cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2017)" : 23 Documents clear
Appendix JTL Vol 18, No 2, Juli 2017 JTL Vol 18, No 2, Juli 2017, Appendix
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.632 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2266

Abstract

Seaweed Diversity and Conservation on the Warambadi Seashore of Sumba Island: Substrata and Seasonal Phenomenon Anggadiredja, Jana Tjahjana
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.129 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2032

Abstract

The interaction between species and species diversity with their growing habitats are essential in the conservation of species. This study deals with the diversity and conservation of seaweed (marine macro-algae) with the emphasis on substrata habitats (sandy and rocky shores) and seasonal conditions (rainy and dry seasons). The study was carried out on the Warambadi seashore of Sumba Island. The t-test analysis showed that the “species diversity index of algae” (H’) on both sandy and rocky substrata did not significantly different. The (H’) during both rainy and dry seasons on different substratum (sandy and rocky substrata) did not show any significant differences. The two-way anova analysis recorded that the (H’) and the number of algae species were not affected by the differences of both substrata and seasons, but it was significantly affected by the interaction between the types of substratum and season. The study also reported that the types of substrata and seasons affected the (H’) of Chlorophyceae but not by of their interaction, and the (H’) of Rhodophyceae was affected by the types of substratum and season but not by their interaction. Moreover, the types of substratum and season affected the (H’) of Phaeophycea, but their interaction did not affect such diversity index. Substrata and seasonal phenomenon also indicate that the types of substratum, season, and their interactions affected the number of species Chlorophyceae, Rhodophyceae, and Phaeophyceae.Keywords:  seaweed, diversity, conservation, substrata, season
Pratritmen Kimia terhadap Tandan Kosong Sawit Menggunakan NH4OH Konsentrasi Rendah untuk Meningkatkan Produksi Biogas Parlina, iin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.142 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2033

Abstract

Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia memiliki potensi hasil samping limbah padat tandan kosong sawit (TKS) sekitar 22 juta ton/tahun. Selama ini belum ada pemanfaatan TKS yang maksimal untuk meningkatkan nilai tambah dari TKS kecuali konversi menjadi listrik melalui teknologi pembakaran. Biasanya, sebagian besar limbah TKS dikembalikan ke lahan perkebunan sebagai penutup tanah (mulsa) yang selanjutnya akan didegradasi secara alami oleh lingkungan.Namun, prosess ini justru memiliki potensi emisi CH4 ke atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Teknologi biokonversi TKS untuk menjadi bahan kimia dan energi dapat menjadi pilihan teknologi yang menjanjikan dalam pencegahan perubahan iklim. Manfaat teknologi ini tidak hanya dapat mencegah terjadinya emisi alami CH4 ke atmosfer tetapi juga dapat memanfaatkan gas CH4 menjadi energi untuk substitusi konsumsi listrik dan bahan bakar fosil. Namun, sifat rekalsitransi biomassa TKS menjadi faktor pembatas paling utama dalam konversi TKS menjadi gas CH4. Oleh karena itu, teknologi pratritmen diperlukan untuk mengurangi karakteristik rekalsitransi TKS sehingga efisiensi konversi menjadi CH4 dapat lebih optimal. Teknologi pratritmen untuk memecah sifat rekalsitransi dalam TKS masih tergolong mahal namun harus bisa dilakukan agar konversi TKS ke gas CH4 menjadi lebih tinggi. Dalam riset ini, pratritmen TKS digunakan bahan kimia NH4OH konsentrasi rendah. Teknologi pratritmen dengan NH4OH konsentrasi rendah ini dinilai lebih murah biayanya. Selain itu, proses pratritmen ini dapat meningkatkan produksi CH4 cukup signifikan yaitu sekitar 33,8% lebih tinggi bila dibandingkan tanpa pratritmen. Kata kunci: tandan kosong sawit, pratritmen, biogas, amonium hidroksida, konsentrasi rendah.
Ujicoba Konsorsium Mikroba dalam Upaya Bioremediasi Tanah Tercemar Minyak Dengan Menggunakan Teknik Landfarming Skala Bangku Prayitno, Joko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.688 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2050

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh dari pemberian konsorsium bakteri, dosis bakteri dan bahan organik yang diberikan ke dalam tanah tercemar minyak asal Bojonegoro menggunakan teknik landfarming skala bangku. Percobaan ini terdiri dari dua bagian, yaitu penambahan mikroba tanpa atau dengan penambahan bahan organik. Konsorsium bakteri yang dicoba adalah K1 (campuran strain 3.3, 3.4 dan 6.9) dan K2 (campuran strain P2 dan P6). Dosis konsorsium bakteri yang diuji adalah 106, 109 dan 1012 cfu/g tanah. Kadar minyak awal dalam tanah adalah 5,8% dan 4,6%. Sebelum diinokulasi, tanah ditambahkan pupuk Urea dan NPK. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan suhu tanah hingga 40ºC dan penurunan pH dari 8.1 menjadi 7.6 pada minggu pertama percobaan. Nilai TPH masing-masing perlakuan turun dari 5,8% menjadi 2.8-3.2% setelah 12 minggu. Analisis statistik menyatakan bahwa pemberian konsorsium, dan dosis konsorsium bakteri tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan nilai TPH maupun terhadap populasi mikroba tanah. Pada percobaan 2 (dengan penambahan bahan organik), kedua konsorsium bakteri dapat menurunkan TPH di bawah 1% setelah 5 minggu percobaan. Berdasarkan hasil percobaan ini, konsorsium bakteri yang dikembangkan di lab diduga mengalami kendala lingkungan yang menyebabkan tidak dapat hidup lama di tanah.Kata kunci: bioremediasi,konsorsium mikroba, tanah tercemar minyak,  TPH
Enzim Laccase dari Edible Mushroom untuk Pemutihan Pati Sagu Ramah Lingkungan Reksohadiwinoto, Budhi Santoso; Rosmalawati, Syofi; Cahyana, Purwa Tri; Hariyanto, Bambang
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.606 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.1790

Abstract

Sagu pada umumnya berwarna kecoklatan dan bau kurang sedap. Kelemahan ini dapat diperbaiki dengan penambahan enzim Laccase dalam produksi pati sagu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan enzm Laccase dari edible mushroom.  Bahan yang digunakan adalah jamur Plurotus ostreatus, Agaricus bisporus dan Rhyzopus  oligosporus yang diperoleh dari pasar dan bahan kimia media. Metoda yang digunakan adalah melalui fermentasi cair menggunakan skala flask.  Hasil yang diperoleh bahwa  Pleurotus ostreatus pada uji agar cawan petri membentuk zona ring merah kecoklatan yang tebal menunjukan kemampuan oxidase senyawa guaicol dan syringaldazine. Uji fermentasi cair skala flaks 500 mL kultur jamur Pleurotus ostreatus, Agaricus bisporus, Rhyzopus oligosporus selama 21 hari. Hasil Laccase yang diproduksi oleh Pleurotus ostreatus mempunyai aktivitas tertinggi yaitu mencapai 774 U/L pada analisa spektrofotometer menggunakan substrat ABTS. Sementara itu, Agaricus bisporus dan Rhyzopus oligosporus mencapai puncak produksi laccase masing-masing 484 U/L dan 480 U/L.Kata kunci : Pleurotus ostreatus, Agaricus bisporus, Rhyzopus oligosporus, Laccase, bioleaching, dan kualitas pati sagu
Back Cover JTL Vol 18, No 2, Juli 2017 JTL Vol 18, No 2, Juli 2017, Back Cover
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.792 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2267

Abstract

Potensi Penerapan Konsep Produksi Bersih Pada Industri Keramik di Probolinggo Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.932 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2034

Abstract

Sektor industri merupakan sektor yang sangat strategis untuk diandalkan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Walaupun demikian dalam sisi lainsektor ini  memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap permasalahan degradasi lingkungan dan penurunan sumberdaya alam (SDA). Untuk mencegah terjadinya pemanfaan SDA yang boros dan tidak efisien serta mengurangipotensi dampak lingkungan maka industridalam pengoperasiannyaperlu menerapkankonsep produksi bersih (clean production). Kota Probolinggo memiliki banyak industri keramik yang masih belum efisien dalam menggunakan sumber daya dalam proses produksinya. Oleh karena itu, penelitian tentang penerapan konsep Produksi Bersih di industri keramik Kota Probolinggo ini dilaksanakan dengan tujuan untukmengidentifikasikan jenis keluaran yang non-produk atau Non Product Output(NPO), upaya penanganan NPO dan memberikan rekomendasi prioritas penanganan NPO tersebut dalam upaya peningkatan efisiensi produksi, penurunan tingkat pencemaran serta penurunan biaya produksi.Mengingat industri keramik merupakan industri yang berbasis pada penggunaan energi (energy intensive based industry) maka upaya peningkatan suhu pembakaran untuk mengurangi produk yang tidak sesuai (unspecification products)akan memberikan dampak pada penurunan limbah yang keluar.Selain itu,penggantian lampu biasa dengan lampu hemat energisertapemasangan meteran listrik (alat ukur konsumsi listrik) pada setiap peralatan produksi dapat memberikan informasi bagi manajemen dalam mengambil keputusan terkait dengan penghematan.Berdasarkan data empiris, potensi penghematan yang dapat dilakukan dengan penerapan konsep produksi bersih ini berkisar antara 10% dan 30% dari biaya produksi.Kata Kunci: Produksi Bersih, Non Product Output,Sustainable Resource Management
Remediasi Merkuri (Hg) pada Air Limbah Tambang Emas Rakyat Dengan Metode Lahan Basah Buatan Terpadu Ambarsari, Hanies; Qisthi, Aulia
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.848 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.29

Abstract

Suatu metode lahan basah buatan terpadu diterapkan pada penelitian remediasi lingkungan dengan menggunakan tanaman Phragmites australis dan mikroba pada kompos untuk mengurangi konsentrasi merkuri (Hg) pada air limbah. Air limbah yang digunakan pada penelitian terdiri dari limbah asli tambang emas rakyat Pongkor dengan konsentrasi 27 ppb dan limbah buatan dengan konsentrasi 30 ppb, 60 ppb dan 90 ppb. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efisiensi penurunan konsentrasi Hg yang dihasilkan adalah sebesar 99,8% pada air limbah buatan dengan konsentrasi 60 ppb dan 90 ppb, serta sebesar 99,6% pada air limbah asli dan air limbah buatan konsentrasi 30 ppb. Tingkat akumulasi Hg tertinggi ditemukan di bagian akar tanaman dengan konsentrasi Hg total pada bagian akar, batang dan daun tanaman Phragmites australis adalah sebesar 3,502 mg/kg, 5,102 mg/kg dan 12,066 mg/kg pada air limbah buatan konsentrasi 30 ppb, 60 ppb dan 90 ppb. Lebih tingginya tingkat akumulasi Hg di bagian akar, dibandingkan dengan bagian lain dari tanaman, dapat menjadi suatu tanda bukti bahwa mikroba dari kompos yang menempel pada bagian akar tanaman itu juga ikut berperan dalam proses penyerapan Hg oleh tanamanKata kunci: lahan basah buatan, merkuri (Hg), tambang emas rakyat, tailing
Front Cover JTL Vol 18, No 2, Juli 2017 JTL Vol 18, No 2, Juli 2017, Front Cover
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.906 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2263

Abstract

Status Kandungan Logam Berat Perairan Pesisir Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe Komarawidjaja, Wage; Riyadi, Agung; Garno, Yudhi Soetrisno
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 2 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.059 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v18i2.2040

Abstract

Kawasan pesisir Kota Lhokseumawe-Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Daerah Khusus Aceh, yang telah ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK), dan didalamnya akan beroperasi industri-industri baru. Dengan beroperasinya industri-industritersebut maka dimasa yang akan datang perairan pesisir Lhoksemawe-Aceh akan menjadi tujuan akhir dari berbagai limbah dari industri di KEK Lhokseumawe yang diantaranya mengandung logam berat. Dalam rangka mengetahui peningkatan konsentrasi logam berat dimasa mendatang diperlukan informasi kadungan logam berat saat ini. Untuk itulah maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat, seperti Air raksa (Hg), Cadmium (Cd), Tembaga (Cu), Timbal (Pb) dan Seng (Zn). Penelitian ini mengungkapkan bahwa selain Timbal (Pb), konsentrasi logam berat yang diteliti di perairan Louksemawe-Aceh Utara masih berada dibawah ambang batas baku mutu yang berlaku di wilayah Indonesia. Berkenaan dengan kualitas perairan yang cenderung memburuk tersebut, maka pengolahan limbah di setiap industri yang beroperasi di dalam KEK Lhokseumawe perlu dilakukandengan baik.  Kata kunci : Kawasan Pesisir, Kawasan Ekonomi Khusus, Perairan pesisir, logam berat

Page 1 of 3 | Total Record : 23


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue