cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2016)" : 7 Documents clear
Karakteristik Morfologi Famili Arcidae di Perairan yang Berbeda (Karangantu dan Labuan, Banten) Prasadi, Oto; Setyobudiandi, Isdradjad; Butet, Nurlisa A; Nuryati, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.185 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1462

Abstract

Kekerangan adalah organisme laut yang kosmopolit, mendiami substrat perairan dan bersifat sedenter(bivalvia) sehingga organisme tersebut sangat rentan terpengaruh oleh perubahan lingkungan. DiPerairan Indonesia terdapat beberapa jenis kekerangan. Salah satunya pusat penyebaran danpenangkapan kekerangan di Indonesia adalah Perairan Karangantu dan Labuan, Provinsi Banten. Jeniskekerangan yang dominan di perairan tersebut adalah famili Arcidae. Kondisi lingkungan perairan yangberbeda akan mempengaruhi morfologi dari setiap spesies kekerangan. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi morfologi pada famili Arcidae di Perairan Karangantu dan Labuan. Metode penelitianyang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian yang dipilih yaituPerairan Karangantu dan Labuan, masing-masing dua stasiun. Setiap stasiun memiliki karakteristikkondisi lingkungan yang berbeda, seperti daerah Muara Sungai dan daerah industri. Sampel kerangdiambil dengan metode sapuan menggunakan alat tangkap kerang (garuk). Sampel dari setiap spesiesditangkap sebanyak 25 individu/stasiun. Setiap spesies memiliki karakteristik morfologi yang berbeda,walaupun beberapa individu memiliki kesamaan ciri morfologi antara satu stasiun dengan stasiun lainnya.Potensi sumberdaya kekerangan di Perairan Karangantu yaitu A. granosa dan A. antiquata, sedangkan diPerairan Labuan yaitu A. granosa, A. scapha dan B. barbata. Secara umum potensi sumberdayakekerangan di provinsi banten yaitu A. granosa dengan ukuran cangkang terbesar di Perairan Lab
Pengaruh Penambahan Inokulum Azotobacter sp. terhadap Pertumbuhan Tanaman Sorghum bicolor untuk Aplikasi Fitoremediasi Ambarsari, Hanies; Udayani, Julia Elisa; Mulyono, Mulyono; Akhadi, Dominikus H
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.26 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1458

Abstract

Sebuah penelitian skala laboratorium dilakukan untuk menentukan pengaruh inokulum Azotobacter sp.terhadap pertumbuhan tanaman Sorghum bicolor yang akan diterapkan dalam usaha fitoremediasi lahanmarginal yang kurang sumber air. Unit percobaan perlakuan inokulum Azotobacter sp., urea, atau kontrolnegatif dibuat dengan cara menginokulasi sebanyak 1 mL masing-masing ke dalam pot berisi 2 kg tanahyang dibenami benih S. bicolor. Setiap pot kemudian dilabeli dengan tanda “Az” untuk perlakuanAzotobacter sp, “U” untuk perlakuan urea, dan “K” untuk kontrol negatif yang tidak ditambahkan inokulumAzotobacter sp. ataupun urea. Untuk masing-masing perlakuan dibuat 5 pengulangan, sehingga totalsemuanya ada 15 unit pot penelitian yang diinkubasi selama 14 hari di dalam Greenhouse BTL-BPPTyang kering dan terkena cahaya matahari. Tinggi tanaman S. bicolor diukur setiap hari selama 14 haripenelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter sp. maupun ureaberpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan S. bicolor. Gradien kenaikan Az lebih tinggidibandingkan U, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh penambahan inokulum Azotobacter sp. lebih tinggidibandingkan urea dalam meningkatkan pertumbuhan S. bicolor. Untuk menguji signifikansi pengaruhAzotobacter sp. terhadap pertumbuhan S. bicolor maka analisis variansi (ANOVA) dilakukan dan hasilnyamenunjukkan bahwa penambahan inokulum Azotobacter sp. berpengaruh signifikan terhadap tinggitanaman S. bicolor.
Status Kualitas Perairan Pesisir Barat Kabupaten Sorong Garno, Yudhi; komarawidjaja, Wage
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.028 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1461

Abstract

Untuk mengantisipasi dampak negatif yang dapat timbul dari rencana pengembangan kawasan industridi pesisir barat Kabupaten Sorong, maka penelitian untuk mengetahui kesuburan dan keragamanplankton di perairan pesisir barat Kabupaten Sorong ini dilaksanakan. Penelitian ini mengungkapkanbahwa kualitas perairan pesisir barat Kabupaten Sorong dalam keadaan belum tercemar, dengantingkat kesuburan pada oligotrofik. Perairan ini dihuni oleh 29 jenis dari 3 kelas fitoplankton dengankelimpahan 1.231–9.895 ind/l.; dan 14 jenis dari 5 kelas zooplankton dengan kepadatan 20,96-214,50ind/l. Secara statistik, komunitas fitoplankton yang ada dalam keadaan berimbang; dan tidak ada satujenis fitoplankton yang mendominasi; demikian pula dengan kondisi zooplankton. Kelimpahanfitoplankton di perairan pesisir barat Kabupaten Sorong lebih kecil daripada di Selat Matak yangkesuburannya lebih rendah; sebaliknya kelimpahan fitoplankton di perairan pesisir barat KabupatenSorong lebih besar daripada di Teluk Jakarta dan di Selat Banten yang lebih subur. Ini mengungkapkanbahwa kelimpahan fitoplankton di perairan umum tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kesuburan,namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti zooplankton, ikan dan arus. Lebih jauh, ketidak samaanmesh size planktonnet juga turut menentukan besaran kelimpahan yang terhitung; dimana makin besarmesh-size akan makin kecil kelimpahan yang diperoleh.
Peran Rumput Vetiver (Chrysopogon zizanioides) dalam Fitoremediasi Pencemaran Perairan Sungai Komarawidjaja, Wage; Garno, Yudhi Soetrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.015 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1459

Abstract

Dalam rangka memperbaiki kualitas perairan Sungai, vetiver (Chrysopogon zizanioides) telah ditanampada kawasan bantaran Sungai CIkapundung selama 63 hari. Dua wadah dialiri dengan sumber air yangberbeda, yaitu air sungai dan air tanah (sumur). Produksi biomassa diukur setiap 20 harian sekali,dengan fokus pengukuran pada pertumbuhan tunas dan akar vetiver. Secara umum, pertumbuhan tunasdan akar vetiver yang ditanam pada wadah yang dialiri air sungai tumbuh lebih baik (panjang) daripadavetiver yang ditanam pada wadah yang dialiri air tanah. Data pengukuran berat kering biomassamenunjukkan bahwa hingga waktu ketiga pengambilan contoh, perpanjangan akar lebih cepat daripadaperpanjangan tunas. Data-data tersebut menunjukkan bahwa vetiver memiliki kemampuan yang sangatbaik dalam memanfaatkan nutrien yang berasal dari limbah organik Sungai Cikapundung. Oleh karenaitu, vetiver dapat diusulkan sebagai tanaman untuk aktivitas fitoremediasi di kawasan bantaran SungaiCikapundung. Pertambahan panjang akar vetiver yang lebih cepat daripada pertambahan panjangtunasnya juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman anti longsor di sepanjang kawasan bantaran sungai.
Pola Pertumbuhan dan Pemanenan Biomassa dalam Fotobioreaktor Mikroalga untuk Penangkapan Karbon Prayitno, Joko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.87 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1464

Abstract

Teknologi fotobioreaktor mikroalga untuk penangkapan karbon merupakan teknologi yang mengandalkanproses fotosintesis untuk memfiksasi gas CO2 dan mengkonversinya menjadi biomassa. Faktor utamayang mempengaruhi proses pertumbuhan, fiksasi karbon dan produksi biomassa adalah jenis mikroalga,gas CO2, nutrisi, cahaya, suhu, pH dan pengadukan. Untuk aplikasi teknologi ini dalam skala besar,selain faktor-faktor tersebut di atas, karakteristik pertumbuhan mikroalga tertentu dan pemanenannyaperlu diketahui untuk mendapatkan hasil yang maksimum. Hingga saat ini masih sedikit informasi yangdiperoleh tentang karakteristik pertumbuhan dan produksi biomassa dari mikroalga dalam fotobioreaktoryang dipanen dengan sistem semi-kontinu dan sistem kontinu. Tujuan dari tulisan ini adalah membahastentang pola pertumbuhan sel-sel mikroalga dalam fotobioreaktor yang berkaitan dengan strategipemanenan sistem batch, semi-kontinu dan kontinu, dan untuk menentukan sistem yang lebih cocokditerapkan di Indonesia. Berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem, pemanenansistem semi-kontinu menjadi pilihan utama untuk aplikasi fotobioreaktor mikroalga penangkap karbon diIndonesia.
Aplikasi Bentonit dan Besi (III) Klorida pada Zeolite yang Dimodifikasi untuk Pengolahan Air Sungai Syafalni, S; Pujiindayati, E Ristin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.282 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1460

Abstract

Untuk mendapatkan kualitas yang sesuai dengan standar air minum maka diperlukan metodepengolahan yang baik, diantaranya adalah dengan sistem koagulasi dan flokulasi. Pemilihan bahankoagulan yang ramah lingkungan merupakan faktor penting dalam pemurnian air sehingga tidakmencemari lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efesiensi koagulan zeolite tersintesabeserta kombinasinya dalam pemurnian air sungai.Parameter yang digunakan yaitu kekeruhan, totalpadatan tersuspensi (TSS), warna dan kandungan besi (Fe2+).Untuk sintesa zeolite dan kombinasinyadilakukan dengan pengaturan pH, rasio dosis, dosis dan waktu pendiaman. Hasil dari penelitian iniadalah zeolite mampu memindahkan 90% kekeruhan, 81% TSS, 80% warna dan 84% Fe2+. Kombinasizeolite – besi (III) klorida menunjukkan efesiensi pemindahan yang lebih baik daripada kombinasi zeolitebentonit karena dapat memindahkan 95% kekeruhan, 88% TSS, 76% warna dan 88% Fe 2+. Kombinasizeolite modifkasi – bentonite dapat memindahkan 94% kekeruhan, 83% TSS dan 84% Fe 2+. Efesiensipemindahan kekeruhan, TSS, Fe2+ dengan menggunakan kombinasi zeolite - besi (III) klorida juga lebihbaik daripada kombinasi zeolite modifikasi – besi (III) klorida dan zeolite modifikasi - bentonite. Hasil daridifraksi sinar-x menunjukkan bahwa kandungan mineral dalam zeolite yang telah disintesa lebih tinggidaripada zeolite alami sehingga mampu menaikkan kapasitas adsorpsinya.
Analisis Efektivitas Konsep Pengelolaan Sampah Organik melalui Teknologi Komposting (Studi Kasus di Kota Probolinggo, Jawa Timur) Wahyono, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.1 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v17i1.1463

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efektivitas konsep pengelolaan sampah organik melalui analisisaliran material. Konsep pengelolaan sampah organik yang dianalisis terdiri atas empat skenario yangmelibatkan komposting skala rumah tangga, skala lingkungan dan skala kota. Berbagai skenario tersebutkemudian dianalisis aliran materialnya dengan metode analisis aliran material yang menggunakansoftware STAN versi 2.0.1703. Indikator yang dipilih dalam analisis aliran material meliputi aliran massasampah, Nitrogen (N), gas metana (CH4), recyclable materials, kompos, dan residu. Dengan asumsiseluruh sampah organik dikomposkan maka akan didapatkan produk kompos sebesar 11.222.817kg/tahun, recyclable materials sebesar 8.897.809 kg/tahun (yang terdiri atas material kertas, plastik,metal dan kaca), reduksi gas CH4 dari 2.326.008 ton/tahun hingga menjadi 9.255 -18.344 kg/tahun, dankonservasi unsur N sebesar 49.646 kg/tahun. Konsep pengelolaan sampah, terutama desentralisasikomposting merupakan alternatif pengelolaan sampah yang efektif karena bersifat padat karya; dapatberadaptasi secara baik pada kondisi sosio-ekonomi daerah; menciptakan lapangan kerja bagimasyarakat berketerampilan terbatas; dan manajemen serta operasinya fleksibel sehingga secara cepatdapat beradaptasi dengan perubahan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue