cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
ISSN : 1411318X     EISSN : 25486101     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Teknologi Lingkungan (JTL) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. JTL is published twice annually and provide scientific publication for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to science and environmental technology. We publish original research papers, review articles and case studies focused on Environmental Sciences, Environmental Technology as well as other related topics to Environment including sanitation, environmental biology, waste water treatment, solid waste treatment, environmental design and management, environmental impact assessment, environmental pollution control and environmental conservation.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN" : 24 Documents clear
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TERPADU, KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Sudaryono, Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.077 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.249

Abstract

Upaya pengelolaan DAS terpadu di Indonesia telah lama diterapkan dengan memperkenalkan berbagai kegiatan yang bercirikan lintas sektoral dan multidisipliner, sebagai contoh adalah pelaksanaan pengelolaan DAS secara terpadu di DAS Brantas, Jratunseluna, dan yang kemudian direncanakan untuk diimplementasikan pada DAS-DAS lain di seluruh Indonesia.Namun karena kompleksnya permasalahan yang harus dihadapi dan banyaknya DAS yang harus ditangani, serta menyangkut kendala teknis dan non-teknis lainnya yang harus disempurnakan, maka banyak DAS yang belum dapat tertanggani dengan baik, bahkan yang terjadi adalah kerusakan DAS semakin meluas dan semakin parah.Oleh karena itu dalam pengelolaan DAS secara terpadu harus berazaskan : (1) pemanfaatan sumberdaya alam (hutan, tanah dan air) dengan memperhatikan terhadap perlindungan lingkungan; (2) pengelolaan DAS bersifat multidisiplin dan lintas sekoral; (3) peningkatan kesejahteraan rakyat; (4) keterpaduan dimulai sejak dalam perencanaan pengelola DAS terpadu.
PENGELOLAAN DAS CITARUM BERKELANJUTAN kurniasih, nia
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.618 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.240

Abstract

Sungai citarum merupakan sungai utama di DAS Citarum yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, tidak hanya digunakan oleh 7 kabupaten dan 2 Kota di Jawa Barat tetapi juga sebagai sumber air baku air minum Kota Jakarta. Penurunan kualitas maupun kuantitas Sungai Citarum sudah sangat memprihatinkan, kondisi tersebut diakibatkan oleh kesadaran masyarakat dan pemerintah yang belu optimal. Peraturan-peraturan Pemerintah sudah ada tetapi pelaksanaan dilapangan belum maksimal dibarengi penegakan hukum yang tidak jalan.Informasi, komunikasi antar pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Propinsi dan antara Pemerintah Propinsi DKI dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan seluruh “stake holders” merupakan jalan yang harus ditempuh dalam membuat perencanaan dan melaksanakan kegiatan untuk tercapainya Pengelolaan DAS Citarum secara berkelanjutan.
PROSPEK DAN PERMASALAHAN DALAM TRANSFER TEKNOLOGI LINGKUNGAN DI INDONESIA Agustine Adibtoro, Tusy
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.698 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.245

Abstract

Teknologi sebagai salah satu alat dalam melaksanakan pembangunan ternyata menjadi salah satu penyebab utama dari kerusakan lingkungan. Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan, Teknologi juga merubah orientasinya yang semula untuk kepentingan ekonomi semata menjadi berorientasi pada kelestarian fungsi dan kemampuan lingkungan. Untuk itu dikembangkan teknologi produksi bersih yang pada dasarnya merupakan upaya pengurangan dampak pada seluruh daur suatu produk teknologi, sejak pemilihan bahan baku produksi sampai dengan pembuangan limbah. Agenda 21 mengamanatkan agar negara-negara maju dapat membantu negara-negara berkembang dalam meningkatkan kualitas produk industrinya melalui transfer teknologi termasuk kemudahan akses informasi dan promosi teknologi tradisional serta peningkatan kapasitas endogenousnya. Pada kenyataannya, proses transfer teknologi tersebut dirasakan lebih banyak menguntungkan kepentingan negara maju bahkan cenderung dirasakan ketidakadilan atas kepemilikan sumberdaya, pengetahuan dan teknologi setempat. Dilain pihak, adanya kemampuan negara berkembang dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang lebih sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhannya perlu mendapat perhatian, utamanya di dalam aspek pendanaan untuk diseminasi teknologi di dalam negara berkembang itu sendiri. Pada dasarnya diseminasi teknologi tersebut juga merupakan suatu bentuk transfer teknologi. Untuk iru, perlu kiranya dikoreksi praktek-praktek transfer teknologi yang selama ini terjadi dengan mencari sistem, mekanisme serta kelembagaan yang lebih baik yang dapat mendukung terciptanya kegiatan transfer teknologi ramah lingkungan yang menguntungkan semua pihak.
SEDIMENTASI DAN DAMPAKNYA PADA DPS CITARUM HULU ilyas, Muhammad arief
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.693 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.250

Abstract

Pemanfaatan air dan lahan dan pengembangan suatu daerah aliran sungai selalu menyebabkan berbagai masalah teknis dan lingkungan. Begitu pula dengan lebih mendalami masalah proses erosi dan sedimentasi yang terjadi, merupakan hal yang sangat penting dalam memecahkan masalah dasar yang berkaitan dengan tingginya tingkat erosi dan sedimentasi dalam suatu daerah aliran sungai. Proses sedimentasi yang komplek agar dapat dipecahkan, untuk itu sungai harus dipandang dari berbagai unit kelompok yang terintegrasi dalam suatu ekosistem. Dengan pendekatan pengukuran dan monitoring, serta penggabungan dengan pendekatan sistem model spasial dapat dipecahkan masalah yang timbul di per sungaian dan waduk, ehingga antisipasi terhadap berkurangnya umur waduk dapat diatasi. Dengan prediksi erosi dan sedimentasi secara spasial dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas daerah-daerah mana saja yang terkena tingkat erosi-sedimentasi yang tinggi, sehingga daerah mana saja dalam DAS yang perlu konservasi dan prioritas penanggulangannya. Dan konservasi yang tepat pada DAS Citarum hulu dapat menurunkan laju sedimentasi, sehingga diharapkan umur waduk Saguling akan lebih panjang.
PERAN INDUSTRI DAN PRODUK TEKSTIL PADA KELESTARIAN SUMBERDAYA LINGKUNGAN PERAIRAN DAS CITARUM sudradjat, ade
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.12 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.241

Abstract

Telah diketahui bahwa sebagian besar industri yang beroperasi di DAS Citarum adalah industri tekstil, yang sebagian besar belum mengolah limbahnya dengan baik dan membuangnya ke DAS Citarum. Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika keberadaan industri- industri tekstil tersebut sering dinyatakan sebagai salah satu penyebab utama tercemarnya kualitas lingkungan perairan DAS Citarum.Untuk mengetahui dengan benar tentang peran industri tekstil di DAS Citarum maka paper ini disusun. Paper ini dengan lengkap mengemukakan peran positif industri tekstil pada sosial-perekonomian masyarakat di DAS Citarum; dan peran negatifnya pada lingkungan perairan DAS Citarum. Selanjutnya dengan jelas paper ini menguraikan tentang penyebab mengapa industri tekstil sampai saat ini masih tetap membuang limbahnya; dan sekaligus menawarkan jalan keluarnya.
PEMBEBANAN DAN DISTRIBUSI BAHAN ORGANIK DI WADUK CIRATA lukman, lukman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.504 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.246

Abstract

Pemanfaatan Waduk Cirata untuk pengembangan budidaya ikan sistem karamba jaring apung (KJA) cenderung berlebihan, sehingga menimbulkan dampak beban pencemaran bahan organik yang cukup tinggi. Penelitian pembebanan bahan organik dan distribusinya telah dilakukan di Waduk Cirata pada bulan Agustus tahun 2000, untuk mengetahui kontribusi sumber-sumber muatan organik dan bebannya pada komponen ekosistem.Beban organik allochtonus dari inlet (S.Citarum) mencapai 0,234 kg.dt-1 atau 7.393 ton per tahun, sedangkan beban organik autochtonus dari sistem KJA rata-rata 6.556 ton per tahun. Pada kolom air terdapat bahan organik total yang berkisar antara 13,9–22,7 mg.l-1, dan pada sedimen terdapat bahan organik total rataan per wilayah antara 152,5–188,6 mg.berat kering g-1 sedimen.
MODEL PEMBATASAN BEBAN PENCEMAR UNTUK PENGELOLAAN KUALITAS SUNGAI CITARUM harsono, eko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.34 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.251

Abstract

Daerah tangkapan (DAS) Citarum hulu mempunyai luas sekitar 177.100 ha, meli-puti kota Bandung dan kabupaten Bandung yang terletak di danau tua. Sungai Ci-tarum selain kegunaannya sebagai buangan limbah pabrik dan penduduk disekitar sungai, juga berfungsi sebagai penggerak listrik dan perikanan (jarring apung) di waduk Saguling dihilinya. Oleh karena kompleksnya pemanfaatan sungai ini, maka diperlukan suatu pendekatan pengelolaan di DAS Citarum tersebut. Penelitian ini tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas sungai Citarum dengan pendekatan simulasi model, yaitu simulasi-simulasi pengelolaan DAS Citarum. Penetapan model dengan tiga sub-model yaitu, hidrograf aliran, debit beban (COD, BOD, T-N, T-P, and NH3), dan polutegraf aliran dengan model tangki. Model dikalibrasi dari debit serta kualitas air harian sungai Citarum yang terukur di stasion Nanjung .Dari model kelihatan hidrograf dan polutograf aliran, cendrung sama antara model den-gan pengukuran, sehingga model layak untuk pendugaan pemasukan beban yang kualitas sungai masih baik pada debit minumum. Dari hasil simulasi agar kualitas-nya tetap terjaga, maka beban masukan dari industri terutama tekstil dan pemuki-man sebaiknya dikurangi (treatment) sekitar 85 % untuk COD, BOD dan T-P dan 45 % untuk NH3 dan T-N untuk pemukiman pada kejadian debit minumum
BEBAN PENCEMARAN LIMBAH INDUSTRI DAN STATUS KUALITAS AIR SUNGAI CITARUM terangna, nana; yusuf, iskandar a
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.484 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.242

Abstract

Sungai Citarum beserta tiga waduk besar yaitu Saguling Cirata dan Juanda (Jatiluhur) memiliki fungsi ekonomi ekologi dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Jawa Barat dan DKI Jakarta. Potensi yang demikian pentingnya tersebut terancam oleh penurunan kualitas air sungai karena beban pencemaran yang terus meningkat telah melampaui daya tampung sumber air tersebut. Beban pencemaran terbesar berasal dari limbah penduduk dan industri sehingga memerlukan prioritas penanganan utama dalam upaya pengendalian pencemaran air.Meskipun PROKASIH telah berhasil menurunkan beban pencemaran limbah industri,namun kualitas air Sungai Citarum sejak PROKASIH tahun 1989 sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan, bahkan cenderung memburuk. Status kualitas air Sungai Citarum sejak tahun 1989 sampai saat ini tidak pernah memenuhi Baku Mutu Air yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah sepanjang tahun.Berdasarkan hasil simulasi model kualitas air pada sub. DPS Citarum Hulu, untuk memulihkan kualitas air sungai Citarum Hulu sampai mjemenuhi Baku Mutu Air yang ditetapkan sepanjang tahun, diperlukan pengurangan beban pencemaran organik (BOD) sebesar 85%. Oleh karena itu pengolahan limbah industri saja tidak cukup, sehingga pengolahan limbah domestik dari pemukiman harus dilakukan secara bersamaan. Selain itu diperlukan upaya peningkatan daya tampung sungai melalui upaya konservari daerah tangkapan air pada DPS Citarum.Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, pembangunan sistem Pengumpulan dan Pengolahan Limbah Industri Terpusat (SPPLIT) pada sejumlah zona-zona (cluster) industri pada DPS Citarum merupakan kebijaksanaan strategis untuk menurunkan beban pencemaran limbah industri. Disamping itu upaya pemulihan kualitas air Sungai Citarum perlu ditunjang dengan upaya penegakan hukum yang konsekwen, serta komitmen semua pihak yang berkepentingan untuk melaksanakan upaya pengendalian pencemaran air yang telah direncanakan secara nyata dan konsisten.
KELAS KESESUAIAN LAHAN SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI Tjokrokusumo, Sabaruddin Wagiman
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.98 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.247

Abstract

Lahan tropika seperti halnya kebanyakan lahan di Indonesia harus dikelola secara bijaksana sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air agar swasembada pangan dapat lebih dimantapkan lagi. Klas Kemampuan Lahan merupakan pedoman yang sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air dan dapat diguankan sebagai pedoman untuk perencanaan pengembangan pertanian secara umum. Sedangkan pengembangan pertanian berskala usaha hendaknya harus berdasarkan pada kelas kesesuaian lahan suatu wilayah yang akan dikembangkan untuk suatu usaha pertanian agar tidak terjadi kerusakan lahan yang dapat m,enimbulkan kerugian jangka panjang baik secara ekonomi mauspun lingkungan. Pengetahuan tentang perencanaan pembangunan pertanian yang berasas pada Kelas Kemampuan Lahan dan Kelas Kesesuaian Lahan suatu wilayah dapat diterapkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) terutama wilayah DAS Citarum Bagian Hulu yang dalam kenyataannya telah mengalami kerusakan yang sangat berat dan akan berakibat pada kemampuan daya dukung wilayah dan menurunnya kualitas Danau multiguna seperti Saguling, Cirata dan Jatiluhur.
BEBAN PENCEMARAN LIMBAH DOMESTIK DAN PERTANIAN DI DAS CITARUM HULU salim, hilmi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.243

Abstract

Daerah aliran sungai (DAS) Citarum yang merupakan DAS terbesar di Jawa Barat yang mengalami tekanan yang sangat kuat akibat pemanfaatan yang melebihi daya dukungnya, yang antara lain dari kegiatan pertanian, perkebunan, pemukiman dan industri. Kegiatan pemukiman dan pertanian merupakan dua komponen utama yang pada saat ini telah menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas air sehingga mempengaruhi nilai ekonomi terhadap output/keluaran pembangunan seperti rendahnya sistem sanitasi lingkungan yang menyebabkan timbulnya wabah penyakit yang vektornya berasal dari air (water borne disease), sedimentasi sungai dan waduk, berkembangannya makrofita dan mikrofita yang merugikan lingkungan, hilangnya jenis ikan di perairan sungai serta kematian ikan budidaya di Waduk Saguling dan Cirata serta laju korosi di instalasi di instalasi PLTA menjadi lebih cepat.Hal ini disebabkan karena limbah cair domestik dan pertanian serta industri yang meningkatkan masuknya unsur hara (nutrient) yang berlebihan seperti nitrogen dan fosfor serta bahan organik lainnya yang menyebabkan rendahnya nilai oksigen terlarut (DO) yang berguna bagi kehidupan ekosistem perairan dan tingginya kadar BOD, COD serta bakteri kolitinja.Oleh karena itu, untuk mencegah semakin tingginya tingkat degradasi perairan di wilayah tersebut perlu dilakukan pengelolaan DAS secara terpadu baik yang meliputi aspek teknis dan nonteknis (Peraturan dan kelembagaan), serta dapat mengakomodasi kepentingan stakeholder secara proporsional sehingga pembangunan yang ada di DAS Citarum Hulu dapat terlanjutkan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24


Filter by Year

2002 2002


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2022) Vol. 22 No. 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 2 (2020) Vol. 21 No. 1 (2020) Vol. 20 No. 2 (2019) Vol. 20 No. 1 (2019) Vol. 19 No. 2 (2018) Vol. 19 No. 1 (2018) Vol. 18 No. 2 (2017) Vol. 18 No. 1 (2017) Vol. 17 No. 2 (2016) Vol. 17 No. 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2015) Vol. 15 No. 2 (2014) Vol. 15 No. 1 (2014) Vol. 14 No. 2 (2013) Vol. 14 No. 1 (2013) Vol. 13 No. 3 (2012) Vol. 13 No. 2 (2012) Vol. 13 No. 1 (2012) Vol. 12 No. 3 (2011) Vol. 12 No. 2 (2011) Vol. 12 No. 1 (2011) Vol. 11 No. 3 (2010) Vol. 11 No. 2 (2010) Vol. 11 No. 1 (2010) Vol. 10 No. 3 (2009) Vol. 10 No. 2 (2009) Vol. 10 No. 1 (2009) Vol. 9 No. 3 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 2 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2008): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 3 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 2 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 8 No. 1 (2007): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 3 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 2 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2006): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 3 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 6 No. 1 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 3 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 2 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 4 No. 1 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN Vol. 2 No. 3 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 2 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol. 1 No. 1 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN More Issue