The results showed thatthe type of sediment in the Brantas River can be classified into argillaceous sand. The concentrationof Cu and Cd in the second location is higher than in the first location. Cu metal concentrations insediments ranged from 0.0028 to 0.0922 ppm, and Cd metal concentration in the sediments rangedfrom 0.0022 to 0.2147 ppm .Brantas River sediments on both locations can be classified into fullysustained type which the sediments are able of to supply solutes into the pore water so that fluxsolute to pore water is equal to the flux solutes from pore water to prob DGT. This happens becausethe speed of diffusion of solutes from the solid particles sediment to pore water is equal to the speedof diffusion of solute from the pore water to prob DGT. Sediments at both locations can be includedin the category of fully unsustained. From these results, it can be concluded that the Brantas Riversediments have a role that is not functioning as a store of Cu and Cd metal because it is easy torelease metals into the river.Keywords: sediments, heavy metals, Cu, Cd, DGTAbstrakSedimen di bawah sungai berpotensi sebagai penyimpan senyawa anorganik seperti Cu dan Cd,yang berasal dari aktifitas manusia di sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuijenis dan sifat sedimen yang terdapat pada Sungai, mengetahui karakteristik sedimen dandistribusi konsentrasi Cu dan Cd dalam variasi kedalaman sedimen sungai, serta menentukan profilkonsentrasi Cu dan Cd pada tiap kedalaman sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenissedimen pada sungai Brantas dapat digolongkan kedalam pasir berlempung. Konsentrasi logamCu dan Cd pada lokasi II lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi I. Konsentrasi logam Cu dalamsedimen berkisar antara 0,0028-0,0922 ppm, dan konsentrasi logam Cd dalam sedimen berkisar0,0022-0,2147 ppm Sedimen Sungai Brantas pada kedua lokasi penelitian dapat digolongkan padajenis fully sustained dimana sedimen mampu mensuplai solute kedalam air pori sehingga fluk soluteke pore water sama dengan fluk solute dari pore water ke prob DGT. Hal ini karena kecepatan diffusisolute dari partikel padat sedimen ke pore water sama dengan kecepatan diffusi solut dari pore wateke prob DGT. Sedimen pada kedua lokasi dapat dimasukkan dalam katagori fully unsustained. Darihasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sedimen Sungai Brantas Hulu mempunyai peran yangtidak dapat berfungsi sebagai penyimpan logam Cu dan Cd di perairan.karena mudah melepaskanlogam kembali ke perairan.Kata kunci : Sedimen, Logam berat, Cu, Cd ,DGT
MEKANISME FISIOLOGIS TUMBUHAN HIPERAKUMULATOR LOGAM BERAT = Heavy Metal Hyperaccumulator Plant Physiology Mechanism Hidayanti, Nuril
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.277 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1424

Abstract

One approach to remediate toxic metal pollutants is phytoextraction using hyperaccumulator plants. These plant species are able to accumulate high concentrations of metal ions without suffering fromyield reduction as a result of metal toxicity. Physiological studies showed that metal hyperaccumulation in particular plant species is regulated by multiple pathways and genes controlling metal uptake,accumulation, and tolerance. Currently, research and development on hyperaccumulator plants are progressing in at least seven focus areas: (1) Improving plant root system for higher penetration capacity and more efficient pollutant extraction from heterogeneous contaminated soils, (2) Altering plant’s rhizosphere for secreting various enzymes to enhance extraction, (3) Improving short distance transport systems for nutrients and toxic elements in roots (4) Enhancing mobility of metalsfrom roots up to shoots. (5) Improving long-distance transport of metals, (6) Maximizing capacity of physical sinks such as subcellular vacuoles and epidermal cells and (7) hypertolerance mechanismsto resist the cytotoxic effects of the accumulated metals. Current trends in phytoremediation research are focus at genetic and molecular level. Research objectives in this area include: understanding bio-pathways involved in contaminant degradation and sequestration, identifying specific genes involved in phytoremediation processes, investigating cell signaling pathways that affect genetic expression of plant enzymes, analyzing and identifying root exudates components and chemical fingerprinting to assess phytoremediation effects at specific sites. Keywords: hyperaccumulator, phytoextraction, phytoremediation, heavy metalsAbstrakSalah satu pendekatan untuk memulihkan polutan logam beracun adalah phytoextraction menggunakan tanaman hiperakumulator . Jenis tanaman ini mampu mengakumulasi konsentrasitinggi ion logam tanpa mengalami penurunan hasil akibat keracunan logam. Studi fisiologis menunjukkan bahwa hyperaccumulator logam dalam spesies tanaman tertentu diatur oleh beberapajalur dan gen mengendalikan serapan, akumulasi , dan toleransi logam. Saat ini, penelitian dan pengembangan tanaman hiperakumulator mengalami kemajuan dalam setidaknya tujuh bidangfokus: (1) Meningkatkan sistem perakaran tanaman untuk kapasitas penetrasi yang lebih tinggi dan ekstraksi polutan lebih efisien dari tanah yang terkontaminasi, (2) Mengubah rizosfir tanaman untukmengekstrak berbagai enzim guna meningkatkan ekstraksi, (3) Meningkatkan sistem transportasi jarak pendek untuk nutrisi dan unsur-unsur beracun dalam akar, (4) Meningkatkan mobilitas logamdari akar hingga pucuk, (5) Meningkatkan transportasi jarak jauh dari logam, (6) Memaksimalkan kapasitas tenggelam fisik seperti vakuola subselular, sel-sel epidermis, dan (7) Mekanisme hypertolerance untuk melawan efek sitotoksik dari logam akumulasi . Saat ini kecenderungan dalam penelitian fitoremediasi adalah fokus pada tingkat genetik dan molekuler. Tujuan penelitian di bidangini meliputi: pemahaman bio - jalur yang terlibat dalam degradasi kontaminan dan penyerapan , mengidentifikasi gen tertentu yang terlibat dalam proses fitoremediasi , menyelidiki jalur sinyal selyang mempengaruhi ekspresi genetik dari enzim tanaman , menganalisis dan mengidentifikasi eksudat akar komponen dan sidik jari kimia untuk menilai fitoremediasi efek pada situs tertentuKata Kunci: hiperakumulator, phytoextraction, fitoremediasi, logam berat
FOTOKATALISIS ORGANIK KMNO4, SURFAKTAN DAN AMONIAK DALAM INLET WADUK MUARA BARU, JAKARTA UTARA MENGGUNAKAN SINAR UV DENGAN KATALISATOR TIO2 = Organic Photocatalytic KMnO4, Surfactants and Ammonia in Muara Baru Basin Inlet, North Jakarta using UV Rays with TiO2 Catalyst Lindu, Muhammad; Ardyarini, Putri; Ningsih, Ratna
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.725 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1428

Abstract

This research studied about photocatalysis that used TiO2 0.1% as catalisator to polluted water from Waduk Pluit, Muara Baru, North Jakarta. In order to decrease polluted agents like surfactant, KMnO4 organic, and ammoniac that will use as source of clean water. Research was conducted in batch reactor about 30x20 cm and used UV-C 15 watt x 2 lamps, and TiO2 as suspension. In this research, batch reactor that contained standard water was supplied by air with aerator 220v/100v 18 watt. Result showed that photocatalysis with TiO2 0.1% as catalisator decreased surfactant and KMnO4 organic about 80.98% and 9.48%, respectively. In contrary, ammoniac was increased about 325% Pollutants content in processed clean waterwere about 0.12 mg/l, 35.5.mg/l, and 4.93 mg/l, respectively. Result were met requirement for clean water standard as Health Ministry Decree No. 416/MENKES/PER/1X/1990 about clean water quality recuirement and controlling. Keywords: photocatalytic, organic compound, ammoniac, surfactantAbstrakDalam penelitian ini telah dilakukan studi fotokatalisis menggunakan katalisator TiO2 0.1% terhadap air baku Waduk Pluit, Muara Baru, Jakarta Utara yang tercemar untuk menurunkan kandungan bahan-bahan pencemar yaitu deterjen (surfaktan), senyawaorganik permanganat dan amoniak, yang akan digunakan sebagai sumber air baku air bersih. Penelitian dilakukan dalam reaktor batch dengan ukuran 30x20 cm, menggunakan lampu UV-C 15 watt x 2, dan TiO2 berupa suspensi. Dalam penelitian ini reaktor batch yang berisi air baku di suplai udara dengan aerator 220v/100v 18 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fotokatalisis dengan katalisator TiO2 0.1% telah mampu menurunkan kandungansurfaktan (deterjen) dan senyawa organik permanganat masing-masing sebesar 80.98% dan 9.48%, sedangkan terjadi kelonjakan pada pembentukan amoniak sebesar 325%. Dengan hasil ini kandungan ketiga polutan dalam olahan air bersih yang dihasilkan masing-masing 0.12 mg/l, 35.5.mg/l, dan 4.93 mg/l. Hasil mendekati sesuai dengan baku mutu yang diatur didalam Permenkes No. 416/MENKES/PER/1X/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air bersih.Kata kunci : fotokatalisis, senyawa organik, amoniak, surfaktan
EVALUASI KONDISI LINGKUNGAN PERAIRAN PANTAI UTARA KARAWANG UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERIKANAN = Environmental Condition Evaluation of the Northern Coastal Area of Karawang to Support Aquaculture Development Aliah, Ratu Siti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2552.168 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1423

Abstract

An evaluation of the environmental status of the northern coastal area of Karawang was conducted in the wet and the dry season to understand their feasibility to support aquaculture development. Theevaluation result showed that in the wet season, the water quality of the coastal and breackishwater ponds was poor due to high concentration of total suspended solid (TSS), high turbidity, ammonia,nitrate, nitrite and sulfide that stimulated phytoplankton bloom which indicated by high concentration of chlorophyll-a. To anticipate the water quality degradation, it is necessary to build a sedimentationfacility along the inlet channel which accomapied by seaweed and mangrove plantation to eliminate and reduce an organic waste that entered to the breackishwater ponds. An application of the“Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)” in the coastal area in the future is the best prospective to develop sustainable aquaculture. This technology is green technology with the biorecycle systemand zero emition. Keywords : environmental status, northern coastal area of Karawang, aquaculture developmentAbstrak Evaluasi kondisi lingkungan perairan di kawasan Pantai Utara Karawang di lakukan pada musim hujan dan kemarau guna mengetahui kelayakannya dalam mendukung pengembangan usahabudidaya perikanan. Hasil evalusi menunjukkan bahwa pada musim hujan telah terjadi penurunan kualitas air baik di perairan pantai maupun perairan tambak yang diindikasikan dengan meningkatnyakekeruhan dan konsentrasi ammonia, nitrate, nitrit dan sulfide yang memacu terjadinya ledakan (blooming) fitoplankton (klorofil-a). Untuk mengantisifasi penurunan kualitas air, perlu dikembangkanbak pengendapan disepanjang pantai yang disertai penanaman rumput laut dan mangrove untuk mengurangi kekeruhan dan menetralisir limbah organik yang masuk ke pertambakan sebelumdigunakan untuk kegiatan budidaya perikanan. Penerapan Teknologi Budidaya Perikanan terintegrasi “Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)” di wilayah pesisir dimasa mendatang merupakanprospek yang menjanjikan untuk pengembangan teknologi budidaya perikanan berkelanjutan, karena teknologi ini selain lebih produktif juga merupakan teknologi bersih (green technology) danberwawasan lingkungan karena teknologinya bersifat Zero Emition atau bebas limbah. Kata Kunci : kondisi lingkungan, pantai utara Karawang, pengembangan budidaya perikanan
SPATIAL STATISTICS FOR ESTIMATING SAGO STOCK IN WEST PAPUA, INDONESIA = Statistika Spasial untuk Estimasi Stok Sagu di Papua Barat, Indonesia ., Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.401 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1427

Abstract

Sagu sawit adalah salah satu Genus Metroxylon dari keluarga Palmae , yang mengakumulasi sejumlah besar pati di batangnya. Sebagai sumberdaya makanan bertepung, sagu bisa menjadi peran penting sehubungan dengan kemungkinan kekurangan pangan di dunia di masa depan. Sagu sawit adalah tanaman tropis yang tidak hanya tumbuh di lahan kering, tetapi juga tumbuh dengan adaptasi yang tinggi terhadap lahan basah seperti rawa air tawar, rawa gambut ataubrakish. Asal-usul sagu diyakini membentang dari Maluku dan Papua dari Indonesia ke New Guinea. Namun, perhatian untuk mengeksplorasi penyebaran dan potensi sagu belum dilakukansecara memadai di Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode statistik spasial untuk pemetaan dan memperkirakan saham sagu di Inanwatan District, Kabupaten SorongSelatan, Papua Barat. Kerangka sampling area berupa metode segmen persegi yang diterapkan untuk memperkirakan stok sagu, yang melibatkan beberapa tahapan, yaitu, (1) Stratifikasi daerahpenelitian dengan menggunakan resolusi tinggi dari data satelit, (2) Desain survei kerangka sampel, (3) Survei lapangan untuk truthing tanah, dan (4) analisis data. Hasil menunjukkan bahwa totaldaerah penelitian adalah 13.315 ha terdiri dari 2.892 ha hutan non - sagu dan 10,423 ha hutan sagu. Hutan sagu dibagi menjadi 3 strata, yaitu kepadatan rendah, kepadatan sedang, dan kepadatantinggi, yang memiliki luas wilayah 630 ha, 392 ha, dan 9.401 ha. Populasi sagu matang di kepadatan rendah , kepadatan sedang , dan kepadatan tinggi 22,680 berdiri , 32,928 berdiri , dan 549,018berdiri sebesar 4.930 ton , 7,226 ton , dan 109,044 ton pati sagu , masing-masing. Sehingga , total saham sagu di daerah penelitian adalah seluruh 121,200 ton pati sagu. Kata Kunci : statistik spasial, area kerangka sampling, penginderaan jauh, sagu sawitAbstractSago palm is one of Genus Metroxylon belonging to Family Palmae, that accumulates a huge amount of starch in its stem.As invaluable resouces of starchy food, sago palm could be an important role inrespect to possible food shortage in the world in future. Sago palm is a tropical plant which not only grows in the dry lands but also grows with high adaption to low-lying wetlands such as fresh waterswamp, peat swamp or brakish water. The origin of sago palm is believed to be the area extending from Moluccas, and Papua of Indonesia to New Guinea. However, the attention to explore spreadand potential of sago stock has not been done adequately in Papua. The Objective of this study is to develop spatial statistics method for mapping and estimating sago stock in Inanwatan District,Sorong Selatan Regency, West Papua. Area frame sampling of square segment method is applied for estimating sago stock, which involves some stages, i.e., (1) Stratification of study area by usinghigh resolution of satellite data, (2) Design of sample frame survey, (3) Field survey for ground truthing, and (4) Data analysis. The Results show that the total of study area is 13,315 ha consistedof 2,892 ha non-sago forest and 10.423 ha sago forest. Sago forest is divided into 3 strata, namely low density, medium density, and high density, which has area of 630 ha, 392 ha, and 9,401 harespectively. The population of ripe sago palm in low density, medium density, and high density are 22.680 stands, 32.928 stands, and 549.018 stands equal to 4.930 tons, 7.226 tons, and 109.044 tonsof sago starch, respectively. So that, the total sago stock in the whole study area is 121.200 tons of sago starch. Keywords: spatial statistics, area frame sampling, remote sensing, sago palm
PENGARUH EXTERNALITAS PADA NET ENERGY RATIO PRODUKSI BIODIESEL MIKROALGA = Externalities Effect on Net Energy Ratio of Microalgae Biodiesel Production Santoso, Arif Dwi; ., Kardono; Susanto, Joko P.
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.505 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1426

Abstract

In the future, Indonesia is predicted to be hit by national energy crisis so that it needs to do some efforts to overcome its dependences on these fossil energy sources. One of the efforts to lower high dependency on fossil energy sources is to find renewable energy sources. Microalgae has a great potential as a renewable energy source because it has the advantages of high productivity and sustainability. Development of microalgal biomasses as a renewable energy source is however, constrained by high cost of biomass production and low value of NER (net energy ratio) comparing tothese of other biomasses, like palm oil, jatrophaand tubers. Literature study shows that the method of NER calculation on biodiesel production does not yet include environmental variables. This researchis therefore to evaluate the values of NER before and after the addition of environmental commodity variables that consist of social, environmental and land use cost. Results of NER values calculatedusing existing LCA and modification LCA method are found to be 0,62 ± 0,078 and 0,60 ± 0,075 for algal biodiesel and 4,17 ± 0,79 and 3,22 ± 0,61 for palm biodiesel. The lower value of NER value differences for algal biomass indicates that biodiesel production from algal biomass is more environmentally-friendly. In addition, it is predicted that microalgae will have a significant contribution in the green house gases (GHGs) mitigation by replacing fossil fuel in the future through its role as a biodiesel. Keywords: net energy ratio, life cycle analysis, environmental commodity, microalgae, biodieselAbstrakDi masa depan, Indonesia diperkirakan akan dilanda krisis energi nasional sehingga perlu melakukan upaya untuk mengatasi ketergantungan terhadap energi fosil tersebut. Salah satu upayauntuk menurunkan ketergantungan pada energi fosil adalah untuk menemukan sumber energi terbarukan. Mikroalga memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan karena memiliki keuntungan dari produktivitas tinggi. Pengembangan biomasa mikroalga sebagai sumber energi terbarukan terkendala oleh tingginya biaya produksi dan nilai rendah APM (rasio energi bersih) dibandingkan dengan biomasa lainnya, seperti kelapa sawit ataupun umbi-umbian. Studi literatur menunjukkan bahwa metode perhitungan APM pada produksi biodiesel belum menyertakan variabel lingkungan. Oleh karena itu penelitian ini adalah untuk mengevaluasi nilai-nilai APM sebelum dansesudah penambahan variabel komoditas lingkungan yang terdiri dari biaya sosial, lingkungan dan penggunaan lahan. Hasil nilai NER dihitung dengan menggunakan LCA yang ada dan metode LCAmodifikasi yang ditemukan 0,62 ± 0078 dan 0,60 ± 0,075 untuk biodiesel alga dan 4,17 ± 0,79 dan 3,22 ± 0,61 untuk biodiesel sawit. Nilai yang lebih rendah dari perbedaan nilai APM untuk biomassaalga menunjukkan bahwa produksi biodiesel dari biomassa alga lebih ramah lingkungan. Selain itu, diperkirakan bahwa mikroalga akan memiliki kontribusi yang signifikan dalam mitigasi gas rumahkaca (GRK) dengan mengganti bahan bakar fosil. Kata kunci: rasio energi, analisa siklus hidup, komoditas lingkungan, mikroalga, biodiesel
PENGGUNAAN MODEL DINAMIK DALAM PENENTUAN PRIORITAS KONSERVASI AIR TANAH DI KABUPATEN BANTUL = Dynamic Model Application to Determine Ground Water Conservation Priorities in Bantul District Purnama, Setyawan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.277 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1430

Abstract

Recently, problem related to water resources, especially groundwater is more complex. Basically there are three problems related to groundwater resources i.e. quantity, quality and its distribution (spatially or temporary). Conservation is needed to be done to keep its sustainability. Base on this background, the objectives of the research is (1) to build groundwater conservation model, (2) to analyse theperfomance of model in various physical and social-economic condition and (3) to determine policy priority of groundwater resources conservation. Calculation of groundwater availability, safe yield,and its usage for domestic, industry, hotels and poultry are carried out to achieve these objectives. Powersim 2,5c. programme is used as model simulation. As a result, it is known that dynamic modelwith Powersim 2,5c. programme can be used to do hydrologic simulation models, especially in groundwater conservation models. Base on model behavior simulation, it is known that decreasing ofland conversion to settlement can be preserved decreasing of groundwater recharge and decreasing of groundwater storage significantly. Moreover, because of its hydrologic system, the decreasing of land conservation do not just be done in Bantul District, but also in Sleman and Jogjakarta City. Besides decreasing of land conversion, the policy that can be done to conservate groundwater is by decreasing water consumption. Keywords : dynamic models, groundwater conservation, Bantul DistrictAbstrakSaat ini, permasalahan yang berkaitan dengan sumberdaya air, khususnya sumberdaya air tanah semakin kompleks. Pada dasarnya ada tiga masalah dalam kaitannya dengan sumberdaya ini,yaitu masalah kuantitas, kualitas dan masalah distribusi, baik secara keruangan maupun waktu. Upaya konservasi perlu sedini mungkin dilakukan terhadap keberadaan sumberdaya ini agar keberlanjutannya dapat terjaga. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) membuat model konservasi air tanah di daerah penelitian. (2) mengetahui perilaku model pada berbagai kondisi fisik dan sosial ekonomi dan (3) merumuskan prioritas kebijakan konservasi sumberdaya air tanah di daerah penelitian yang sesuai dengan karakteristik daerah. Untuk mencapai tujuan ini dilakukan perhitungan ketersediaan air tanah dan hasil aman dengan metode statik dan perhitungan kebutuhan air untukkeperluan domestik, industri, perhotelan dan peternakan. Untuk melakukan simulasi pemodelan digunakan Program Powersim 2,5c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dinamik denganmenggunakan Program Powersim 2,5c dapat digunakan untuk melakukan simulasi model hidrologi, khususnya model konservasi air tanah. Berdasarkan hasil simulasi model, diketahui bahwa denganmengurangi laju konversi lahan menjadi permukiman, dapat mempertahankan pengurangan imbuh air tanah dan mengurangi laju pengurangan jumlah air tanah tersimpan secara signifikan.Pengurangan laju konversi lahan bukan hanya dilakukan di wilayah Kabupaten Bantul, namun dilakukan secara terpadu untuk seluruh Sistem Akuifer Merapi yang juga meliputi Kabupaten Slemandan Kota Yogyakarta. Selain dengan mengurangi konversi lahan, kebijakan yang dapat dilakukan dalam konservasi air tanah di Kabupaten Bantul, adalah dengan gerakan hemat air.Kata kunci : model dinamik, konservasi air tanah, Kabupaten Bantul
PEMANFAATAN JERAMI UNTUK PRODUK RAMAH LINGKUNGAN UKM MELALUI PROSES KEMPA = Utilization of Straw as SME Environmental Friendly Products via Felts Process Purwandaru, Pandu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2013)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.317 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v14i2.1425

Abstract

Indonesia is the third largest quantity of rice production country in the world with 64 millions metric tons per year. The quantity of rice that produced is running parallel to the quantity of hay, it can be seen from the harvest per kg to produce 1 to 1,5 kg of rice straw or 64-96 million tons per year. 62% of rice straw burned or used as animal feed, so that when burned, it will cause global warming and also pollution. One effort to provide more value of straw material is to process into products of small medium enterprises (SME), straw treatment alternative chosen was to compacting presses using heat and environmentally friendly adhesives. The method can be a new alternative in the processing of SME products that made by rice straw materials, because rice straw is mostly processed usingwoven. Press method is also a simple method that is commonly found in several SMEs in Indonesia. The output of this research is SMEs product and stationary product was choosen as the sample.Experiments structural adhesive is used internally (binderless) and external (gum rosin and gum damar cat’s eye). Visual experiment divided into the natural character, natural dyes and primarystaining. From the experimental results, we conclude that the best structure is generated from an external adhesive resins cat eye with the quantity of adhesive 20% and visual experiment results isvariation to create a design with a variety of natural visual character of rice straw to modern. Keywords: rice straw, press, environmentally friendly, SMEAbstrakIndonesia merupakan negara dengan kuantitas produksi padi terbesar ketiga di dunia yaitu 64 juta metrik ton. Kuantitas padi yang melimpah tersebut berjalan paralel dengan kuantitas jerami yangdihasilkan, hal ini dapat dilihat dari per 1 kg beras menghasilkan 1 sampai 1,5 kg jerami atau 64-96 juta ton per tahunnya. Mayoritas (62%) jerami dibakar atau dijadikan pakan ternak, apabila dibakarsecara tidak langsung akan menyebabkan pemanasan global serta polusi disekitarnya. Salah satu upaya untuk memberikan nilai lebih material jerami yaitu dengan mengolahnya menjadi produk UKM,alternatif pengolahan jerami yang dipilih adalah dengan metode pemadatan melalui proses kempa panas dan perekat ramah lingkungan. Metode tersebut bisa menjadi variasi baru dalam pengolahan produk UKM jerami, karena saat ini kebanyakan jerami diolah dengan menggunakan teknik anyam. Metode press merupakan metode sederhana yang sudah biasa ditemukan di beberapa UKM diIndonesia. Output dari penelitian ini adalah produk UKM dengan sampel produk perkantoran stationary yang ramah lingkungan. Eksperimen struktur menggunakan perekat internal (binderless)dan eksternal (gondorukem dan getah damar mata kucing), eksperimen visual dibagi atas karakter natural, pewarnaan alam dan primer. Dari hasil eksperimen tersebut dapat disimpulkan bahwastruktur terbaik adalah yang dihasilkan dari perekat eksternal damar mata kucing dengan kuantitas perekat 20 % dan visual adalah variasi desain dengan berbagai karakter visual dari natural hinggamodern. Kata kunci : jerami, press, ramah lingkungan, UKM

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue