cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2014)" : 8 Documents clear
Depo Swakelola Kebersihan: Perannya Dalam Menangani dan Mengomposkan Sampah Kota (Studi Kasus di Kota Denpasar) Sahwan, Firman L
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8272.397 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1601

Abstract

Kota Denpasar yang memiliki permasalahan keterbatasan lahan TPA, serta timbulan sampah per hari sebesar 2.500 m3 dan dapat mencapai 5.000 m3 pada saat hari-hari besar, membuat Dinas Kebersihan dan Pertamanan serius menangani sampahnya. Dengan sistem Swakelola Kebersihan yang mengandalkan Depo Swakelola Kebersihan, sampah Denpasar ditangani. Untuk mengetahui peran Depo dalam menangani dan mengomposkan sampah, maka penelitian ini dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Depo Swakelola Kebersihan berfungsi sebagai tempat pengumpulan sampah yang berasal dari rumah tangga; tempat pemilahan sampah; tempat pengumpulan sampah anorganik yang laku jual; serta sebagai tempat pengomposan sampah organik. Namun tidak semua Depo menjalankan fungsinya, khususnya fungsi sebagai tempat pengomposan sampah organik. Hanya 47% dari Depo yang ada yang menjalankan fungsi sebagai tempat pengomposan sampah organik. Produksi kompos eksisting dari Depo yang ada sebesar 1,63 ton per hari, yang berasal dari 13,06 m3 sampah organik per hari, ternyata baru 21% dari potensi kompos yang dapat dihasilkan (7,74 ton per hari) atau potensi sampah organik yang dapat direduksi (61,92 m3 per hari). Kualitas kompos yang dihasilkan cukup baik, dalam pengertian memenuhi kriteria kompos matang, serta memenuhi kriteria Permentan Pupuk Organik dan SNI Kompos.Kata kunci: Sampah kota, swakelola kebersihan, depo swakelola kebersihan, penanganan sampah, komposting.
ANALISIS RESIKO DAN PELUANG DALAM PENYUSUNAN RENCANA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Purwanta, Wahyu
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8730.046 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1602

Abstract

Dalam menghadapi perubahan iklim, terdapat dua langkah yang umum dilakukan yakni mitigasi dan adaptasi. Adaptasi adalah langkah penyesuaian diri atau peningkatan resiliensi sebagai akibat dari dampak yang timbul. Terdapat beberapa komponen iklim yang diidentifikasi mengalami perubahan yakni kenaikan suhu permukaan daratan dan laut, intensitas curah hujan, tinggi muka laut dan peningkatan kejadian iklim ekstrim. Perubahan iklim berdampak pada berbagai sektor pembangunan termasuk sector transportasi udara. Studi ini memaparkan langkah penyusunan rencana aksi adaptasi perubahan iklim di sector transportasi udara melalui analisis resiko dan peluang.  Dari hasil studi disusun rencana aksi adaptasi dampak perubahan iklim pada sektor transportasi udara meliputi; peningkatan standar pemeliharaan sarana dan prasarana, pembangunan sistem peringatan dini kondisi cuaca, pemanfaatan energi ramah lingkungan, peningkatan kemampuan pilot sampai penyediaan sistem air bersih berbasis daur ulang Kata kunci:Analisis Resiko, Adaptasi, Perubahan Iklim, Transportasi udara 
Status Kualitas Perairan Selat Matak Kabupaten Kepulauan Anambas Garno, Yudhi Soetrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6463.275 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1598

Abstract

Pembangunan pelabuhan roro di Desa Matak, akan menjadikan Selat Matak sebagai perairan yang ramai dan tempat pembuangan limbah dari berbagai kegiatan di wilayah tersebut. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan perairan Selat Matak saat ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pada saat penelitian dilakukan kualitas perairan Selat Matak dalam keadaan normal, relatif belum tercemar. Perairan ini dihuni oleh 10 jenis fitoplankton dari Bacillariophyceae, Chlorophyceae dan Dinophyceae dengan kelimpahan antara 17.500 – 23.100 ind./l. Masing-masing populasi jenis fitoplankton dalam komunitas relatif berimbang; tidak ada satu jenis fitoplankton yang mendominasi. Demikian pula dengan kondisi zooplankton yang ada. Zooplankton ditemukan 3 jenis dan diantaranya tidak ada yang mendominasi. Kelimpahan fitoplankton di Selat Matak ditemukan lebih besar daripada Teluk Jakarta dan Teluk Banten, yang relatif lebih subur. Fenomena ini mengungkapkan bahwa pengambilan sampel untuk penentuan kelimpahan fitoplankton tidak tepat menggunakan planktonet.Kata kunci : Kualitas perairan, plankton, fotiplankton, zooplankton.
CITRA TEGAK RESOLUSI TINGGI UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN Karsidi, Asep
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6679.514 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1603

Abstract

Masyarakat umum belum sepenuhnya memahami tentang peta dan fungsinya, masih banyak yang keliru mengambil informasi yang terkandung didalam selembar peta. Dengan kehadiran citra satelit yang begitu mudah diakses melalui media internet semakin menghawatirkan terhadap  pemahaman informasi yang dikandung dalam selembar citra dan selembar peta. Citra yang belum atau tidak melalui proses koreksi sesuai kaidah pemetaan akan menyesatkan, sebaliknya peta yang diproduksi bersumber dari citra satelit atau fotogrametris telah melalui proses sesuai kaidah pemetaan sehingga dimensi ukuran dan orientasi objek sebagi informasi yang dikandung dalam selembar peta atau peta citra dapat diandalkan dan tidak akan menyesatkan. Citra tegak resolusi tinggi merupakan peta citra yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi berbasis keruangan yang handal untuk berbagai tujuan termasuk pengelolaan lingkungan.Kata kunci: Citra Tegak (Ortho Image), Fotogrametris, Orthorektifikasi, Peta.
Estimasi Emisi Gas Metana dari Fermentasi Enterik Ternak Ruminansia Di Indonesia Rofiq, Muhamad N
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5974.011 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1599

Abstract

Ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba dan kerbau mempunyai sistem pencernaan khusus yang memungkinkan melepas gas metana (CH4) keluar ke atmosfer melalui proses eruktasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menduga total emisi gas CH4 dari fermentai eneterik ternak ruminansia di Indonesia melalui metode Tier-1 (IPCC). Hasil perhitungan estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia menunjukkan bahwa adanya hubungan positif antara populasi dengan nilai estimasi emisinya.  Indonesia mempunyai tingkat pertumbuhan ternak ruminansia sebesar 5.55% per tahun dengan nilai estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik sebesar 5.35%. Nilai total estimasi emisi gas  CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia adalah sebesar  1.066,63 Gg CH4/tahun atau 22,40 Gg CO2 ekuivalen/tahun pada tahun 2013. Nilai emisi tersebut sangat jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan total emisi gas CH4 dari sektor peternakan di seluruh dunia. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah estimasi emisi gas CH4 dari fermentasi enterik ternak ruminansia di Indonesia perlu dikembangkan melalui pendekatan metode estimasi lainnya (Tier-2 atau Tier-3) yang memerlukan dukungan data yang lengkap mengenai karakteristik ternak dan koefisien cerna energi ternak ruminansia dengan pakan yang berbeda di Indonesia.
KAJIAN KONDISI AIR TANAH DANGKAL DAERAH WONOMARTO KABUPATEN LAMPUNG UTARA Prayogo, Teguh
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6642.845 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1604

Abstract

Air adalah zat transparan yang berupa cairan yang membentuk sungai, danau, laut dan hujan, dan merupakan unsur utama dalam kehidupan manusia. Air selalu menjadi hal penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk organisme lainnya. Air hujan yang sampai ke permukaan tanah tidak berhenti sampai disitu tapi akan mengalir sepanjang permukaan tanah menuju sungai atau danau dan laut. Hujan tersebut sebagian juga tertahan oleh tumbuhan, yang selanjutnya akan diuapkan kembali ke atmosfir. Bagian lainnya masuk ke dalam tanah melalui pori-pori pasir dan batuan, yang kenudian disebut sebagai akuifer. Pergerakan air melalui akuifer ini seperti segelas air yang dituangkan ke dalam gundukan pasir. Para penyedia air membuat sumur melalui tanah dan formasi batuan untuk sampai ke akuifer dan mensuplai air ke masyarakat. Banyak juga perumahan-perumahan yang membuat sumur sendiri untuk keperluannya sehari-hari. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai kondisi air tanah dangkal atau sumur pada daerah Wonomarto, Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan hasil kajian dan analisis, pada daerah penelitain dijumpai kedalaman air sumur yang berbeda-beda dan air tersebut dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.  Keywords : Shallow ground water, Wonomarto.
PEMODELAN DISPERSI GAUSSIAN MENGGUNAKAN METODE TRANSFORMASI LAPLACE DAN INTEGRASI DENGAN CITRASATELIT GOOGLE EARTH Sulaiman, Albert; Sadly, Muhamad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5034.187 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1597

Abstract

Dispersi polutan disekitar pabrik akan diselidiki dengan model dispersi Gaussian. Persamaan adveksidifusi yang memberikan sebaral polusi udara dengan sumber banyak cerobong pabrik akandiselesaikan dengan metode transformasi laplace dan simulasi hasil akan diintegrasikan denganGoogle Earth. Hasil menunjukkan bahwa koefisien difusi yang merepresentasikan lebardari sebaranpolutan akan melebar sejalan dengan semakin jauh dari sumber. Simulasi juga menunjukkan bahwasemakin tinggi sumber maka polutan akan semakin menyebar ke area yang lebih luas. Integrasi hasilsimulasi dengan Google Earth menghasilkan informasi yang lebih mudah diinterpretasikan danmenarik.
Fitoremidiasi Air Limbah Domestik dengan Metode Biology Irigation System Santoso, Arif Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2014)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5524.544 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v15i2.1600

Abstract

Metode pengendalian pencemaran air limbah dengan menggunakan agen tanaman air telah banyak menjadi rujukan oleh para peneliti dan ahli lingkungan sebagai metode alternatif untuk pengolahan limbah domestik dan industri yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Metode yang dikenal dengan fitoremidiasi ini memanfaatkan kemampuan tanaman air dalam menyerap nutrien atau polutan untuk kebutuhan pertumbuhannya. Studi pengendalian pencemaran dengan menggunakan tanaman air ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan beberapa tanaman air dalam menyerap nutrien/air limbah domestik dengan sistem biology irigation. Metode penelitian yang diterapkan adalah membandingkan penyerapan nutrien dari beberapa pertumbuhan tanaman air Talas (Colocasia esculenta) dan Iris Kuning (Neomerica longifolia) dalam suatu wadah percobaan race ways yang dialiri limbah domestik dengan sistem subsurface flow (SSF). Hasil penelitian menyatakan bahwa pertumbuhan fisik tanaman talas C.esculenta dan tanaman iris kuning (Neomerica longifolia) pada bak media dengan dialiri air sungai lebih baik daripada yang dialiri air tanah. Pada awal pertumbuhan, perkembangan tanaman talas C. esculenta mengarah pertumbuhan ke dalam (perbesaran dan perbanyakan akar, pelebaran daun). Komposisi nutrien karbon dan fosfat pada jaringan tunas dan daun memiliki konsentrasi yang tinggi pada bak perlakuan air sungai yakni sekitar 35,2% dan 1,6%, sementara pada jaringan akar, konsentrasinya tidak berbeda nyata. Laju penyerapan nutrien karbon, fosfat dan nitrogen pada media air tanah masing-masing adalah 25,75; 0,73 dan 0,012 mg/hari. Sementara pada perlakuan air sungai adalah 70,55; 1,14 dan 0,023 mg/hari. Sementara pada tanaman iris, komposisi nutrien karbon dan fosfat pada jaringan tunas dan daun memiliki konsentrasi yang tinggi pada bak perlakuan air sungai yakni sekitar 71,3% dan 0,76%. Laju penyerapan nutrien karbon, fosfat dan nitrogen pada media air tanah masing-masing adalah 39,96; 0,478 dan 0,0128 mg/hari. Sementara pada perlakuan air sungai adalah 78,95; 1,129 dan 0,0247 mg/hariKata kunci: irigasi, tanaman air, penyerapan nutrien, limbah domestik 

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue