cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2018)" : 20 Documents clear
Evaluasi Kinerja Operasi Sistem Anaerobik Tipe Fixed Bed untuk Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu menjadi Biogas di Kota Probolinggo Prasetyadi, Prasetyadi; Wardani, Laras Andria; Kusnoputranto, Haryoto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.98 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2624

Abstract

Setiap proses pembuatan tahu secara umum menghasilkan limbah yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat yang dihasilkan dari industri tahu dapat digunakan sebagai pakan ternak atau dijual sebagai bahan baku industri lain, sedangkan limbah cair biasanya langsung dibuang sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Pada dasarnya limbah cair industri tahu dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Pada penelitian ini limbah cair industri tahu diolah menjadi biogas dengan menggunakan reaktor anaerobik tipe Fixed Bed. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengatur variabel operasi reaktor tersebut agar berkinerja optimal dalam mendegradasi bahan organikyang terkandung dalam limbah cair industri tahu. Metode penelitian yang dilakukan terbagi menjadi dua tahapan yaitu proses inokulasi dan proses adaptasi limbah cair industri tahu. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah terbangunnya reaktor anaerobik tipe Fixed Bed dengqan kapasitas 43 m. Kemampuan kinerja maksimal reaktor berada pada hari ke-39 dengan pengisian umpan limbah sebanyak 7.700 liter/hari, waktu tinggal 4,5 hari, sedangkan volume produksi biogas maksimum yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair tahu ini adalah 35.158 Liter/hari, rata-rata nilai metana adalah 65%, effisiensi COD yang diperoleh dari pengolahan limbah cair industri tahu ini adalah 87,7%, nilai rata-rata pH effluent adalah 6,5, dan 1 g COD dapat menghasilkan 0,51liter gas metana
Appendix JTL Vol 19, No 1, Januari 2018 Vol 19, No 1, Januari 2018, Appendix JTL
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.432 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2720

Abstract

Strategi Perencanaan dan Rekayasa Lingkungan untuk Mewujudkan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan Studi Kasus Kawasan Science Techno Park Penajam Pratama, Reba Anindyajati; Widodo, Lestario
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.239 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2549

Abstract

Perubahan paradigma pembangunan Indonesia telah mendorong pengembangan sektor maritim. Di sisi lain perlindungan ekosistem mangrove dari ancaman pembangunan infrastruktur pesisir juga menjadi isu penting, salah satunya di Kabupaten Penajam Paser Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mencarialternatif dan strategi pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan di kawasan NSTP. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan National Science Techno Park (NSTP) dapat menyebabkan perubahan ekosistem mangrove. Hutan mangrove yang ada adalah mangrove primer di perairan tenang, dengan kerapatan tinggi. Desain pengembangan kawasan NSTP perlu memperhatikansirkulasi air untuk ekosistem mangrove. Rekayasa lingkungan diarahkan pada pembangunan kanal dengan lebar 10 m, kedalaman 6 m sepanjang 500 m dan 250 m. Konservasi spasial diarahkan pada ketentuan kawasan terbangun tidak melebihi 30%.
Reduksi Logam Berat Cd(II) dan Cr(VI) pada Sistem Kontinu Menggunakan Phanerochaete chrysosporium yang Diradiasi Sinar Gamma Larasati, Tri Retno Dyah; Mulyana, Nana; Arofah, Nurmaya; Sari, Siska Permata
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.1843

Abstract

Limbah logam berat Cd(II) dan Cr (VI) terlarut bersifat toksik  dalam perairan akan meningkatkan jumlah ion logam di dalam air. Penelitian ini bertujuan menggunakan biomassa fungi untuk  menyerap  ion logam berat  Cd(II) dan Cr (VI) dalam jumlah signifikan. Mekanisme reduksi logam berat secara biosorpsi. Reduksi ion logam dengan sistem kontinu lebih efisien karena adanya kontak kontinu antara adsorben dan larutan. Perlakuan radiasi sinar gamma dosis rendah pada fungi Phanerochaete chrysosporium (P. chrysosporium ) menstimulasi peningkatan aktivitas enzim  sehingga ketahanan fungi terhadap ion logam berat  meningkat dan pengikatan logam menjadi besar. Fungi P. chrysosporium diradiasi sinar gamma dengan dosis : 0, 250, 500, 750 dan 1000 Gy. Parameter proses yang diamati meliputi pH dan viabilitas fungi. Biosorpsi logam Cd(II) dan Cr(IV) di dalam sistem kontinu terdiri dari : F0 (tanpa P. chrysosporium), F1 (P. chrysosporium 0 Gy) dan F2 (P. chrysosporium 750 Gy) dengan waktu retensi T1 = 3 jam, T2 = 6 jam, T3 = 9 jam dan T4 = 12 jam serta laju alir R1 = 32 ml/jam, R2 = 58 ml/jam dan R3 = 204 ml/jam. Biosorpsi menggunakan larutan awal mengandung masing-masing 50 ppm logam Cd(II) dan Cr(VI) dengan pH 5,5. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa biosorpsi logam Cd(II) dan Cr(VI) dalam sistem kontinu optimal pada perlakuan R3F2 dengan waktu retensi T4 = 12 jam yakni, memberikan serapan Cd sebesar 5,96 mg/g dan serapan Cr sebesar 1,07 mg/g. 
Potensi Selulosa dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Bahan Baku Bioplastik Ramah Lingkungan Dewanti, Dian Purwitasari
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.463 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2644

Abstract

Peningkatan luas lahan perkebunan kelapa sawit dan produksinya menimbulkan permasalahan sampah. Berdasarkan data BPS tahun 2015, produksi kelapa sawit di Indonesia mencapai 31,07 juta ton per tahun. Sebesar 23% dari total produksi kelapa sawit tersebut merupakan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Hanya 10% dari TKKS yang sudah dimanfaatkan untuk bahan bakar boiler dankompos padahal banyak sekali produk yang bisa dibuat dari hasil pengolahan TKKS. Salah satu pemanfaatan TKKS adalah dengan mengekstraksi selulosa sebagai bahan baku bioplastik ramah lingkungan. Hal ini akan membantu permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh kelapa sawit danpemakaian plastik sudah sangat banyak. Kandungan selulosa dalam TKKS sebesar 30-40% berat. Penelitian ini bertujuan menghitung potensi selulosa dari TKKS dengan mengekstraksi selulosa sehingga didapatkan yield selulosa yang terekstraksi. Selulosa dari TKKS tersebut diekstraksi dengan dua tahapan proses yaitu delignifikasi menggunakan natrium hidroksida (NaOH) 12% selama 3 jamdilanjutkan bleaching dengan hidrogen peroksida (H2O2) 10% selama 1,5 jam. Dari hasil ekstraksi tersebut didapatkan yield selulosa sebesar 34%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa selulosa memiliki potensi yang sangat besar untuk diproduksi dari TKKS sehingga memenuhi kebutuhan bahan baku bioplastik.
Aplikasi Biofungisida Berbahan Aktif Corynebacterium sp. Ramah Lingkungan dalam Pengendalian Penyakit Karat Putih pada Krisan Nuryani, Wakiah; Silvia, Evi; Hanudin, Hanudin; Budiarto, Kurniawan
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.1905

Abstract

Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan dampak negatif dari intensifikasi kegiatan budidaya dan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi tanaman merupakan isu strategis yang berkembang saat ini.  Penggunaan agroinput kimiawi seperti pestisida dan pupuk sintetik memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, termasuk kualitas ekosistem dan kesehatan manusia, juga terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Penggunaan beberapa agensia hayati sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman diharapkan mampu mengurangi bahkan mensubstitusi total penggunaan bahan kimia sintetis.  Penggunaan biofungisida berbahan aktif Corynebacterium yang diformulasi dengan penambahan bakteri perakaran pemicu pertumbuhan tanaman (PGPR) ditujukan tidak hanya untuk mengendalikan penyakit karat sekaligus meningkatkan pertumbuhan dan hasil bunga pada krisan sebagai elemen budidaya yang ramah lingkungan.  Penelitian bertujuan untuk mendapatkan komposisi dan teknik aplikasi biofungisida berbahan aktif Corynebacterium sp. yang diformulasi dengan PGPR terbaik dalam mengendalikan penyakit karat putih serta dapat meningkatkan hasil panen bunga krisan layak jual.  Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari hingga Desember 2014 di dalam laboratorium dan rumah plastik Balithi dengan menggunakan RAK dengan 4 ulangan.  Hasil terbaik yang diperoleh kemudian diaplikasikan di lahan petani untuk verifikasi lebih lanjut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biofungisida berbahan aktif Corynebacterium sp. yang diformulasikan dengan PGPR 0.3% yang diaplikasikan melalui perendaman akar dan diikuti dengan penyemprotan dengan interval 7 hari memberikan penekanan terhadap penyakit sebesar 3.55%, perbaikan kualitas pertumbuhan dan persentase peningkatan bunga layak jual sebesar 4.92% dibandingkan dengan aplikasi pestisida sintetik yang umum digunakan petani.
Perbandingan Pengelolaan Lingkungan pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan Aplikasi Anorganik Chelated dengan Probiotik Parlina, Iin; Nasirin, Nasirin; Ihsan, Iif Miftahul; Suharyadi, Suharyadi; Syaputra, Affandi; Budiani, Sri; Hanif, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.407 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2533

Abstract

Penggunaan probiotik untuk meningkatkan kualitas budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) telah banyak diterapkan pada tambak udang untuk membantu meningkatkan produktivitas tambak. Salah satu kelemahan probiotik adalah proses yang panjang dan tidak terukur dengan baik, karena mikroorganisme probiotik sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan bagaimana perlakuan selama aplikasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi alternatif untuk pengembangan aditif kelautan dalam kegiatan budidaya udang. Studi penggunaan dilakukan pada skala proyek percontohan dengan menggunakan 2 plastik beton bertulang berukuran 8m x 4m x 1m dengan volume 40m2. Untuk membandingkan perlakuan antara metode konvensional (Pond A sebagai kontrol) dan chelated agent (Pond B). Dalam perawatan menggunakan agen chelated, kolam dioperasikan tanpa proses sterilisasi. Konsentrasi Chelate yang digunakan adalah 300 ppm. Parameter kualitas air yang telah dipantau adalah suhu, salinitas, nitrit, nitrat, TOM, dan DO. Hasilnya menunjukkan bahwa tanpa melalui proses operasi yang rumit, penambahan aditif kelautan chelate meningkatkan pertumbuhan udang vaname dibandingkan dengan yang konvensional. Kisaran kualitas air masih dalam kisaran yang wajar untuk kehidupan udang vaname.
Status Kualitas Perairan Kawasan Terpadu Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Menggunakan Metode Indeks Golongan Air Mutmainah, Herdiana; Adnan, Ilham
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.685 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2030

Abstract

Komplek Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus merupakan kawasan pelabuhan perikanan terpadu klas Samudera yang berbatasan dengan laut (Selat Mentawai) dan dilalui sungai kecil dengan area persawahan disekitarnya. Terdapat beberapa fasilitas di komplek PPS Bungus yaitu pelabuhan perikanan, pengawasan perairan, penelitian, industri pengolahan perikanan, permukiman dan lain-lain. Beragam kegiatan yang ada tentu berdampak pada perairan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status air berdasarkan metode indeks golongan air. Hasil analisa berdasarkan PP No.82 Tahun 2001 yang dilakukan terhadap golongan air di muara sungai dan outlet menunjukkan bahwa kondisi perairan termasuk Klas IV atau untuk pertanian dan industri, sedangkan di sekitar dermaga, perairan termasuk Klas III, untuk perikanan. Kelas indeks air berdasarkan Kepmen LH No.115 Tahun 2003 menunjukkan bahwa muara sungai, outlet dan dermaga berstatus tidak tercemar. Hasil analisa terhadap perairan untuk Klas IV menunjukkan indeks 0,780 di muara sungai dan 0,712 di outlet, sedangkan di dermaga menunjukkan indeks 0,794 atau Klas III. Beberapa parameter air seperti turbiditas, BOD dan Cd di muara dan outlet sedikit melebihi baku mutu namun masih dalam batas toleransi (Kepmen LH No.51 Tahun 2004). Ditinjau dari segi kualitas air terhadap aktivitas industri berdasarkan Permen Lingkungan Hidup No.3 Tahun 2010 tentang baku mutu air limbah di kawasan industri (outlet) untuk parameter COD, pH, TSS, Selenium dan Tembaga menunjukkan hasil sesuai baku mutu.
Front Cover JTL Vol 19, No 1, Januari 2018 Vol 19, No 1, Januari 2018, Front Cover JTL
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2717

Abstract

Keragaan Nilai DO, BOD dan COD di Danau Bekas Tambang Batubara Studi Kasus pada Danau Sangatta North PT. KPC di Kalimatan Timur Santoso, Arif Dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.133 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v19i1.2511

Abstract

Salah satu limbah utama dari industri batubara adalah air dari proses produksi dan aktivitas lain yang ditampung dalam danau buatan. Air limbah dalam danau buatan ini mengalami pelarutan batuan dan proses oksidasi dari material sisa penambangan sehingga berpotensi menghasilkan air asam tambang yang mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan dan berbahaya bagi lingkungan. Untuk memanfaatkan air bekas tambang tersebut perlu dilakukan identifikasi kualitas air danau sehingga dapat diketahui perancangan konservasinya. Tujuan paper ini ingin memaparkan kondisi eksisting kualitas air bekas tambang, khususnya nilai BOD (biological oxygen dissolved) dan COD (chemical oxygen demand) serta parameter penunjang lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan survei pengukuran data kedalaman kolam, temperature, pH, oksigen terlarut (DO), dan kandungan klorofil a secara langsung dengan menggunakan probe sensor multi parameter (Chlorotec, type AAQ1183, Alec Electronics), serta mengambil sampel di 11 stasiun untuk diketahui data BOD dan COD. Hasil analisis data menunjukkan Nilai BOD, COD danau berkisar 2 dan 5,57 mg/l. Nilai ini ditunjang oleh nilai parameter DO dan pH yang relatif baik. Nilai DO sekitar 2,8–6,89 (4,71 ± 1.28) mg/l dan nilai pH sekitar 6 –7,8 (7,1 ± 0,55). Secara umum air pada danau Sangatta North dalam kondisi stabil dan normal sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, pengairan pertanian dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air pada kelas II.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue