cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN" : 24 Documents clear
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INCENERATOR Bagus, Trisaksono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.089 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.231

Abstract

Sampah merupakan material pencemar lingkungan yang selalu ada setiap waktu. Untuk mengendalikan pencemaran, maka dilakukan upaya untuk membakar sampah tersebut menggunakan incenerator. Incenerator berfungsi sebagai pembakar sampah dan sebagai pembangkit uap dengan mengkonversikan panas pembakaran. Keuntungan penggunaan incenerator adalah kemampuannya untuk mereduksi sebagian besar timbunan sampah dan mampu menurunkan polusi lingkungan akibat penimbunan sampah. Sedangkan kerugian penggunaannya antara lain, gas buang membawa karbon dioksida (CO2)sejumlah besar yang akan terlepas ke udara serta pembawa unsur beracun dalam gas. Untuk mengendalikannya diperlukan peralatan tambahan sebelum gas dilepas ke udara , hal ini berarti tambahan biaya dalam konstruksi incenerator.
KUALITAS PERAIRAN WADUK CIRATA DINAMIKA KUALITAS AIR DI DUA LOKASI YANG BERBEDA JUMLAH KERAMBA JARING APUNGNYA Soetrisno, Yudhi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.897 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.236

Abstract

Telah diduga bahwa perairan waduk Cirata telah mengalami eutrofikasi karena tercemar oleh nutrien dari berbagai sumber seperti limbah pemukiman, industri, pertanian dan perikanan. Peneltian ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana eutrofikasi mempengaruhi dinamika kualitas fisik, kimia dan fitoplankton. Peneltian ini juga dilakukan untuk menganalisis kesahihan plankton-net dalam menghasilkan data untuk analisis kualitas air.Dengan kecerahan yang rendah (< 80cm), nilai nitrogen (>0,100mgN•l-1) dan fosfor (> 0,01 mgP• l-1) yang tinggi hingga setiap saat bisa terjadi blooming, maka waduk Cirata dapat digolongkan kedalam waduk hipereutrofik. Dengan didahului pengendapan dan sampling tanpa penyaringan, kelimpahan fitoplankton ditemukan lebih tinggi dari 20 x 103 sel•ml-1 yang didominasi oleh Mycrocytis (Cyanophyta) dan Sphaerocystis (chlorophyta). Kenyataan ini kembali meyakinkan bahwa data-data kepadatan/kelimpahan fitoplankton yang selama ini dipublikasikan adalah “under-estimate”. Untuk itu sangat disarankan agar untuk menduga kelimpahan fitoplankton dan analisis kualitas air tidak lagi menggunakan plankton-net; kecUali hanya untuk identifikasi.
LEVEL KONTAMINASI SENYAWA ORGANOTIN DI PRODUK SEAFOOD DARI INDONESIA Sudaryanto, Agus
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.291 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.232

Abstract

Contamination level of TBT and DBT in seafood products such as fish and mussels collected from several locations in Indonesia were compared with Indonesian Tolerable Average Residue Levels (TARL). TARL were calculated based on the Tolerable Daily Intake (TDI) of TBT and the seafood consumption of the average consumer in Indonesia. TARL for TBT in seafood from Indonesia is 360 ng/g per day for a person with an average body weight of 60 kg. Level concentration of TBT and TBT+DBT in fish and mussels from Indonesia still below the TARL for Indonesia. However these concentration levels have been increased to those from 1995 and indicating field ecotoxicological impact of TBT has been observed as occurring gastropod imposex in Eastern Indonesia. Therefore continuing research and significant study planning with cover more areas and variety of species of seafood products are needed.
PENGARUH APLIKASI MIKROBA PROBIOTIK PADA KUALITAS KIMIAWI PERAIRAN TAMBAK UDANG purwanta, wahyu; Firdayati, Mayrina
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.665 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.237

Abstract

Kegagalan utama produksi udang dari budidaya tambak umumnya disebabkan oleh serangan penyakit dan kualitas air yang buruk akibat pencemaran. Suatu tindakan penyiapan lahan yang benar serta upaya menjaga mutu air pasokan akan sangat membantu dalam meningkatkan kembali produktivitas tambak. Suatu ujicoba aplikasi mikroba probiotik hasil isolasi dari wilayah pantura Jawa dikombinasi dengan sistem aerasi serta biofiltrasi dalan air tandon dilakukan pada tambak udang di Desa Limbangan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Hasil yang didapat memperlihatkan terjadinya penurunan paramater-parameter kunci seperti Nitrat (NO3), Nitrit (NO2), Sulfat (SO4), Sulfida (H2S), Amonia (NH3) dan Phospat (PO4) secara signifikan. Selain itu pH dan DO air juga cenderung stabil.
DEGRADASI BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR INDUSTRI PERMEN DENGAN VARIASI WAKTU TINGGAL Indriyati, Indriyati
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.036 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.228

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan PT. Van Melle Indonesia (PTVMI), mengundangbahan organik tinggi dengan konsentrasi COD berkisar antara 10.000 – 30.000 mg/L. kandungan bahan organik yang tinggi dapat menimbulkan gangguan bagi perairan, sehingga perlu didegradasi salah satu alternatif teknologi pengolahan limbah yaitu menggunakan reaktor anaerobik lekat diatas terendam. Jenis reaktor ini adalah bioreaktor yang dilengkapi dengan bahan penyangga sebagai tempat massa mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak.Penelitian ini dilakukan untuk melihat degradasi bahan organik limbah cair industri permen dengan variasi waktu tinggal 18, 14, 12 dan 10 hari yang dioperasikan secara kontinyu. Hasil degradasi bahan organik dengan variasi waktu tinggal terbaik di dapat pada waktu tinggal 12 hari dengan degradasi bahan organik terlarut sebesar 98,07%, pH efluen 6,90, produksi harian biogas 5 L/hari, produksi gas metan 3,25 L/hari dan kandungan gas metan 65%. Plastik yang digunakan sebagai media cukup efektif sebagai tempat menempelnya bakteri dengan porositas 87,30% dan luas permukaan efektif sebesar 514,40 M2/M3.
PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING) ramlan, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.858 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.233

Abstract

Pada abad 18 telah dimulai revolusi industri antara lain dengan dibuatnya pabrik-pabrik, pembangkit listrik, kendaraan transportasi dan pertanian. Dua ratus tahun kemudian, negara-negara industri baru bermunculan baik di Eropa, Amerika bahkan di Asia. Industri memang membuat wajah dunia tampak semakin maju, misalnya kendaraan bermotor sebagai salah satu produk industri. Namun di sisi lain berdampak negatif terhadap lingkungan hidup manusia. Mesin-mesin kendaraan itu menggunakan bahan bakar dari bumi. Hasil pembakaran bahan bakar tersebut menghasilkan unsur CO dan CO2 yang menumpuk di udara dan akan menghasilkan efek seperti rumah kaca terhadap cahaya matahari yang akan masuk ke bumi. Bumi seolah-olah dilapisi oleh kedua gas tadi. Akibatnya, bumi terasa lebih panas dari biasanya. Hal ini disebut sebagai pemanasan global (Global Warming)
PEMBENTUKAN GAS H2 DAN CO RAMAH LINGKUNGAN MELALUI GASIFIKASI BATUBARA UNTUK MEREDUKSI BIJIH BESI anam, ahsonul
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.22 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.238

Abstract

Ketergantungan pabrik baja terhadap gas alam untuk menghasilkan gas pereduksi bijih besi sangat besar, sehingga dihadapkan pada masalah yang besar oleh karena harga gas alam yang cenderung naik. Oleh karena itu, sumber gas pereduksi selain dari gas alam, teknologi yang mendukung, ekonomis serta ramah terhadap lingkungan, sangat diperlukan, sehingga daya saing di pasaran bisa ditingkatkan dan ketergantungan terhadap gas alam bisa diminimalisasi.Teknologi gasifikasi adalah teknologi yang sangat ramah lingkungan, membentuk polusi yang sangat minim walaupun untuk mengolah bahan-bahan yang sangat “kotor” misalnya batubara dengan kandungan sulfur tinggi. Gasifikasi juga mampu mengurangi sejumlah besar volume padatan, dengan membentuk produk samping yang ramah lingkungan, sebagai contoh adalah pembentukan slag dari bahan-bahan anorganik yang terdapat dalam umpan.Dengan cadangan batubara Indonesia yang sangat melimpah, sekitar 36,5 milyar ton, serta dengan dukungan teknologi gasifikasi yang ramah terhadap lingkungan, bisa dihasilkan gas-gas pereduksi untuk menggantikan peranan gas alam.
PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN BERBASIS MASYARAKAT Wahyono, Sri; L. Sahwan, Firman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.393 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.229

Abstract

Kampung Banjarsari is a model of community based waste management in the Jakarta metropolitan area. It is becoming an example of an environmentally friendly kampung for other communities from different part of the country. What the Banjarsari reached is the results of very tight cooperation between Banjarsari community, UNESCO and Yayasan Kirai and BPPT since 1996. The main activities in Banjarsari are focused on (1) establishment of an environmental committee at the community level, (2) improvement of the waste collection system (sorting of waste), (3) capitalization on waste trough alternative livelihood activities (paper recycling, composting, growing of plants using locally produced compost as fertiliser), (4) greening programmes, and (5) public awareness.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN DALAM PENGELOLAAN DAS YANG BERKELANJUTAN Agustine Adibtoro, Tusy
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.323 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.234

Abstract

DAS merupakan bagian dari suatu proses hidrologi – yang dikenal sebagai siklus air – berfungsi sebagai penampung air hujan, daerah penyimpanan air, penangkap hujan dan pengaliran air. Air merupakan sumberdaya alam yang sangat vital dan merupakan faktor pembatas dan menentukan kualitas hidup manusia serta mahkluk hidup lainnya. Dari berbagai literatur diketahui bahwa telah terjadi penurunan kualitas dan kuantitas air sebagai akibat dari pendekatan pembangunan di sepanjang DAS yang semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan keberlanjutan fungsi-fungsi lingkungan sejak kawasan hulu sampai dengan kawasan hilir. Belum lagi pendekatan pelaksanaan pembangunan yang terkotak-kotak dan dibatasi oleh wilayah administratif padahal suatu DAS biasanya melalui beberapa wilayah administratif sekaligus.Oleh karena itu, pendekatan baru pengelolaan DAS adalah pendekatan terpadu yang dikenal sebagai “One River, One Plan, One Management”. Makalah ini mencoba mengetengahkan peran teknologi pengelolaan lingkungan sebagai salah satu cara pemecahan permasalahan lingkungan yang telah terjadi maupun pencegahannya, jenis-jenis teknologi apa saja yang perlu dikembangkan serta beberapa hasil kajian di bidang teknologi pengelolaan lingkungan yang telah siap terap maupun yang sedang dan akan dilakukan yang dapat dimanfaatkan dalam suatu pengelolaan DAS terpadu.
PENGOLAHAN AIR PAYAU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OSMOSA BALIK widayat, wahyu; yudho, satmoko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.299 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.239

Abstract

Tanjung Aru is a village located in cape of Tanjung Aru, East Kalimantan. The community living in Tanjung Aru use surface water from wells as the main clean water resource. The surface water is so influenced by the tide of sea water. The surface taste is very salty (DHL>1500 mMhos/cm). The water is not only salty but also the turbidity is much more than water quality standart. The use of rain water as the second alternative is very limited, it is only in rainy season.To deal with the chronic problem, such as the lack of clean water supply, it needs an appropriate water treatment technology. The suitable water treatment system is a combination of conventional and advanced technology. Desalination, such as Reverse Osmosis must be involved to reduce salinity of the raw water. A complete process includes the pretreatment and advance treatment. The pretreatment are oxidation and some common filtrations. The advance treatment is a molecular filtration using a membran which the principal is reverse osmosis pressure. If the pilot water treatment plant is avalaible in Tanjung Aru, the clean water supply will not be a serious problem. Generally, it can also play an important role to increase the social level of community in East Kalimantan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue