cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN" : 24 Documents clear
PENGELOLAAN DATA OPERASIONAL SISTEM ALIRAN BANGUNAN DRAINASE KOTA : STUDI KASUS JAKARTA SELATAN DAN JAKARTA TIMUR Wahyono, Heru Dwi; Indriatmoko, R. Haryoto
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.002 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.208

Abstract

Kota-kota besar di pinggir pantai seperti Jakarta, Semarang atau Surabaya dan lain-lain merupakan pusat kegiatan ekonomi dan perdagangan yang sangat strategi letaknya. Namun demikian kota-kota ini juga menjadi sasaran strategis untuk terkena bencana banjir. Bencana banjir yang terjadi di Indonesia umumnya banyak disebabkan oleh pengelolaan lingkungan yang kurang baik. Reboisasi yang dulu disebut-sebut sebagai dalangnya banjir, kini sudah bukan satu-satunya lagi, karena saat ini penyebab banjir tersebut tidak lagi disebabkan oleh masalah yang ada di hulu, tetapi masalah yang ada di sekitar hilir pun menjadi penyebab utama. Masalah-masalah tersebut antara lain kurangnya lokasi-lokasi resapan air dan tidak dikelolanya sistem drainase di kota-kota besar pinggir pantai.Denganpengelolaan data operasional sistem aliran bangunan drainase kota yang baik diharapkan sistem drainase di kota-kota besar khususnya di DKI Jakarta dapat dipantau terus kuaitasnya, sehingga dapat diketahui mana yang masih memadai dan mana yang sudah tidak memadai.
SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH KOTA DI KABUPATEN BEKASI – JAWA BARAT Setiyono, Setiyono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.098 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.213

Abstract

Recently, problems of municipal solid waste have appeared in the indonesianmetropolitan city, such as Jakarta and Surabaya. The bad of solid wastemanagement system in those city has affected the environmental quality especially in the final disposal site. The district of Bekasi, the one of big cities in Indonesia, has the same system of solid waste management with other cities in collecting, transporting and discarding of the wastes. To avoid arising the final disposal problems, Bekasi district government has improved the municipal solid waste management by upgrading of the open dumping system’s Burangkeng final disposal site into sanitary landfill system.
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN ASPEK SANITASI Wahyono, Sri
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.711 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.204

Abstract

Organic waste is one of major problems that potentially degrade environmentalquality and public health so that it have to be treated proposionally. In therecent time, there are organic treatment technologies such as composting,incinerating, landfilling, etc. In this article, the author talks about organic wastetreatment and sanitation aspect of wastes.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK PENATAAN KAWASAN PANTAI Wibowo, Mardi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.868 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.209

Abstract

Kawasan pantai merupakan suatu kawasan yang spesifik, dinamik, unik dansangat kaya akan habitat baik laut maupun darat. Kawasan ini banyak sekali manfaatnya baik bagi masyarakat, swasta maupun pemerintah dan semakin lama semakin banyak yang membutuhkan padahal luasnya sangat terbatas, sehingga di kawasan ini sering terjadi konflik kepntingan antar sector seperti yang terjadi di Pantai Parangtritis dan sekitarnya. Oleh karena itulah perlu adanya penataan ruang yang baik di kawasan Pantai Parangtritis dan sekitarnya.Suatu perencanaan, penataan dan pengembangan wilayah yang baik memerlukan data spasial dan jnon-spasial yang kompleks dan sanga banyak, sehingga perlu adanya alat yang dapat menghubungkan, mengelola, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data serta informasi secara baik. Salah satu alat tersebut adalah Teknologi SIG yang saat ini telah berkembang dengan sangat pesat.Penataan kawasan Pantai Parangtritis dapat dilihat pada Gambar 4 dan Tabel 3.Berdasarkan hal diatas maka pemanfaatan lahan di Pantai Parang tritis dansekitarnya adalah : untuk kawasan lindung hutan wisata (1,234 km2), kawasan lindung budaya (0,659 km2), hutan pantai (0,623 km2), kawasan lindung gumuk pasir (1,311 km2), sempadan pantai (1,533 km2), pertanian lahan basah (13,141 km2), pertanian lahan kering (7,563 km2), perikanan darat (1,272 km2), perikanan laut (0,652 km2) dan untuk pengembangan kawasan pemukiman (11,882 km2) serta pengembangan fasilitas wisata (1,006 km2).
MASALAH PENCEMARAN AIR DI JAKARTA, SUMBER DAN ALTERNATIF PENANGGULANGANNYA Yudo, Satmoko; Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.085 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.214

Abstract

Water pollution in big cities, especially in Jakarta has become a serious problem. One of the potential reasons is home wastewater, which comes from the kitchen, bathroom, washing waste or human feaces. Limited facility for processing wastewater in the cities and bad sanitation system right now has quickens the process of water pollution, especially river and shallowunderground water pollutions. For example, general septic tank system used by the people is the one, which does not fulfill technical terms. As the land become narrow, the reservoir system is not proper anymore, because wastewater penetrated through the earth still contains high concentrated pollutant. Bacteriological pollution in shallow underground water also can be potentially caused by bad human feaces waste. As the slow development of centrally processing system of home/city wastewater is a problem, the individual process home waste water (On Site Treatment) is a new way to solve it.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DAN KONDISI FISIKO KIMIAWI SEDIMEN DI PERAIRAN DONAN, CILACAP - JAWA TENGAH Sudaryanto, Agus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.205 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.205

Abstract

Studi tentang struktur komunitas makrozoobenthos dan hubungannya dengan karakteristik fisik kimia sedimen sebagai dampak kegiatan industri dan domestik lainnya telah di lakukan di perairan Donan, Cilacap, Jawa Tengah. Struktur komunitas makrozoobenthos di perairan Donan telah mengalami perubahan dengan ditunjukkan oleh keragaman dan kelimpahan spesies yang rendah. Sementara itu parameter lingkungan, seperti C-organik menunjukkan konsentrasi yang tinggi dan beberapa logam berat di sedimen juga terdeteksi. Konsentrasi logam berat bervariasi, yaitu Hg, Pb, Cd, Cr dan Ni dengan rata-rata konsentrasi berturut-turut sebagai berikut : 0,03 ppm; 7,4 ppm; 1,2 ppm; 14 ppm; 5,4 ppm; dan 3,2 ppm. Secara umum rendahnya kelimpahan makrozoobenthos ditemukan pada stasiun dengan kandungan logam berat yang tinggi, khususnya pada daerah sekitar kegiatan industri. Konsentrasi logam berat pada saat pengamatan terlihatlebih tinggi dari pengamatan sebelumnya. Hal ini menunjukkan telah terjadipemasukan logam berat ke perairan Donan dimana aktivitas industri di sekitar perairan kemungkinan merupakan sumber utama pencemaran ini.
KUALITAS DEBU DALAM UDARA SEBAGAI DAMPAK INDUSTRI PENGECORAN LOGAM CEPER Prayudi, Teguh
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.802 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.210

Abstract

Dalam tulisan ini disampaikan hasil penelitian kandungan debu dalam udaraambient untuk daerah industri pengecoran logam Ceper yang terletak diKecamatan Ceper, Kabupaten Klaten-Jawa Tengah. Industri pengecoran logam ini merupakan industri yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam koperasi Batur Jaya. Mengingat sejarah pembentukannyasebagai industri rakyat yang telah berlangsung secara turun menurun sejak jaman kolonialisasi, maka masalah lingkungan belum pernah menjadi bagian dari proses pengembangan industri ini.Melalui penelitian ini dicoba mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang telah timbul di daerah industri ini, khususnya masalah pencemaran debu didalam udara ambient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi debu di wilayah ini telah melampaui nilai ambang batas yang diperbolehkan. Untuk itu perlu adanya usaha untuk menurunkan kadar tersebut melalui konsep pembangunan industri yang berwawasan lingkungan.
STATUS DAN KARAKTERISTIK PENCEMARAN DI WADUK KASKADE CITARUM Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.248 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.215

Abstract

Sungai Citarum yang memiliki 3 waduk dan berfungsi sangat multiguna;diindikasikan telah tercemar limbah organik dan logam berat. Mengingatpencemaran tersebut dapat mengakibatkan hilangnya fungsi air sungai/waduk sebagai bahan baku air bersih, wisata dan media budidaya ikan dengan KJA maka informasi mengenai status pencemaran yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya sangat diperlukan. Untuk memberikan informasi yang benar dan ilmiah tentang status dan karakteristik pencemaran di waduk kaskade Citarum itulah paper ini disusun.Hasil analisis terhadap data yang ada mengungkapkan bahwa WadukSaguling tercemar berat oleh limbah anorganik dan organik yang berturut-turut berasal dari limbah industri dan, pemukiman . Waduk Cirata tercemarberat oleh limbah organik, yang utamanya dari limbah perikanan KJA yangberoperasi didalamnya. Waduk Juanda tercemar limbah organik dari KJAyang beroperasi Cirata dan Juanda. Kesimpulan mengenai tingkat dansumber pencemaran yang berbeda di ketiga waduk ini, selain akan bergunadalam perencanaan pengelolaan waduk-waduk tersebut, juga sangat menarik karena selama ini penyebab pencemaran organik di waduk dan sungai hanya dialamatkan pada limbah pemukiman dan industri, sedangkan limbah KJA diabaikan.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI KECIL TEKSTIL DENGAN PROSES BIOFILTER ANAEROB-AEROB TERCELUP MENGGUNAKAN MEDIA PLASTIK SARANG TAWON Said, Nusa Idaman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.889 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.206

Abstract

AbstrakMasalah pencemaran air di kota besar khususnya di DKI Jakarta telahmenunjukkan gejala yang cukup serius. Sumber pencemaran tersebut berasal dari air domestik yakni rumah tangga, perkatoran dan daerah komersial, serta air limbah yang berasal dari industri. Satu contoh kasus pencemaran lingkungan yang cukup serius adalah pencemaran yang terjadi di Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang diakibatkan oleh air limbah industri pencucian dan pecelupan tekstil. Studi ini bertujuan untuk mengkaji teknologi pengolahan air limbah tekstil dengan proses biofilter anaerob-aerob tercelup menggunakan media plastik sarang tawon.Dengan sistem ini polutan organik (BOD, COD), zat padat tersuspensi (SS), serta warna dalam air limbah dapat dihilangkan. Dengan kondisi waktu tinggal 1-3 hari efisensi penghilangan BOD, COD, SS dan Warna masing-masik yakni : BOD 77.84 – 94.88 %, COD 73.91 – 94.23 %, zat padat tersuspensi (SS) 93.44 – 99.84 %, dan Warna 76.36 – 88.96 Pt-Co.
PENGARUH BAHAN PENGKONDISI TANAH TERHADAP IKLIM MIKRO PADA LAHAN BERPASIR (STUDI KASUS PANTAI GLAGAH, KABUPATEN KULON PROGO, DI. YOGYAKARTA) Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.271 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.211

Abstract

Usahatani pada lahan berpasir akan dijumpai banyak kendala yang berhubungan dengan kondisi fisik tanah, hidrologi tanah dan iklim, lebih khusus lagi kondisi iklim mikro yang kadang kurang kondusif untuk pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu perlu adanya terobosan guna melakukan rekayasa lingkungan, agar supaya keadaan yang kurang menguntungan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani, yaitu melalui masukan teknologi alternatif berupa penambahan bahan pengkondisi tanah (pupuk kompos, pupuk kandang, biomikro), pembuatan jaringan irigasi dan pembuatan pelindung/naungan yang pada hakekatnya berfungsi untuk mengurangi fluktuasi suhu harian pada tanah (intensitas matahari), penurunanpenguapan dan kehilangan air (evaporasi).

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue