cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2014)" : 8 Documents clear
KAJIAN PERTUMBUHAN CHLORELLA SP. PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI SUSU Garno, Yudhi Soetrisno; komarawidjaja, Wage; Susanto, Joko Prayitno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.527 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1451

Abstract

Chlorella sp dikenal sebagai mikroalga yang mampu hidup di berbagai badan air, termasuk badan airpenampung limbah cair. Kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan adaptasiChlorella sp pada limbah cair industri susu, yang jika terurai menghasilkan nutrien untuk pertumbuhanChlorella sp. Kajian dilakukan dengan memelihara Chlorella sp pada media F/2 Guallard, limbah cairindustri susu (LS) dan limbah cair industri susu yang diperkaya dengan nitrogen setara nitrogendalam F/2 (LSP). Kajian ini mengungkapkan bahwa Chlorella sp tumbuh paling baik di media limbahsusu yang diperkaya dengan nitrogen setara F/2. Media tersebut (LSP) menghasilkan kepadatan dankonsentrasi Chl-a, serta kandungan Chl-a per individu Chlorella sp yang lebih tinggi daripada mediaF/2 dan LS. Mengingat limbah susu yang tidak diolah dengan baik dapat menimbulkan pencemaranbagi lingkungan perairan sekitar industri itu berada, maka perlu dipertimbangkan kemungkinanpemanfaatan Chlorella sp pada pengolahan limbah industri susu di tingkat lanjutan, sebelum limbahdibuang ke badan air.
APLIKASI TEKNOLOGI HIJAU UNTUK PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN BERBASIS STRUKTUR KOMUNITAS MIKROBA Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1270.437 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1457

Abstract

Struktur komunitas mikroba memiliki peran yang penting dalam pemantauan kualitas lingkungan.Strategi pengembangan metode analitis yang handal untuk mengkarakterisasi struktur komunitasmikroba masih merupakan sebuah tantangan.Analisis profil respirasi kuinon (RK) merupakan salahsatu metode identifikasi mikroba tanpa kulturisasi yang telah luas digunakan untuk mengkarakterisasistruktur komunitas mikroba. Studi ini bertujuan untuk mengaplikasikan teknologi ekstraksi fluidasuperkritis (EFS) sebagai sebuah teknologi hijau untuk determinasi struktur komunitas mikrobakuinondalam lumpur IPAL. Statistik desain percobaan digunakan dalam studi ini untuk mengoptimasikondisi EFS, dan mengeksplorasi hubungan antara beberapa peubah dan satu atau lebih peubahrespon. Kromatografi cairan ultra performansi (KCUP) dilengkapi detektor foto diode arraydigunakan untuk determinasi secara simultan ubikuinon (UK) dan menakuinon (MK).Ekstraksisuperkritis berfluida CO2 dengan perangkap kartridge fase padat terbukti lebih efektif dan cepatuntuk mengekstraksi RK dibandingkan metode konvensional dengan pelarut organik.Keberhasilanprosedur analitis dari metode ini dibuktikan dengan adanya pengurangan signifikan dari kompleksitasprosedur yang gunakan dan penurunan waktu preparasi sampel.Hasil optimalisasi metode EFS inijuga diuji sensitifitas nya dalam mengkarakterisasi komunitas mikroba berbasis profil kuinon padaberbagai sampel seperti tanah, air kolam, sedimen sungai, lumpur digesi anaerob. Metode ini dapatmenjadi metode rutin dalam pemantauan struktur komunitas mikroba di lingkungan
POTENSI SERAPAN CO 2 PADA BEBERAPA JENIS POHON TUMBUH CEPAT DI HUTAN RAWA GAMBUT HAMPANGEN, KALIMANTAN TENGAH Mansur, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.275 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1453

Abstract

Studi potensi serapan Karbondioksida (CO2) pada beberapa jenis pohon tumbuh cepat dilakukandi hutan rawa gambut, Hampangen, Kalimantan Tengah, pada bulan September, 2012. Sebanyakdelapan belas individu dari enam jenis pohon dipilih sebagai sampel pengukuran. Setiap individudiukur daun muda dan daun tua. Laju serapan CO2 dan parameter fisiologi lainnya diukur denganalat portable Lci ADC Bioscientific Ltd. Photosynthesis system, kandungan khlorofil daun denganalat Chlorophyll meter tipe SPAD-502 merk Minolta, Intensitas cahaya dengan alat Lux meter,suhu dan kelembaban udara dengan alat hygrometer digital, pH dan kelembaban tanah denganmenggunakan soil tester. Hasil penelitian dapat dilaporkan bahwa, Nilai laju penyerapan CO2bervariasi di antara individu satu dengan individu lainnya, demikian pula di antara jenis tumbuhanyang diukur, yakni terendah 4,49 µmol/m2/s dan tertinggi 34,11 µmol/m2/s. Jenis Horsfieldiacrassifolia memiliki kemampuan penyerapan CO2 rata-rata sebesar 23,05 µmol/m2/s, lebih tinggidaripada Combretocarpus rotundatus (14,03 µmol/m2/s), Cratoxylum glaucum (11,96 µmol/m2/s),Camnosperma auriculatum (10,86 µmol/m2/s) dan Alstonia angustifolia (10,69 µmol/m2/s). Namundemikian kelima jenis tersebut masih memiliki tingkat laju penyerapan CO2 lebih tinggi dibandingkanjenis Garcinia rigida yang diprediksi tumbuh lambat, yaitu sebesar 7,50 µmol/m2/s.
BIOMASSA DAN KARBON DI HUTAN DATARAN RENDAH DESA WUNGKOLO, PULAU WAWONII, SULAWESI TENGGARA Ahmad, Laode
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.806 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1454

Abstract

Pengamatan biomasa dan karbon stok dilakukan dengan membuat 11 petak pengamatan disekitarDesa Wungkolo, Pulau Wawonii. Masing-masing petak berukuran 30x30 m2, seluruh pohon yangmemiliki DBH ≥ 5 cm diukur dan dicatat diameter dan tingginya. Hasil menunjukkan bahwa diseluruhpetak terdapat 81 jenis dengan total luas bidang dasar mencapai 36,67 m2/ha, jenis-jenis yangmendominasi adalah Castanopsis acuminatissima (Fagaceae) Canarium denticulatum (Burseraceae)dan Antidesma stipulare (Euphorbiaceae). Persamaan allometrik dapat digunakan secara akuratuntuk mengestimasi biomasa dan stok karbon diatas permukaan tanah, dengan koefisien korelasimemiliki nilai yang tinggi (0,99) untuk hubungan allometrik yang diperoleh antara biomasa diataspermukaan tanah dan diamter. Perbandingan estimasi menunjukkan perbedaan yang nyata antarabiomasa di penelitian ini dan lokasi hutan tropis lainnya (P<0,001). Total biomasa mencapai 313,8 tonha-1. Kandungan karbon dan karbondioksida (CO2)terbesar pada jenis Kjellbergiodendron celebicum(C = 19,8 ton ha-1; CO2 = 72,7 ton ha-1), yang diikuti oleh C. acuminatissima (17,8; 65,6) dan C.denticulatum (C = 15,9 ton ha-1; CO2 = 58,5 ton ha-1). Besarnya jumlah karbon stok pada masing-masing jenis sangat dipengaruhi oleh diameter dan tinggi pohon. Estimasi kandungan karbon stokini lebih rendah dibandingkan dengan hasil estimasi dari Brown (1997) dan Chave et. Al. (2005).Penggunaan persamaan alometrik untuk penentuan biomasa dikawasan hutan tropis memilikiperbedaan lokasi, persamaan tersebut dapat digunakan untuk konservasi kawasan, khususnya disekitar petak pengamatan.
ESTIMASI JEJAK KARBON INDUSTRI MINYAK KELAPA SAWIT Mubekti, Mubekti
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.004 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1455

Abstract

Dalam kurun dasawarsa terakhir, produksi minyak kelapa sawit di Indonesia berkembang pesatsebagai akibat dari permintaan baik pasar lokal maupun internasional. Potensi penggunaan minyaksawit sebagai biodiesel untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap penggunaanbahan bakar fosil telah menjadi fokus perdebatan berkaitan dengan emisi yang disebabkan olehkonversi lahan perkebunan kelapa sawit, serta proses-proses pengelolaan kebun dan pasca panen.Menghitung jejak karbon dari industri minyak kelapa sawit berkaitan dengan tiga fase prosesproduksi, yaitu (1) konversi tutupan lahan sebelunya, (2) pengelolaan perkebunan kelapa sawit, (3)transportasi dan pengolahan dalam pabrik. Dari berbagai sumber data sekunder hasil penelitiansebelumnya dapat dihitung emisi karbon sebesar 1.641,33 ton per hektar ekivalen CO2 dalam 25tahun siklus pertumbuhan kelapa sawit. Apabila 6000 hektar dianggap sebagai luasan ekonomisperkebunan kelapa sawit, maka total emisi karbon diestimasikan sebesar 9.847.980 ton ekivalenCO2
EKSTRAKSI LEMAK SEL TUNGGAL MIKROBA YANG BERPOTENSI MENGHASILKAN BIODIESEL Sulistyo, Joko; Purwaningsih, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.631 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1452

Abstract

Beberapa biakan mikroba dan mikroalga dapat menghasilkan biomasa yang mengandung asamlemak, sehingga berpotensi sebagai sumber penghasil lemak sel tunggal. Pembuatan biodieseldari lemak sel tunggal dapat diproduksi dengan memodifikasi asam lemak melalui esterifikasi dantransesterifikasi menggunakan metanol serta basa atau asam kuat sebagai katalis. Tujuan daripenelitian adalah untuk mengeksplorasi potensi biakan mikroba dan alga sebagai penghasil lemaksel tunggal mulai dari penyiapan bahan, inkubasi, ekstraksi minyak, esterifikasi dan transesterifikasibiomasa secara tidak langsung. Transesterifikasi dengan pelarut heksan-isopropanol akanmenghasilkan kandungan metil ester asam lemak yang tinggi. Lemak sel tunggal yang diekstraksidari biakan kapang (Monascus purpureus, Monilia sitophyla, Aspergillus oryzae, Mucor javanicus,Fusarium oxysporum) dan alga (Chlorella vulgaris and Scenedesmus dimorphus) dapat menghasilkanbiodiesel melalui transesterifikasi secara langsung, menggunakan panas setelah penambahansejumlah banyak metanol anhidrat dan sodium hidroksida sebagai katalis yang berperan untukmeningkatkan kecepatan reaksi serta hasil yang diperoleh. Lemak sel tunggal pada kapang F.Oxysporum dan M. Javanicus didominasi oleh asam palmitat (41 % dan 40 %), sedangkan padakapang A. Oryzae, M. Purpureus dan M. Sitophyla didominasi oleh asam linoleat (42 %, 36,1 %dan 36 %). Sedangkan pada alga C. Vulgaris didominasi oleh asam linolenat (47 %), dan pada algaS. Limorphus didominasi oleh asam linoleat (35 %). Asam palmitat dan linoleat berpotensi untukmenghasilkan biodiesel melalui esterifikasi. Dimana, sejumlah banyak metanol digunakan untukmenghasilkan lebih banyak metil ester sebagai produk akhir.
PENGARUH EXTERNALITAS PADA STUKTUR BIAYA PRODUKSI BIODIESEL MIKROALGA SEBAGAI SUMBER ENERGI RAMAH LINGKUNGAN Santoso, Arif Dwi; Soemardi, Tresna P; Kardono, Kardono; Subandar, Awal
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.66 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan biomassa mikroalga sebagai bahan baku biodieselalternatif yang ramah lingkungan. Perbandingan semua variabel biaya produksi antara mikroalgadan biodiesel kelapa sawit menggunakan proses produksi sistem analisis siklus analisis siklus hidupdiperpanjang (extended LCA) di evaluasi. Penggunaan sistem extended LCA dapat mencakupisemua variabel komoditas lingkungan sehingga potensi biomassa mikroalga sebagai materialyang terbarukan, rendah dalam penggunaan lahan dan berkelanjutan dapat dipromosikan. Nilai-nilai variabel komoditas lingkungan diperkirakan melalui pendekatan kesediaan membayar (WTP)menggunakan perangkat lunak yang di kembangkan oleh Strategi Prioritas Lingkungan (EPS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan biaya produksi biodiesel dari mikroalga danminyak sawit setelah dimasukkannya biaya variabel eksternalitas nya. Biaya produksi biodieseltertinggi berasal dari tahap segar produksi biomassa tandan buah kelapa sawit (49%-64 %) daritotal biaya. Analisis extended LCA menyimpulkan bahwa kenaikan mikroalga dan biaya produksiminyak biodiesel sawit adalah sekitar 2,6 % dan 17,7%. Biomassa untuk produksi biodiesel darimikroalga relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan dari kelapa sawit karena berbagai kendalapada penggunaan mikroalga dapat ditangani. Selain itu, mikroalga memiliki kontribusi yang signifikandalam gas rumah kaca (GRK) mitigasi dengan mengganti bahan bakar fosil di masa depan melaluiperannya sebagai biodiesel.
IDENTIFYING LOW CARBON TECHNOLOGY FOR SUSTAINABLE ENERGY DEVELOPMENT IN INDONESIA Kardono, Kardono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.699 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i1.1456

Abstract

As a developing country, Indonesia has voluntarily committed to reduce its green-house gases(GHGs) emissions by 26% with its self-financing, or 41% with addition of foreign aids, by year 2020.This target will carry consequences for Indonesia to make an action plan and at the same time tochoose which low carbon technologies (LCTs) are employed in reducing its GHGs. This paper willfocus on introducing LCTs for energy sector of Indonesia. LCTs option for reducing CO2 emissionin Indonesia is suggested for both energy supply and energy demand sides. Energy technology forsupply side is prioritized for clean coal, geothermal and renewable energy technologies includingtechnologies for biomass, hydro, wind and solar. Prioritized energy technology for demand sideis applied to energy efficiency for industries, residential and commercial buildings. Besides, softtechnologies such as energy audit, energy rating and labeling are also proposed. For public bustransportation and taxi, a cleaner fuel of gas as a substitution to fossil fuel or gasoline is highlysuggested to be used. Transport demand management is also proposed to be improved, like usingintelligent transportation system (ITS) and mass rapid transport system (MRTS)

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue